LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
369. Jaya Sempurna 102. Laporan situasi pemerintahan.


__ADS_3

Rombongan pangeran Sanjaya triloka sudah Sampai di alas kalong, hari terasa panas pangeran Sanjaya triloka yang di tugaskan menjadi ketua rombongan meminta pendapat pada Paramuja adik iparnya dan Delay dan Pataya.


"Apa kita istirahat dulu paman Delay, paman Pataya dan adik Pramuja......?".


"Kita istirahat saja pangeran di depan ada pedukuhan". Delay yang paham jalur alas Roban berkata, di sambung oleh Pramuja.


"Iya kakang Sanjaya kasihan kuda-kuda kita".


"Kalau saya terserah kalian lanjut siap istirahat juga ok". Pataya yang sudah terbiasa di jalan tidak mempermasalahkan mau istirahat dulu atau lanjut.


Benar yang di katakan Delay tidak berapa lama terlihat Beberapa rumah di pinggir jalan dan ada juga penjual makanan dan minuman, mereka berjalan lebih cepat dan sampailah di depan sebuah kedai kecil di sana terlihat ada orang yang dari pakaian dan bentuk tubuhnya orang yang mereka kenal.


"Itu sepertinya kakang Lamsijam". Delay menunjuk ke arah yang duduk di depan kedai makan, mereka pun segera turun dari kuda dan menambatkan kuda kuda mereka ke pohon dan kayu melintang tempat penambatan kuda.


Basara dan Bisiri yang menjadi kusir dua kereta segera turun dan membukakan pintu kereta dua putri bangsawan Wajak keluar putri Sanja dan putri Diyah Prameswari Dwibuana turun di ikuti nyai Karmia dan Kasmia.


"Kakang Lamsijam apa sudah lama kakang di sini". Delay setelah memastikan itu adalah Lamsijam.

__ADS_1


"Aku sengaja menunggu kalian agar tidak langsung ke arah barat ada perubahan rencana dari tuan Jaya Sempurna". Lamsijam menjawab pendek.


Pramuja dan pangeran Sanjaya triloka serta yang lainnya duduk di meja bersama sementara itu pangeran Dehen dan Nyai Sri Tanjung masih mengikat kudanya.


"Ceritakanlah paman sekarang kita sudah berkumpul semuanya". Pramuja berkata tidak sabar ingin mengetahui apa rencana raja Shun Land selanjutnya.


Setelah pangeran Dehen dan Dewi Sri Tanjung duduk Lamsijam mulai bicara. "Aku ceritakan semua tentang kejadian di hutan kawasan perguruan Gora tetapi sang paduka raja Shun Land tidak nampak kaget seperti sudah mengetahuinya, di pun langsung memerintahkan saya untuk kembali dan menyanyikan perintahnya,....


,...... 'segeralah kembali berikan perintah ku pada pangeran Sanjaya triloka dan yang lainnya, katakan jangan di teruskan perjalan ke sini tapi singgah lah di perguruan Kanoman sumur Pitu tunggu saya di sana, setelah selesai urusan di sini saya segera ke sana, paman saya tidak bisa berlama-lama saya akan kembali ke dalam istana'. Itulah yang Paduka Raja katakan". Lamsijam tidak mengurangi atau pun melebihi.


Seminggu telah berlalu sejak Shun Land mengakhiri laku Ritual Topongrame saat itu Shun Land sedang memanggil orang-orang terdekatnya untuk duduk bersama membicarakan langkah selanjutnya tentang pemindahan pusat pemerintahan di istana Galuh Sindula.


Shun Land duduk di temani ke dua istrinya Permaisuri Sari Tungga Dewi dan permaisuri Dewi Sumayi yang memang ahli dalam ilmu pemerintahan sedangkan kedua istrinya yang lain permaisuri May Lien dan Dewi Pakuan memilih untuk melihat penginapan bunga Tanjung yang di kelola ibunda permaisuri May Lien, mereka berangkat bersama Boma dan Mawinei juga Nyai Gora Sindula.


Panglima pasukan khusus senyap Ki Bajul pakel, panglima Tarpa dan laksana Sarpa juga laksamanawati Komalahayati sudah hadir mereka hanya tinggal menunggu putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru tidak lama kemudian putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru datang dan langsung duduk, mereka berdua meminta maaf lambat datang karena mendapat surat dari pangeran Sanjaya triloka melalui merpati.


Pangeran Sanjaya triloka melaporkan bahwa dirinya dan rombongan telah sampai di perguruan Kanoman sumur Pitu kegiatan mereka sekarang ini melatih diri mereka sendiri dan ikut membantu melatih para murid perguruan yang sekarang bertambah banyak karena tidak mengkhususkan perempuan tetapi laki-laki pun di terima.

__ADS_1


"Kita semua sudah berkumpul, saya ingin membicarakan masaha peralihan tapi sebelumnya saya ingin bertanya pada paman Bajul pakel berapa kekuatan pasukan khusus yang kita punya dan di tahap apa ilmu Kanuragan mereka". Shun Land memulai pembicaraan. Panglima Ki Bajul pakel langsung menjawab.


"Paduka sekarang ini pasukan khusus senyap berjumlah 1200 orang, yang empat ratus adalah pasukan bawahan pangeran Sanjaya triloka yang di usir secara halus oleh pangeran Shan land dari daratan luas Nusa kencana, Untuk kekuatan yang paling rendah ada 30ribu lingkaran tenaga dalam berjumlah 600 orang, dan dan yang tiga ratus di atas 50ribu lingkaran dan tiga ratus lagi para pemimpin setiap kelompok kecil sudah mencapai 70ribu lingkaran tenaga dalam. Perkembangan ini sangat di luar dugaan setelah menerapkan disiplin tinggi mempelajari kitab Bayu sejagat mereka sangat semangat berlatih dan menampakan hasilnya dalam waktu singkat begitulah yang bisa saya sampaikan". Lamsijam menjelaskan secara terperinci.


"Putri Dian Prameswari dwibuana bagai mana tentang dengan para pejabat tinggi daerah dan raja-raja bawahan dan para Bangsawan yang setia pada kerajaan ini". Shun Land pun ingin mendengar perkembangan daerah yang dulu menyatakan bergabung dengan kerajaan.


"Paduka sekarang ini keadaan kurang baik di karenakan ke hilangan paduka dan masa kesultanan tentang keamanan di tambah dua tahun ini di daerah-daerah banyak yang gagal dalam bertani membuat banyak kepala daerah yang tidak bisa membayar pajak tapi mereka tidak menyatakan keluar dari kerajaan ini,....


,.....Menurut laporan bawahan putri Serindang bulan di kerajaan Rijang Renah Selawi di bagian daratan luas Swarna Bumi bagian Utara sampai semenanjung Malaka ada beberapa kerajaan yang membelot dan menyatakan keluar dari kerajaan ini mereka memilih bergabung dengan kerajaan Kutai yang telah menyatakan secara terang-terangan keluar dari kekuasaan kerajaan ini". Putri Dian Prameswari dwibuana memberikan laporan.


Shun Land terdiam mendengar ini, sebenarnya Shun Land sudah mengetahui langkah-langkah Sang kakak pangeran Shan land yang telah mengkhianatinya, terlihat jelas dengan armada laut yang di susun kuat seakan ingin menandingi Armada Laut Naga Biru yang di bangunnya.


"Paman Bajul pakel pembunuh bayaran yang telah membunuh guru kita telah ku bunuh, hanya tinggal dua orang lagi pendekar kembar topeng hitam dan pendekar tanpa wujud, sekarang paman Bajul pakel dan paman panglima Tarpa saya tugaskan untuk melenyapkan keduanya, mereka bersembunyi di pegunungan Dieng, Setelah tugas paman Bajul pakel dan paman panglima Tarpa segera memindahkan semua pasukan secara berkala ke istana baru Galuh Sindula di kawasan pegunungan Gora, biarkan di sini menjadi pusat Armada Laut yang akan di komandoi oleh pangeran Dehen, paman Panglima Sarpa saya tugaskan memimpin armada laut di pelabuhan Berantas, untuk wilayah barat biar di pimpin oleh putri Serindang bulan dan anak buahnya, sekarang ini saya ingin berangkat ke istana Galuh Sindula, untuk sementara putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru saya tugaskan yang memimpin pemerintahan di sini".


Shun Land memberikan arahan kepada bawahannya yang setia.


**********************

__ADS_1


__ADS_2