
"Panglima segera panggil paman Antaka"
Panglima Tian agan segera keluar untuk memanggil.
Di sana juga ada tetua Mantikai
"Paman Mantikai bagai mana ada perkembangan tentang, tetua Menteng dan tetua Mantir, apa mereka terlibat masalah pembunuhan ibu ku, dan bagai mana sudah ada informasi tentang pendekar 3 tapak maut" pangeran Shun Land menyelidik
"Pangeran saya sudah memberikan semua kode dan kuasa kepada, ketua pasukan senyap, pendekar Antaka, untuk memegang semua telik sandi, hingga hasilnya bisa di maksimalkan, sekarang ini saya fokus melatih para prajurit perang hingga bila di perlukan sudah siap"
Jawab tetua Mantikai yang telah menyerahkan semua kuasa telik sandi kerajaan kepada Pendekar syair kematian, pertimbangan tetua Mantikai yang lebih pokok adalah agar telik sandi bisa tata ulang lagi, karena semakin bertambah usia tetua Mantikai, kemampuannya semakin menurun, hingga tidak bisa mengontrol semua telik sandi yang bertebaran di pelosok negeri.
"Pangeran sekarang ini ibunda dan ayahanda mu, sudah lanjut usia, sudah waktunya engkau menggantikan posisi ini, ibunda dan ayahanda mu ingin menikmati masa-masa tua kami, dengan mendekatkan diri pada sang maha pencipta, kedua usia mu sudah cukup dewasa, kecakapan memimpin mu, sudah melebihi ibunda dan ayahanda mu, ibunda pun mendapatkan pesan dari kakek mu, untuk segera mengangkat mu sebagai pemimpin negeri ini, pangeran tidak bisa menolak, dan pilih lah salah satu dari ketiga calon istrimu untuk menikah lebih dulu, sebagai permaisuri"
Terang saja pangeran Shun Land sangat kaget mendengar ini.
"Ibunda ratu itu terserah ibunda dan ayahanda, nanti masalah siapa yang jadi permaisuri kami akan bicarakan, untuk sekarang ini Ananda ingin menuntaskan persoalan pembunuhan ibu kameng dan membereskan yang merongrong kekuasaan kerajaan" pangeran Shun Land menjawab dengan tegas
Tidak lama ketua pasukan khusus senyap Antaka datang bersama panglima Tian agan, Gustaman ketua divisi telik sandi, dan Setio Adi ketua divisi eksekusi.
Setelah memberikan hormat Antara dan akan buah utamanya duduk menghadap pangeran Shun Land dan Ratu SHI khal.
Putri Dewi sumayi yang biasanya banyak bicara tapi kali ini diam saja, dia tahu ini masalah sangat penting, menyangkut keamanan kerajaan.
"Paman Antaka laporkan semuanya, paman Djata tutup semua pintu dan amankan dalam radius istana, katakan bila ada yang menghadap, sedang ada sidang istimewa kerajaan" pangeran Shun Land memberi perintah pada Djata.
Pintu gerbang istana dan para prajurit di kerahkan mengamankan di sekitar istana dengan ketat.
"Pangeran tiga tapak maut dua di antaranya sudah tertangkap, dan antek Maasiak, pendekar Badrowi sudah dalam sel, sedangkan pelaku utama pendekar tapak Geni, telah di ketahui keberadaannya di bersembunyi di padepokan tapak maut...
"Sedangkan dalang dari pembunuhan Maasiak telah tidak di ketahui keberadaannya....
"Menurut telik sandi setelah murka dewa dan Asur Pati, saya singkirkan, besok malamnya, kapal naga hitam, kapten kapal Rhony black, sangat tergesa-gesa meninggalkan pelabuhan....
__ADS_1
"Kediaman juragan pasar tuan Upiak arai, sekarang kosong, kalau pangeran setuju akan di jadikan markas utama pasukan khusus senyap....
"Kediaman itu sangat besar dan banyak ruangan rahasia, halaman belakang juga sangat luas dan tertutup bagus untuk berlatih para anggota pasukan....
"Saya juga telah memerintahkan panglima Tian agan dan yu asri haring untuk memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan Rumah tersebut, karena di sana ada ratusan kotak kepingan uang emas.....
"Situasi pasar sudah kondusif, keamanan sudah di tingkatan hingga kenyamanan pedang dan pengunjung pasar sangat terjamin"
Ketua pasukan khusus senyap Antaka memberikan laporan terperinci.
"Paman Antaka, masalah pendekar tapak Geni, nanti paman Antaka sendiri dan anggota elite pasukan untuk mengusutnya, datangi padepokan tapak maut, ajak mereka bergabung, bila menolak dan bisa jadi ancaman di kemudian hari, musnahkan jangn ada yang tersisa...
"Untuk ketiga tawanan itu terserah paman Antaka saja bagai mana baiknya. Satu lagi paman Gustaman dan paman Setyo Adi, tolong jemput tiga Dewi kematian, dan pelayan Dasem, bawa mereka berempat ke bekas kediaman juragan pasar tuan Upiak arai, Dan mulai saat ini kediaman itu saya bernama markas Bhayangkara"
Pangeran memberi perintah lanjutan, dan memberi nama markas baru pasukan khusus senyap.
Sang Ratu SHI khal, maha Patih Jhasun, tetua Mantikai sangat terkejut bahwa kejadian-kejadian selama ini, yang menghebohkan seluruh negri adalah atas komando pangeran Shun Land, setelah mengerti semuanya mereka hanya mengangguk-angguk kepala tanda mengerti.
"Bunda Ratu dan ayahanda atur saja acara pengangkatan saya menjadi raja, saya ingin membenahi pasukan khusus dan pasukan utama, agar pada suatu hari saya ada keperluan keluar dari kerajaan ini, keamanan istana dan seluruh rakyat mendapatkan ke aman yang memadai"
Paman Antaka saya kira cukup untuk hari ini, masalah dengan tetua Menteng dan tetua Mantir saya serahkan kepada paman Mantikai untuk menangani lebih lanjut...
"Putri Sari Tungga Dewi, putri Dewi sumayi nanti sore tolong datang di kediaman pribadi ku, dan beritahu putri May Lien ikut datang...
"Bunda Ratu ayahanda dan semuanya yang hadir saya izin undur diri" ingin beristirahat"
Acara sidang istimewa pun berakhir, Pangeran mendahului meninggalkan istana. Di ikuti Antaka pendekar syair kematian, dan empat kepala divisi utama pasukan.
Sang Ratu SHI khal dan maha Patih Jhasun, putri Sari Tungga Dewi, dan putri Dewi sumayi meninggal istana menuju kediaman masing-masing.
-------------*****----------------
Sore harinya di kediaman pribadi pangeran Shun Land, telah datang tiga putri cantik dengan kecantikan yang berbeda.
__ADS_1
Satu mewakili kecantikan penuh kewibawaan dan ketegasan.
Kedua mewakili kecantikan yang anggun dan ceria.
Ketiga mewakili kecantikan kelembutan keibuan yang tanpa batas.
Semua menunggu sang pangeran yang sedang membersihkan diri,
Di meja penuh hidangan mewah, yang di bawa para putri calon istri sang pangeran.
Pangeran keluar dengan mengenakan pakaian yang sangat sederhana, tapi tidak menghilangkan ketampanan dan wibawanya.
Ketiganya serempak mengucapkan salam hormat.
"Salam hormat dan salam bakti kepada pangeran" semuanya ucapan penuh keikhlasan dan keridhoan
"Bangunlah dan duduk lah, aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada kalian, dengarkan baik-baik"
Mereka bertiga menganggukkan kepala hampir bersamaan.
"Sekarang ini ibunda Ratu telah mendapatkan pesan dari sesepuh agung kakek Khalma jaya, untuk segera mengangkat aku jadi Raja...
"Aku tidak bisa menolak karena ini mungkin sudah di perhitungkan oleh sesepuh agung,
Untuk naik tahta kerajaan harus ada permaisuri.....
"Aku sekarang ini ingin menikahi salah satu dari kalian, karena bila menikahi kalian bertiga sekaligus itu kurang bagus untuk nama baik istana.
"Tapi aku juga akan akan menikahi kalian semua sesuai janjiku pada mendiang ibu angkat ku, dan kalian semua akan ku angkat menjadi permaisuri semua...
"Aku tidak ingin menjadi laki-laki yang tidak adil, walau pun aku menikahi salah satu dari kalian lebih dulu, aku sudah memutuskan, bahwa aku ingin bermalam pengantin untuk pertama kali pada putri May lien, itu keputusan ku, silahkan kalian bertiga menentukan siapa yang harus menik lebih dulu"
Pangeran Shun Land mengutarakan maksud memanggil ketiga putri tersebut.
__ADS_1
...****************...