
"kita harus melacak pangeran Makkamaru kalau dia di ketahui oleh bawahan Kakang Shan land bisa bahaya, cepat Sang Garuda jangan sampai hal-hal yang buruk terjadi pada pangeran Makkamaru".
Shun Land menghawatirkan pangeran Makkamaru karena bagaimana pun ini adalah wilayah kekuasaan pangeran Shan land. Sang Legenda Rajawali Api terbang memutar kembali ke tempat di mana Naga Api Hitam menyerang yang di sana pangeran Makkamaru di lemparkan oleh Shun Land ke bawah Khawatir terjadi pertarungan yang bisa membahayakan pangeran Makkamaru.
Sang Legenda Rajawali Api terbang rendah menyusuri hutan tropis, dengan mata yang sangat tajam akhirnya Sang Legenda Rajawali Api menemukan pangeran Makkamaru yang sedang berjalan dengan gontai.
Sang Legenda Rajawali Api cepat menukik ke bawah setelah melihat celah yang cukup besar di antara pohon pohon besar yang menjulang tinggi. Tepat berada di depan pangeran Makkamaru sang Legenda Rajawali Api hinggap.
"Apa pangeran tidak apa-apa, maaf tadi saya bertindak melempar pangeran ke bawah karena bila terkena langsung semburan langsung Api Naga Hitam yang di bawah kekuasaan 100 lingkaran tenaga dalam akan membahayakan bahkan sampai meleleh kulitnya" Shun Land bertanya sambil sedikit memberi keterangan.
Pangeran Makkamaru baik kepunggung Sang Legenda Rajawali Api, mereka bertiga meneruskan perjalan ke arah gua Leang Tedongnge di wilayah Maros daratan luas Sula.
Dalam perjalanan ini Shun Land berkata pada pangeran Makkamaru. "Aku sudah tidak mengenal lagi kakak ku, dulu aku menyebrang lautan dengan tujuan yang utama ku adalah menemukan kakak ku pangeran Shan land, hati ku sangat gembira ketika aku menemukannya, aku pun membawanya ke istana Sundapura untuk bertemu bunda Ratu dan ayahanda, Lalu aku merasa dia pantas untuk memimpin di kerajaan Kutai Martadipura mewakili ku, segala kebesaran aku berikan,. .
__ADS_1
"Agar kakak ku sama derajatnya dengan ku, pada awal memimpin aku mendengar bahwa kakak ku ingin melepaskan diri dari kekuasaan ku, aku membiarkannya karena pikirku aku sudah cukup luas kekuasaan ku dari semenanjung Malaka sampai ujung Lautan Polres,.....
"Aku tidak menyangka bahwa selama ini kakak ku menjadi murid Pancasiksa dan Mara Deva musuh utama ku dan musuh leluhur ku, kakak ku tidak sadar bahwa dirinya sedang di manfaatkan oleh Mara Deva dan Pancasiksa dia tidak tahu pusaka Tombak Trisula milik Sang Raja Agung Sundaland Jatiraga yang di pegangnya adalah milik leluhur Ki Bagus Atma di rebut secara paksa oleh Mara Deva,.....
"Dan dengan kejam menyuruh Naga Api Hitam membunuh Ibunda dan ayahandanya sendiri, entah iblis apa yang merasuki kakak ku hingga buta hati dan pikiran atau mungkin terpengaruh Pancasiksa dan Mara Deva yang menjanjikan kekuatan dan Aji Rawarontek yang membuat berumur panjang, padahal aslinya mereka sendiri sangat tersiksa hati dan perasaannya karena berumur panjang tapi tidak memiliki ketenangan jiwa dan raga".
Shun Land bercerita mengeluarkan segala beban jiwanya masalah kakaknya yang sekarang menjadi murid Pancasiksa dan Mara Deva, Pangeran Makkamaru mendengarkan tanpa banyak bicara setelah Shun Land mengakhiri bicaranya baru pangeran Makkamaru menimpali.
----------------
Di sebuah ruangan yang sangat rahasia di istana Martadipura di sana telah berkumpul beberapa orang, di sana Deva Putta, Kama Deva sedang menunggu pangeran Shan land yang belum datang untuk membicarakan hal-hal yang sangat penting.
Sedangkan Ki Braja Geni dan kelima muridnya panca braja memilih bersikap pasif, ini sebenarnya sudah terbaca oleh Deva Putta yang ahli dalam berpolitik, Deva pernah membicarakan hal ini dengan ayahnya Mara Deva, tetapi Mara Deva memberikan wejangan pada Deva Putta agar membiarkan Ki Braja Geni dan kelima muridnya panca braja selagi mereka tidak menentang dan membocorkan rahasia rahasia mereka.
__ADS_1
Pintu terbuka terlihat pangeran Shan land dan istrinya datang dan duduk berdampingan menghadap ke Deva Putta dan Kama Deva. "Maafkan saya yang terlambat datang tadi saya tidak sengaja bertemu dengan Shan Land ketika pulang dari tempat guru menunggangi Naga Api Hitam, mereka berdua menunggangi Sang Legenda Rajawali Api, tadinya saya ingin menjajal bertarung tetapi saya ingat pesan dari guru Pancasiksa bahwa aku belum cukup kuat karena belum sempurna penguasa ilmu ajian Rawarontek hingga aku cepat menghindar tetapi aku sekarang bisa mengukur kemampuan Adik Shun Land hanya tinggal sedikit lagi aku bisa mengimbangi dalam hal tenaga dalamnya". Pangeran Shan land berkata memberikan keterangan kenapa dirinya terlambat.
Kedua anak Mara Deva Mengerutkan keningnya mendengar ucapan Pangeran Shan land Bagai mana pun di hati mereka ada rasa ketakutan karena dulu saja kekuatan Shun Land yang kekuatan tenaga dalam di bawah Mara Deva, Tetapi dalam bertarung langsung di lawan oleh Pancasiksa dan Mara Deva tetap saja keduanya tidak bisa mengalahkan Shun Land. Hingga pada saat itu menjadi awal keruntuhan kekuasaan Mara Deva.
"Bagus paduka raja tidak terpancing emosi ingin bertarung, karena itu bisa merusak segala rencana yang kita susun selama ini, bersabarlah paduka raja nanti pada waktu saya yakin paduka dapat mengalahkan Raja Shun Land yang sekar bergelar Prabu Jaya Sempurna". Kama Deva bicara dengan hati-hati karena karakter Pangeran Shan land sangat temperamental.
"Kita langsung saja pada pembahasan Paduka Raja, setelah kakang Kama Deva berkeliling sampai ke semenanjung Malaka pihak kerajaan Galuh Sindula telah menyusun kekuatan mereka di setiap pelabuhan besar dan kecil dan membangun benteng benteng pertahanan di setiap pintu masuk ke daratan luas Swarna Bumi dan daratan luas Sunda Dwiva, untuk melanjutkan rencana menyerang dengan tiba-tiba kita akan merubah strategi, karena bila kita menyerang secara langsung dengan kekuatan armada laut Tombak Perak yang di pimpin kakang Kama Deva itu hasilnya sangat beresiko karena kita akan menghadapi mantan armada kita yang sangat terlatih, jadi sekarang ini, saya telah memikirkan dengan sangat hati-hati dan cermat bahwa kita akan menyerang dengan dua cara,.....
"Cara pertama kita akan menyusupkan pasukan darat kita di setiap pelabuhan dengan cara 1.berpura-pura menjadi para pedagang. Yang ke 2.menyusup sebagai para pencari pekerjaan secara berkala. Dan cara yang ke 2 adalah menyerang dengan armada laut Tombak Perak kita,.....
"Ketika perang terjadi di lautan dengan serentak pasukan darat kita yang telah masuk ke wilayah kerajaan Galuh Sindula dengan serentak menyerang ketika mereka berfokus pada perang di laut, itulah yang ingin sampaikan sang prabu". Deva Putta mengakhiri bicaranya mengemukakan rencana selanjutnya
---------*****--------
__ADS_1