LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
217. Pertarungan menggegerkan dunia persilatan 2.


__ADS_3

Mara Deva melesat menyongsong serangan Shun land tanpa ragu-ragu.


Pedang Naga Bergola mengeluarkan Api merah kekuningan sedangkan Tongkat Api hitam mengeluarkan Api merah kehitaman Bertemu di udara menimbulkan suara dentuman yang luar biasa hebat.


Suara dentuman itu mencapai ratusan depa, efek kedua kekuatan beradu menggetar bumi bagai ada gempa kecil.


Shun land mundur beberapa langkah mendarat di puing bangunan.


Kama Deva tidak jauh berbeda dia mendarat di atas dingding istana yang tidak runtuh.


Sementara itu sang Rajawali Api masih terbang memutar mengikuti Naga Api hitam yang ancang-ancang menyerang.


Naga Api hitam menghirup udara sampai perutnya membesar kekuatan api hitam nya di alirkan ke tenggorokan nya, dengan kedua cakar naga di depan Naga Api Hitam melaju ke arah Sang Rajawali Api.


Serangan Naga Api Hitam dengan cakarnya di iringi hembusan Api hitam keluar dari mulutnya menerjang dada Sang Rajawali Api secepat kilat.


Sang Legenda Rajawali Api Sudah bersiap siap mengepakkan sayapnya udara di sekitar seakan terisap, ketika sayap yang sudah merah membara kedepan mengeluarkan Api yang sangat panas menghalau serangan Naga Api Hitam.


Dua kekuatan Api di luar nalar bentrok di udara menimbulkan Suara seperti halilintar membahana ke sekitar, terdengar sampai ke 4 kapal yang melaju ke arah Utara.


Walau pun jauh permaisuri May Lien sangat mengenali aura panas milik Sang Rajawali Api sahabatnya.


Tanpa pikir panjang permaisuri May Lien berteriak ke nahkoda kapal.


"Nahkoda berhenti Suami ku sudah datang Sang Garuda Perkasa sedang bertarung aku harus membantu suami ku walau nyawa ku taruhannya".


Tubuh permaisuri May Lien melompat keluar dari kamar.


Permaisuri Sari Tungga Dewi dan permaisuri Dewi Sumayi mengikuti keluar, karena permaisuri Sari Tungga Dewi dan permaisuri Dewi Sumayi memiliki ilmu Kanuragan kecepatannya melebihi permaisuri May Lien.


Tubuh permaisuri May Lien di tangkap oleh permaisuri Sari Tungga Dewi lalu di peluk nya.


Permaisuri May Lien meronta sambil berkata keras.


"Lepaskan aku kakak....!!! Aku ingin membantu pangeran ku belahan jiwa ku".

__ADS_1


Dengan nada lembut dan tenang permaisuri Sari Tungga Dewi bicara di dekat telinga permaisuri May Lien.


"Bila engkau mendekati pertarungan bukanya membantu tetapi kau membebani Paduka raja orang yang kita sayangi, itu bisa menyebabkan kekalahan karena fokusnya terbagi yakinlah suami kita bukan laki-laki biasa tapi dia mempunyai tubuh empat lintang kelima pancer yang begitu kuat".


Mendengar ucapan nasehat permaisuri Sari Tungga Dewi yang bijak sana permaisuri May Lien berangsur mereda kekhawatirannya.


"Nahkoda lanjut perjalan". Permaisuri Dewi Sumayi memerintahkan nahkoda.


Nyai Iseng keluar dan membantu permaisuri Sari Tungga Dewi memapah permaisuri May Lien sambil berkata.


"Bersabarlah nak suami mu bukan Raja sembarangan dia adalah manusia terpilih, bukan kah engkau yang mengatakan suami mu memiliki kekuatan yang tiada banding".


Sementara itu putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru sedang berkuda melaju kencang menuju perguruan Cimande tiba-tiba kudanya berhenti mendadak bersamaan dengan dentuman suara beradunya kedua pusaka bintang.


Tidak berselang lama suara seperti halilintar menggema sangat keras putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru menoleh kebelakang terlihat kilatan Api sangat jelas di atas istana Sundapura.


"Adik Dian sepertinya kakang Shun land telah kembali dan bertarung melawan Mara Depa sebaiknya kita kembali, kita melihat dari kejauhan saja, setidaknya kita mengetahui keadaan saudara kita walaupun kita tidak bisa membantu".


Pangeran Makkamaru berkata, putri Dian Prameswari dwibuana tidak menjawab hanya mengangguk dan langsung membalikkan kudanya dan memacu dengan kencang.


Shun land melesat menyerang dengan jurus kedua Naga Kahyangan, Naga menyelam di lautan.


Pedang Naga Bergola berputar dengan cepat menimbulkan gumpalan Api yang sangat panas di sekitarnya terlihat oleh musuh bagai lautan Api.


Kali ini Mara Deva tidak menyongsong serangan Shun Land tetapi dia menghindar dengan cepat hingga serangan Shun land menghantam tembok hingga hancur.


"Raja muda kau terlalu bernafsu serangan mu masih mentah jurus Naga Kahyangan mu masih dangkal".


Mara Deva mengolok-olok serangan Shun land.


Sementara itu Sang Rajawali Api memandang Naga Api Hitam dengan tatapan yang mengejek.


"Aku kira kita tidak bertemu ribuan tahun kekuatan Api Hitam mu meningkat ternyata masih sama hanya cukup panas untuk membakar daging kodok hahaha".


Sang Legenda Rajawali Api menertawakan Naga Api Hitam, Naga Api Hitam mendengus kesal sambil berkata.

__ADS_1


"Jangan banyak bicara Burung hutan Api ku lebih panas cukup untuk membakar burung hutan".


Suhu meningkat drastis Sang Naga Api Hitam mengeluarkan kekuatan Api Hitamnya., Asap mengepul dari kepala nya, kilatan-kilatan api keluar dari sisik berwarna hitam legam.


Begitu pun dengan Sang Rajawali Api mengerahkan kekuatan Api Abadinya.


Mula-mula kulitnya terlihat merah lalu merembet ke bulu-bulunya ke wajahnya ke matanya memerah bagai bara api.


Sorot mata sang Legenda Rajawali Api mengeluarkan kilatan api putih seluruh tubuhnya merah membara.


Satu kibasan sayap mengeluarkan api merah menyerang sang Naga Api Hitam di halau dengan semburan api hitam yang sangat panas.


Serangan sang Rajawali Api hilang tak berbekas.


Sang Naga Api Hitam tidak menahan kekuatan Api nya dia menyerang secepat kilat dengan Api Hitam yang sangat panas.


Serangan kali ini sangat sulit untuk di hindari oleh Sang Rajawali Api, dengan sepenuh hati dan tekadnya Sang Rajawali Api mengerahkan seluruh kekuatan api abadinya melalui kedua sayapnya.


Kedua sayap di bentangkan lalu mengepak kedepan, dari kedua sayap mengeluarkan api merah dengan kilatan-kilatan putih di tengahnya yang mengerucut.


Semburan Api hitam dari Naga Api Hitam di halau oleh api abadi sang Rajawali Api.


Dua kekuatan Api yang sangat besar beradu di udara bumi terasa bergetar udara mengering suara dentuman lebih keras dari yang pertama.


Imbas benturan kedua kekuatan api menyebar ke segala penjuru puing-puing bekas pembakaran berterbangan, asap membumbung tinggi menutupi pandangan dua pendekar yang mengintip Pertarungan dari atas pohon yang agak jauh.


Kedua pendekar itu merasakan kulitnya terasa terbakar andai tidak melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam niscaya sekujur kulitnya melepuh.


Di balik reruntuhan benteng istana Ki Baraja Geni dan kelima muridnya tidak terpengaruh oleh panasnya efek benturan karena mereka memiliki kekuatan Api.


Ki Braja Geni fokus ke pertarungan Shun land dengan Mara Deva, dalam hati Ki Braja Geni berkata.


"Sungguh kekuatan yang sulit di ukur andai aku melawannya untuk merebut pedang Naga Bergola mungkin dengan sekali tebasan tubuh ku hancur berkeping-keping".


Sang Rajawali Api tidak terpengaruh Api yang berbalik karena bentrokan tersebut dia melesat kecepatan tinggi kedua cakarnya ke depan menyerang ke arah kepala sang Naga Api Hitam.

__ADS_1


--------------*****---------------


__ADS_2