
Shun land dan Sang Legenda Rajawali Api larut dalam semedinya untuk meningkatkan kekuatan tenaga dalam dan kekuatan api abadinya.
Di sisi lain di sebelah barat condong ke Utara tepatnya nya di lembah hitam di kaki gunung kerinci.
Junjungan Mara Deva setelah selesai memberi perintah pada Pendekar Tapak Sakti untuk mengajak bergabung dengan kelompoknya, Mara Deva masuk ke dalam Ruangan pribadinya yang tak seorangpun pernah memasukinya.
Di ruangan itu sebenarnya hanya Ruangan kosong 6 meter persegi tetapi di dinding ujung ruangan ada dua ,batu hitam berbentuk kepala Naga, Junjungan Mara Deva memegang kedua kepala naga tersebut dan mendorong bersamaan.
Batu berbentuk kepala Naga masuk setengah badan berbarengan dengan itu di sudut ruangan lantai bergerak kebawah membentuk tangga.
Junjungan Mara Deva melangkah ke tangga tersebut yang berjumlah sebelas anak tangga. Sesampainya di lantai bawah ada lorong yang di sisinya terdapat batu yang memantulkan cahaya hingga lorong tersebut tidak terlalu gelap.
Junjungan Mara Deva menelusuri lorong hingga sampai lah di sebuah ruangan yang sangat luas di ruangan itu ada telaga yang berair sangat jernih berwarna biru.
Di tengah-tengah telaga ada sebuah batu besar bila di lihat sekilas seperti pulau kecil di tengah danau.
Sebuah gubug berdiri sangat sederhana terbuat dari kayu jati purba yang sangat kuat, dari sisi telaga ada batu apung tersusun rapi sampai ke tengah telaga.
Junjungan Mara Deva menapaki batu apung tersebut hingga sampai pada gubuk di tengah telaga.
Sesampainya di tepi gubuk Junjungan Mara Deva duduk berlutut dan meletakan dahinya Tika kali di lantai lantas berkata.
"Salam pada guru agung dan sembah bakti saya haturkan".
Dari dalam gubuk terdengar suara yang berat dan penuh wibawa. "Ada apa Mata Deva kau menghadap ku".
"Guru sepertinya Pedang Naga Bergola telah di temukan dan tercabut dari dari tempatnya". Junjungan Mara Deva memberi laporan pada Gurunya.
"Apa kau memberikan laporan pada ku agar aku yang mengambil Pedang Naga Bergola tersebut". Sang guru Junjungan Mara Deva belik bertanya.
Tapi sebelum junjungan Mara Deva menjawab pertanyaan itu sang guru melanjutkan bicaranya.
"Sungguh satu yang sangat ku sesalkan dari dirimu adalah kemampuan berpikir mu masih sama saja seperti yang dulu padahal usiamu sudah ratusan jaman Mata Deva".
"Maafkan aku guru aku sudah berusaha memperbaikinya tetapi tetap saja aku begini". Junjungan Mara Deva menjawab apa adanya.
"Sudah sekarang kau cari orang yang telah berhasil memiliki Pedang Naga Bergola milik ku itu dan serahkan kepada ku, bila kau tidak mampu, kau bisa meminta bantuan ku melalui ilmu telepati tingkat tinggi yang telah ku berikan padamu kau mengerti ???".
Sang guru memberi perintah tidak bertele-tele.
Junjungan Mara Deva segera meletakan keningnya di lantai tiga kali lalu berpamitan.
__ADS_1
Junjungan Mara Deva keluar dari ruangan pribadinya lalu menuju ke ruangan tempat berkumpul para anggota keluarga besarnya.
Melihat Junjungan Mara Deva masuk yang berada di ruangan itu segera berlutut dan menundukkan kepalanya tidak ada yang berani menatap wajah junjungan Mara Deva.
Setelah duduk di kursi tempatnya Mara Deva bicara pada tiga anaknya.
"Harsa, Priti, Tisna kau bersiaplah dalam waktu dekat kita akan menyerang langsung Bocah yang telah menemukan dan memiliki Pedang Naga Bergola".
"Baik junjungan agung". Ketiganya menjawab serentak.
Di tempat tidak jauh dari istana Naga Hitam, Seekor Naga besar bersisik hitam legam terlihat gelisah sudah hampir sepuluh hari Naga tersebut tidak bisa diam selalu kesana kemari tidak tentu arah, akhirnya dia terbang ke arah istana Naga Hitam milik junjungan Mara Deva.
Setelah sampai di atap istana Naga Hitam dia bicara melalui telepati pada sang junjungan Mara Deva.
"Tuan Mara Deva aku merasakan aura yang tidak asing dari musuh bebuyutan ku, izinkan aku untuk memeriksa tempat tersebut". Naga Api Hitam bicara.
Tanpa menunggu jawaban Sang Naga api hitam terbang ke arah aura yang dia rasakan.
----------------------*****-----------------
Di kawah gunung Krakatau Shun land sudah 10 hari lebih bersemedi meningkatkan tenaga dalamnya dan Api abadinya.
Dengan hati-hati Shun Land merubah tenaga dalamnya menjadi kekuatan api sepenuhnya.
Dengan kesabaran Shun land menerima kesakitan itu di dalam alam sadarnya dia berusaha apapun yang terjadi dia ingin seperti Bumi yang tidak pernah mengeluh menerima perlakuan apapun.
Tubuhnya di biarkan secara total menerima kekuatan api yang masuk pada tubuhnya Shun Land tidak menolak atau pun mengarahkan pada suatu bagian.
Sebelum itu Shun land telah bicara pada Roh Ci mustika air panca warna dan Roh Ra mustika api merah delima untuk berbuat mengatur kekuatan api dan kekuatan air yang ada dalam tubuhnya, sedangkan Shun land sendiri mendalami pemahaman ucapan terakhir sang Guru Batinnya Sang Hyang Triloka.
Shun land melaksanakan ucapan guru batinnya Sang Hyang Triloka bahwa dia berusaha belajar menerima apa pun yang terjadi pada dirinya, pada tubuhnya, pada perasaannya, pada pemikirannya bahkan Shun land menerima dengan ikhlas bila kematian mendatanginya karena tidak kuat menerima rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya.
Shun Land telah lupa akan dirinya akan tubuhnya akan rasa sakitnya, yang dia pikirkan hanya ingin mendapatkan keberkahan dan keridhoan Sang maha pencipta.
Begitu pun Sang Legenda Rajawali Api setelah menyerap hawa murni panas bumi perlahan ingatannya yang belum pulih perlahan kembali lagi mengisi sel-sel ingatannya.
Dengan demikian dia pun menyerap hawa murni panas bumi secara besar-besaran, ingin segera mencapai kekuatan nya seperti dahulu.
Suara gemeretak tulang yang patah memenuhi Kawah gunung Krakatau, Leluhur Ki Bagus Atma merasa ngilu sendiri tidak bisa membayangkan bagai mana rasa sakit yang di alami pemilik tulang tersebut.
"Dia mencapai kekuatan yang dulu dia capai, tapi di lihat dari aura yang keluar dia melebihi kekuatannya yang dulu pantas saja di di juluki Legenda Rajawali Api, walau pun kadang menjengkelkan". Naga bumi Sabui bergumam.
__ADS_1
Teriakan Sang Rajawali Api memekakkan telinga Leluhur Ki Bagus Atma dan Naga Bumi Sabui, begitupun hewan di sekitar kawah gunung Krakatau mereka berterbangan ada juga yang berlari semuanya menjauh ketakutan
Sang Rajawali Api mengeluarkan suara amat keras dan memilukan kepalanya mendongak keatas, sayapnya membentang, kakinya tegak berdiri, dia menahan rasa sakit luar biasa karena seluruh struktur tubuhnya menyesuaikan kekuatan barunya.
Kekuatan Api sangat besar masuk kedalam setiap tulangnya sebagai wadah, tulang itu retak-retak lalu membesar dan menyatu kembali layaknya besi yang di tempa, ini menimbulkan bukan rasa sakit yang ringan tetapi rasa sakit yang seperti di cabut nyawa ribuan kali.
Setelah proses itu selesai Sang Rajawali Api mengepakan sayapnya yang kedua kalinya. Lalu terbang meluncur masuk ke sumur lahar tidak lama dia keluar dengan seluruh tubuh yang mengeluarkan Api sangat panas.
Shun land pun sebentar lagi menuju titik yang krusial di mana hidup dan mati di pertaruhankan.
Sang Rajawali Api hinggap di belakang Shun land di mana dia sangat yakin tuannya akan melewati masa-masa sulit dalam penyatuan kekuatan api abadi di dalam tubuhnya.
Setelah beberapa saat terdengar suara letupan-letupan kecil bersama dnegan itu tubuh Shun land di selimuti Api merah membara membumbung tinggi.
Tidak seperti Sang Rajawali Api tidak ada teriakan kesakitan atau pun gerakan yang mengkhawatirkan terjadi pada Shun land.
Di sini Shun land sudah tidak peduli akan tubuhnya, tidak peduli akan kesakitan tubuhnya, bahkan tidak peduli akan nyawanya, seluruh konsentrasi sudah berpusat pada Jiwa agung yang hanya ingin melihat keindahan Sang Maha Pencipta.
"Pantas saja sang maha Pencipta memilihnya dia memiliki Jiwa yang agung perasaan yang halus hingga seluruh tubuhnya bisa menyatu dengan alam apa saja, karena sang seluruh kekuatan alam sangat mencintainya pada jiwa yang Agung".
Naga Bumi Sabui bicara sendiri, sementara itu leluhur Ki Bagus Atma merasa sangat kecil di hadapan keturunannya sendiri, dia merasa ilmu yang di milikinya hanya seujung kuku di bandingkan ilmu Shun land yang notabene keturunannya.
Naga Api Hitam semakin kuat merasakan aura musuh bebuyutannya yang membuat dirinya harus berbaring ratusan tahun tanpa daya dan upaya, dia meluncur cepat mendekati kawah gunung Krakatau dengan keangkuhan dan kesombongan yang dia miliki.
Sang Rajawali Api dan Naga Bumi Sabui sama merasakan aura sang musuh abadi.
Sang Rajawali Api berjalan mondar mandir dengan kewaspadaan yang tinggi, kepalanya selalu mendongak keatas sedangkan Naga Bumi Sabui tetap tenang di berdiam diri di balik batu kawah yang besar hingga samar terlihat dari atas.
"Kakang Naga Bergola bersiaplah dengan kemungkinan yang terburuk". Naga Bumi Sabui mengirim telepati pada Naga Bergola.
Pedang Naga Bergola bergetar sedikit demi sedikit melayang tegak berdiri dengan gagang di atas depan tubuh Shun land yang berkobar Api abadi.
Sesaat kemudian Naga Api Hitam melayang di atas kawah gunung Krakatau dan diam di atas Sang Rajawali Api lalu berkata dengan congkak dan sombong.
"Hahahaha Burung peliharaan manusia lemah bersembunyi di sini, apa sayap mu sudah tidak bisa lagi untuk terbang, atau kau takut ketinggian hahahaha".
Mendengar ucapan Sang Maha Api Hitam sang Legenda Rajawali Api hanya mendongak lalu terbang berhadapan dengan Naga Api Hitam seraya berkata.
"Peliharaan manusia penghianat dan pengecut yang bisanya membunuh wanita berlagak seperti Naga yang Agung padahal nyatanya seperti buaya rawa-rawa yang bisa terbang". Sang legenda Rajawali Api menimpali dengan ucapan yang lebih tajam mengena di mental sang Naga Api Hitam.
Di sini memang kekuatan sang legenda Rajawali Api di bawah Kekuatan Sang Naga Api Hitam. Di umpamakan kekuatan Naga Api 1000 Sang legenda Rajawali Api hanya 700.
__ADS_1
---------------------******------------------