LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
409. Sang Garuda 10. Shun Land Sejati.


__ADS_3

Berhentinya kalimat dari sang Akal keempat wujud itu masuk kedalam Shun Land, setelah mereka berempat lenyap dari dalam tubuh Shun Land sebuah sinar putih sebesar kepalan tangan keluar dari tengah dada Shun Land.


Lalu sinar putih itu melayang di hadapan Shun Land perlahan tapi pasti sinar putih itu membentuk sebuah wujud sama persis dengan diri Shun Land pribadi.


Semuanya sama persis seperti diri Shun Land hanya satu perbedaannya Shun Land sejati di kelilingi cahaya tipis keemasan. Sosok Shun Land Sejati pun lalu berkata.


"Bertanya lah pada ku, aku akan menjawab dengan benar dengan kebenaran yang sejati".


Shun Land langsung bertanya. "Siapakah sejatinya Sang Maha Pencipta alam semesta ini yang mempunyai Maha kehendak".


Pertanyaan Shun Land sangat singkat, lalu di jawab oleh Shun Land Sejati dengan kalimat yang sangat singkat tapi penuh penuh dengan penjabaran yang sangat luas.


"Jawaban ini ada dalam kalimat falsafah ini, Apabila manusia mengenal dirinya maka manusia itu mengenal sang Maha Pencipta".


Berbagai dialog terjadi di sini tetapi semuanya tidak bisa tertulis karena kebenaran sejati tidak ada satu penapun dapat menuliskannya, atau melukiskannya.


________________


Sementara itu di ruang kamar pribadi raja permaisuri Sari Tungga Dewi dan Sang ratu Galuh Sindula Atau Dewi Lasmini telah datang, tetapi permaisuri Sari Tungga Dewi tidak bisa berbuat apa-apa.


Sementara semua sedang kebingungan di hadapkan fenomena seperti Ratu Galuh Sindula mendekati jasad Shun Land terlihat wajah Shun Land tersenyum terlihat sangat bahagia dalam tidurnya.

__ADS_1


Di depan ruangan utama istana raja Rijang Renah Selawi menyambut tamu-tamu undangan mereka di hidangkan berbagai macam jenis masakan istimewa, tetapi setelah sekian lama Raja baru prabu Jaya Sempurna belum keluar banyak dari mereka yang bertanya pada Raja Rijang Renah Selawi, mengapa menantunya belum juga keluar.


Di sini raja Rijang Renah Selawi membuat alasan Bahwa Shun Land sejak tadi malam sedang bermeditasi tidak ada yang berani mengganggunya, tetapi banyak dari mereka yang sangat kecewa.


Di gerbang luar istana kerajaan 89 orang yang berpakaian pendekar menemui penjaga dengan sopan kepala orang tersebut berkata pada prajurit penjaga sambil menyodorkan sebuah lencana kerajaan Galuh Sindula.


"Tuan penjaga saya di undang oleh sang Prabu Jaya Sempurna untuk menemuinya di istana Rijang Renah Selawi ini". Prajurit penjaga gerbang luar istana menerima lencana tersebut namun Prajurit itu tidak langsung memberikan izin masuk tetapi menunggu dirinya yang akan melapor dulu pada Raja Rijang Renah Selawi karena Prabu Jaya Sempurna belum bangun.


"Maaf tuan pendekar semua saya tidak bisa langsung memberikan izin masuk sebelum ada izin langsung dari sang prabu Jaya Sempurna, mohon tunggu di sini dulu saya kan segera melapor dan segera kembali". Sesudah berkata prajurit penjaga gerbang itu beranjak masuk ke dalam istana.


"Paduka Raja di gerbang ada sekelompok pendekar berjumlah banyak menurut perkataan mereka, mereka di undang oleh sang Prabu Jaya Sempurna ke sini"


Prajurit penjaga memberi laporan pada paduka raja Rijang Renah Selawi sambil memberikan lencana kerajaan Galuh Sindula.


"Kau diam dulu di sini....." Raja Rijang Renah Selawi memanggil salah satu pelayan lalu meneruskan bicaranya, "pelayan tolong panggilkan permaisuri Sari Tungga Dewi kesini ada yang ingin bertemu".


Pelayan itu segera berjalan menuju ke ruang kamar pribadi raja setelah mengetuk dan suruh masuk pelayanan itu lalu menghadap putri Serindang bulan.


"Putri paduka raja mengutus saya untuk memanggil permaisuri Sari Tungga Dewi untuk Menemui paduka raja di ruang utama istana". Pelayan itu memberi laporan. Permaisuri Sari Tungga Dewi yang mendengar pelayan itu memberi laporan segera menjawab.


"Adik putri saya telah mendengar, adik putri sebaiknya ikut kakak ke Ruang utama istana menemani kakak untuk menyambut para tamu undangan istana biarkan Adik permaisuri Dewi Sumayi dan adik permaisuri May Lien yang menjaga sang prabu di sini".

__ADS_1


"Baik kakak permaisuri" putri Serindang Bulan menjawab singkat tetapi sebelum berangkat Boma berkata dengan gembira, "Mengapa kita melupakan sesuatu yang penting, yaaah mungkin satu-satunya yang bisa membuat Adik ku bangun adalah burung emprit itu, mengapa aku berpikir dari awal". Tanpa berkata apa-apa lagi Boma langsung berdiri dan keluar dari ruang kamar pribadi raja.


Semua pandangan mata mengantar Boma pergi di hati mereka masing-masing berkata "iya yaaah betul kata kak Boma". Permaisuri Sari Tungga Dewi keluar bersama putri Serindang Bulan untuk menemui raja Rijang Renah Selawi.


Sesampainya di rumah utama istana langsung menemui raja Rijang Renah Selawi, "Paduka ada keperluan apa paduka memanggil saya". Permaisuri Sari Tungga Dewi langsung bertanya pada pokok persoalan.


"Permaisuri prajurit penjaga gerbang istana melaporkan ada sekelompok pendekar berjumlah banyak ingin menemui Prabu Jaya Sempurna, saya merasa ini adalah sesuatu yang besar sedangkan Prabu Jaya Sempurna masih dalam keadaan tertidur tak bisa di bangunkan, sebaiknya permaisuri segera menemuinya di depan gerbang, memastikan kelompok pendekar tidak berbohong". Paduka raja Rijang Renah Selawi berkata sambil berikan lencana yang di berikan prajurit penjaga.


Sebelum permaisuri Sari Tungga Dewi bicara paduka raja Rijang Renah Selawi melanjutkan bicaranya. "Permaisuri Sari saya ini sudah tua dan tahta sudah saya berikan pada menantu saya untuk sementara masalah kerajaan saya pasrahkan pada Permaisuri Saya ingin beristirahat, Putri ku Serindang Bulan dampingi permaisuri Sari Tungga Dewi dan perhatikan oleh mu sebagai pelajaran untuk memahami persoalan-persoalan besar kerajaan".


Sebelum pergi raja Rijang Renah Selawi memberikan nasihat pada putrinya. Permaisuri Sari Tungga Dewi dengan sekali melihat bisa mengenali lencana satu-satunya milik suaminya dengan cepat menyimpulkan bahwa yang di luar adalah para pendekar yang mempunyai peranan penting dalam rencana Suaminya ini.


"Prajurit penjaga tolong suruh masuk semua pendekar itu dan bawa langsung ke ruangan tamu istana di sana saya akan menemuinya". Dengan tegas permaisuri Sari Tungga Dewi memberi perintah. Tanpa di perintah dua kali prajurit penjaga gerbang luar langsung bergegas untuk melaksanakan perintah.


"Putri kakak akan menemui para pendekar yang di undang sang Prabu, putri tetap di sini duduk di singgasana untuk menerima ucapan selamat dan menjumpai seluruh tamu undangan istana". Permaisuri Sari Tungga Dewi membagi tugas.


"Baik kakak Sari, tapi bagai mana kakang Jaya apakah akan bangun lagi ata...u". Putri Serindang bulan tidak meneruskan bicaranya tetapi memeluk permaisuri Sari Tungga Dewi mengeluarkan kekhawatirannya sambil terisak kecil karena banyak yang melihatnya.


"Adik Putri tahan emosi kita jangan biarkan keadaan diri kita sebenarnya di depan umum karena kita adalah figur rakyat banyak". Permaisuri Sari Tungga Dewi memberikan nasehat. Mendengar nasihat ini, putri Serindang Bulan tersadar bahwa dirinya berada di hadapan publik segera membersihkan airnya dengan pura-pura membetulkan riasan wajahnya.


Prajurit penjaga gerbang setelah berhadapan dengan para pendekar langsung bicara. "Tuan pendekar semua silahkan masuk dan ikuti saya, saya akan mengantar tuan pendekar pada Permaisuri pertama prabu Jaya Sempurna".

__ADS_1


Prajurit penjaga gerbang luar istana berjalan melalu jalan melingkar menuju ruang tamu khusus di samping istana.


________*****________


__ADS_2