LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
377. Jaya Sempurna 110. Pertemuan Cinta lama.


__ADS_3

Lima orang berkelebat di rimbunnya hutan pegunungan Gora mereka adalah panglima Bajul pakel dan panglima Tarpa beserta 3 anak buahnya yang levelnya sudah mencapai pendekar menengah. Mereka menuju pegunungan Dieng untuk memburu pendekar kembar Karta dan Karto, si topeng hitam dan pendekar tanpa wujud.


Shun Land sengaja tidak memburunya andaikan dia mau jarak dari gunung sumbing ke pegunungan Dieng tidak begitu jauh untuk melenyapkan pendekar kembar topeng hitam dan pendekar tanpa wujud tidak lah sulit.


Tetapi Shun Land tidak melakukannya karena ingin menyisakan untuk kakak seperguruannya Ki Bajul pakel untuk membalaskan dendam guru dan 3 adik seperguruan panglima Antaka, Narpat Maja dan istrinya nyai Larasati.


Langkah Panglima Bajul pakel terhenti ketika melewati lereng sebelah timur gunung Gora terlihat sebuah gerbang istana yang megah terbuat dari batu hitam dan batu andesit yang di ukir Kanan kiri di atas setiap tiang gerbang terdapat ukiran arca kepala harimau kumbang.


Panglima Tarpa dan ketiga Bawahannya ikut berhenti melihat panglima Bajul pakel berhenti, ke empat melongo di tengah hutan belantara tidak berpenghuni ada sebuah istana megah dan besar, pemikiran mereka tak menjangkau untuk menebak siapa yang membangunnya.


Panglima Bajul pakel melangkah kedepan dan mendorong pintu gerbang yang terbuat dari kayu jati purba, pintu itu tidak terkunci perlahan terbuka begitu terbuka lebar, wajah panglima Bajul pakel di hadapkan kepala Naga Bumi Sabui.


Panglima Bajul pakel tidak bisa bergerak karena aura Naga Bumi Sabui begitu pula panglima Tarpa dan ketiga anak buahnya, mulut mereka ternganga lebar.


Naga Bumi Sabui akan membuka mulutnya mengeluarkan kekuatan airnya untuk mengusir panglima Bajul pakel dan ke empat bawahannya. Tetapi tindakan itu terhenti karena seekor harimau besar naik di kepalanya dan menepuk batok kepala Naga Bumi Sabui.


"Kau ingin mencelakai bawahan junjungan kita". Terdengar suara di batin Naga Bumi Sabui. Spontan Naga Bumi Sabui menjawab. "Emang siapa mereka aku tidak mengenalnya aku hanya menjalankan tugas dari junjungan kita untuk menjaga istana ini".


"Mereka adalah orang-orang terdekat Raja Jaya Sempurna aku mengenal nya". Lodaya menimpali.


Panglima Bajul pakel dan panglima Tarpa merasa lega karena mereka berdua mengenali harimau besar itu adalah Lodaya. Panglima Bajul pakel menganggukkan kepala pada Lodaya sambil berjalan mundur dan menutup kembali gerbang tersebut.

__ADS_1


Akhirnya mereka berlima menarik nafas lega ketika pintu gerbang tertutup rapat dan sang naga tidak mengejarnya. Panglima Bajul pakel langsung bicara.


"Panglima Tarpa dan kalian bertiga teruskan pencarian pendekar Topeng hitam dan pendekar tanpa wujud di pegunungan Dieng bunuh mereka tanpa banyak bicara, aku rasa kalian berempat bisa dengan mudah mengalahkannya, aku akan kembali ke perguruan Kanoman sumur Pitu untuk memberitahukan hal ini pada paduka raja".


"Baik kakang Bajul pakel". Panglima Tarpa menjawab singkat. Dan segera meninggalkan panglima Bajul pakel di ikuti oleh tiga anggota pasukan khusus senyap.


Panglima Bajul pakel melesat kembali ke arah barat yang di tujunya perguruan Kanoman sumur Pitu di gunung Ceremai.


Matahari sudah hampir tenggelam di telan cakrawala sinar lembayung senja menyinari Marcapada dengan sinar kekuningan sangat indah saat itu panglima Bajul pakel sampai di gerbang perguruan Kanoman sumur Pitu.


Dua penjaga bertanya dengan sopan, "Tuan pendekar ada keperluan apa? Dan siapa tuan pendekar ini ?".


Panglima Bajul pakel langsung menjawab. "Saya panglima Bajul pakel dari istana Sundapura, keperluan saya ingin menemui paduka raja Jaya sempurna yang menurut kabar sedang ada di sini".


Panglima Bajul pakel mengangguk tanda setuju, mau tak mau mengikuti aturan yang ada. "Silahkan penjaga saya tunggu di sini".


Penjaga itu pergi kedalam tidak berselang lama penjaga itu kembali bersama Dewi Sukama dan Dewi Darmawati. Muka panglima Bajul pakel memerah melihat kedua wanita ini, karena dulu pernah berurusan dengan mereka ketika di daratan luas Sunda Dwiva masih di kuasai Mara Deva dan kedua wanita ini memihak Niraya Sura yang menjadi wakil Mara Deva di Sunda Dwiva ini.


"Kalian berada di sini kebetulan sekali lama aku tidak menggerakkan tubuhku lama aku menginginkan saat seperti ini". Panglima Bajur pakel berkata dan langsung menyerang dengan jurus tongkat sakti di padukan ajian Saipi angin.


Dewi Sukama dan Dewi Darmawati yang tidak siap mendapatkan serangan tiba-tiba meloncat ke belakang menghindari serangan panglima Bajul pakel.

__ADS_1


"Tunggu dulu Bajul pakel kami berdua adalah pengikut Raja Jaya Sempurna sekarang ini". Dewi Darmawati berteriak sambil menghindari serangan Jurus tongkat sakti panglima Bajul pakel.


"Aku sudah muak dengan ucapan mu Dewi angin-angin tidak ada satupun ucapan kalian yang bisa di percaya". Panglima Bajul pakel tidak mengindahkan ucapan Dewi Darmawati. Panglima Bajul pakel yang sekarang ini kekuatannya meningkat tajam melewati kekuatan mereka berdua.


"Bajul pakel dengarkan dulu penjelasan ku" Dewi Sukma berkata sambil melenting ke atas menghindari sabetan jurus tingkat sakti.


Tapi ucapan Dewi Sukma tidak di dengar karena panglima Bajul pakel sudah tahu tabiat Dewi Sukma dan Dewi angin-angin yang sering memperdaya musuhnya dengan kata-kata yang mengandung ajian Gendam mereguk Sukma yang sangat berbahaya.


Panglima Bajul pakel meningkat kecepatan serangannya, kali ini Panglima Bajul pakel menyerang Dewi Darmawati bertubi-tubi kecepatan serangan ini satu dua serangan bisa di hindari tetapi begitu kecepatan serangan naik Dewi Darmawati tidak bisa menghindar.


Dengan cepat Dewi Darmawati melepaskan pusaka selendang ungunya dan menahan serangan Jurus tongkat sakti panglima Bajul pakel dengan ujung pusaka Selendang ungunya.


Dua kekuatan tenaga dalam berbenturan menimbulkan suara letupan keras.


"Duuuaaaaarrr.......!!!. Seluruh penghuni perguruan segera berlari ke asal suara. Tak terkecuali Shun Land bersama ke empat istrinya dan pangeran Sanjaya triloka dan yang lainnya yang sedang menikmati teh hangat di suasana senja,


Setelah sampai di halaman depan melihat Dewi Sukma dan Dewi Darmawati sedang di serang habis-habisan oleh panglima Bajul pakel hingga tidak bisa menyerang.


Tapi di sebuah kesempatan dengan segenap kekuatan yang di miliki, Dewi Darmawati melesat ke hadapan panglima Bajul pakel dan membungkus tubuhnya dan tubuh panglima Bajul pakel menjadi satu dengan posisi berhadapan dengan pusaka selendang ungu yang bisa memanjang.


Tubuh mereka menjadi satu berputar di udara, Jelas saja wajah Bajul pakel sangat dekat tanpa penghalang mata mereka saling berpandangan tapi wajah panglima Bajul pakel melengos kesamping tidak mau bertatapan muka.

__ADS_1


Dewi Darmawati berkata sedikit keras. "Tatap mataku Bajul pakel sekarang tubuh ku tidak ada jarak menyatu dengan tubuh mu, ku tahu kau menyukai ku tapi kau takut berhadapan dengan Kala Durga karena ilmu mu yang payah Kala Durga telah ke neraka apa kau berani sekarang apa kau akan tetap saja membujang sampai kau membusuk, sebenarnya aku menyukai mu yang mempunyai pendirian teguh dengan kebenaran tapi aku tidak suka pada sikap lemah mu yang tidak mau berjuang mendapatkan cinta ku kau paham, aku sekarang telah berubah menjadi lebih baik, jadi pengikut sang pendekar Rajawali Api, tatap mataku jangan takut Bajul pakel".


****************


__ADS_2