LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
302. Jaya Sempurna 34. Tujuan laku Ritual Topongrame dan Asvaghosa merasa lega.


__ADS_3

Di dalam kamar penginapan Boma membuka matanya pelan-pelan terasa seluruh tubuhnya bagai bercerai berai, Boma mencoba untuk duduk tetapi kepala terasa sangat sakit. Sambil memegang kepalanya Boma berjalan ke kamar mandi.


Boma berendam sambil mengingat-ingat kejadian yang telah di laluinya dan mengapa saat terbangun berada di penginapan, setelah beberapa lama Boma mulai mengingat kejadian yang lalui sebelum tersungkur pingsan.


Tapi sayang yang ada di ingatan Boma hanya saat duduk di pinggir dermaga dan di dekati dua wanita memberikan Minuman setelah itu Boma tidak mengingat apapun.


Setelah berpakaian yang sangat kotor Boma segera menemui nyai Iseng dan tabib Lau Lien, tujuan Boma ingin meminta sedikit obat sakit kepala dan memar di seluruh tubuhnya.


Di dalam ruangan pribadi Nyai Iseng Boma mengetahui bahwa dirinya telah tertidur atau pun pingsan 2 hari lamanya, Boma menceritakan apa yang di ingatnya dan bertanya pada Nyai Iseng siapa yang menginap di kamar tersebut.


Nyai Iseng lantas memanggil pelayan yang berjaga pada hari itu. Pelayan yang melayani Wiwin dan Merpati menceritakan semua apa yang diketahuinya tidak ada yang di tutupi kecuali dia mendapatkan tiv yang besar.


Boma setelah meminum obat dari tabib rasa sakit di kepalanya sedikit berkurang, tabiat lagu Lien menerangkan bahwa sakit kepalanya bukan penyakit yang serius tapi di karenakan terbanyak minum. Selain itu nyai Iseng menjelaskan bahwa sebenarnya Boma sedang di cari-cari sejak kemarin oleh orang istana terutama oleh Mawinei istrinya dan panglima Tarpa di seluruh kota.


Walaupun Boma hanya sebagai kakak angkat Shun Land tetapi seluruh keluarga istana khususnya ketiga permaisuri Shun Land sudah menganggap Boma seperti keluarga sendiri termasuk permaisuri May Lien dan kedua orang tuanya Nyai Iseng dan tabib Lau Lien.


Boma di antar memakai kereta kuda milik penginapan Kembang Tanjung sampai ke istana, sesampainya di kediaman Boma meminta maaf pada Mawinei karena membuat khawatir dirinya tidak pulang ke rumah selama 2 hari 2 malam, Boma pun menceritakan semua kejadiannya tidak ada yang di tutupi. Tetapi Boma tidak bisa menerangkan siapa kedua wanita itu yang menjebaknya Nyai Iseng dan tabib Lau Lien pun tidak memberikan informasi apapun karena mereka berdua tidak mengetahuinya.


Sementara itu Wiwin dan Merpati memacu kudanya tanpa henti selama 2 hari hanya beristirahat sebentar untuk memberi makan dan minum kudanya.


Di hari ketiga Wiwin dan Merpati memasuki hutan dekat gunung ceremai mereka berdua sangat tidak sabar melaporkan hasil menjalankan tugasnya, mereka berdua berkeyakinan akan mendapatkan hadiah yang besar dari guru mereka Dewi Andita dan Asvaghosa.


Keduanya memasuki gerbang perguruan yang di jaga 8 murid perguruan pedang setan kelas menengah sedangkan Wiwin dan Merpati termasuk murid kelas atas karena mempunyai bakat di atas rata-rata hingga pencapaian ilmu olah Kanuragannya berkembang pesat walaupun Wiwin dan Merpati di bilang murid baru hanya beberapa tahun mereka berdua di rekrut langsung oleh Dewi Andita.

__ADS_1


Mereka berdua langsung menghadap ke Dewi Andita dan Asvaghosa keduanya tidak mengindahkan rasa cape yang menerpa tubuh mereka.


Dewi Andita dan Asvaghosa mendengar laporan Wiwin dan Merpati murid terbaik untuk mencari informasi sangat senang terutama Asvaghosa hatinya merasa lega karena bagaimana pun hati kecilnya merasa ketakutan terhadap Shun Land yang akan membalas dendam terhadapnya.


Dewi Andita sangat percaya kepada dua murid istimewanya karena Dewi Andita mengenal seluruh keluarga Shun Land termasuk Boma yang terperdaya Wiwin dan Merpati.


Asvaghosa memberikan beberapa kantong koin emas sebagai hadiah kepada Wiwin dan Merpati sebagai hadiah telah melakukan tugas dengan baik dan memuaskan.


Asvaghosa yang kekuatan tenaga dalamnya telah mencapai 80ribuan lingkaran tetapi untuk melawan Shun Land hanya bunuh diri saja. Mara Deva yang sangat kejam dan tidak banyak berpikir untuk melenyapkan bawahannya tetapi terhadap kedua bawahannya sekaligus keturunannya sangat melindungi nyawanya.


Mara Deva hanya memberikan tugas kedua anaknya tugas yang tidak mempunyai resiko kehilangan nyawa dari dahulu sampai sekarang. Mara Deva sadar musuh-musuhnya bukan sekedar pendekar kelas ecek-ecek dari jaman leluhur Ki Bagus Atma kedua anaknya ini hanya di tugaskan di posisi yang aman tidak seperti Niraya Sura dan Kama Deva serta yang lainnya.


Sebenarnya dalam tingkatan ilmu olah Kanuragan hanya ada 3 tingkat pendekar. Tingkat paling rendah 50ribu lingkaran tenaga dalam ke bawah.


Untuk tingkat yang paling tinggi mereka yang mempunyai kekuatan tenaga dalam 100ribu lingkaran keatas dan tahapan ini untuk saat ini yang bisa mencapai hanya Shun Land dan musuh bebuyutannya, Mara Deva dan gurunya Pancasiksa selain mereka bertiga belum ada yang mampu mencapainya.


Memang tidak menutup kemungkinan masih ada yang lebih tinggi dari mereka tetapi mereka sudah menutup diri dari hiruk pikuk dunia persilatan dan keberadaan mereka tidak mudah di ketahui dengan pasti.


Perlu di ketahui yang mempunyai kekuatan lebih dari 100ribu lingkaran tenaga dalam mereka sudah tidak terpengaruh olah gravitasi bumi mereka bisa melayang di udara.


Leluhur Ki Bagus Atma yang mempunyai kekuatan mencapai 90ribu lebih lingkaran tenaga dalam menghadapi Mara Deva hanya


dengan sekali pukulan hancur jadi debu.

__ADS_1


Shun Land pada saat ini kekuatannya telah melampaui Mara Deva dan akan tetapi kekuatan itu belum Stabil karena untuk menggabungkan kekuatan api Abadi warisan dari leluhur Raja agung dan kekuatan tenaga dalam butuh pondasi kuat terutama pondasi kekuatan jiwa dan batinnya. Karena memiliki kekuatan di luar batas manusia biasa merusak jaringan seluruh syaraf dan otak, sedangkan Syarat dan otak sebagai batas antara ilmu kebatinan dan ilmu olah Kanuragan.


Syaraf dan otak manusia juga sebagai pintu masuk dan keluar manusia ke alam batin dan alam abstrak lainnya. Sejak awal jaman manusia mempunyai tubuh istimewa dari mahluk hidup lain, keistimewaan hanya bisa digali dan keluarkan dengan kerja Syaraf-syaraf dan otak, dan syaraf-syaraf otak bisa bekerja dengan benar hanya dengan ketenangan jiwa dan Batin, dari ketenangan jiwa dan batin manusia biasa mengenal dan memasuki alam Roh.


Alam Roh ini yang tertinggi karena tidak di batasi ruang dan waktu, alam Roh ini bisa menjelajah dimensi waktu dan jaman.


Pungsi dari Topongrame adalah menyetabilkan perubahan alam rasa dan perasaan, alam pikir, alam jiwa dan alam Batin. Yang di sana pijakan dan bersemayamnya roh manusia.


Tanpa kestabilan rasa dan perasaan, tanpa kestabilan pemikiran, tanpa kestabilan jiwa dan tanpa kestabilan Batin kekuatan besar akan merusak tatanan alami kodrat manusia dari sang maha Pencipta.


Kekuatan ini pemberian dari sang maha Pencipta dan bila pemberian ini merusak tatanan alamiah sang maha pencipta maka sang maha Pencipta itu sendiri yang akan menghancurkannya.


Memang untuk memahami ini akan memakan waktu sedikit ebih lama, lebih sederhananya kita kembali ke cerita puluhan ribu tahun yang lalu. Seorang manusia bersama Abraham menurut bangsa yahudi, Ibrahim menurut bangsa Arab, Brahma menurut bangsa Hindustan. Manusia ini dapat melebur ke api tapi tidak merusak Tubuhnya secara ilmiah di sebabkan oleh kestabilan rasa dan perasaan, kestabilan pikir, kestabilan jiwa dan kestabilan Batin membentuk suatu keyakinan bahwa sang maha Pencipta itu ada dan menjaganya.


Dalam cerita ini Guru Batiniah Shun Land mewajibkan laku Ritual Topongrame untuk kestabilan keempat bagian itu, pada waktu berlatih jurus pedang tarian Rajawali Api Shun Land dalam keadaan stabil ke4 bagian itu, 1.rasa dan perasaan, 2. Pikiran, 3. jiwa, dan ke4 Batinnya. Kestabilan Shun Land karena tidak sedang mengalami kejadian apapun.


Sedangkan dalam perjalanan hidup nyatanya Shun Land akan mengalami berbagai jenis kejadian yang membuat ke4 bagian ini terguncang, dengan laku Ritual Topongrame Shun Land belajar kestabilan ke4 bagian ini.


Mara Deva pun sama Ribuan tahun Mara Deva menstabilkan kekuatan ini di Bingbing langsung oleh gurunya Pancasiksa. Makanya setiap rencana dan tindakan Mara Deva dan gurunya tanpa ragu-ragu karena di dasari ketenangan atau kestabilan jiwa dan raga, kestabilan rasa dan pikir.


*******************


Chapter yang ngejelimet.

__ADS_1


__ADS_2