LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
209. Pelabuhan kalianda di Sewarnabumi


__ADS_3

Kapal penumpang merapat di pelabuhan Kalianda, para penumpang turun satu persatu saat itu hari menjelang sore hari.


Putri Serindang bulan di kawal dua pendekar di ikuti Shun land mereka berjalan menuju kedai makan langganan mereka.


"Pak tolong siapkan makanan terenak di kedai ini untuk empat porsi penuh". Putri Serindang bulan memesan makanan.


Kedai itu cukup ramai terdiri dari dua lantai landai dasar untuk para kuli panggul dan penduduk setempat yang keseharian menjadi nelayan sedangkan di lantai dua di sediakan untuk pelancong dan para bangsawan yang berkantong tebal.


Di lantai dua Putri Serindang bulan memilih di meja pinggir jendela hingga bisa melihat kapal yang bersandar di pelabuhan berbagai ukuran dan bisa melihat aktivitas para Nelayan menjual Ikan hasil tangkapan di pelelangan yang berada di pelataran pelabuhan.


Meja berbaris rapi ada 4 meja utama yang muat 6 orang dan 8 meja biasa yang muat 4 orang.


Putri Serindang bulan memilih meja utama yang menghadap ke jendela.


Putri Serindang bulan duduk berhadapan dengan Shun land dari gerak gerik putri Serindang bulan menunjukan ada ketertarikan pada pemuda gagah dan tampan di depannya.


Shun land sendiri merasakan ketertarikan putri Serindang bulan tapi tidak menanggapi secara berlebihan Shun land memilih seakan tidak mengetahuinya.


Dua pengawal putri Serindang bulan bernama Ki Geto dan Ki Tago duduk di sebelah putri dan sebelah Shun land, mereka berdua sebenarnya kakak kandung putri Serindang bulan yang menyamar jadi pengawal untuk mengelabui pihak musuh.


Ayah dari Putri Serindang bulan adalah Rhi Jang Hiang Raja dari para bangsawan Rejang.


(Rhi Jang Hiang adalah nenek moyang suku Rejang, 2090 SM sekelompok pelaut dari Mongolia mendarat di sekitar Bengkulu, ketua kelompok ini bernama RHI JANG HIANG, nama depan ketua ini jadi Nama suku keturunannya di kemudian hari).


"Tuan Satria jangan khawatir tentang kedua pengawal saya sebenarnya mereka adalah kakak kandung saya untuk mengelabuhi musuh utama kami kelompok Istana Naga hitam lembah hitam di pegunungan Kerinci yang dulunya adalah daerah kekuasaan kami". Putri Serindang bulan menjelaskan kedua pengawalnya.


Seorang pelayan laki-laki berumur sekitar 40 tahun mendatangi meja putri Serindang bulan sesampainya di sana menatap Shun land dan pedangnya dengan teliti.


"Mengapa kau menatap pedang ku begitu teliti". Shun land bertanya tanpa curiga karena tidak ada aura tenaga dalam yang keluar dia heran saja orang biasa terlihat tertarik dengan pedang Naga Bergola.

__ADS_1


"Maaf tuan dua batu permata di gagang pedang itu sangat indah satu berwarna biru laut satu berwarna merah api membara, sebaiknya tuan bungkus pedang tuan hingga tidak menarik orang yang melihat saya sendiri bukan seorang pendekar tetapi Samagat kagum pada pedang tuan apa lagi seorang pendekar".


Pelayan itu bicara memberi saran.


Putri Serindang bulan memesan makanan begitu juga Shun land dan kedua pengawalnya.


Tidak begitu lama pelayan itu datang di bantu dua pelayang perempuan membawa pesanan putri Serindang bulan dan Shun land.


Mereka berempat yang tidak makan hampir sehari semalam makan dengan lahapnya.


Pelayan laki-laki setelah mengantarkan makanan pergi ke belakang kedai lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisi burung merpati hitam dan melepaskan merpati itu setelah meyakinkan tidak ada yang melihat.


"Tuan Satria menurut ku kita bermalam dulu di sini, bagai mana menurut tuan". Putri Serindang bulan memulai pembicaraan setelah selesai makan.


"Saya mengikuti Nona saja" Shun land menjawab singkat.


Ketika putri Serindang bulan dan rombongan hendak beranjak dari duduknya terdengar suara bicara dengan keras kepada pelayan.


"Baik tuan... Saya akan memanggil nyonya Iseng". Pelayan itu segera pergi.


Shun land mengangkat tangan mengisyaratkan putri Serindang bulan dan kedua pengawalnya tidak beranjak pergi.


Shun land menengok asal suara empat orang laki-laki sangar satu perawakan tinggi besar yang dua berperawakan sedang sedangkan yang satunya lagi pendek gemuk.


"Apa kau lihat-lihat". Satu orang yang berperawakan sedang melotot ke arah Shun land yang menengok mereka.


Shun land tidak menanggapi hanya tersenyum lalu kembali memalingkan wajahnya.


Shun land telah mengukur kemampuan ke empat bandit pelabuhan dari ke empat bandit tersebut yang paling tinggi ilmu Kanuragannya yang berperawakan cebol dengan senjata tongkat tenaga dalamnya mencapai empat belas ribu lingkaran.

__ADS_1


Seorang tengah baya berkulit putih bermata sipit walau pun sudah berumur sekitar setengah abad kecantikan wanita tersebut tidak usang termakan waktu tergopoh-gopoh datang menemui empat pendekar.


Shun Land jantungnya hampir berhenti melihat wanita tersebut, wajah dan postur tubuh wanita itu percis seperti wanita yang berada di hatinya selama ini.


Wanita itu mirip dengan permaisuri May Lien dari wajah sampai berjalannya sama percis, yang membedakan hanya usianya.


Shun land yang tadinya masa bodoh, sekarang berubah pemikiran ingin membantu wanita itu dari Pendekar yang berniat kurang baik.


"Tuan pendekar kasihani saya beri saya waktu satu minggu lagi saya pasti membayar pajak keamanan pada tuan". Wanita itu berkata sambil berlutut di hadapan pendekar yang berbadan cebol.


"Minggu kemarin kau berkata demikian kami sudah memberikan ke lunakkan pada mu dan sekarang kau meminta waktu, kami ini bukan pedagang bisa tawar menawar, cepat sedikan sekarang kalau tidak kedai makan mu ini aku ambil alih". Pendekar cebol berkata berapi-api.


"Tuan kedai beberapa Minggu ini lagi sepi jangankan untuk membayar tuan, para pekerja pun belum saya bayar". Wanita yang bernama Iseng keturunan bangsa tirai bambu membela diri.


"Mungkin kau harus di beri pelajaran hingga kau mematuhi peraturan". Pendekar cebol berkata sambil berdiri dan mengangkat tangan untuk menampar Nyai Iseng pemilik kedai.


Sebelum tangan itu sampai ke wajah Nyai Iseng terdengar suara dengan tenaga dalam yang kuat menggetarkan setiap yang mendengar


"Tunggu biar aku yang membayar tagihan Nyonya kedai ini".


Tangan pendekar cebol berhenti di udara, wajahnya menoleh asal suara lantas berkata sambil menunjuk ke arah Shun land.


"Pegang ucapan mu anak muda, bila ingin selamat".


Aura mengintimidasi keluar dari pendekar cebol para pelanggan di lantai itu seakan susah bernafas tidak terkecuali putri Serindang bulan dan kedua pengawalnya, hanya Shun land yang tidak terpengaruh sedikit pun.


"Seorang laki-laki pantang menjilat ludah sendiri kau ambil sendiri''. Sambil bicara Shun land mengeluarkan satu kantong berisi koin emas dan menaruh di atas mejanya.


"Brewok periksa kantong uang itu bila benar berisi uang ambil bila bukan hajar pemuda itu yang berani mempermainkan ku". pendekar cebol memerintahkan temannya yang berwajah brewokan.

__ADS_1


--------------------*****--------------


__ADS_2