LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
284. Jaya Sempurna 17. Kedatangan putri Serindang bulan ke istana Sundapura.


__ADS_3

Keduanya keluar dengan anggun dan berwibawa nampak dari wajah keduanya kecantikan dan kemegahan seorang ratu besar.


Semua yang hadir menjadi heran sulap apa yang di lakukan Permaisuri Sari tungga dewi terhadap putri Serindang bulan hanya beberapa saat putri Serindang bulan berubah menjadi orang yang berbeda dan menampakan ke keagungan seorang ratu.


Permaisuri Sari tungga dewi duduk kembali di singgasana sedangkan putri Serindang bulan memberi hormat pada permaisuri May lien di sambut pelukan hangat Mau Lien dan di suruh duduk di sebelahnya, mereka berdua sekilas seperti kembar.


Pangeran Makkamaru hatinya memuji keberuntungan Shun Land yang di cintai oleh beberapa wanita cantik di atas rata-rata.


"Saya sengaja mengundang kalian untuk menyampaikan sesuatu yang penting dan ingin meminta bantuan pada kalian demi berdiri tegaknya kerajaan Tarumanegara kita ini". Permaisuri Sari tungga dewi membuka pembicaraan.


Dalam sidang kali ini pintu istana tertutup rapat dan penjagaan sampai berlapis tiga pasukan khusus senyap bertebaran di setiap sudut istana dan kawasan luar istana.


"Satu Minggu yang lalu aku mendapatkan surat dari bunda Ratu Shi di perguruan gajah Mungkur surat tersebut di bawa panglima pasukan khusus senyap Ki Bajul pakel, dalam surat itu di terangkan bahwa leluhur Ki Bagus Atma telah mendatangi tempat bertapa sang Raja di kawah gunung Krakatau ternyata di sana tidak menemukan sang raja, leluhur Ki Bagus Atma pun tidak bisa menemukan keberadaan sang raja Shun Land". Permaisuri Sari tungga dewi berhenti bicara sejenak lalu melanjutkan.


"Kalian semua di undang ke istana oleh ku untuk melakukan pencarian secara sembunyi-sembunyi, dan tugas kedua kalian harus merahasiakan hal ini, dan yakinkan rakyat dan seluruh para pejabat kerajaan bahwa sebenarnya raja masih melakukan pertapaannya untuk menepis isu yang beredar bahwa sang raja Shun Land telah terbunuh oleh pembuluh bayaran yang membunuh gurunya,.....

__ADS_1


,.... Jelas isu ini di sebar untuk melemahkan kedaulatan kerajaan oleh musuh-musuh kakang Shun Land, satu lagi para ketua perguruan yang bergabung dengan koalisi kerajaan sudah di beritahu mereka juga akan ikut membantu mencari keberadaan sang raja kita hanya itu yang ingin aku sampaikan".


Permaisuri Sari tungga dewi mengakhiri bicaranya. Setelah pembicaraan penting selesai di sampaikan mereka pun melanjutkan dengan berbagai masalah kerajaan dari keuangan sampai keamanan dan lain-lainnya.


Persidangan sudah selesai para pejabat sudah keluar yang tertinggal hanya orang dalam istana semuanya keluarga yang setia pada Shun Land.


Panglima Bajul pakel, Putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru, pangeran Sanjaya triloka dan putri Sanja dan ketiga permaisuri juga putri Serindang bulan.


"Putri Serindang bulan apa ke dua panglima bekas bawahan Asvaghosa bisa di percaya dan tidak akan berhianat". Permaisuri Dewi Sumayi bertanya penuh khawatir.


"Percayalah kakak permaisuri semua dan keluarga istana, kedua panglima dan 4 anak buahnya telah mengambil sumpah darah ke bumi di hadapan paduka raja kita bila berhianat mereka akan langsung akan mati karena darah mereka telah bercampur dengan kekuatan bumi kematian". Putri Serindang bulan menjawab menyakinkan.


"Katakan saja jangan ragu-ragu kami semua mempercayai mu". Permaisuri Sari tungga dewi bicara mewakili yang ada di sana.


"Begini.... di dataran luas Swarna bumi sekarang ini pecah menjadi dua kelompok satu kelompok yang masih setia pada paduka raja dan masih menganggap kerajaan Rijang Renah Selawi sebagai perwakilan paduka dan yang satu kelompok menyatakan lepas dari kekuasaan paduka Raja mereka mengatakan bahwa mereka sekarang sudah bergabung dengan kekuatan kerajaan Kutai Martadipura yang sudah lepas dari kekuasaan paduka Raja, mereka mengklaim bahwa Raja Shan land lebih berhak dan lebih pantas jadi raja mereka, dan menurut perkataan mereka kerajaan Kutai Martadipura sudah sah jadi kerajaan mandiri, dan raja Shan land sudah mendeklarasikan bahwa dirinya bukan lagi raja perwakilan sang raja Shun Land, itulah yang ingin saya sampaikan". Putri Serindang bulan mengakhiri bicaranya.

__ADS_1


Semuanya terdiam ternyata desas-desus kerajaan Kutai Martadipura sudah melepaskan diri memang benar dan setelah raja Shun Land tidak ada kabar beritanya mereka secara terang-terangan melepaskan diri dari kekuasaan raja Shun Land.


"Sebenarnya kami sudah mengetahuinya tetapi kami menutupinya agar paduka ratu Shi khal tidak mengetahui, kami merasa jika di sampaikan padanya dia tidak akan percaya karena menurutnya tidak mungkin pangeran Shan land akan berani melawan adiknya yang mengangkat dia menjadi raja, poin yang penting menurut paduka ratu Shi khal adalah Paduka Raja Shun Land yang merintis kerajaan di tanah Nusa kencana mana mungkin pangeran Shan land berani melawan pendiri kerajaan dan sekaligus adiknya sendiri padahal kenyataannya pangeran Shan land telah di butakan oleh kekuasaan dan kekayaan hingga menjadi seperti kacang lupa kulitnya". Permaisuri Sari tungga dewi bicara apa adanya.


"Paduka permaisuri Sari bagai mana sikap paduka bila kakanda pangeran khal Shugal memihak pada pangeran Shan land". Pangeran Sanjaya triloka bertanya.


"Aku sendiri yang akan melawannya karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang telah di berikan sang paduka raja Shun Land memaafkan kesalahannya yang mencoba membunuh kakang Shun Land di kontes latih tanding olah Kanuragan dengan racun". (Lihat chapter 32). Permaisuri Sari tungga dewi bicara dengan tegas tanpa keraguan membuat yang hadir di sana tidak ragu-ragu untuk membelanya.


"Paman Bajul pakel bagaimana dengan keamanan wilayah kita sekarang". Permaisuri Sari tungga dewi bertanya.


"Untuk sekarang ini keamanan wilayah masih bisa di kendalikan dengan bantuan perguruan persilatan yang bergabung koalisi, hanya bagian timur ada masalah terutama di wilayah gunung Ceremai menurut Telik sandi ancaman keamanan di timbulkan perguruan Hitam Pedang setan yang sedang berkonflik dengan perguruan Macan putih, tetapi kerajaan tidak berani ikut campur kecuali mereka terang-terangan ingin memberontak, pasukan khusus senyap akan menumpasnya". Panglima pasukan khusus senyap Ki Bajul pakel memberi laporan.


Putri Dian Prameswari dwibuana pun melaporkan perkembangan jalanan pemerintahan kerajaan dengan detail sedang untuk keuangan putri Sanja melaporkan dengan jelas sampai mendetail.


"Paduka permaisuri bagaimana sikap kita sekarang terhadap kerajaan Kutai Martadipura terutama kebijakan kerajaan yang di buat pangeran Shan land yang telah mendeklarasikan dirinya menjadi raja". Pangeran Sanjaya triloka yang sudah menyaksikan kelicikan dan kepintaran pangeran Shan land melayangkan pertanyaan.

__ADS_1


"Untuk sementara ini kita bersikap pura-pura tidak ada apa-apa kecuali mereka secara terang-terangan ingin menyerang secara terbuka kita akan kerahkan seluruh kekuatan pasukan kita untuk melawannya, kita akan melawan sampai titik darah penghabisan". Permaisuri Sari tungga dewi menjawab dengan berapi-api.


-------------&&&&------------


__ADS_2