LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
92. memburu pendekar tapak Geni sang pembunuh 7


__ADS_3

Boma melirik sambil cengar-cengir kuda.


Boma dan wakil nahkoda Tana Beru sampai di depan penginapan cukup besar.


pelayan paruh baya dengan dandanan menor tidak kalah sama yang muda datang, menjemput keduanya.


"tuan Tana beru dan pangeran, silahkan masuk, lama tak berkunjung, kebetulan masih ada 5 kamar terbaik masih kosong"


Mereka berdua di antara masuk ruang pendaftaran.


"Layani tamu istimewa ini dengan baik" pemilik penginapan nyai Sati menyuruh pegawainya Untuk melayani dengan baik.


Setelah mendaftar 4 kamar kelas vip Boma, Boma membisikan sesuatu kepada pemilik penginapan. Di balas dengan anggukan kepala tanda mengerti oleh pemilik penginapan nyai Sati.


Boma diantar pelayan masuk ke kamarnya, wakil nahkoda Tana Beru kembali ke kapal.


Pangeran Shun Land dan dua sahabatnya telah turun, beberapa kru kapal membawa pakaian ganti dan lainnya.


"Tuan Satria Nusa kencana, kamar penginapan telah siap dan tuan Boma menunggu di penginapan". Wakil Nahkoda Tana beru mempersilahkan pangeran Shun Land dan putri Dian Prameswari dwibuana beserta adiknya pangeran Sanjaya triloka.


Tidak berapa lama mereka sampai ke depan penginapan nyai Sati, ketiga pelyan membantu membawakan perlengkapan mereka.


Delapan kamar besar di lantai dua, empat kamar saling berhadapan, di sisi kiri telah terisi tiga kamar satu belum terisi. Di sebelah kanan di pesan Boma.


Pangeran Shun Land memilih paling ujung, di susul putri Dian Prameswari dwibuana, pangeran Sanjaya triloka, dan Boma yang paling ujung dekat tangga.


Di dalam kamar ada sebuah meja kecil dan empat kursi, di samping tempat tidur ada pintu kecil kamar mandi dan berendam air hangat.


Dua pelayan muda cantik cantik mengetuk kamar pangeran Shun Land, pintu terbuka pangeran Shun Land, sedikit mengerutkan dahinya, dia tak meminta atau memesan pelayan untuk melayaninya.


Dua pelayan tersenyum manis, di tangan mereka ada nampan dan dua gelas keramik, dan pelayan satunya lagi membawa guci ukuran sedang.


"Tuan kami di tugaskan pemilik penginapan untuk melayani tuan, semoga bisa menerima pelayanan kami hingga kami bisa mendapatkan uang tambahan buat kami, tapi bila tuan menolak kami tidak akan mendapatkan uang tambahan buat keluarga kami di kampung halaman"


Salah satu dari pelayan itu bicara memohon pangeran Shun Land menerima pelayanan darinya.


Kedua pelayan itu di persilahkan untuk masuk.


"Taruh minuman itu di atas meja, dan tolong pesan makanan terbaik yang ada di sini, dan bawa ke kamar ku, tiga porsi ukuran besar"


Pangeran Shun Land memesan makanan. Lalu Kedua pelayan itu pergi

__ADS_1


Setelah mandi dan berendam air hangat sebentar, pangeran Shun Land berganti pakaian lalu duduk di kursi dekat pintu.


Tak lama kemudian, pintu di ketuk setelah pintu terbuka nampak putri Dian Prameswari dwibuana, berdiri dengan pakaian yang sedikit terbuka dan bibir merah alami tersenyum manis.


Pangeran Shun Land mempersilahkan masuk, mereka duduk di kursi berdekatan.


"Maaf apa aku menggangu pangeran" bila tak ada yang melihat putri Dian Prameswari dwibuana berani memanggil pangeran.


"Tidak putri, malah saya senang, saya telah memesan makanan, kita makan bersama di sini" pangeran Shun Land menjawab apa adanya.


Putri Dian Prameswari dwibuana yang tadinya ingin mengajak makan ke bawah, menjadi mengurungkan niatnya.


Dua pelayan datang, keduanya membawa nampan besar penuh makanan, dari makanan darat dan makan laut.


Meja kecil itu penuh makanan, kedua pelayan itu di suruh duduk bersama.


Putri Dian Prameswari dwibuana sedikit memicingkan matanya, melihat pakaian dua pelayan itu yang begitu fulgar.


Pangeran Shun Land segera memberi penjelasan tentang kedua pelayan itu.


"Ini kerjaan Boma, memesan dua pelayan malam, bila aku menolak mereka tidak mendapatkan uang, jadi aku tak tega untuk menolaknya, sudah kita makan dulu, ayo kalian jangan malu-malu, makanan ini takkan habis bila hanya kami berdua yang makan"


Pangeran Shun Land mendahului makan di ikuti putri Dian Prameswari dwibuana, dan kedua pelayan dengan malu-malu.


"Besok pulanglah dulu mungkin uang itu bisa sedikit membantu keluarga kalian"


Kedua pelayang itu menerima, dengan tangan gemetar saking gembiranya, padahal uang itu tidak seberapa dibandingkan kekayaan pangeran Shun Land, sebagai seorang raja.


Mereka berdua berlutut, hendak bersujud di depan Pangeran Shun land, tapi cepat di hentikan.


"Kalian tidak perlu bersujud aku bukan tuhan aku hanya punya sedikit uang untuk membatu kesulitan kalian"


Kedua pelayan itu pergi sambil membawa bekas makan tadi, setelah mengucapkan beribu terima kasih.


Tinggallah putri Dian Prameswari dwibuana yang belum beranjak pergi.


"Putri sebenarnya saya ada keperluan sedikit dengan putri dan pangeran Sanjaya, ternyata sebelum saya ke kamar putri atau ke pangeran Sanjaya, putri datang kemari''


Pangeran Shun Land mendahului bicara.


"Ada apa pengeran katakan jangan ragu-ragu" putri Dian Prameswari dwibuana di buat penasaran.

__ADS_1


"Begini putri, tadinya saya ingin putri dan pangeran Sanjaya ikut sampai ke padepokan tapak maut, tapi setelah saya pikir demi menghemat waktu, akhirnya saya berpendapat, bahwa lebih menyingkat waktu bila aku dan Boma yang meneruskan perjalanan di antar oleh Rajawali api, putri dan pangeran Sanjaya menunggu di sini".


Pangeran Shun Land bicara sedikit panjang lebar.


Putri Dian Prameswari dwibuana langsung menjawab.


"Itu tidak sependapat dengan saya pangeran, dan saya kira adik Sanjaya pun akan menolak karena kami telah berniat akan menemani pangeran dari awal sampai akhir".


Putri Dian Prameswari dwibuana menolak dengan tegas


"Dan saya kira padepokan tapak maut sudah mengetahui lambat atau cepat, pihak kerajaan akan mengejarnya sampai ke padepokan mereka, kekuatan kami berdua saya kira akan banyak membantu pangeran sampai di sana"


Putri Dian Prameswari dwibuana menbahkan.


"Baiklah kali begitu kita berangkat pagi-pagi, kita membeli kuda dulu di sini hingga kita bisa lebih cepat sampai kesana" akhirnya pangeran Shun Land mengalah.


Pangeran Sanjaya triloka dan Boma datang mengetuk pintu dan di bukakan oleh putri Dian Prameswari dwibuana.


Kedua lalu duduk pangeran Sanjaya triloka bicara.


"Apa kalian sudah makan, kami kemari ingin mengajak makan kalian"


"Kebetulan kami baru saja selesai makan di sini bersama dua pelayan penginapan"


Pangeran Shun Land menjawab dengan singkat.


Pangeran Shun Land pun menceritakan apa yang menjadi pembicaraannya tadi dengan Putri Dian Prameswari dwibuana.


Airnya mereka berempat sepakat besok akan meneruskan perjalanan dengan berkuda. Setelah itu mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Sedangkan Boma tidak langsung masuk ke kamarnya tetapi dia menemui, Nahkoda kapal lemo-lemo untuk mencari empat ekor kuda kualitas terbaik.


...****************...


like end komennya serta supportnya


untuk pertumbuhan tulisan ini


terima kasih 🙏🙏🙏


SALAM NUSANTARA

__ADS_1


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2