LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
394. Jaya S 127. Pernikahan antara Cinta dan politik kerajaan.


__ADS_3

Boma melorot ke arah permaisuri Dewi Sumayi yang menyebut istri keduanya sebagai pengawal Mawinei. Permaisuri Dewi Sumayi tidak menanggapinya seolah-olah tidak melihat Boma yang senewen.


Suasana hening tidak ada yang bicara hanya suara Boma yang mengacak-ngacak meja penuh makanan kedua pelayan yang berdiri di sudut ruangan hanya tersenyum melihat tingkah Boma, Shun Land tidak bicara sepatah kata pun dirinya bingung harus memulai berkata dari mana.


Permaisuri May Lien memecah keheningan. "Putri Serindang bulan bisalah kita bicara lebih pribadi saya dan kakak permaisuri Dewi Sumayi ingin bicara sesuatu tentang masalah wanita".


"Dengan senang hati Kakak permaisuri May, mari kita bicara di ruangan pribadi saya, panglima Demagog, panglima Durjana tolong temani paduka raja urusan segala keperluannya saya ingin kedalam dulu bersama kedua permaisuri paduka".


Putri Serindang bulan beranjak dari duduknya di ikuti oleh Permaisuri Dewi Sumayi dan permaisuri May Lien. Shun Land mengajak Boma dan kedua panglima duduk di ruangan utama istana Naga hitam.


Shun Land duduk di lantai walaupun di tawari untuk duduk di kursi singgasana tetapi Shun Land menolaknya dirinya lebih nyaman duduk di lantai. Mereka duduk melingkar dua pelayan memindahkan minuman dan makanan ke tengah-tengah tempat duduk mereka.


Shun Land bertanya tentang ruang rahasia yang kemungkinan ada harta Mara Deva yang di sembunyikan. Selain itu Shun Land juga menanyakan tentang makam Dewi Iswari tunggal Pertiwi Leluhurnya di belakang istana Naga hitam.


"Panglima Demagog tolong panggilkan pak Sardi penjaga makam leluhur saya di belang istana". Tanpa banyak berpikir panglima Demagog segera bangkit dari duduknya pergi ke depan dan memerintahkan kedua bawahannya memanggil pak Sardi.


Panglima Demagog duduk kembali di tempatnya, tidak menunggu lama pak Sardi penjaga makam Dewi Iswari tunggal Pertiwi datang tergopoh-gopoh dengan gemetar pak Sardi berlutut dan menghaturkan Salam hormat dan berkata, "Ada perlu apakah paduka raja memanggil saya mohon petunjuk paduka".


"Duduklah pak Sardi tidak ada yang penting hanya ingin duduk bersama dan ada yang sedikit saya tanyakan, tetapi pak Sardi duduk dulu makan dan minumlah dengan santai". Shun Land berkata untuk menghilangkan rasa kaget pak Sardi di undang ke istana.

__ADS_1


Dari pintu istana datang Udacca kepala keamanan Istana Naga Hitam. "Salam hormat dan sembah bakti pada paduka maaf tidak bisa langsung datang karena ada 2 prajurit istana yang sakit". Udacca berkata setelah memberi hormat.


"Duduk lah paman Udacca, pak Sardi apakah ada pesan dari leluhur Harsa pada saya, karena saya lambat datang harusnya purnama kemarin saya datang memenuhi undangan Leluhur Harsa". Shun Land bertanya langsung pada pokok persoalan.


(Lihat chapter 228).


Harsa adalah kakak Dari istri dari leluhur Khalma Jaya bernama Larasati anak dari Dewi Iswari tunggal Pertiwi putri Leluhur Ki Bagus Atma yang di Bawa Mara Deva kemudian mempunyai anak 2 Harsa dan Larasati nenek dari Shun Land.


Harsa yang menguasai sebagian ilmu Rawarontek menjadi berusia panjang.


Sementara itu permaisuri Dewi Sumayi dan permaisuri May Lien menjelaskan apa yang terjadi di tubuh suaminya menyampaikan pada putri Serindang bulan tanpa ada yang di sembunyikan, putri Serindang bulan mendengarkan dengan serius.


"Kakak permaisuri Dewi dan permaisuri May saya ini adalah keturunan dari raja Rijang Renah Selawi secara otomatis saya ini adalah seorang Ratu penerus ayah saya, saya sudah berjanji akan menjadi istri kakang Prabu Jaya Sempurna tidak mungkin seorang Ratu trah Rijang Renah Selawi mencabut kembali sumpah dan janjinya,...


Permaisuri Dewi Sumayi dan permaisuri May Lien merasa lega yang mereka takutkan putri Serindang bulan akan menolak tidak terjadi, bila putri Serindang bulan menolak kekuatan Kerajaan Galuh Sindula akan berkurang 40 persen lebih karena kekuatan armada laut separuh di bawah kekuasaan putri Serindang bulan.


"Terima kasih Putri saya takut putri tidak akan menerima pernikahan ini setelah mengetahui keadaan kakang Prabu Jaya Sempurna". Permaisuri Dewi Sumayi bertirima kasih sambil memeluk calon madunya yang ke empat. (Kalau sekarang bisa perang 7tahun 7jaman up kelepasan).


"Bagai mana putri tentang pernikahan akan di gelar di sini sapa di istana Rijang Renah Selawi". Permaisuri May Lien bertanya ingin cepat selesai pembicaraan ini secara tuntas.

__ADS_1


"Saya ingin mengelar di istana Rijang Renah Selawi, karena itu adalah keinginan ayah dan ibu Ratu saya". Putri Serindang bulan menjawab apa adanya.


"Baiklah Lima hari lagi purnama bagai mana kalau kita melaksanakan di hari purnama mendatang" permaisuri Dewi Sumayi memberikan saran.


Putri Serindang Bulan terdiam lalu menjawab "apa tidak bisa di undur lagi kakak permaisuri Dewi, karena saya ada rencana ingin melihat langsung kerajaan Nagur yang menurut laporan telik sandi bahwa kerajaan yang di bawah panji-panji kerajaan Galuh Sindula telah di Serang oleh armada Tombak perak dari kerajaan Kutai yang di pimpin oleh Laksamana Banaspati, semuanya di bantai hanya 3 putri dan suaminya yang selamat melarikan diri ke Bangsawan Samosir di Danau Toba". Putri Serindang bulan ingin meminta waktunya di undur.


Dua permaisuri Shun Land saling pandang karena baru mendapatkan informasi ini dan permaisuri Dewi Sumayi langsung memberi keputusan.


"Putri Serindang bulan peresmian pernikahan harus segera di laksanakan tidak boleh di undur lagi, lebih cepat lebih baik, masalah kerajaan Nagur yang di serang armada Tombak perak akan kita bicarakan dengan kakang prabu Jaya Sempurna dan dia yang memutuskan". Permaisuri Dewi Sumayi bicara tanpa keraguan.


Setelah mendapatkan kesepakatan bersama mereka bertiga menemui Shun Land di dalam ruangan utama istana Naga hitam.


Pak Sardi langsung mengeluarkan gulungan surat yang terbuat dari kulit binatang. Dan mengulurkan kepada Shun Land. "Paduka ini titipan dari tuan Harsa pada purnama yang Lalu".


Shun Land segera menerimanya, dan Shun Land akan langsung membuka gulungan surat tersebut tetapi tindakan ini terhenti karena permaisuri Dewi Sumayi, permaisuri May Lien dan putri Serindang Bulan datang dan duduk di samping Shun Land.


Permaisuri Dewi Sumayi menceritakan perihal masalah pernikahan yang akan di laksanakan purnama mendatang tepatnya lima hari lagi dari sekarang.


Putri Serindang bulan pun menceritakan prihal serangan armada Tombak perak ke kerajaan Nagur. Shun Land lalu berkata memberikan keputusan.

__ADS_1


"Masalah ke kerajaan Nagur nanti kakang dan kakang Boma yang pergi kesana, kalian besok pagi-pagi berangkat ke istana Rijang dan mempersiapkan segalanya di sana nanti kakang menyusul 4 hari kemudian dari sekarang, masih ada yang kakang perlu kerjakan di sini, perkara ini tidak bisa di wakilkan oleh yang lain".


----------********---------


__ADS_2