
Niraya Sura penuh dengan kegembiraan rencananya yang selama ini dia susun untuk menjebak para pendekar dari perguruan aliran putih berhasil dengan sangat gemilang.
"Aku memberikan pada kalian dua pilihan yang pertama bergabung dengan ku dan melakukan sumpah darah setia kepada ku, pilihan yang kedua kalian akan ku musnahkan hahahaha".
Niraya Sura tertawa terbahak merasa kemenangan sudah dalam genggamannya.
Sementara itu di luar dinding arena kompetisi pendekar muda persilatan Kama Deva berkata pada bawahannya. "Kita menyingkir dari sini, kita melihat dari jauh saja".
"Ooh rupanya selama ini kau bersembunyi di sini Maasiak !!!, tapi ku pastikan untuk kali ini kau tidak akan bisa lolos lagi !!!"
Shun land berkata sambil melangkah ke depan dia tenang tidak ada sedikitpun rasa takut terlihat di mimik wajahnya padahal saat ini dia dan rombongan telah di kelilingi ratusan tentara yang lengkap dengan pakaian perang, senjata dan tameng.
Jumlah prajurit yang berasal dari para murid perguruan gelap ngampar dan perguruan sekutu lainnya di ubah oleh Niraya Sura menjadi prajurit handal, dia meniru cara dan strategi Kama Deva dalam melatih prajurit.
Jumlah prajurit Niraya Sura ini jumlah totalnya seribu lebih bila di hitung keseluruhan.
Sebelum berkata lebih lanjut, Shun land berbalik ke arah rombongan yang di pimpinnya lantas berkata dengan suara Sedikit keras dan tegas.
"Kalian boleh memilih apakah tetap berjuang bersama ku atau kalian memilih untuk menyerah pada musuh agar nyawa kalian selamat, aku tidak melarang terhadap pilihan kalian, bila memilih menyerah silahkan berjalan ke depan dan bergabung dengan mereka, tapi bila memilih berjuang bersama ku kalian tetaplah berada di belakangku ".
"Lebih baik mati dari pada harus hidup bergelimang dengan dosa dan mengkhianati sesama mahluk ciptaan sang maha Pencipta". Wirantaka berkata tanpa keraguan.
"Maju terus pantang muduuur..... !!!"
Semua menjawab dengan serempak.
Shun land bertepuk tangan dengan keras tiga kali berjalan ke depan sambil berkata dengan nada penuh wibawa.
"Niraya Sura kau merasa sudah sangat pintar dan memandang musuh mu itu orang dungu kau salah besar, kau ini bagai katak dalam sumur merasa udara itu sangat luas padahal hanya selebar sumur, lihatlah sekeliling mu !!!.....
__ADS_1
Kau sungguh merasa pintar padahal kau sungguh sangat bodoh keluarlah kalian terima kasih atas kegigihan kalian".
Shun land mengakhiri bicaranya saat itu juga dua orang dari belakang juragan Upiak arai melompat ke depan dan berdiri di belakang Shun land.
Niraya Sura melirik ke kanan atas terlihat di atas dinding tiga lapis pasukan panah menodongkan panah tertuju ke pasukannya, pandangan Niraya Sura menyapu mengikuti keliling dinding sampai hingga sampai lagi ke tempat pertama di lihatnya.
Dari atas pohon yang tinggi dari jarak yang cukup jauh tapi masih bisa melihat ke dalam arena pertarungan kompetisi pendekar muda persilatan, Kama Deva melihat kejadian tersebut hatinya bergumam.
"Sungguh sangat pintar pemilik tubuh empat lintang kelima pancer ini, aku harus lebih hati-hati strategi perangnya sungguh di luar dugaan ku".
Hati yang paling dalam Kama Deva mengakui kepintaran Shun land dalam menyusun serangan tanpa di duga sedikit pun oleh musuh bahkan dirinya yang ahli strategi perang di darat tidak bisa menebak langkah Shun land.
Mental Kama Deva sedikit surut untuk menghadapi Shun land secara langsung.
"Niraya Sura di mata panah padukan ku telah di olesi racun kalajengking merah dari gurun pasir belahan dunia lain racunnya lebih kuat sepuluh kali dari racun nenek peot yang di taruh di minum kami,...
kau para pasukan Niraya Sura menyerah lah aku yakin majikan mu tidak perduli dengan nyawa kalian apa lagi keluarga kalian bagai mana dengan nasib mereka bila kalian mati".
Nyata saja di mulai dari garis belakang mereka melempar senjata seraya berujar.
"Saya menyerah". Pertama satu orang lalu menjadi dua orang lalu empat orang akhirnya separuh lebih pasukan Niraya Sura melemparkan senjatanya lalu minggir ke tepi dinding arena kompetisi pendekar muda persilatan.
Niraya Sura semakin panik dia sadar bagai mana pun tingginya ilmu Kanuragan kalau melawan jumlah yang besar akan kalah juga karena tenaga dalam lama-lama habis bila di gunakan dalam jangka waktu panjang.
Apa lagi di antara musuh ada yang seimbang kekuatan tenaga dalamnya, keberanian Niraya Sura hilang sifat pengecutnya muncul.
Niraya Sura mengeluarkan seluruh kekuatan tenaga dalam dengan cepat meraih juragan Upiak arai tanpa di duga dia melemparkan tubuh juragan Upiak arai ke arah Shun land, sambil berkata keras.
"Dia lah bapak yang membunuh ibu mu".
__ADS_1
Hampir bersamaan tubuh Niraya Sura melesat keluar dengan sangat cepat para prajurit pemanah yang berdiri di dinding tidak dapat mencegah Niraya Sura kabur.
Sambil menangkap juragan Upiak arai Shun land berteriak,... "Paman Antaka, Niraya Sura bagian mu biarkan yang di sini aku yang mengurusnya".
Ki Saron ketua perguruan gelap ngampar, Nyai Andita si pedang setan, Ki Arya Teja di badak liar, Ki Kartolo si golok iblis saling pandang pimpinan yang mereka banggakan ternyata seorang pengecut dan berjiwa penghianat,..
Orang yang sangat setia padanya bertahun-tahun di korbankan demi untuk keselamatan dirinya sendiri.
Tubuh Shun land melesat cepat ke hadapan Maasiak, Maasiak yang merasa terancam segera mengeluarkan pedangnya lalu menyerang dengan kekuatan penuh.
Kekuatan tenaga dalam Maasiak termasuk tinggi dua belas ribu lingkaran tapi itu bukan tandingan Shun land yang telah mencapai dua puluh lima ribu lingkaran.
Mendapatkan serangan menyilang dari pedang Maasiak tubuh Shun land seakan berpindah ke samping Maasiak tiga totokan bersarang di tubuh Maasiak hingga tubuh itu menjadi kaku seketika.
Dengan tanpa ragu-ragu Shun land menghancurkan titik pital di tubuh Maasiak hingga seluruh ilmu Kanuragan Maasiak musnah karena dia sudah tidak bisa lagi menghimpun tenaga dalam.
"Kau berubah jadi apa pun aku mengenalmu, aku sudah berjanji akan menyerahkan mu pada kakak angkat ku dan dia yang akan menghukum mu, kalau tidak kau sudah ku bakar hidup-hidup". Shun land berkata dengan menahan amarah yang memenuhi seluruh pikirannya.
Ketika Shun land melesat mendekati Maasiak, Nyai Andita si pedang setan dan Pendekar Badak liar mendorong tubuh Ki Saron dan Ki Kartolo ke arah Aria natanagara dan yang lainya.
Sedangkan Nyai Andita si pedang setan dan Arya Teja di badak liar melesat kabur kearah berlawanan kaburnya Niraya Sura.
Yang ada di sana tidak ada bisa mencegah Nyai Andita si pedang setan dan Ki Arya Teja di badak liar lari dari arena kompetisi pendekar muda persilatan.
Ki Kartolo si golok iblis dari Ki Saron si gelap ngampar tubuh terlempar ke depan Ki Aria natanagara di sambut dengan sebuah pukulan yang sangat keras tanpa bisa menghindar hanya bisa membuat tameng dengan kekuatan tenaga dalam.
Tapi itu tidak ada artinya karena kekuatan Aria natanagara hampir setinggi leluhur Ki Srengga, tameng tenaga dalam itu hanya mengurangi efek luka dalam yang sedikit berkurang.
Keduanya berlutut di hadapan Ki Aria natanagara dan yang lainnya.
__ADS_1
---------------------*****-------------------