
Permaisuri Sari Tungga Dewi berjalan bergandengan menuju ruang pribadinya.
--------------------------
Di lain sisi permaisuri Dewi sumayi. Sedang di peraduan, dia merasa kesepian yang biasanya hari-harinya di temani sang Rajawali api.
Sudah hampir satu bulan satu bulan dia tak melihatnya, di tempat kediaman Raja muda Shun land pun, dia tak melihat sang Rajawali api itu.
Esoknya permaisuri Dewi sumayi, pergi menuju kediaman Raja muda Shun land, tapi tempat itu hanya ada dua prajurit yang berjaga.
Akhirnya di putuskan untuk menemui permaisuri May lien.
Di depan kediaman tabib Lau lien, Lodaya sang harimau besar sedang berbaring, di dekatnya ada permaisuri May lien, duduk santai menikmati sinar matahari pagi.
Melihat ada permaisuri Dewi sumayi, permaisuri May lien menyongsong dan memeluknya dengan erat.
"Selamat datang kakak Dewi, sebentar aku bawakan teh untuk mu"
Permaisuri May lien masuk kedalam dan tak lama kembali membawa nampan kecil berisi satu gelas keramik khas negeri tirai bambu.
"Silahkan di minum kakak Dewi, ada keperluan apa kakak Dewi mengunjungi May, jangan-jangan sudah kangen sama paduka Raja" permaisuri May lien bertanya sambil sedikit menggoda permaisuri Dewi sumayi.
Permaisuri May lien penasaran apa yang membuat permaisuri Dewi sumayi mengunjunginya, karena bila ada masalah pembangunan akademi ketabiban atau masalah pembangunan kediamannya akan mengutus salah satu bawahannya.
"Aku kemari ingin ceritakan sesuatu yang amat pribadi, bolehkah aku bicara di ruang pribadi adik May" permaisuri Dewi sumayi mengutarakan maksudnya.
"Ya boleh kakak ku, yu kedalam" permaisuri May lien beranjak sambil menarik tangan permaisuri Dewi sumayi.
"Adik May, aku ini sebenarnya aah tapi malu bicaranya" permaisuri Dewi sumayi berhenti bicaranya sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya
"Jangan ragu-ragu kakak nanti jadi penyesalan" permaisuri May lien memberi masukan.
"Baiklah tapi jangan di tertawa ya, Aku ini seneng banget nikah sama paduka Raja, tapi aku takut tidur bersamanya" permaisuri Dewi sumayi tertunduk malu.
Mendengar alasan permaisuri Dewi sumayi ini, hampir saja permaisuri May lien, tertawa geli lalu berujar.
__ADS_1
"Kakak Dewi jangan khawatir, orang yang kita cintai ini sangat bijaksana, katakan saja bila bila kau belum siap, apa perlu adik yang bicara pada paduka raja" permaisuri May lien menenangkan kegelisahan permaisuri Dewi sumayi.
Sebenarnya permaisuri Dewi sumayi, mempunyai trauma, sejak mengetahui sejarah tentang kejadian kelahirannya, bahwa dirinya anak yang tak di harapkan sang ibu.
Tapi ibundanya tetap merawat dan menyayangi dirinya, walau kadang kala ada sekilas sorot kecewa ketika memandang dirinya, sebelum menikah dengan panglima Shu khal, pria yang di cintai ibunya sejak muda.
"Mendengar nasihat adik May lien, saya jadi merasa tenang terima kasih adik May"
Permaisuri Dewi sumayi memeluk permaisuri May lien dengan penuh kegembiraan.
"Adik May lien, aku pamit maaf mengganggu istirahat adik, memeriksa pembangunan akademi ketabiban dan pembangunan kediaman adik kita laksanakan Minggu depan saja" permaisuri Dewi sumayi beranjak keluar di ikuti permaisuri May lien.
------_-------_------
Dua hari telah berlalu, pagi itu di kediaman sesepuh agung Khal San.
Aula keluarga utama sesepuh agung Khal San, pangeran Khal Shugal, ibu sesepuh Dewi Iswari, sesepuh agung Khal San, dan kedua pengantin baru, Raja muda Shun land dan permaisuri Sari Tungga Dewi, berkumpul pagi itu,
"Ayah mertua, ibunda mertua, kakang Khal Shugal, hari ini putra berpamitan tiga hari lagi akan mengembara hingga sampai ke daratan luas Dwipa, tidak di ketahui berapa lama aku akan bisa kembali, tapi aku akan segera cepat kembali bila urusan di sana selesai....
"Selain mengejar Maasiak otak pembunuhan ibu kameng, aku juga ingin mencari keberadaan kakak ku kakang Jaya Tirta dan Adik SHI maharati....
"Aku berharap kakang mendampingin permaisuri Sari Tungga Dewi, memimpin negri ini dengan baik....
"Untuk keamanan kerajaan permaisuri Sari, bisa berkerja sama dengan Paman Antaka ketua pasukan khusus senyap, yang aku buat untuk menyelesaikan, keamanan yang tidak bisa tersentuh hukum dan pasukan resmi, nanti paman Antaka yang akan menjelaskan, dan memberi laporan berkala kepada permaisuri Sari"
Raja muda Shun land memberitahukan dan meminta seluruh keluarga besar mertuanya ikut membantu permaisuri Sari Tungga Dewi, yang mengantikan kekuasan kerajaan nya, terutama keamanan dan kesejahteraan rakyat.
Pangeran Khal Shugal memberikan sebuah, keterangan yang di dapat dari klan Samosir,
"Paduka raja, saya mendapat keterangan dari pangeran Agam bahwa dia mempunyai adik angkat yang seumur dengan adik shi maharati, yang menurut ketua klan Samosir tuan Bungaran, dia mendapatkan putri Dewi langit, ketika dia keluar dari pulau Samosir.
Tuan Bungaran pada waktu itu sedang di jalan setapak dalam hutan ada angin topan dan menjatuhkan seorang anak perempuan.
Usianya sekitaran tujuh atau delapan tahun, anak itu di beri nama Dewi langit....
__ADS_1
"Paduka singgah lah ke sana. Saya masih ingat bukankah adik Shi maharati mempunyai tanda lahir yang sama dengan paduka"
"Terima kasih kakang Khal Shugal, saya akan ke sana, kalau benar seperti yang kakang katakan, kemungkin besar putri Dewi langit adalah Adik Shi maharati...
"Di daratan Dwiva juga banyak yang harus saya kerjakan, selain mengejar Maasiak"
Raja muda Shun land mengakhiri bicaranya.
"Paduka, bagai mana dengan Niraya Sura, kemarin waktu penobatan paduka, aku melihat anak buah Niraya Sura, ada di antara tamu kerajaan" pangeran Khal Shugal, memberi laporan, dia belum mengetahui tiga Dewi kematian telah bergabung ke barisan pasukan khusus senyap divisi pencari informasi.
"Itu jangan kakang pikiran, ketiga Dewi kematian yang di pimpin oleh Dewi lerna, telah menjadi bawahan Paman Antaka, pendekar tapak besi dan saudaranya pendekar tapak Bayu, dan satu lagi pendekar Badrowi bekas bawahan maasiak, telah bergabung....
Sekarang ini kekuatan kita di pasukan khusus senyap bisa menghancurkan satu kota dalam satu malam"
Jawab raja muda Shun land menenangkan pangeran Khal Shugal.
Raja muda Shun land berpamitan dan segera menuju kediaman tetua Sri khal.
Hari masih pagi Raja muda Shun land sampai di kediaman tetua Sri khal.
Di sana masih terlihat sepi hanya ada dua penjaga yang sepertinya baru berganti sip.
Pangeran melangkah dengan santai, di sambut dua penjaga dengan hormat dan sopan. Walau kediaman tetua Sri khal ini, sudah bagaikan rumah sendiri tapi raja muda tidak sekonyong-konyong langsung masuk.
Satu penjaga melapor kedalam dan keluar bersama panglima Shu khal.
"Ada tamu kehormatan Raja muda datang bertandang perlu di sambut dengan meriah"
Suara panglima Shu khal, sambil menyerang dengan jurus tendangan seribu bayangan.
...****************...
Maaf up nya tidak bisa di tentukan, tapi saya usahakan up setiap hari 2 chapter,
Terima kasih buat para sahabat yang telah mendukung dengan like komen dan vote, berkah selalu dan sehat selalu Aamiiin.
__ADS_1
SALAM NUSANTARA
SALAM GARUDA PERKASA