LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
137. Rencana membangun kekuatan di daratan luas Dwipa


__ADS_3

Rombongan pangeran Shun land berjalan menuju rumah makan kembang Tanjung.


Separuh anak buah panglima armada laut Sarpa berjejer di lantai satu sedangkan separuh lagi di lantai dua pangeran Shun land terpaksa harus melangkah ke lantai tiga yang terbatas menampung tamu di sana hanya ada empat meja besar dan empat kamar untuk tamu vip yang menginap atau tamu dari pemilik rumah makan kembang Tanjung sediri.


Kedatangan empat kapal armada laut Sarpa beserta anak buahnya membuat geger penduduk pelabuhan dan sekitarnya. Tidak terkecuali penginapan di sebrang sungai.


Di depan penginapan yang bersebrangan dengan penginapan Kembang tanjung, penginapan itu bernama penginapan pohon Kedawung, konon dulu sebelum di bangun penginapan itu ada pohon besar bernama Kedawung, dan setelah jadi menjadi nama penginapan itu.


Pemilik penginapan juragan Casta berkata pada anak buahnya kepercayaannya, "pendekar Casmin kau periksa kapal yang bersandar di seberang, apakah semua kapal itu golongan bajak laut Karimun atau bukan".


"Baik ketua aku akan laksanakan". Pendekar Casmin tanpa banyak bertanya, dia masuk ke dalam dan keluar lagi dengan berpakaian seperti kuli panggul pelabuhan.


"Aku harus melapor pada tuan Upiak arai mungkin kedatangan Armada-armada ini ada sangkut pautnya dengan putranya tuan muda Maasiak yang menjadi buronan kerajaan Kutai khal" Pemilik penginapan Casmin bergumam lalu masuk ke ruang pribadinya.


Di lantai tiga rumah makan kembang Tanjung, pangeran Shun land sendang mendengarkan keterangan dari panglima Armada lautnya Satpa.


"Bagus paman panglima Sarpa, bagai mana dengan kondisi keamanan samudra Sunda besar sekarang ini paman Sarpa". Pangeran Shun land kembali bertanya.


"Tuan Satria untuk keseluruhan perairan samudra Sunda besar aman yang tadinya di bawah wilayah bajak laut Karimun, tapi untuk daerah barat, daerah perairan Krakatau dan Swarnabumi itu tidak termasuk karena di sanah di kuasai kelompok pelaut naga hitam, kami sendiri tidak berani berurusan dengannya, mereka semuanya berilmu tinggi". Sarpa memberi keterangan.


"Pangeran Makkamaru, putri Dian Prameswari dwibuana, paman Bajul pakel, Aku ingin membangun kekuatan di sini sebagai kepanjangan kekuasaan kerajaan Kutai khal, bagai mana pendapat kalian".


Pangeran mengemukakan rencananya. Pangeran Shun land berpendapat dari pada di dahului kelompok misterius yang menamakan utusan Tuhan, kelompok Mara Deva lebih baik dia mendahului membangun kekuatan perang di tanah Dwiva ini.


Setelah mendengar keterangan dari Sarpa pangeran Shun land semakin yakin Mara Deva bermarkas di daratan luas Swarna Dwipa.


Perhitungan pangeran Shun land lebih menguntungkan bila membangun kekuatan di daratan luas Dwipa karena bila harus menyerang atau bertahan itu lebih mudah karena jaraknya lebih dekat dengan daratan luas Swarna Dwipa yang menjadi markas Mara Deva.


Bila harus berperang langsung, daratan luas Kalimantan lebih jauh dan lebih merepotkan.

__ADS_1


"Itu lebih bagus karena di sini lebih strategis untuk membangun sebuah kekuatan saya akan siap untuk membantu". Pangeran Makkamaru memberikan pendapat.


"Pangeran bila di sini pangeran membangun kekuatan maka saya bersama bangsawan Wajak di timur akan menjadi pendukung utama, saya kira ayahanda Birawa akan sangat mendukung kare dia sangat menantikan adanya satu pemimpin yang benar-benar menjunjung keadilan bagi seluruh penduduk". Putri Dian Prameswari dwibuana bicara berapi-api


"Bagai mana menurut paman Ki Bajul pakel". Pangeran Shun land bertanya Ki Bajul pakel yang dari pertama belum mengeluarkan pendapat.


"Kalau saya tidak mengerti tentang kepemerintahan tapi saya akan membantu sekuat tenaga saya, kalau menurut hati pangeran baik maka lakukan jangan ragu-ragu, karena keraguan akan membuat rencana itu menjadi cacat".


Ki Bajul pakel siap mendukung dan memberikan nasihat kepada pangeran Shun land.


"Pelayan tolong panggilkan bibi Dewi Kamalia" pangeran Shun land meminta tolong pada pelayanan.


Tidak lama kemudian pelayan datang bersama pemilik rumah makan kembang Tanjung, "ada keperluan apa tuan Satria Nusa kencana membagikan hamba".


"Bibi Dewi tolong ruangan ini di kosongkan dan tutup semua pintu dan jendela karena yang akan kita bicarakan hal yang sangat penting dan besar". Pangeran Shun land memberi perintah.


"Bibi tolong ceritakan semua yang berhubungan dengan Niraya Sura yang berada di kawasan pelabuhan Tarumanagara ini".


"Pangeran yang saya ketahui di sini ada tiga penginapan dan perlu di ketahui bahwa ketua pengurus pelabuhan juga orang Niraya Sura, kami semua menyetor uang kepada Niraya Sura setiap empat bulan sekali, karena semua ini di bangun pertama kali oleh Niraya Sura kami juga tidak mengerti maksud Niraya Sura sebenarnya setelah di bangun kami hanya wajib menyetor penghasilan sekitar 30%, dan memberi laporan semua pendekar yang mampir di sini".


"Bibi sekarang ini menjadi bahaya karena ikut bersama saya, demi ke aman bibi sendiri jangan keluar jauh dari kawasan pelabuhan ini". Pangeran Shun land bicara sejenak


Dia sedang berpikir bagai mana caranya membangun kekuatan di sini, dia pun menghitung kekuatannya yang ada kerajaan daratan luas Kalimantan. Akhirnya pangeran Shun land memutuskan sesuatu.


"Bibi tolong sediakan kain dan alat tulis". Pangeran Shun land ingin menulis Sura kepada Panglima pasukan khusus senyap pendekar Antaka untuk kembali ke daratan luas Dwipa, dan membawa dua ratus pasukan intinya ke daratan luas Dwipa, sedangkan pimpinan markas Bhayangkara-2 di serah kan pada pangeran Khal Shugal.


Setelah menulis surat pangeran Shun land bicara pada panglima Armada laut Sarpa.


"Paman Sarpa apa pasukan paman mampu menguasai Pelabuhan dengan cepat".

__ADS_1


Panglima Sarpa segera menjawab "saya sanggup untuk mengamankan wilayah pelabuhan dan sekitarnya sekitar tiga hari pangeran". Jawab Panglima Sarpa dengan tegas.


"Paman Sarpa berapa uang yang paman bawa kemari dari uang paman yang di serahkan ke kerajaan".


"Itu cukup banyak pangeran saya membawa 20% dari yang 30% yang pangeran titahkan".


Panglima Sarpa memberi laporan keuangan.


"Bibi Kamalia berapa kesanggupan bibi untuk membantu saya membangun pusat pemerintahan di pelabuhan Tarumanagara ini, saya akan membayar bantuan bibi dengan harga yang pantas". Pangeran Shun land bertanya pada Dewi Kamalia.


Dewi Kamalia langsung menjawab. "Pangeran menurut saya uang yang terkumpul dari penginapan dan pengelolaan pelabuhan itu cukup untuk membangun Suatu istana kerajaan sebagai pusat pemerintahan di sini".


"Pangeran Makkamaru dan putri Dian Prameswari dwibuana akan memimpin pembangunan sekaligus menjadi perwakilan saya di sini, paman Sarpa ada orang yang sangat setia pada paman untuk menemani Boma mengirim pesan pada paman Antaka di markas Bhayangkara-2".


"Ada pangeran dia adik kandung saya Tarpa". Setelah bicara Panglima armada laut Sarpa keluar untuk memanggil adik kembarannya.


Tarpa yang sudah tahu pangeran Shun land adalah seorang raja dan dia telah bertekad ikut kakaknya untuk mengabdi kepada Raja kerajaan, setelah dekat dia berlutut memberi hormat.


"Salam hormat pada paduka sembah bakti saya haturkan, saya siap mengemban tugas yang paduka berikan dengan taruhan jiwa dan raga saya". Tarpa berkata dengan tegas dan sepenuh hati.


"Paman Tarpa tolong temani dan jaga keamanan Boma untuk menyampaikan pesan pada paman Antaka di daratan luas Kalimantan, paman akan terbang di antar oleh sahabat saya sang Rajawali Api, setelah sampai segera kembali kesini paman mengerti". Pangeran Shun land menjelaskan tugas pada Tarpa.


...****************...


Terima kasih sahabat NOVELTOON semua kesetiaan kalian mengikuti tulisan ini, itu suatu wujud kecintaan kalian pada cerita Nusantara, karena sedikit atau banyak Author ingin mengajak mengingat cerita kerajaan nenek moyang kita minimal mengenal nama kerajaannya.


SALAM NUSANTARA


SALAM GARUDA PERKASA.

__ADS_1


__ADS_2