LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
63.Perjalan baru pangeran Shun land


__ADS_3

Boma yang sebenarnya tidak begitu suka berada di lingkungan keprajuritan, dengan terpaksa menerimanya, demi menyenangkan sang mertua dan panglima Shu khal.


Pangeran Shun Land mendatangi kediaman tetua Mantikai, yang di sana ada pangeran Khal Shugal.


"Selamat datang pangeran silahkan masuk"


Tetua Mantikai menyambut kedatangan pangeran Shun Land.


"Terima kasih tetua, saya ingin menemui pangeran Khal, apa ada ? "


Pangeran bertanya keberadaan pangeran Shun Land.


"Ada pangeran, dia sedang berlatih di belakang, silahkan pangeran"


Tetua Mantikai mengantarkan Pangeran Shun land, ketempat berlatih di belakang kediamannya.


Sebelum masuk ke halaman belakang, tetua Mantikai di larang untuk mengikutinya.


Di sana pangeran Khal Shugal sedang berlatih ilmu saipi angin, dari kitab yang dia berikan.


Pangeran Shun Land, melesat mengunakan jurus tapak harimau kumbang, menyerang pangeran khal Shugal


Mendapatkan serangan yang tiba-tiba, pangeran Khal Shugal, hanya menggeser kaki kanannya ke belakang, dan memiringkan badannya.


Serangan itu melewati dada pangeran Khal Shugal, hanya berjarak satu jari, tidak sampai di situ sapuan kaki menerjang kuda-kuda pangeran Khal Shugal.


Pangeran Khal Shugal melompat mundur, menghindari sapuan itu.


"Gunakan kekuatan penuh mu, kakang gabungan ilmu saipi angin di setiap jurus yang kakang gunakan"


Pangeran Shun Land memberi perintah dan arahan kepada pangeran Khal Shugal


Pangeran Khal Shugal, mengikuti arahan pangeran Shun Land.


Dia pun bersiap dengan jurus harimau lodra.


Kedua pangeran kerajaan Kutai khal, bertarung, saling menyerang dan bertahan, bergantian, keduanya terlihat seimbang.


Pangeran Shun Land meningkatkan kecepatannya, jurus tapak harimau kumbang, di kombinasikan dengan jurus saipi Geni, berganti menyerang pangeran khal Shugal.


Di imbangi oleh pangeran Khal Shugal, dengan jurus cakar singa lodra.

__ADS_1


Sesekali terdengar ledakan ledakan kecil, akibat benturan tenaga dalam.


Setelah beberapa lama, pertarungan tangan kosong ini terlihat pangeran Khal Shugal mulai terdesak.


Di suatu kesempatan ketika pertahan pangeran Khal Shugal mulai rapuh, kuda-kuda yang sedikit goyah, sapuan kaki pangeran Shun Land menerjang.


Pangeran Khal Shugal meloncat tinggi, tetapi sebelum tubuhnya tinggi, satu pukulan merah membara berhenti satu inci di dada pangeran Khal Shugal.


Keduanya menginjakan kaki bersama.


"Kakang sudah menguasai dengan baik dalam tempo beberapa hari, tapi ada kekurangan, dalam mengalirkan tenaga dalam.....


"Dalam prinsipnya, jurus Saipi angin mendorong kecepatan gerakan kita, cara yang benar adalah, alirkan tenaga dalam secara merata ke setiap persendian kita...


Jurus pertama saipi angin, tidak memiliki gerakan khusus, jurus ini intinya mengendalikan tenaga dalam, ke setiap tubuh yang di butuhkan untuk meningkatkan kecepatan"


Pangeran Shun Land memberi penjelasan kepada pangeran Khal Shugal.


"Coba kakang peragakan apa yang telah saya jelaskan tadi gabungkan dengan jurus pedang mayat milik kakang"


"Baik adik Shun kakang akan coba lakukan"


Pangeran Khal Shugal mengeluarkan pedangnya dan mempraktekkan apa yang pangeran Shun Land jelaskan


Terlihat sangat berbeda kecepatannya ketika belum menguasai jurus saipi angin, dan sesudah mempelajari jurus saipi angin.


Pedang pangeran Khal Shugal, bagai bayangan saling berkejaran.


"Terima kasih adik, tapi ada satu ganjalan dalam hati kakang, bagai mana cara menghindari ilmu gendam, tolong beri kakang petunjuk"


Pangeran Khal Shugal meminta satu penjelasan tentang menghindari ilmu gendam, agar dirinya di masa depan tidak terkena ilmu hitam itu.


Pangeran Shun Land tidak langsung menjawab, dirinya berpikir bagai mana, cara menjelaskan dengan singkat dan di mengerti oleh pangeran Khal Shugal.


Pada dasarnya pangeran Shun Land, tidak memiliki metode khusus, untuk menangkal ilmu hitam tersebut, hanya dirinya menggunakan kekuatan batinnya merasakan suatu perasaan yang janggal, yang di luar kendali akal sehatnya, serta merasakan aura yang nyaman dari ilmu tersebut.


"Kakang dalam hal ini tidak mempunyai metode khusus, tapi saya hanya merasakan rasa dan perasan saya, dan perasan itu sangat janggal di pemikiran....


Kakang harus bermeditasi lebih dalam lagi hingga mencapai tingkatan mediasi jiwa...


Dari sana kakang akan merasa sesuatu yang baik dan tidak baik, yang datang ke arah kita, serangan yang tidak berbentuk dan tidak Terlihat akan terasa ke batin kita"

__ADS_1


Pangeran Shun Land menjelaskan dengan panjang lebar, sesuai yang dia ketahui.


"Ada keperluan apa adik menjenguk kakang, selain ingin memberi petunjuk penggunaan ilmu saipi angin" pangeran Khal Shugal bertanya.


Pasti adiknya ini memiliki alasan lain, selain ingin menjajal ilmu saipi angin yang dia pelajari.


Mereka berdua duduk di pendopo di belakang kediamannya tetua Mantikai.


Tetua Mantikai ini salah satu murid dari sesepuh agung khalma jaya, kakek dari pangeran Shun Land dan pangeran Khal Shugal.


Makanya Pangeran Shun land, memerintahkan, pangeran Khal Shugal, berlatih di bawah pengawasan tetua Mantikai, yang sudah teruji kesetiannya terhadap keturunan sesepuh agung khalma jaya.


Alasan kedua pangeran Shun Land, menyuruh tetua Mantikai, mengawasi dan membimbing pangeran Khal Shugal, karena ilmu tetua Mantikai, sejalur dengan ilmu pangeran Khal Shugal, yang bersumber dari kakeknya sesepuh agung khalma jaya.


Pelayanan tetua Mantikai datang membawakan minuman dan buah-buahan, tidak berselang lama, tetua Mantikai duduk bergabung dengan keduanya.


Tetua Mantikai melambaikan tangan ke pelayannya mengisyaratkan meninggalkan tempat itu, tidak harus memberi perintah dua kali pelayanan itu pergi meninggalkan pendopo itu.


"Paman Mantikai kakang Khal, saya kesini ingin memberitahukan, bahwa saya akan menjalankan, perjalanan ke luar dari kerajaan ada sesuatu hal yang harus saya selesaikan...


Saya juga nanti yang mengantikan saya adalah kakak putri Sari Tungga Dewi, dan kakang Khal sebagai bayang-bayang adik Sari Tungga Dewi.


Kakang mengawasi keselamatan kakak sari dari kejauhan, karena musuh kita kali ini, sangat licik....


Terbukti dengan membunuh ibu kameng orang yang paling dekat dengan ku, dengan cara yang sangat licik dan keji...


Di jajaran pejabat tinggi kerajaan ada beberapa yang telah disusupi musuh, musuh ini sangat misterius entah apa tujuan sebenarnya dari mereka....


Aku akan menyelidikinya dari luar karena apabila dari dalam ini akan terbaca oleh mereka...


Besok kita akan mengadakan musyawarah, memberitahukan bahwa saya akan melaksanakan misi ke dataran luas Dwipa di utara...


Sekaligus memberitahukan bahwa Kakak Dewi Sari Tunggak Dewi diangkat sebagai wakil saya dan pengumuman beberapa pejabat negara yang akan dilantik untuk melengkapi jajaran pejabat di kerajaan, agar lebih lengkap"


Tetua Mantikai dan pangeran Khal Shugal, mengerti apa yang menjadi tujuan pokok pangeran Shun Land.


Pangeran Shun Land kalau melanjutkan bicaranya.


"Paman Mantikai kakang Khal, saya pamit ingin mengunjungi ke kediaman sesepuh agung Khal San, dan menemui kakak sari Tungga Dewi" pangeran Shun Land berpamitan.


...****************...

__ADS_1


trima kasih sahabat yang menemani dari awal atau yang baru bergabung membaca tulisan ini.


like end komennya serta support di tunggu 🤭🤭🤭🤭🤭


__ADS_2