LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
380. Jaya Sempurna 113. Lodaya Kunci pintu istana Galuh Purba.


__ADS_3

Mereka sedang asik-asiknya menelusuri bangunan dari luar, Shun Land turun dari atas bagaikan seorang malaikat. Semuanya segera berlutut mengusap selamat datang.


Shun Land langsung bertanya pada Nyai Gora Sindula. "Nyai kapan ritual penobatan Raja dan Ratu akan di mulai".


"Aden Jaya Sempurna penobatan Raja dan Ratu kita laksanakan di saat purnama tepat berada di garis lurus tengah istana atau tepatnya tengah malam" nyai Gora Sindula menjawab.


"Bagai mana Kalau kita menunggu di dalam istana saja nyai". Shun Land mengusulkan. Nyai Gora Sindula tersenyum lembut melihat tingkah dan laku junjungannya ini lalu menjawab.


"Kalau Aden Jaya bisa membuka silahkan saja". Shun Land mendengar jawaban nyai Gora Sindula langsung berjalan mendekati pintu istana.


Daun pintu istana terbuat dari kayu jati purba yang di pinggirannya di hiasi dengan ukiran bunga bunga yang di rangkai mengelilingi dua daun pintu kiri dan kanan.


Di tengah daun pintu ada ukiran kepala harimau kumbang pas di ukiran lidah yang berada di tengah, ada dua cekungan bergambar telapak kaki harimau tepat berada di daun pintu kiri dan kanan.


Shun Land mendorong tepat di tengah-tengah kedua daun pintu yang menyatu dengan pelan tetapi pintu itu tidak bergerak, Shun mengerahkan tenaga lebih kuat tetap saja tidak terbuka, akhirnya Shun Land mengerahkan semua tenaga fisiknya tapi tetap saja tidak bergeming pintu itu.


Shun Land maju selangkah penasaran ingin membuka pintu tersebut, di kerahkannya tenaga dalam nya sepuh persen tapi tetap saja tidak terbuka, lalu naik dan naik sampai 80% tenaga dalamnya di kerahkan tapi tetap saja tidak terbuka, bergerak sedikitpun tidak.


Keringat membasahi seluruh tubuh Shun Land akhirnya Shun Land berinisiatif mengeluarkan kekuatan api abadinya sampai tangannya meraih membara lagi-lagi tetap tidak terbuka, kekuatan api abadinya bagai masuk ke dalam laut es hilang tak berbekas.


"Dasar pemuda balelo pintu itu tidak akan terbuka karena di buatnya dengan tehnik yang di ajarkan oleh orang yang menciptakan tenaga dalam itu sendiri yaitu Sanghyang Tunggal, coba kau tanya pada Pengasuh Wahyu Keprabon nyai Gora Sindula".

__ADS_1


Suara sang Rajawali Api di batin Shun Land. "Dasar emprit kenapa tidak dari tadi kau memberi tahu hadeeeeh empriiiit". Shun Land menjawab dengan kesal.


"Salah mu sendiri tidak bertanya malah pamer tenaga dalam yang tinggi biar di puji para istri-istri mu". Sang Legenda Rajawali Api tidak mau kalah.


Shun Land tidak membalas tapi berbalik badan menghadap ke nyai Gora Sindula lalu bertanya. "Nyai Gora Sindula bagai mana caranya membuka pintu istana ini".


"Pintu itu tidak ada yang bisa membukanya seberapa kuat orang tersebut, Kalau belum waktunya terbuka Aden bersabarlah nanti juga pintu tersebut ada yang membukanya kalau sudah waktunya". Nyai Gora Sindula menjawab apa yang diketahuinya.


Dewi Pakuan Meliah Shun Land penuh dengan keringat langsung bergegas menghampirinya dan mengelap keringat di wajah dan punggungnya dengan membuka selendang yang di pakainya.


Lamsijam datang yang pertama lalu di susul pangeran Sanjaya triloka di susul Pramuka dan ke 4 adik seperguruannya, lalu Pataya dan ke empat anak buahnya.


Dewi Sukma dan Jatniko hampir bersamaan di susul Santaka setelah itu para murid perempuan dan laki-laki berdatangan. Setelah semuanya sampai tapi Delay tidak terlibat batang hidungnya.


Nyai Kasmia menghampiri lalu menyenggol bahu Delay sambil berkata malu-malu. "Bikin khawatir saja". Sini aku bantu mengulitinya".


Para murid wanita menghampiri nyai Kasmia ikutan membatu menguliti dan memotong motong daging kedua kijang besar tersebut.


Tanpa ada yang mengomandoi para murid laki-laki membuat perapian, hingga halaman depan istana Galuh Purba terang benderang.


Daging rusa itupun di panggang Shun Land dan yang lainnya duduk di halaman yang berumput kecil tapi tebak Pramuja membawakan daging rusa yang sudah matang pada Shun Land dan ke empat istrinya serta nyai Gora Sindula, daging tersebut di beri alas daun pisang.

__ADS_1


Mereka makan dengan bercanda ria hingga tak terasa tengah malam mulai datang. Seekor harimau besar melompat ke hadapan Shun Land dan menggosok-gosokkan kepalanya pada dada Shun Land lalu berjalan ke arah pintu istana, Shun Land mengikuti sang Lodaya di belakang.


Nyai Gora Sindula pun berjalan mengikuti Shun Land di sampingnya Dewi Pakuan di susul ketiga permaisuri, putri Sanja, putri Dyah Prameswari dwibuana dan semuanya berjalan mendekati pintu istana.


Sang Lodaya sampai di depan pintu lalu menengok ke arah Shun Land, Shun Land mengangguk, ingatan Shun Land puluhan tahun silam di mana sang Lodaya menunjukan jalan ke gua Danau biru tempat berlatih awal mempelajari ilmu olah Kanuragan.


Sang Lodaya menaikan kedua kaki depannya ke pintu istana dan akhirnya sampai ke cekungan bergambar telapak kaki harimau. Begitu kedua kaki depan Lodaya pas pada posisi cekungan itu ada kilat-kilatan kecil menyebar ke ukiran kepala harimau terus berlanjut ke seluruh tepi dua daun pintu istana Galuh Purba.


Setelah beberapa saat ada suara balok kayu yang bergeser bersama dengan berhentinya suara balok kayu kedua daun pintu perlahan terbuka terdorong kedua kaki depan Lodaya.


Pintu terbuka lebar Lodaya berjalan masuk kedalam istana Galuh Purba di ikuti Shun Land yang berdampingan dengan Dewi Pakuan di apit oleh nyai Gora Sindula. Di belakangnya berbaris, permaisuri Sari Tungga Dewi, permaisuri May Lien, permaisuri Dewi Sumayi di sisi paling kiri dan kanan ada putri Sanja dan putri Dyah Prameswari Dwibuana.


Di belakang berbaris pangeran Sanjaya triloka, Pramuja, Lamsijam, Pataya, Delay, Dewi Sukma, Jatnika dan Santaka. Dan semua para murid perempuan dan laki-laki.


Di tarik garis lurus dari Shun Land berjalan ke depan terlihat dua kursi singgasana di samping kedua kursi singgasana ada dua kursi mirip singgasana tapi sedikit kecil.


Di lihat dari depan kursi singgasana sebelah kiri di sandarannya ada batu mustika berwarna merah dan di kursi singgasana sebelah kanan juga tidak berbeda hanya warna batu mustika berwarna biru.


Istana itu di sangga empat pilar tiang berbentuk bulat dengan warna yang berbeda satu dengan lainnya. Paling depan berwarna merah dan biru dan yang dua lagi berwarna hitam dan kekuningan.


Lantai istana Galuh Purba terbuat dari batu hitam yang tersusun rapi, lantai itu rata semua hanya bagian kursi singgasana yang sedikit tinggi. Dua Kursi singgasana Keprabon di atas lempengan batu berwarna kekuningan tempat Shun Land ketika itu bermeditasi terlihat jelas di sana terukir kepala Lodaya harimau besar.

__ADS_1


********************


__ADS_2