
Akhirnya Shun land dan putri Serindang bulan memenuhi undangan ketiga menantu raja Narayad Damadik.
Shun Land dan putri Serindang bulan menaiki kereta yang telah di persiapkan.
Banyak para penduduk yang berpapasan dengan kereta kerajaan memberi hormat laju kereta tidak berjalan cepat karena jarak penginapan tidak begitu jauh dari istana kerajaan Nagur.
Sesampainya di istana kerajaan Shun Land dan putri Serindang bulan di ajak ke ruangan perjamuan istana kerajaan.
Ketiga putri Raja Narayad Damadik ikut menyambut mereka duduk mendampingi suami mereka masing-masing.
Shun Land duduk berdampingan putri Serindang bulan dan Penasehat kerajaan tuan Bungaran.
Sambil menikmati hidangan penasehat kerajaan tuan Bungaran menjelaskan situasi keadaan yang ada di istana dan sebagai penasehat kerajaan mewakili ketiga menantu raja Narayad Damadik menyampaikan keinginan kerajaan Nagur untuk bergabung dengan Kerajaan Tarumanagara.
Shun Land langsung menjawab dengan tenang dan berwibawa.
"Tuan Bungaran terlalu berlebihan memuji saya, untuk masalah kerajaan Nagur yang ingin bergabung dengan kerajaan Tarumanagara tidak bisa saya terima, saya lebih menginginkan kerajaan Nagur ini sebagai kerajaan sahabat,....
Dan untuk mengunakan nama Tarumanagara sebagai tameng bagi mereka yang merongrong kerajaan Nagur itu silahkan, umumkan kerajaan Nagur bergabung dengan kerajaan Tarumanagara hanya untuk menggertak para perongrong kerajaan saja, sekali lagi saya katakan bahwa saya menolak Kerajaan Nagur sebagai kerajaan bawahan".
Shun Land menyudahi jawabannya. Ketiga Menantu raja Narayad Damadik sangat lega dan kagum atas kebijakan Shun Land memutuskan sesuatu dengan cepat.
Ketiganya sangat berterima kasih karena Shun Land mau membantu kerajaan mereka.
Shun Land pun menyatakan kesediaannya untuk melakukan acara latih tanding dengan pejabat kerajaan dan petinggi pasukan keamanan dari panglima pasukan sampai prajurit.
Pada saat itu juga di putuskan bahwa besok akan di adakan peresmian bergabungnya kerajaan Nagur pada kerajaan Tarumanagara walau pun itu hanya sandiwara politik kenyataannya Shun Land tidak menerima ada negara bawahan prinsip Shun Land berdiri sama tinggi duduk sama rendah.
Berbeda dengan kerajaan Rijang Renah Selawi yang kekuatannya pasukannya adalah milik Shun Land sendiri walau pasukan itu rampasan dari Mara Deva musuh bebuyutannya.
__ADS_1
Pagi itu sinar mentari bersinar cerah burung berkicau sangat riang di istana kerajaan Nagur sudah ramai karena ada acara penting yang akan di adakan.
Setelah acara jamuan makan, penasehat kerajaan tuan Bungaran segera menyebarkan undangan prihal kedatangan Raja Tarumanegara dan pengakuan tiga menantu Raja Narayad Damadik bahwa kerajaan Nagur di bawah naungan kerajaan Tarumanagara.
Bagi pejabat tinggi dan para petinggi pasukan perang yang keberatan di persilahkan untuk bertarung satu lawan satu dengan raja Shun Land bila menang boleh menjadi raja kerajaan Nagur.
Dalam hal ini Penasehat kerajaan tuan Bungaran memanfaatkan momentum ini untuk membungkam mereka yang bersebrangan dengan ketiga menantu raja Narayad Damadik.
Seluruh pejabat tinggi para petinggi pasukan keamanan kerajaan sudah hadir memenuhi aula utama istana, ketiga putri Raja Narayad Damadik datang bersama suaminya masing-masing di kawal beberapa prajurit dan para pelayan istana.
Penasehat kerajaan tuan Bungaran telah duduk di samping menantu tertua raja Narayad Damadik.
Tidak berapa lama sebuah kereta menyeruak di antara para penduduk kota yang menghadiri acara tersebut mereka ingin melihat Raja Tarumanagara yang menurut kabar yang mereka terima adalah seorang raja sekaligus seorang pendekar yang berilmu tinggi.
Para penduduk menatap Shun Land dan putri Serindang bulan mereka semua memberi hormat, di balas dengan senyum dan tanda hormat kembali.
Entah dari mana asalnya seorang laki-laki tua berpakaian seperti petani tiba-tiba berada di samping jalan yang akan di lalui Shun land dan putri Serindang bulan menuju pintu istana Kerajaan.
Sesaat Shun land dan putri Serindang bulan melintas laki-laki tua itu berbicara walau tidak keras tapi cukup di dengar di sekitar Shun Land dan para prajurit yang mengantar.
"Paduka raja Tarumanagara bolehkah si tua renta ini meminta waktu mu sebentar hanya ingin menyampaikan sesuatu".
Semua yang berada di sana seperti terhipnotis oleh suara lembut penuh wibawa ini tidak terkecuali Shun land dan putri Serindang bulan.
Entah sejak kapan tahu-tahu laki-laki tua berpakaian petani itu sudah berada di depan Shun Land dan memeluknya seraya bicara berbisik di dekat telinga Shun land.
"Ku titip kerajaan ini padamu dan beri nasihat ketiga menantu ku hanya itu yang ingin ku sampaikan pada mu, pesan ku padamu di atas langit masih ada langit".
Suara yang sama waktu di atas kapal membuat jantung Shun land berdetak kencang,
__ADS_1
Shun land ingin membalas ucapan laki-laki yang ada di pelukannya tapi sayang laki-laki tua itu telah raib dari hadapannya.
"Raja Shun Land dari kerajaan Tarumanagara memasuki istana Salam hormat dan sembah bakti untuk yang mulia".
Terdengar keras suara penasehat kerajaan tuan Bungaran di ikut oleh seluruh yang hadir di istana.
"Bangunlah sambutan kalian terlalu berlebihan". Shun Land menjawab dengan suara yang di lambari tenaga dalam ini sesuai yang penasehat kerajaan tuan Bungaran rencanakan.
Hati seluruh istana bergetar hebat mendengar suara Shun Land yang seolah-olah memenuhi sudut ruangan.
Shun Land dan putri Serindang bulan duduk di kursi yang telah di sediakan menghadap keseluruhan yang hadir.
"Acara segera di mulai, kepada ketiga pangeran untuk bersiap menerima lambang kerajaan simbolik telah bergabungnya kerajaan Nagur dengan kerajaan Tarumanagara". Sang penasehat kerajaan tuan Bungaran langsung ke inti acara.
Shun land memberikan gulungan bendera berlambang burung Rajawali ke pangeran Naraga sebagai perwakilan kerajaan Nagur.
Setelah itu Shun Land berbicara dengan berwibawa.
"Selanjutnya kerajaan Nagur mempunyai kewajiban melaporkan setiap setahun sekali dan kerajaan Tarumanagara memberikan sepuluh buah kapal laut 7 kapal perang beserta satu laksana dan 1400 prajurit terlatih untuk membantu keamanan kerajaan Nagur, 2 kapal barang dan satu kapal istimewa untuk keluarga istana Kerajaan, kerajaan Tarumanagara negara ikut bertanggung jawab atas keamanan bila ada pihak rongrongan dari dalam atau pun dari luar kerajaan".
Shun Land mengakhiri pidatonya mengamati beberapa orang yang terlihat seperti tidak senang.
"Paduka raja di sini ada tradisi seorang pemimpin untuk menunjukan kemampuannya dalam hal olah Kanuragan bisakah paduka memberi kesempatan kepada kami untuk berlatih bersama untuk menjajal sekaligus memberikan petunjuk kepada kami dalam hal olah kanuragan".
Penasehat kerajaan tuan Bungaran memberikan usulan sebagai mana yang telah di rencanakan.
"Itu hal yang baik dan bagus untuk saling mengenal dengan senang hati saya akan menerima setiap penantang yang ingin menjajal ilmu olah Kanuragan atau pun ilmu yang lainnya mari kita ke lapangan tempat latihan para prajurit dan beritahukan kepada seluruh penduduk untuk ikut menyaksikan sekaligus mengenal saya".
_____****_____
__ADS_1