LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
127. Bajak laut Karimun


__ADS_3

Pangeran Makkamaru dan putri Dian Prameswari dwibuana tertawa melihat Boma yang bertingkah bagai seorang pelayan yang baik hati.


Tiga kapal kecil mendekati satu di depan kedua yang lainya di sisi kiri dan kanan.


Setelah dekat tiga tali di lemparkan setelah itu tiga bajak laut melompat, ketua bajak laut Karimun Sarpa dan kedua anak buahnya Kuntring dan Tarmin dengan congkak mereka berdiri di hadapan pangeran Shun land dan para pengikutnya.


Ketua bajak laut Sarpa berkacak pinggang sambil berkata, "Bila ingin selamat kumpulkan semua harta benda kalian".


Tapi semua yang berada di kapal diam saja seolah-olah tidak ada kejadian yang mengancam mereka semua makan dengan santai


Malah Nahkoda Lemo-lemo melambaikan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menyodorkan nampan berisi ikan bakar besar.


"Huuuus berisik sekali ganggu orang makan saja". Celetuk Boma tanpa melirik sambil makan.


Ketiga bajak laut Karimun kebingungan apa ada yang salah, kedua anak buah Sarpa Kuntring dan Tarmin melirik ke Sarpa meminta apa yang harus di lakukan selanjutnya.


Bisa di bayangkan maksud hati ingin menakuti tapi yang di takut-takuti malah nyuekin mereka bertiga jadi tambah keki.


Sarpa menarik goloknya lalu bicara "bila kalian sayang pada nyawa kumpulkan harta benda kalian".


Mereka tidak sadar di belakang mereka ada sang Rajawali Api yang memperhatikan matanya merah menyala penuh kemarahan.


Putri Dian Prameswari dwibuana berdiri melangkah mendekati para bajak laut dengan sikap seperti mendekati temannya.


Setelah sedikit dekat putri Dian Prameswari dwibuana berkata, "tuan pinjam goloknya untuk memotong tulang ikan yang sedikit keras". Ketua bajak laut melihat gadis sangat cantik menghampiri dengan gaya bersahabat dia bagai terkena hipnotis memberikan goloknya.


Putri Dian Prameswari dwibuana kembali ketempatnya lalu memotong ikan bakar besar menjadi tiga.


Pangeran Shun land mengulurkan tangannya pada putri Dian Prameswari dwibuana meminjam goloknya, golongan di berikan tanpa berkata apa-apa.


Pangeran Shun land memotong ikan besar menjadi empat bagian lalu berdiri dan melangkah kearah ketiga tiga bajak Karimun membawa sambil membawa nampan penuh ikan.

__ADS_1


Setelah dekat memberikan golok tersebut pada ketua bajak laut Sarpa lantas berkata "terima kasih tuan". Sarpa menerima golok tersebut keheranan.


Pangeran Shun land melangkah melewati mereka bertiga setelah dekat dengan sang Rajawali api, dia menyodorkan sepotong ikan bakar tersebut pada sang Rajawali api sambil berkata, "jangan marah dia tamu kita makanlah". Sang Rajawali Api memakan 8kan satu persatu irisan daging ikan yang di sodorkan pangeran Shun land.


Mata mereka bertiga mengikuti pangeran Shun land berjalan tanpa berkata-kata, ketiganya mengeluarkan keringat dingin setelah melihat apa yang ada di belakangnya.


Suara putri Dian Prameswari dwibuana menyadarkan lamunan ketiga bajak laut Karimun tersebut.


Tiga piring yang terbuat dari tanah liat yang di bakar, di sodorkan pada mereka bertiga sambil berkata "makanlah dulu biar perut kenyang setelah itu baru bicarakan maksud tuan-tuan datang ke kapal kami".


Ketiganya menerima piring tersebut lalu duduk makan dengan lahapnya.


Anak buah Sarpa yang di kapal kecil jadi gelisah, biasanya setelah ketua mereka berada di kapal korban, bila tidak ada yang melawan mereka segera di beri isyarat untuk naik kapal itu memindahkan barang-barang berharga.


Bila ada perlawanan dari korban merekapun segera di beri isyarat untuk menyerang, tetapi kali ini tidak ada satu isyarat pun di berikan.


Salah satu dari mereka jadi berprasangka buruk kepada ketua dan ke dua wakilnya, "jangan-jangan mereka mendapatkan harta yang berlimpah, merampas kapal korban dan berniat meninggalkan kita semua".


Ucapan itu keluar dari Konjo wakil ketua bajak laut, Kasmin menimpali "kita harus melihat apa yang terjadi dugaan kakang Konjo bisa jadi benar".


Tanpa banyak pikir Kasmin melompat ke kapal pinisi pangeran Shun land di ikuti Konjo dan satu teman lainnya.


Anak buah Sarpa yang di kapal kecil jadi gelisah, biasanya setelah ketua mereka berada di kapal korban, bila tidak ada yang melawan mereka segera di beri isyarat untuk naik kapal itu memindahkan barang-barang berharga.


Bila ada perlawanan dari korban merekapun segera di beri isyarat untuk menyerang, tetapi kali ini tidak ada satu isyarat pun di berikan.


Salah satu dari mereka jadi berprasangka buruk kepada ketua dan ke dua wakilnya, "jangan-jangan mereka mendapatkan harta yang berlimpah, merampas kapal korban dan berniat meninggalkan kita semua".


Ucapan itu keluar dari Konjo wakil ketua bajak laut, Kasmin menimpali "kita harus melihat apa yang terjadi dugaan kakang Konjo bisa jadi benar".


Tanpa banyak pikir Kasmin melompat ke kapal pinisi pangeran Shun land di ikuti Konjo dan satu teman lainnya.

__ADS_1


Tiga anak buah bajak laut mendarat di belakang ketua bajak laut Sarpa yang sedang asik makan ikan bakar.


Melihat ketuanya sedang asik makan bersama bertambah besar pra sangka anak buahnya ini.


Konjo berjalan kehadapan Sarpa sambil bicara "ooh begini cara mu membalas kami yang sudah bertahun-tahun mengikuti mu dengan setia".


Sarpa meletakkan telunjuknya ke bibirnya setelah itu menunjuk ke arah belakang, pandangan Konjo mengikuti arah telunjuk ketua Sarpa.


Badan Konjo langsung kaku bertatapan dengan sang Rajawali Api kakinya lemas tidak ada tenaga.


Konjo terduduk berhadapan dengan Sarpan tangannya meraih ikan bakar dengan gemetar.


Kedua teman Konjo Supar dan Kasmin menoleh ke belakang mengikuti telunjuk ketua mereka, lalu berjalan perlahan dan duduk bersama teman mereka yang sedang makan ikan bakar.


Tana Beru memberikan ikan bakar besar tanpa bicara yang sudah terpotong-potong.


Setelah sekian lama ikan bakar telah habis yang di berikan putri Dian Prameswari dan wakil Nahkoda Tana Beru.


Pangeran Shun land bicara dengan wajah ramah, "kalian sudah kenyang sekarang silahkan katakan maksud kalian".


Naga bumi Sabui dari awal sudah ingin menenggelamkan ketiga perahu bajak laut Karimun, dia meminta izin untuk memberi pelajar pada mereka tetapi di larang oleh pangeran Shun land, pangeran Shun land sudah mempunyai rencana sendiri dengan bajak laut Karimun ini.


Sarpa dan kelima anak buahnya bersama-sama menoleh asal suara setelah itu mereka saling pandang.


Entah bagai mana perasaan mereka niat mau merampok tapi kenyataannya seperti bertamu.


Ketua bajak laut Karimun Sarpa akhirnya memberanikan diri untuk bicara. "Tuan kami telah salah memilih korban kami ini merasa sangat berterima kasih kami tidak di apa-apakan, mohon kerelaan dan kebaikan hati tuan dan seluruh yang ada di kapal ini untuk memaafkan kami dan melepaskan kami".


Sarpa bicara sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada, dan di ikuti kelima anak buahnya.


...****************...

__ADS_1


SALAM NUSANTARA


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2