LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
276. Jaya Sempurna 9. singgah di pedukuhan Tarikolot perguruan Cimande.


__ADS_3

Shun Land dan Lasmini melambatkan jalan kudanya setelah memasuki gerbang pedukuhan Tarikolot yang terbuat bambu yang di ikat.


Shun Land sedang kebingungan akan bermalam di mana pas ada seseorang yang berjalan memasuki pedukuhan dengan berjalan kaki sepertinya dia habis ke kota atau pulang merantau mencari nafkah untuk keluarga.


Shun Land segera turun dari kudanya tidak sopan bertanya sambil duduk di atas kuda sedangkan orang yang di tanya berjalan kaki.


"Maaf paman mengganggu perjalanan paman bolehkah saya bertanya sedikit pada paman". Shun Land menyapa berbasa-basi.


Orang itu berhenti dan menjawab dengan sopan. "Silahkan tuan pendekar".


"Paman saya ini seorang pengembara kemalaman di pedukuhan ini, bisakah paman menunjukan penginapan atau rumah yang di sewakan untuk bermalam barang semalam".


Shun Land menjelaskan keperluannya kepada si paman itu. "Sepertinya kalau penginapan tidak ada tapi kalau untuk bermalam musafir atau pengembara yang butuh tempat bermalam biasanya di rumah ketua perguruan di sana di siapkan ruangan khusus para tamu pedukuhan".


Si paman itu memberikan keterangan dengan jelas. "Di mana paman rumahnya". Shun Land lanjut bertanya.


"Tuan pendekar silahkan ikuti saya biar saya tunjukkan Rumah ketua perguruan Cimande Ki Aria Natanagara kebetulan rumahnya di kelewatan, saya rasa Ki Aria Natanagara mengizinkan beliau orangnya baik banget".


Shun Land berjalan mengikuti si paman dengan menuntun kudanya Lasmini pun turun dari kudanya ikut berjalan kaki, Lasmini merasa tidak sopan suaminya berjalan kaki sedangkan dirinya menunggang kuda.


Shun Land dalam hatinya sedikit ada rasa khawatirnya Ki Aria Natanagara mengenalinya, namun keberadaan Istri barunya Lasmini menjadi senjata pembelaan bahwa dia bukan Shun Land.


Yang menjadi alasan kuat keyakinan Shun Land Ki Aria Natanagara tidak akan curiga adalah aura di tubuhnya sekarang bisa berubah bagai dirinya mau.


Andai Shun Land aura tubuhnya aura api seperti dulu dirinya tidak akan bisa mengelak, tetapi sekarang Shun Land bisa merubah aura tubuhnya menjadi aura air, angin ataupun bumi.


Lamunan Shun Land buyar Mendengar suara si paman yang mengantar. "Nak pendekar tunggu di sini saya akan mengetuk pintu menemui sepuh Ki Aria Natanagara".


Si paman meletakan barang bawaannya berjalan ke arah pintu Shun Land dan Lasmini menambatkan kudanya di depan pendopo menunggu si paman menemui sepuh Ki Aria Natanagara.


Tidak lama berselang si paman berjalan menghampiri bersama Ki Aria Natanagara.


Mata sepuh Ki Aria Natanagara menatap tajam ke arah sulan secara teliti tetapi setelah dekat menarik nafas panjang.

__ADS_1


Ketika pertama melihat hati sepuh Ki Aria Natanagara gembira dirinya sangat mengenal pengawakan Shun Land tetapi setelah dekat sepuh Ki Aria Natanagara merasa kecewa karena aura yang berbeda, penampilan dan wanita yang menemaninya mengadakan seratus persen bukan Raja kerajaan Tarumanegara.


"Selamat malam sepuh maaf menganggu peristirahatan sepuh kenalkan Nama saya Jaya lebih lengkapnya Jaya Sempurna dan ini istri saya Lasmini. Kedatangan saya ingin memohon kerendahan hati sepuh menumpang bermalam, dan maaf sepuh kenapa sepuh menatap saya sedemikian rupa perasaan saya kita baru bertemu". Shun Land mendahului bicara dengan gaya bicara yang berbeda.


"Selamat malam juga, dengan senang hati silahkan Nak mas Jaya bermalam memang saya menyiapkan ruangan untuk para musafir yang kemalaman,....


,....maafkan mata tua ini tadi saya rasa nak mas adalah orang yang sangat saya kenal ternyata hanya sangat mirip kenalkan saya Aria Natanagara orang menyebut saya ketua perguruan Cimande, padahal hanya kelompok kecil latihan ilmu Kanuragan bersama".


Sepuh Ki Aria Natanagara menjawab dan merendahkan diri tidak sedikitpun terlihat rasa tinggi hati atau pun sombong.


Si paman berpamitan Shun Land merogoh sakunya memberikan beberapa keping uang emas tanda terima kasih pertama menolaknya setelah Shun Land memaksa dan sepuh Ki Aria Natanagara menyuruh menerimanya.


Si paman mengalah dengan rasa gembira upah merantau beberapa bulan tidak sebanding uang pemberian Shun Land.


Shun Land dan Lasmini di antar ke sebuah ruangan di sana ada dua buah kamar, sepuh Ki Aria Natanagara mempersilahkan satu kamar untuk di pakai mereka. Sepuh Ki Aria Natanagara pun memberitahu tempat mandi.


Shun Land dan Lasmini memberikan diri, setelah mengganti pakaian Shun Land memilih beristirahat di dalam kamar. Shun Land berniat tidak ingin banyak bicara bersama sepuh Ki Aria Natanagara takut salah bicara.


Shun Land duduk bersandar Lasmini di sisinya menyandarkan kepalanya ke bahunya. Mata Shun Land memandang kepala Lasmini di bahu kirinya angannya melayang teringat kalimat terakhir ucapan sang guru Batiniahnya Sanghyang Triloka.


"Apa Lasmini yang di maksud eyang Triloka, ada seorang yang akan mengikuti ku eyang menyuruh ku menerimanya".


Shun Land terhenyak dari duduknya setelah menyadarinya semuanya hampir saja dia membuat keputusan yang salah, Selian itu Shun Land merasa takjub dengan guru Batiniahnya dia seolah-olah mengetahui kejadian di masa depan.


Lasmini terkaget dan bertanya. "Ada apa kakang". Lasmini memandang ke wajah Shun Land dari jarak yang sangat dekat.


"Tidak ada apa-apa hanya teringat 3 orang yang menghadang kita". Shun Land memasang wajah lucu mengelabuhi istrinya.


Terdengar ada yang mengetuk pintu Shun Land segera beranjak membuka pintu.


Murid sepuh Ki Aria Natanagara terbengong melihat Shun Land walau pun sudah di beritahu tetap saja melihat langsung kemiripan pendekar ini Danur terkesima.


"Ada apa kang" Shun Land menyadarkan Danur yang terkesima.

__ADS_1


"Adik pendekar di undang sepuh Ki Aria Natanagara untuk makan bersama". Setelah menyampaikan perintah gurunya Danur berjalan menuju pendopo utama.


Shun Land dan Lasmini mengikuti Danur sesampainya di pendopo Shun Land melihat ada banyak murid yang berlatih di halaman samping pendopo.


Di tengah pendoponya sudah tertata makan malam sepuh Ki Aria Natanagara sudah duduk bersila di sana juga ada Praja dan Suteja murid sepuh Ki Aria Natanagara.


Praja dan Suteja memandang Shun Land dengan teliti tetapi Shun Land tidak merespon pura-pura tidak tahu malah sebelum duduk mengukur tangan sambil mengalirkan kekuatan air sambil mengenalkan diri.


"Kenalkan saya Jaya Sempurna dan ini istri saya Lasmini".


Tangan Shun Land bersalaman dengan Danur, Praja dan Suteja mereka merasakan dingin sampai menusuk ke tulang.


"Bukan Raja Shun Land memiliki kekuatan api sedangkan ini kekuatan air" mereka yang sudah mengenal Shun Land ketika ikut bersama gurunya, aura dingin yang mereka rasakan mematahkan dugaan mereka semua.


Shun Land dan Lasmini makan dengan lahap tanpa malu-malu Shun Land mengaku berasal dari dataran Swarna bumi sedang berngembara menjelajahi Sunda Dwiva.


Shun Land mendengarkan obrolan sepuh Ki Aria Natanagara dengan ketiga muridnya yang menceritakan kemunculan kembali perguruan pedang setan dan beberapa perguruan lainnya.


Di sini pun Shun Land mendapat informasi kematian ketua perguruan Macan putih Ki Wirantaka di bunuh dengan mudah oleh pendekar pedang setan Dewi Andita.


Kemunculan perguruan pedang setan kali ini menggegerkan dunia persilatan alasanya ilmu Kanuragan murid-murid perguruan itu berkembang dengan pesat apalagi ketua perguruan pendekar pedang setan Dewi Andita.


Ini terbukti Dewi Andita dapat membunuh Ki Wirantaka dengan satu gerakan Dewi Andita memotong tubuh Ki Wirantaka menjadi dua.


Sepuh Ki Aria Natanagara pun memberi wejangan kepada ketiga muridnya tertuanya untuk lebih hati-hati bila sedang di luar perguruan.


Dunia persilatan saat ini sedang menggeliat penuh kekacauan perguruan-perguruan golongan hitam bangkit kembali yang kuat mencaplok yang kecil.


Perguruan pedang setan mengembangkan kekuatannya menaklukan perguruan-perguruan kecil bila ada yang melawan di bantai secara sadis.


Shun Land menjadi tahu gambaran dunia persilatan saat ini setelah mendengarkan obrolan sepuh Ki Aria Natanagara dengan muridnya.


Shun Land tidak menyangka kepergiannya dalam setahun membuat efek yang luar biasa di dunia persilatan.

__ADS_1


Kualisi dunia persilatan sekarang hanya tinggal 4 perguruan satu perguruan Cimande, perguruan Ciomas dan perguruan Osing di timur daratan luas Sunda Dwiva. Itupun sudah putus komunikasi dan yang ke empat perguruan milik leluhurnya perguruan Hajah Mungkur yang di pimpin leluhur Ki Bagus Atma.


------------&&&&-----------


__ADS_2