
Sang Rajawali api tidak membalas hanya berjalan lalu terbang bertengger di atas gapura padepokan.
Para tawanan semua di kumpulkan di halaman depan padepokan, seluruh anggota padepokan yang masih di dalam keluar dengan meletakkan senjata, keseluruhan ada enam puluh empat orang kecuali pendekar tapak Geni. Yang di ikat terpisah.
Pangeran Sanjaya triloka dan putri Dian Prameswari dwibuana, mengobati pasukan khusus senyap yang terluka sedangkan Boma yang sedikit pulih hanya duduk bersila bermeditasi memulihkan kondisinya.
Pangeran Shun Land berdiri di depan para tawanan, "Kalian mempunyai tiga pilihan 1.bergabung dengan pihak kerajaan dan melakukan sumpah darah kebumi.
Pilihan ke 2. Tetap menjadi musuh kerajaan dan hukum menanti kalian.
Pilih ke 3. Kalian kembali ke keluarga kalian dan tidak akan melakukan lagi kejahatan.
Pikirkan baik baik". Pangeran Shun Land mengakhiri bicaranya.
Dua orang mengangkat tangannya. "Tuan pendekar saya memilih pulang ke keluarga kami, kami kesini di tipu rekan kami yang berkata akan memberikan pekerjaan yang tinggi upahnya, sampai di sini kami di ikat harus patuh yang tidak patuh akan di bunuh".
"Prajurit lepaskan ikatan kakinya", pangeran Shun Land melepaskannya, orang yang tidak mau bergabung dengan sepenuh hati hanya akan menjadi benalu di pasukannya.
"Aku ingin ikut bergabung dengan pasukan kerajaan Kutai khal, dan bersumpah dan berjanji, akan setia kepada Raja dan kerajaan Kutai khal". Brewok bicara sambil menggigit ujung jarinya menetes kan tiga tetesan darah ke bumi lalu bersujud ke bumi tiga kali sambil mengucapkan ikrar janji dan sumpah setia kepada Raja dan kerajaan, atas nama keadilan.
Semua yang tadinya ragu-ragu, memantapkan hati untuk mengabdikan diri kepada kerajaan dan Raja Shun Land.
"Maaf aku kakang tapak Geni, sekarang kami berbeda haluan, aku merasa sekarang ini di pihak yang benar, tidak seperti kami waktu bergabung dengan Ki tapak sakti, hidup kami bergelimang dosa, walau kehidupan kami sederhana tapi kami merasa ketentraman hati". Pendekar duo tapak, tapak besi dan tapak Bayu menghampiri kakak tertua seperguruannya tapak Geni.
"Dasar penghianat kalian akan mendapatkan hukuman dari guru Ki tapak sakti". Pendekar tapak Geni membalas dengan ancaman.
"Kalian telah memilih keputusan yang benar, yakinlah ini jalan yang benar, tidak ada penyesalan walaupun sampai mati, tapi kita dalam kebenaran, kematian kita tidak sia-sia". Pendekar tapak besi memberikan dorongan moral pada adik seperguruannya.
Semua memandang suara itu, keheranan tetapi setelah pendekar tapak besi dan pendekar Bayu, membuka penutup wajahnya semuanya berseru, "kakang tapak besi dan tapak Bayu, kami akan mengikuti jejak kakang mejadi bagian membela kebenaran dan keadilan". Semua berseru dengan semangat.
__ADS_1
Sebab bagai mana pun, tapak besi dan tapak Bayu, adalah murid terkuat setelah pendekar tapak Geni, di padepokan tapak maut itu.
Setelah ikrar janji dan sumpah darah di lakukan, ikatan mereka di lepaskan. Semuanya masuk ke pendopo utama yang luas.
Tempat duduk yang biasanya di duduki Ki s tapak sakti, kini di duduki pangeran Shun Land, di sampingnya pendekar syair kematian di susul Boma, di sebelahnya lagi putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Sanjaya triloka.
Sedangkan duo pendekar tapak besi dan tapak Bayu, duduk paling depan menghadap ke pangeran Shun Land,
Di sebelah duo pendekar tapak besi dan tapak Bayu, Brewok, Sarja, Gandul, dan dua kembar Sruet dan Sepat, walau sedang terluka tapi kondisi mereka sudah membaik.
Di padepokan tapak maut, ada puluhan pelayan wanita yang biasa menjadi tukang masak dan beberapa wanita, sebagai pemuas nafsu Ki tapak sakti dan murid-murid pilihan.
Pelayan wanita itu memasak banyak atas perintah pangeran Shun Land, untuk makan bersama, sebagai peresmian, markas baru pasukan khusus senyap, yang kedua.
Pangeran Shun Land berkesimpulan bahwa di daratan luas Kalimantan besar ini, dia ingin membangun kekuatan lebih besar dan kedepannya ingin membangun istana yang lebih besar, sebagai pusat kendali seluruh daratan luas Kalimantan.
"Aku sebagai Raja kerajaan Kutai khal, meresmikan bahwa padepokan ini berganti nama menjadi markas sayap api".
Semua bekas bawahan Ki tapak sakti, melongo tidak menyangka orang yang tadinya akan di bunuh oleh mereka, dia adalah Raja resmi kerajaan Kutai khal.
"Paman Antaka berapa keseluruhan pasukan khusus senyap sekarang, dan berapa jumlah pasukan resmi yang di bawahi panglima Tian agan dan yu asri haring". Pangeran Shun Land bertanya.
"Untuk pasukan inti ada dua ratus, kekuatannya sama dengan seribu pasukan biasa, yang dalam pelatihan ada seratus lima puluhan, kalau dengan yang di sini empat ratus lebih, dan pasukan resmi hampir mencapai dua ribuan, yang di pimpin Panglima Tian agan dan yu asri haring, sedangkan pasukan Elite yang di pimpin oleh pangeran Khal Shugal, sekitar lima ratus lebih pangeran".
Antaka menjelaskan perkembangan kekuatan pasukan kerajaan yang sekarang ini, dengan uang rampasan dari Niraya Sura. Perkembangan pasukan kerajaan meningkat pesat. Hingga bisa mengontrol keamanan sampai ke pelosok.
Para penjahat kecil dan besar, akan berpikir puluhan kali bila akan beroperasi di wilayah kerajaan Kutai khal.
Mereka yang mencoba memaksa beroperasi melakukan kejahatan di wilayah kerajaan Kutai khal, hanya dengan tiga atau empat hari akan terbunuh, dengan misterius atau hilang tanpa jejak dan tak muncul lagi.
__ADS_1
Pendekar duo tapak, yang mengenal dengan baik kondisi kekuatan murid Ki tapak sakti, mengelompokkan sesuai dengan kekuatan ilmu Kanuragan mereka.
"Paduka raja bagai mana dengan pendekar tapak Geni apa akan di adili, di sini apa di istana”. Pangeran Sanjaya triloka bertanya.
"Untuk tapak Geni akan di adili di istana kerajaan, bila di adili di sini rakyat seluruh kerajaan, akan menyangka bahwa kerajaan tidak mampu mengatasi yang berbuat mencoreng harga diri kerajaan dan harga diri Aku sebagai raja, ini pun akan menjadi contoh bagi mereka yang mencoba menyakiti orang-orang yang ku sayangi". Pangeran Shun Land menjawab tegas dan penuh wibawa.
Dari sini walau masih muda pangeran Shun Land memiliki jiwa pemimpin yang kuat.
Hidangan makan telah datang, seluruh pendopo markas sayap api. Menjadi ramai penuh canda dan tawa, tidak seperti pada waktu di pimpin oleh Ki tapak sakti.
Lima puluh pasukan khusus senyap, yang di bawa Antaka makan dengan bebas, ada beberapa yang menggoda para pelayan yang menyajikan makanan, di sambut gelak tertawa teman-temanya.
Berbeda dengan yang lainnya, pelayan yang akan membawa makanan ke pangeran, di hadang putri Dian Prameswari dwibuana, dan dialah yang menyajikan makanan sang raja muda ini.
Putri Dian Prameswari dwibuana pun ikut makan bersama pangeran Shun Land, segala keperluan di layani oleh putri Dian Prameswari dwibuana.
Pangeran Shun Land sedikit heran tapi dia mengabaikannya sikap putri Dian Prameswari dwibuana kepadanya.
Boma akan membuka suara, "ingaaaat...
Tapi suaranya berhenti karena ada paha ayam melesat menyempal mulutnya, ternyata yang melakukan itu putri Dian Prameswari dwibuana, sambil memelototinya.
Semua yang melihat tertawa terbahak bahak.
Boma menganggukkan kepalanya, tanda terima kasih, sambil cengar-cengir.
...****************...
SALAM NUSANTARA
__ADS_1
SALAM GARUDA PERKASA