LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
251. Keganasan Ajian Gendam mereguk Sukma.


__ADS_3

Ki Aria Wirasaba dan panglima Antaka menarik nafas panjang setelah mendengar menjawab Putri Malu.


"Nyai yang membayar pengantar nyai nanti saya". Panglima Antaka yang sudah terperangkap cerita Putri Malu langsung menyanggupi untuk membayar kedua pendekar yang mengantar Putri malu yang sebenarnya cerita bohong itu untuk membawa Ki Kala Durga dan Dewi angin-angin untuk bersama-sama mengeksekusi panglima Antaka pendekar syair kematian.


"Baiklah tuan saya bersedia kalau tuan yang membayar dua pendekar yang mengantar saya, saya tidak mau kalau berjalan berdua saja karena saya takut di perk*** di tengah jalan saya kan cantik". Putri Malu berakting lagi sangat menjengkelkan.


"Tuan Aria Wirasaba saya pamit dulu biar saya yang melacak murid palsu perguruan Singa perbangsa palsu ini sudah menjadi kewajiban saya memberantas biang kerok yang mengganggu keamanan, nyai panggil dua pendekar yang menemani nyai kita berangkat ke jalan tempat persembunyian murid-murid perguruan Singa perbangsa yang telah merugikan nyai". Panglima Antaka berkata penuh rasa percaya diri.


"Terima kasih tuan panglima". Ki Aria Wirasaba menjawab.


Dari balik caping Putri Malu tersungging senyuman puas telah memperdaya panglima Antaka.


"Mereka berdua menunggu saya di luar perguruan tuan, benar ya tuan nanti tuan yang membayar mereka karena mereka tidak akan mau mengantar saya bila uangnya tidak di bayar di muka". Putri Malu berkata dengan ringan.


Panglima Antaka jadi kesal langsung merogoh saku bajunya mengeluarkan satu kantong koin emas dan memberikannya pada Putri Malu sambil berkata.


"Saya rasa uang itu lebih dari cukup, hayo kita berangkat". Panglima Antaka bergegas berdiri di ikuti Putri malu yang hatinya sangat gembira karena secepat mungkin mendapatkan hadiah dari Asvaghosa yang sangat besar.


Dalam hal ilmu olah Kanuragan Antara bukan tandingan Ki Kala Durga, Dewi angin-angin dan Putri Malu hingga panglima Antaka si pendekar syair kematian tidak bisa membaca aura tenaga dalam Putri malu.


Empat kuda di pacu dengan lari kecepatan sedang menuju arah Utara dari Pedukuhan Carapan, penunggang yang paling depan Putri Malu atau Dewi Sukma di ikuti Ki Kala Durga dan Dewi angin-angin yang berjalan paling belakang adalah Panglima Antaka.


Panglima Antaka tidak mempunyai curiga sama sekali bahwa Nyawanya telah di ujung tanduk oleh ketiga pendekar Pembunuh bayaran kawakan yang ilmu olah Kanuragan mereka bertiga sekelas gurunya.


Malah dalam pemikiran Antaka berpikir ini waktunya untuk membongkar para perusuh dan memfitnah perguruan aliran putih.


Dua kali waktu menanak nasi mereka bertiga berkuda telah memasuki hutan yang cukup lebat di daerah hutan sebelah Utara.

__ADS_1


Setelah cukup dalam memasuki hutan Ki Kala Durga dan Dewi angin-angin memacu kudanya sedikit pelan hingga posisi Panglima Antaka berada di tengah mereka bertiga.


Tiba-tiba Putri Malu berhenti di ikuti Panglima Antaka dan dua lainnya.


"Mengapa berhenti nyai apa tempatnya sudah dekat". Panglima Antaka bertanya penasaran.


Putri Malu tertawa keras lalu berkata.


"Panglima Antaka si pendekar syair kematian yang sangat terkenal murid dari Srengga kau belum sadar juga bahwa kepala mu itu sangat mahal sekali hingga sekarang ini bisa bertemu dengan kami, ilmu syair kematian berlandaskan ilmu saipi angin cukup lumayan, kakang Kala Durga jangan langsung di bunuh aku ingin menghisap keperjakaan panglima besar kerajaan Tarumanagara yang masih bujang walau pun sudah tua jangan-jangan tidak normal hahahah".


Panglima Antaka mendengar ucapan Putri malu yang berbeda 180 derajat merasa kaget luar biasa lebih kaget lagi mengetahui siapa gurunya dan jurus yang ia miliki.


"Apa maksud nyai kepala ku di hargai sangat mahal, katakan siapa yang menghargai kepala ku hingga aku jadi buruan pendekar pembunuh bayaran seperti kalian".


Panglima Antaka akhirnya sadar setelah merasakan aura dari Ki Kala Durga dan Dewi angin-angin yang sangat menekan.


Panglima Antaka turun dari kuda dan menepuk bokong kudanya untuk kembali ke kerajaan tetapi kuda itu tiba-tiba ambruk dengan leher di tembus tongkat Ki Kala Durga senjata langit tingkat tinggi.


Panglima Antaka mengeluarkan senja golok pancaroba yang sama-sama senjata kelas langit tingkat tinggi.


"Kakang Kala rupanya panglima kerajaan Tarumanagara ini mempunyai senjata yang setingkat dengan senjata tongkat mutiara hitam milik kakang, bisa untung dua kali dan oleh-oleh untuk si Srengga”. Dewi angin-angin ikut bicara.


"Benar Dewi senjata tingkat langit sangat mahal kita bisa menjual di pasar gelap kalau nasib lagi baik ya begini". Ki Kala Durga berkata dengan santai seperti sedang tidak menghadapi pertarungan.


Panglima Antaka mengeluarkan jurus pamungkasnya untuk menyerang tiba-tiba dan lari mengetahui lawannya bukan tandingannya.


Putri Malu langsung berkata sambil membuka belahan pakai bawahnya.

__ADS_1


"Jangan berpura-pura akan menyerang terus melarikan diri ilmu saipi angin mu belum sempurna, mending kita bersenang-senang dengan ku, lihat kemulusan tubuh ku yang sungguh berasal dari surga untuk menyenangkan diri mu pangeran ku".


Putri Malu alias Dewi Sukma berkata sambil merapatkan ilmu Gendam tingkat tinggi di tujukan pada panglima Antaka.


Secara tiba-tiba pandangan panglima Antaka berubah melihat Putri Malu seperti adik seperguruannya yang mati oleh Niraya Sura.


Tetapi sebelum kesadarannya hilang seutuhnya panglima Antaka menyerang Dewi angin-angin dengan segenap kekuatan yang ada tetapi jurus syair kematian tidak seganas seperti biasanya karena terpengaruh ilmu gendam yang merusak konsentrasi.


Serangan itu di tepis oleh Dewi angin-angin dengan selendang warna jingga senjata kelas langit tingkat dua di bawah senjata Golok pancaroba milik panglima Antaka tetapi sukup membuat senjata golok pancaroba terlepas dari genggaman tangan panglima Antaka.


Tubuh panglima Antaka terpelanting tenaganya sendiri hingga jatuh terlentang sedangkan goloknya yang melesat di tangkap oleh Ki Kala Durga dan di selipkan di ikat pinggangnya.


Putri Malu mengeluarkan seluruh kekuatannya ajian Gendam mereguk Sukma akibatnya panglima Antaka sudah lupa akan dirinya masuk ke alam bawah sadar Putri Malu.


"Apakah kalian akan melihat aku bersenang-senang menghisap keperjakaan dan kekuatan jiwa murid Srengga tapi itu sungguh mengasikkan seperti sang dewi-dewi bercinta di saksikan para pelayan hihihihi".


Putri malu yang mulai mempreteli pakai panglima Antaka yang besar dan berotot berkata pada Ki Kala Durga dan Dewi angin-angin sambil cekikikan.


"Dasar manik". Dewi angin-angin berkata sambil membuang muka lalu berjalan ke balik pohon besar di ikuti Ki Kala Durga yang tahu-tahu sudah menghimpit tubuh Dewi angin-angin dari depan yang bersandar pada pohon besar.


"Bagai mana kalau kita bercinta di sini yah itung-itung pesta keberhasilan". Ki Kala Durga berbisik di telinga Dewi Angin-angin.


"Aah kakang tahu aku yang kesal tidak di ajak pesta oleh Putri Malu". Dewi angin-angin menjawab dengan gerakan yang lebih agresif.


Sementara itu Panglima Antaka sudah larut dalam lingkaran ilmu Gendam mereguk Sukma Dewi Sukma alias Putri Malu.


_____*****_____

__ADS_1


__ADS_2