
Shun Land duduk kembali bersama Lasmini yang masih sibuk comot sana sini menikmati makanan laut dengan berbagai macam cara memasak dari yang di goreng biasa, di pepes, di bakar, di sop dan lain sebagainya.
"Kakang sudah mendapatkan penginapan untuk kita menginap, kalau Lasmi tidak masalah tidur di dalam hutan beralaskan dedaunan beratap rindangnya pohon yang penting saat terbangun Lasmini melihat kakang ada di sisi Lasmini". Lasmini bertanya dan tidak mempersoalkan mau tidur di mana.
"Kakang tidak menemukan penginapan walau keliling jauh pedukuhan ini, nanti kita tanya sama pelayan sini atau penduduk sini". Shun Land menjawab seperlunya karena memang tidak mencari penginapan.
Walaupun Lasmini makan banyak tetap saja banyak makanan yang tidak tersentuh, Shun Land memanggil pelayan.
Seorang pelayan wanita datang seumuran ibunya Lasmini "ada yang kurang tuan, atau ada keperluan lain yang ingin tuan tanyakan?" Pelayanan itu bertanya sambil membungkuk dengan sopan.
"Saya mencari penginapan, bibi apa di sini menyediakan untuk menginap?" Shun Land menjawab dengan pertanyaan.
"Kebetulan di sini ada 6 kamar yang di sewakan dan tersisa satu kamar istimewa dengan perlengkapan yang lengkap di sertai ruang mandi air hangat apa tuan tidak keberatan...? karena harganya cukup mahal". Pelayanan itu menjawab dengan detil.
"Tidak masalah jangan khawatir masalah keuangan saya mampu untuk membayar, bibi boleh saya minta tolong sedikit? Tenang saja saya akan memberi TIV buat bibi". Shun Land tidak mempersoalkan masalah harga andaikan di mau kedai dan penginapan ini Shun Land mampu untuk membelinya.
"Silahkan tuan sekiranya saya mampu saya akan membantu" pelayan itu menjawab dengan sumringah karena mendengar kata uang TIV.
"Bibi tolong bungkus makan yang belum tersentuh bungkus semua dengan layak dan berikan kepada para penduduk kampung di emper kedai ini. Yang sepertinya mereka akan merantau di ibukota Sundapura.
Shun Land sengaja memesan makanan yang sangat banyak tujuan nya ingin memberi makan para perantau ke ibukota kerajaan untuk mencari nafkah keluarganya.
Mereka sama kemalaman di jalan Karena tidak mempunyai uang mereka bermalam di emperan kedai.
Pelayanan pergi kedalam tidak lama kembali membawa 2 rekannya membungkus dan memberikan makanan itu ke para perantau, para perantau merasa sangat senang dalam keadaan lapar tak memiliki uang membeli makanan sekarang ada dermawan memberikan makanan.
Shun Land dan Lasmini setelah membayar semua mereka berdua di antara pelayanan itu menuju ke kamarnya ke lantai dua.
__ADS_1
"Ini kamar tuan" pelayan berkata sambil memberikan kunci kamar. Shun Land menerima kunci lalu merogoh sakunya mengambil 3 keping koin emas.
Uang tersebut di sodorkan ke bibi pelayan wajah bibi pelayan pucat saking gembiranya dia menerima sambil gemetar, bagi Shun Land uang itu tidak seberapa tapi bagi bibi pelayan uang itu upah selama sebulan.
Shun Land dan Lasmini masuk mereka membersihkan diri dengan mandi air hangat. Shun Land termenung duduk di tepi ranjang yang cukup luas.
Pemikiran Shun Land melayang dengan isi surat kerajaan, isi surat tersebut menjelaskan bahwa kerajaan meminta bantuan kepada perguruan yang masuk dalam koalisi kerajaan untuk mencari dirinya yang di nyatakan menghilang, dalam surat itu pun di tekankan ketidak keberadaan sang raja di pertapaan kawah gunung Krakatau agar tetap di rahasiakan.
--------------------------
Di perguruan pedang setan Asvaghosa sedang menulis surat penting untuk ayahnya Mara Deva di dataran luas Sula tepatnya di perguruan Panca Braja.
Dalam surat itu Asvaghosa menjelaskan semua tugas telah di laksanakan termasuk membunuh leluhur Ki Srengga, Asvaghosa juga melaporkan bahwa setelah terbunuhnya leluhur Ki Srengga Shun Land menghilang sampai sekarang.
-----------------------
Shun Land menyadari kejadian ini ada yang menyokong dari belakang karena untuk mendirikan sebuah perguruan tidak sedikit uang yang di butuhkan.
Lasmini keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sangat minim ini adalah praktek ajaran ibunya tentang cara berpakaian menghadap suami di dalam kamar.
Shun Land terpukau melihat kecantikan sang istri dengan postur tubuh tinggi semampai berkulit putih kekuningan, pengawakan Lasmini tidak di sebut kurus tapi tidak pula di sebut gemuk.
Dengan rambut terurai Lasmini berjalan Solah biasa saja dia berpura-pura tidak mengetahui suaminya memperhatikan. Setiap langkahnya kaki jenjang putih mulus terlihat sampai pangkal paha. Lasmini sengaja berjalan mondar-mandir di depan Shun Land yang duduk di tepi ranjang dengan alasan mencari sesuatu.
------------------
Di malam itu pula seekor Naga hitam terbang mendekati pantai paling ujung barat daratan luas Sunda Dwiva. "Mertuaku sambutlah menantu mu ini yang ketampanannya tidak memudar di makan jaman hahahaha". Mara Deva yang berdiri di atas punggung Naga Api Hitam berkata sambil tertawa keras.
__ADS_1
Mara Deva keluar dari persembunyiannya melaksanakan perintah guru Pancasiksa untuk meminta Pusaka tombak Trisula leluhur Ki Bagus Atma warisan turun temurun dari Sang raja agung Jatiraga.
Hanya beberapa tarikan nafas Naga Api Hitam sampai di depan perguruan gajah Mungkur. Mara Deva melayang turun dari punggung Naga Api Hitam dan berdiri tepat di tengah-tengah halaman depan pendopo perguruan.
"Bagus Atma Mertuaaa.......ku, aku datang sambutlah dengan gembira menantu mu semata wayang ini". Suara Mara Deva yang di lambari tenaga dalam menggelegar terdengar keseluruhan kawasan perguruan bahkan sampai ke ruangan bawah tanah.
Leluhur Ki Bagus Atma terbangun dari meditasinya mendengar suara yang tidak akan terlupakan karena mengambil anak semata wayangnya. Begitu juga seluruh penghuni perguruan gajah Mungkur keluar tidak terkecuali sang Ratu Shi khal dan suaminya Jhasun berdiri paling depan ingin mengetahui siapa yang berbicara.
Sadewa murid tertua leluhur Ki Bagus Atma langsung meloncat ke depan Mara Deva sebelum Sadewa bicara terdengar suara leluhur Ki Bagus Atma menggema.
"Selamat datang menantu apa gerangan yang membuat menantu repot-repot datang ke hadapan pertapa hina ini". Bersamaan dengan berhentilah suara leluhur Ki Bagus Atma berdiri di samping Sadewa lalu mengisyaratkan Sadewa untuk mundur.
"Sudah Beratus tahun kita tidak berjumpa tetap saja mertua ku yang satu ini sangat rendah hati dan sopan santun, salam hormat dari menantu ini tolong di terima". Mara Deva bicara sambil berlutut menghormat.
"Menantu jangan banyak berbasa-basi dan bersandiwara hingga yang tua renta ini menjadi cepat pikun katakan tujuan mu dengan jelas". Leluhur Ki Bagus Atma menjawab dengan tenang tetapi rasa was-was dan curiga kedatangan Mara Deva pasti bertujuan tidak baik.
"Bersabarlah mertua tapi baiklah aku akan segera mengatakan tujuan ku kesini, aku kesini untuk mengambil hak ku yaitu pusaka Tombak Trisula warisan leluhur raja agung Jatiraga kakak ipar ku sekaligus guruku".
Mendengar ucapan Mara Deva sang menantu durhaka Leluhur Ki Bagus Atma menahan amarah dan merasa heran dari mana Mara Deva mengetahui pusaka Tombak Trisula ada di dirinya.
"Maafkan mertua mu yang tua ini tidak bisa mengabulkan permintaan mu memberikan Pusaka tombak Trisula yang sudah sah menjadi milik ku sesuai amanat leluhur raja agung Jatiraga turun temurun hingga sampai kepada ku". Tekad leluhur Ki Bagus Atma bulat mempertahankan pusaka Tombak Trisula walaupun nyawa taruhannya.
"Mertuaku janganlah membuat ku tersudut dan melakukan tindakan yang kejam, dan jangan berprasangka buruk terhadap ku, aku meminta Pusaka tombak Trisula untuk aku berikan pada cucu mu Shan land yang sekarang menjadi murid ku, aku ingin berbuat baik dan adil pada keturunan ku, Shun Land telah memiliki pedang Naga Bergola dan aku ingin Shan land juga memiliki Pusaka tombak Trisula yang keduanya warisan Leluhur Sanghyang Triloka". Mara Deva berkata membenarkan tindakannya kali ini dengan dalih berbuat adil pada keturunannya.
Leluhur Ki Bagus Atma, sang ratu Shi dan suaminya Jhasun terperanjat kaget mendengar Shan land sudah bersekutu dengan Mara Deva musuh utama keturunan sang Raja agung Jatiraga. Mereka semua tidak percaya ucapan Mara Deva itu hanya tipuan Mara Deva semata agar mendapatkan Pusaka tombak Trisula.
--------------&&&&-------------
__ADS_1