
"Jadi apa yang tuan pendekar inginkan". Permaisuri Sari tungga dewi angkat bicara. Shun Land tersenyum lalu menjawab.
"Itu pertanyaan yang saya tunggu-tunggu, permintaan ku sangat sederhana hanya 3 kapal yang tidak terpakai yang ada di dermaga sekaligus uang perbaikannya, karena aku sendiri yang akan memperbaikinya aku rasa bukan suatu permintaan yang berlebihan bagai mana paduka ratu sanggup".
Permaisuri Sari tungga dewi tersenyum gembira mendengar permintaan Shun Land yang terlihat sederhana dan mudah bagi seorang penguasa kerajaan yang besar, padahal aslinya bila permaisuri Sari tungga dewi dan yang lainnya tahu isi dari ketiga kapal yang tidak terpakai akan merasa keberatan bagai manapun isi bangkai kapal tersebut berisi ratusan kotak koin emas.
Shun Land melihat senyuman permaisuri Sari tungga dewi ingin rasanya langsung menghampiri dan memeluknya tapi apalah daya pelaksana ritual Topongrame sangat penting baginya dan masa depan orang-orang di sekelilingnya.
Shun Land mengingat bahwa syarat mutlak kesempurnaan ilmu Saipi yang 4 bagian melaksanakan Topongrame. Ini mengisyaratkan bahwa bila Topongrame gagal secara otomatis kekuatannya akan berkurang bahkan bisa berakibat sesuatu yang kurang baik menimpanya di masa depan.
"Baik keinginan tuan akan saya sanggupi tuan pendekar Jaya Sempurna tinggal menunjuk kapal yang mana dan masalah biaya perbaikan akan kami sediakan bahkan besok tuan bisa menerimanya apa kita sudah sepakat....?". Permaisuri Sari tungga dewi menyanggupinya permintaan Shun Land.
"Sepakat". Shun Land mengulurkan tangan untuk berjabat tangan di sambut oleh permaisuri Sari tungga dewi dengan cepat.
"Kita sudah sepakat, terus apa yang harus aku lakukan dan satu lagi ratu saya tidak ingin ikut bicara di pertemuan ataupun di sidang kerajaan, saya hanya duduk berpura-pura menjadi paduka raja Shun Land Masalah politik kerajaan bukan keahlian saya". Shun Land menambahkan permintaan.
"Itu masalah kecil, tugas mu masuk ke istana dan duduk di singgasana bila ada pertemuan penting dan sidang-sidang penting, tuan pun tidak di perbolehkan membuat perintah atau pun menggunakan status tuan sebagai seorang raja Tarumanegara di luar istana, apa tuan mengerti maksud ku". Permaisuri Sari tungga dewi memberitahukan larangan untuk Shun Land.
"Baiklah kita sudah sepakat dan saya ingin undur diri kembali ke penginapan ingin beristirahat". Shun Land berpamitan.
__ADS_1
Shun Land hendak berdiri tetapi di cegah oleh permaisuri Sari tungga dewi. "Tuan jangan repot-repot kembali ke penginapan kami akan menyediakan tempat untuk tuan pendekar dengan istri tuan yang nyaman di lingkungan istana".
"Baiklah terima kasih tapi untuk sementara ini saya tetap akan kembali ke penginapan mulai besok saya dan istri kan pindah ke tempat yang Ratu sediakan". Setelah bicara Shun Land membungkuk hormat lalu pergi di ikuti Lasmini keluar istana.
Sepeninggal Shun Land permaisuri Sari tungga dewi berkata pada Putri Dian Prameswari dwibuana.
"Kakak putri Dian tiga hari dari sekarang kita adakan perjamuan undang para ketua perguruan dan undang beberapa kerajaan yang masih bernaung di panji-panji kebesaran Kerajaan Tarumanegara ini, adik khawatir pendekar Jaya Sempurna berubah pikiran, walaupun rupa dan pengawakan seperti paduka raja Shun Land tetapi melihat sikapnya dan gaya bicaranya dia sukar untuk di tebak jalan pikirannya".
"Baik adik permaisuri saya dan kakang Makkamaru akan mengurusnya secepat mungkin". Putri Dian Prameswari dwibuana menjawab lalu berpamitan, mereka berdua keluar dari istana.
Semuanya meninggalkan istana menuju kediaman masing-masing untuk beristirahat telah melalui hari yang melelahkan. Yang tertinggal mereka bertiga permaisuri Sari tungga dewi, permaisuri Dewi Sumayi dan Putri Serindang bulan.
"Kakak Sari apa aku boleh menemui pendekar Jaya Sempurna sendirian hanya ingin menghilangkan rasa penasaran hati saja". Putri Serindang bulan bicara.
"Aku akan menceritakan pertemuan ku dengan pendekar itu pertama kalinya, malam itu aku datangi kamar penginapannya dengan meminjam kunci ganda kamar tersebut pada Ibundanya adik May Lien,....
,.....Aku menghunuskan pedang ku ke lehernya sambil mengancam akan membunuh istrinya bila dia menolak mengikuti ku, dia pun akhirnya mengikuti ku aku memutuskan berbicara dengannya di perbatasan kota pinggir hutan,.....
,..... Aku mencoba untuk bicara dengan baik baik tetapi ketika dia merasa tersinggung dengan sikap ku dia tanpa segan-segan mengeluarkan auranya, aku hampir mati oleh ledakan aura air yang sangat dingin, tenaga dalam ku hampir saja tidak bisa membendungnya andai dia tidak menarik auranya beberapa saat saja niscaya aku sudah mati kedinginan,.....
__ADS_1
,....Dia berbuat demikian di mimik wajahnya tidak ada ras penyesalan sepertinya bila dia merasa di ganggu dia bisa membunuh dengan tanpa berpikir, begitulah kejadiannya makanya adik putri saya larang menemuinya sendiri". Permaisuri mengakhiri ceritanya.
"Kalian berdua istirahat lah, aku akan mengunjungi adik May Lien yang sepertinya sangat terpukul melihat sosok suami kita tetapi tabiatnya berbeda, hanya satu tabiat pendekar Jaya Sempurna yang sama persis dengan suami kita, yaitu memperlakukan istrinya penuh kasih sayang dan lemah lembut, sebenarnya aku sendiri ketika pendekar itu memperlakukan istrinya aku seperti melihat paduka raja Shun Land sedang memperlakukan kita, semoga kejadian ini jadi pelajaran buat kita ketika suami kita pulang kita akan meluangkan seluruh waktu kita untuk menyenangkan hatinya". Setelah bicara permaisuri Sari tungga dewi keluar dari istana di ikuti permaisuri Dewi Sumayi dan Putri Serindang bulan.
----------------------
Shun Land dan Lasmini keluar dari istana di ikuti pangeran Sanjaya triloka, "tuan pendekar kereta sudah siap silahkan tuan pendekar Jaya dan nona Lasmini saya antar dan saya kawal sampai penginapan".
"Tidak pangeran Sanjaya saya akan berjalan kaki ingin berjalan-jalan melihat keadaan kota Sundapura terima kasih atas kebaikan pangeran". Shun Land berkata dengan sopan sembari merogoh sesuatu di balik bajunya lalu memberikan kepada pangeran Sanjaya.
"Ini hadiah untuk pangeran dan putri Dian yang telah menjemput dan mengawal saya, kalian berdua pelajarilah dengan baik". Shun Land berkata dengan menatap tajam pangeran Sanjaya.
"Terima kasih tuan pendekar" pangeran Sanjaya membukukan badannya berterima kasih dan menghormat.
Dalam hati pangeran Sanjaya bertanya-tanya mengapa tabiat kali ini sangat berbeda ini sangat mirip dengan sahabatnya pangeran Shun Land tetapi pangeran Sanjaya segera menepis pendapat bahwa dia adalah Raja Shun Land.
Sebelum pergi Shun Land berkata dengan sedikit keras pada pangeran Sanjaya. "Pangeran jangan lupa besok antarkan uang untuk perbaikan kapal dan mengantar ku untuk memilih 3 kapal".
Shun Land setelah bicara meraih pinggang Lasmini di bawa melesat ke udara kejadian ini di saksikan oleh pangeran Sanjaya triloka.
__ADS_1
"Yang mempunyai kekuatan tenaga dalam sampai bisa terbang hanya Mara Deva dan gurunya dan juga raja Shun Land, dia juga bisa melakukannya benar kata permaisuri Sari tungga dewi kekuatan orang ini mungkin hanya setingkat di bawah raja Shun Land". Pangeran Sanjaya triloka masuk kembali ke istana tapi tidak lama kemudian keluar bersama putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru sedangkan istrinya putri Sanja tidak ikut hadir sibuk di ruang kerjanya mengerjakan keuangan kerajaan.
-----------&&&&-----------