LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
348. Jaya Sempurna 81. Kematian Kala Durga dan kitab Dewi Kanoman.


__ADS_3

Tiga raja kematian Ki Kala Durga, Dewi Sukma dan Dewi angin-angin tubuhnya gemetaran ternyata kekhawatiran Ki Kala Durga benar-benar terjadi.


"Pendekar aku hanya menjalankan perintah dari Asvaghosa andai Kau ingin mengadili Asvaghosa anak Mara Deva juga harus di adili". Ki Kala Durga berkata sambil memakai pakaian yang berada di dekatnya.


Ki Kala Durga membisikan pada kedua kekasihnya. "Cepat berpakaian aku akan mengulur waktu, nanti kalian serang serentak setelah aku beri aba-aba".


"Cepat kalian berpakaian, Kala Durga jangan khawatir Asvaghosa juga akan menerima pengadilan dunia tidak usah memberitahu aku aku hanya utusan untuk mengakhiri kalian bertiga sama seperti kalian yang hanya menjalankan tugas membunuh Leluhur Ki Srengga dan ketiga muridnya, sudah cukup waktu untuk berkenalan". Shun Land mencabut pedang Naga Bergola ingin menuntaskan secara cepat.


"Tunggu dulu pendekar sebelum kita bertarung sebutkan nama pendekar jika kami mati kami tidak penasaran mengetahui nama pendekar tangguh yang membunuh kami". Ki Kala Durga berteriak sambil mengeluarkan senjata kelas langit tingkat tinggi Tongkat mutiara hitam.


Dewi Sukma merapalkan Ajian gendam mereguk Sukma dan Dewi angin-angin mengambil pusaka selendang jingga yang tergelak di pinggir ranjang batu.


Shun Land melihat pusaka Tongkat mutiara hitam dan golok pancaroba milik panglima Antaka yang terselip di pinggang Ki Kala Durga, dalam hati Shun Land berkata. "Senjata golok pancaroba milik panglima Antaka pusaka kelas langit tingkat tinggi ini sangat cocok untuk pangeran Sanjaya triloka yang hancur oleh Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang ini cocok untuk paman Lamsijam".

__ADS_1


Ki Kala Durga mengangkat tongkatnya tinggi tinggi dan tiba-tiba Dewi Angin-angin menyerang dengan jurus selendang jingganya, Dewi Sukma pun tidak ketinggalan mulutnya meniupkan udara ke arah Shun Land bayang-bayang wanita cantik keluar menghampiri Shun Land berseliweran dengan pakaian yang menggoda iman.


Dewi Sukma dan Dewi angin-angin merasa di bodohi olah penglihatan mereka sendiri yang di serang sudah tidak ada di tempat, mereka berdua melirik kearah pintu gua terlihat tubuh Ki Kala Durga yang terbelah dua dari kepala sampai ke ************.


Shun Land berdiri samping mayat Ki Kala Durga sambil menyimpan golok pancaroba dan tombak mutiara hitam. Dewi Sukma dan Dewi angin-angin saling pandang dan secara bersamaan langsung berlutut di hadapan Shun Land.


"Tuan ampuni kami, kami hanya mengikuti perintah kakang Kala Durga bila tidak patut kami di hukum, kami bersedia seumur hidup kami melayani tuan pendekar". Dewi Angin-angin berkata sambil gemetar ketakutan.


Shun Land memandang keduanya dengan tajam, lalu berkata dengan santai sambil duduk di ranjang batu. "Jawab pertanyaan ku dengan benar, bila jawaban kalian bisa memuaskan ku aku akan berpikir ulang untuk menghukum kalian dengan yang lebih ringan dari kematian".


"Nyai Dewi Sukma ada berapa murid mu dan bagai mana praktek ilmu gendam mu hingga bisa awet muda". Shun Land sangat penasaran dengan ilmu gendam merenggut Sukma yang bisa membuat tubuh kembali muda.


"Murid ku semuanya ada 3 satu ada di muara Takus di daratan luas Swarna Bumi bernama Dewi Shalwa, dua, nyai Siren dan yang terakhir raja tengkorak dia sekaligus murid adik Angin-angin, proses Aji menggut Sukma untuk mendapatkan awet muda adalah dengan menyerap hawa murni dari para perjaka dengan cara bersenggama, melalui daerah kewanitaan, saya menghisap dan menyalurkan ke seluruh tubuh secara merata dengan sendirinya tubuh meregenerasi seluruh sel begitulah yang terjadi tuan pendekar". Dewi Sukma menjawab dengan jelas dan jujur.

__ADS_1


"Terangkan secara mendalam itu hanya luarnya saja". Shun Land tidak puas atas jawaban Dewi Sukma. Dewi Sukma yang dalam keadaan ketakutan karena nyawanya di ujung tanduk langsung menjawab tanpa banyak pikir, dirinya merasa tidak akan ada gunanya bila merahasiakan tehniknya bila akhirnya dirinya terbunuh.


"Tuan pendekar dalam tubuh manusia ada dingin dan panas, dingin milik wanita dan panas milik pria seperti bulan dan matahari, malam dan siang, dalam istilah lain di sebut Na dan Ci. Nanti di negeri yang jauh di yin dan yan, kekuatan Ci di diri di tingkatkan dengan cara di pancing dengan kekuatan Na yang berlimpah dari pria yang Ki hisap kekuatan Na nya, di daratan yang jauh di simbulkan dengan nama Lingga dan Yoni, begitulah tuan pendekar penjelasan yang bisa saya jelaskan selain itu tidak ada lagi". Dewi Sukma menjelaskan dengan terperinci dan tidak ada yang di sembunyikan sedikitpun.


Shun Land melihat tidak ada kebohongan di wajah Dewi Sukma, "Bagai mana bila kau menghentikan mengisap kekuatan Na dari para perjaka apa yang terjadi dengan tubuh mu". Shun Land bertanya lebih lanjut.


"Tuan bila saya menghentikan Ritual itu tubuh saya akan seperti manusia lain akan menjadi tua, dan bisa kembali berangsur-angsur muda dengan cara bermeditasi menyerap kekuatan Na alam tapi prosesnya sangat lama itu bisa memperlambat proses penuaan, kekuatan Na dari alam tidak mengandung aura alamiah Na yang di berikan oleh sang maha Pencipta kepada para pria memiliki sangat padat dan tidak tergantikan dengan apa pun. Sedangkan kekuatan Na dari alam tidak memiliki keaslian yang berbeda, begitulah tuan pendekar". Dewi Sukma menjelaskan lebih dalam lagi.


"Aku akan memberikan pengampunan padamu dengan syarat kau tidak boleh mengunakan Ajian gendam mereguk Sukma dengan cara iblis, gunakan dengan cara alamiah, dan kau pun harus menulis tehnik ini di sebuah kitab dan menghilangkan cara cara iblis di buku itu, beri nama kitab itu dengan judul kitab Dewi kanoman, apa kau sanggup". Shun Land merasa sayang akan tehnik Ajian gendam mereguk Sukma bila harus punah, menurut Shun Land ilmu tidak ada yang hitam ataupun yang putih ilmu itu bagaimana cara orang yang menggunakannya untuk kebaikan atau kejahatan, dan ilmu juga bagai mana cara di prosesnya, proses Dewi Sukma mengambil jalan pintas yang salah melawan jalan lurus sang Pencipta, andai mengunakan jalan yang lurus tehnik Ajian gendam mereguk Sukma akan bermanfaat untuk generasi yang akan datang ini lah dasar Shun Land memberikan pengampunan.


Shun Land melawan keinginan pribadinya yang ingin membalas dendam, hati nuraninya menolak untuk membalas nyawa di bayar nyawa tetapi hati nuraninya memerintahkan untuk menyelamatkan tehnik Ajian gendam mereguk Sukma untuk generasi di masa depan.


Dewi Sukma tanpa ragu-ragu menjawab dengan suka cita, "Saya sanggup tuan pendekar dan saya juga bersumpah seumur hidup saya akan mengabdi pada tuan dan berusa semaksimal mungkin menulis ajian Gendam mereguk Sukma dan menghilangkan cara-cara iblis di dalamnya dan sesuai keinginan tuan nama kitab itu saya tulis Kita Dewi Kanoman".

__ADS_1


******************


__ADS_2