
Di lembah hitam gunung kerinci tepatnya di istana Naga hitam Junjungan Mara Deva sedang membahas suatu rencana dengan Deva Putta sang strategi ulung milik istana Naga hitam.
"Junjungan menurut telik sandi yang di kirim mata-mata di istana kerajaan Sunda pura, Shun land mempunyai adik perempuan di pulau Samosir, kita pun telah menempatkan beberapa orang untuk mengawasi di Samosir ketua bangsawan Bungaran juga telah menerima sumbangan dari kita dengan timbal balik dia harus memenuhi 2 permintaan kita di saat kita membutuhkannya". Deva Putta berhenti bicara dia mengambil minuman untuk membasahi tenggorokannya.
"Orang-orang kita dari perguruan yang kita bina pun telah saya tempatkan di posisi masing-masing, kita pun memiliki tambahan orang yang cukup tinggi ilmu Kanuragannya, Panca Braja dan gurunya Braja Geni telah merapat ke barisan kita, kita hanya menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan keturunan murid Sanghyang Triloka". Deva Putta mengakhiri bicaranya.
"Bagus Deva Putta kau memang keturunan ku yang sangat pintar mewarisi kepintaran ibumu, tapi maaf kan Aku yang telah memisahkan dirimu dengan ibu mu, itu semua karena Bang*** Jati raga, aku sendiri yang akan membunuh keturunan Bang*** Jati raga sampai habis".
Wajah Mara Deva merah padam mengenang masa pahit waktu kalah bertarung dengan Jati raga yang nota bene gurunya sendiri dan kakak iparnya sendiri hingga dia membunuh ibu dari kedua putranya untuk melarikan diri.
-------------*****------------
Di kawah gunung Krakatau setelah Naga Api Hitam melarikan diri, Shun land bersama leluhur Ki Bagus Atma kembali ke perguruan Gajah Mungkur untuk menyingkat waktu mereka berdua naik sang Legenda Rajawali Api.
Sedangkan Naga bumi Sabui kembali ke sumur Kahuripan jiwa di rawa Batu jaya tempat di mana mustika air panca warna.
Setalah mengantar leluhur Ki Bagus Atma Shun land tidak langsung kembali ke istana Sunda pura melainkan dia ingin mendatangi perguruan Badak liar di Labuan.
Shun Land memilih jalan darat saat di tengah hutan sang legenda Rajawali api turun tepat di depan jalan yang akan di lalui Shun land.
"Terangkan mengapa kau melarang ku untuk ikut bersama mu, apa kau sudah merasa kuat setelah penyatuan kekuatan api mu dan menguasai ilmu tarian Rajawali Api". Ucap sang legenda pada tuannya.
"Bukan itu alasan ku melarang kau ikut bersama ku, sekarang ini kekuatan mu telah pulih tubuh mu melebihi kodrat seekor burung itu sangat menentang hukum alam aku khawatir bila kau terlalu bebas di lihat khalayak ramai akan menimbulkan sesuatu yang tidak baik..." Tetapi sebelum Shun Land meneruskan bicaranya sang Legenda Rajawali Api memotong pembicaraan.
"Apa bedanya kau dan aku tubuh mu sendiri setelah penyatuan Api abadi dan kekuatan mustika merah delima Struktur tubuh mu telah berubah belum lagi kekuatan mustika air panca warna yang bisa meregenerasi setiap sel tubuh mu dengan cepat, bisa di katakan kau sekarang ini mahluk setengah abadi kecuali sang maha Pencipta berkehendak lain, kau bebas berjalan kemana kau mau kenapa aku tidak". Sang Legenda Rajawali Api berkata dengan berapi-api.
"Kau belum mengerti juga, aku ini manusia sedangkan kau berwujud hewan walau pun kau mempunyai Roh dan jiwa apa kau mengerti". Shun land bicara sedikit keras.
Sang legenda Rajawali api terdiam mendengar penjelasan Shun Land. Melihat sahabatnya diam Shun Land meneruskan bicaranya.
__ADS_1
"Sang naga bumi Sabui sangat tidak protes ketika ku perintah untuk bersembunyi mengapa kau selalu komplain, percayalah pada ku sementara ini kau berdiam lah di Guha Hyang Sirah di sana sangat aman dari pandangan khalayak ramai".
Setelah mendengar penjelasan dari Shun land sang Rajawali Api pergi menuju gua Sanghyang Sirah tanpa bicara lagi.
"Aku setelah memastikan perguruan gajah liar bukan ancaman lagi aku akan segera ke wilayah Toba untuk menjemput adikku, maaf kan aku adik harus mengundur menjemput mu tapi kakak yakin kakak angkat mu pangeran Adam dan Ketua Bangsawan Samosir Tuan Bungaran akan menjaga mu dengan baik".
Shun Land membatin hatinya ingin segera menjumpai sang adik satu-satunya tetapi kepentingan demi kepentingan niatnya harus tertunda.
Shun land mempercepat perjalanan dengan mengunakan ilmu saipi angin, dia berkelebat di antara lebatnya hutan ujung kulon.
Gerakan Shun Land lebih cepat seakan menyatu dengan angin yang bertiup, kadang dia melompat dari pohon ke pohon.
Tidak membutuhkan waktu lama Shun Land memasuki wilayah perguruan Badak liar, hanya ada keganjilan di sana tidak terlihat ramai oleh murid yang berlatih seperti perguruan besan lainnya.
Shun land sampai di depan gerbang perguruan Badak liar di sana di jaga oleh dua orang murid, sontak saja kedua murid tersebut berdiri dan langsung bertanya.
"Siapa kisanak dan ada perlu apa mengunjungi perguruan Badak liar cepat katakan". Penjaga itu bicara sedikit arogan dia tidak mengetahui dengan siapa berhadapan.
"Nama ku Satria Nusa kencana dari kerajaan Tarumanagara tujuan ku ingin bertemu dengan ketua perguruan Badak liar tolong biarkan aku masuk untuk menemui guru kalian".
Shun land menjawab dengan tenang.
"Urungkan niat mu Ki sanak Guru kami tidak ada di tempat pergilah cepat jangan salahkan kami bila bertindak kasar pada Ki sanak". Penjaga itu menjawab dengan pongahnya.
"Baik lah bila kalian menginginkan kekerasan aku tidak akan sungkan".
Dengan berakhirnya kalimat ucapan Shun land, Tubuh kedua penjaga itu mematung seakan tanpa sebab.
Mata mereka berdua tidak bisa mengikuti kecepatan Shun land ketika Shun land menotok tubuh mereka berdua.
__ADS_1
Shun land berjalan memasuki perguruan Badak liar mata Shun land melirik kanan kiri tetapi perguruan sepi bagai tidak berpenghuni.
"Kemana mereka pergi, apa mereka mengetahui aku akan datang", Shun land bicara sendiri.
Empat anak panah meluncur cepat dari arah samping kiri dan kanan, tetapi Shun land tidak menghindar, panah itu berhenti ketika berjarak satu inci dari tubuh Shun Land dan jatuh ke tanah.
"Keluarlah aku mungkin akan mengampuni kalian". Shun land bicara sedikit keras sambil berdiri di depan bangunan yang paling besar.
Tapi tidak ada tanda-tanda orang yang akan keluar dari persembunyiannya.
"Sumpit raja neraka keluarlah bunuh dua orang di antara mereka". Setelah berkata Sumpit Raja Neraka berada di tangan kanan Shun land lalu meniup Sumpit tersebut dengan kekuatan api abadinya.
Dua sinar kuning kemerahan melesat dengan kecepatan yang sukar di ikuti mata.
Dua jeritan terdengar sangat memilukan tidak berselang lama dua orang keluar dengan busur yang di angkat ke atas tanda menyerah.
"Ampuni kami tuan pendekar kami hanya menjalankan tugas". Mereka berdua berlutut di hadapan Shun land.
"Baik aku mungkin akan mengampuni kalian berdua bila kalian menjawab dengan benar dan jujur". Shun land sambil bicara menatap dengan tajam.
"Raja neraka keluarkan kekuatan mu untuk menakuti mereka". Shun land bicara pada Roh Sumpit Raja Neraka.
"Baik tuan". Keluarlah dua buah Sumpit berwarna merah kekuningan yang transparan melayang dan berhenti di hadapan kedua murid perguruan Badak liar.
"Kemana ketua kalian dan semua para murid perguruan ini jawab dengan jujur pusaka ku akan mengetahui jawaban mu jujur atau tidak ???". Shun land bertanya dengan tegas.
----------------*****----------------
Terima kasih Sahabat NOVELTOON
__ADS_1
semoga kedepannya bisa up konsisten lagi 🙏🙏🙏🙏🙏