
Kepala pedukuhan Cikawung menghampiri Shun Land di depan warung lalu duduk di sampingnya "Nak mas kalau boleh tahu sebenarnya apa penyakit neng Lasmini".
Shun Land tidak langsung menjawab dia berpikir jawaban yang tepat setelah agak lama Shun Land menjawab.
"Sebenarnya neng Lasmini terkena Tenung wisa(bisa) raja yang biasanya di masukan melalui air yang di minum ataupun yang untuk mandi". Akhirnya Shun Land berkata sepengetahuannya.
"Nak mas bolehkah saya mengetahui nama nak mas dan saya berharap nak mas tinggal satu atau dua hari di sini biar masalah kebutuhan saya yang menanggung dan nak mas menginap di kediaman saya".
Kepala pedukuhan Cikawung mengharapkan Shun Land untuk singgah beberapa hari sepertinya kepala pedukuhan Harja memiliki maksud tertentu.
Sebelum Shun Land pertanyaan kepala pedukuhan Bi Marni keluar untuk melayani pembeli yang akan membayar makanan ada empat orang selain Shun Land dan kepala pedukuhan.
Shun Land pun ikut merogoh sakunya niatnya akan membayar makan yang dia pesan. Tetapi bi Marni menolaknya sambil berkata.
"Nak mas jangan membayar berkat nak mas anak saya sembuh bahkan sekarang sedang makan dengan lahap, dan tolong nak mas menginaplah satu atau dua hari berikan waktu buat bibi untuk berterima kasih saya mohon".
Bi Lasmini mengacungkan sembah memohon Shun Land untuk singgah beberapa hari entah apa yang di rencanakan untuk berterima kasih pada Shun Land, sontak saja ucapan ini di timpali kepala pedukuhan.
"Tuh apa kata paman sebaiknya nak mas singgah dulu beberapa hari di sini".
"Baik bibi tapi saya tidak akan menginap di sini takut terjadi fitnah karena di sini tidak ada laki-laki saya akan menginap di rumah paman". Akhirnya Shun Land mengalah tidak ada salahnya di singgah dengan harapan dapat informasi pembunuh sang guru. Karena di sini para pembunuh itu meletakkan jasad tanpa tubuh leluhur Ki Srengga.
---------------
Di sisi lain leluhur Ki Bagus Atma dan para ketua perguruan lainnya setelah mendapatkan permintaan tolong Shun Land untuk ikut menjaga keluarga besar istana Sunda pura. Mereka semua tinggal di istana tetapi setelah 4 bulan tidak ada ancaman mereka kembali ke perguruan masing-masing.
Mereka mempunyai kesibukan sebagai ketua perguruan yang tidak bisa di wakilkan sedangkan sekarang ini hampir semua perguruan baru berbenah diri dari peristiwa prahara yang di perbuat Mara Deva dan pengikutnya.
Di perguruan Gajah Mungkur di kaki gunung Pulosari leluhur Ki Bagus Atma sedang bicara dengan Ratu Shi khal di sana juga ada perdana menteri Jhasun dan tetua agung Khalma Jaya.
"Leluhur saya khawatir dengan kondisi Shun Land yang sedang berlatih dan bersemedi di kawah gunung Krakatau sudah hampir setahun tidak ada kabar dan berita saya mohon leluhur untuk memeriksanya kare hanya leluhur yang mampu sampai ke puncak Krakatau".
__ADS_1
Sang Ratu Shi khal memohon pada leluhur Ki Bagus Atma ini adalah naluri seorang ibu mengkhawatirkan anaknya.
"Baik lah nanti lusa aku akan menjenguk ke tempat latihan anak walaupun aku sendiri mempunyai keyakinan bahwa anak mu itu dalam keadaan baik-baik saja". Akhirnya leluhur Ki Bagus Atma mengalah karena rengekan cicitnya.
-------------
Untuk Sekarang ini seluruh wilayah kerajaan yang bernaung di bawah kekuasaan Shun Land menjadi tidak terkendali desas-desus menghilangnya Shun Land tidak berselang lama terbunuhnya gurunya.
Membuat para pendekar golongan hitam mempunyai pendapat bahwa Shun Land pun mempunyai nasib sama dengan gurunya terbunuh oleh pembuluh bayaran seperti gurunya.
Akhirnya aliran hitam yang tidak berani keluar dari sarangnya sekarang melakukan kebiasaan lamanya menindas dan mengambil dari yang lemah.
Pasukan khusus senyap yang sekarang ini di pimpin oleh Ki Bajul pakel sangat kerepotan, hingga panglima Ki Bajul pakel memutuskan untuk mengkhususkan keamanan wilayah istana.
Satu-satunya pasukan yang tidak mempunyai dampak adalah pasukan Naga Biru yang di pimpin panglima Tarpa.
--------------
Dia pun sekarang ini sudah masuk lebih dalam ke perangkap Mara Deva satu atau dua tahun lagi Shan land menguasai dasar ajian Rawarontek.
Pancasiksa memang mengatur semua ini untuk menjerat Shan land masuk menjadi bagian muridnya, pemikiran Pancasiksa sangat sederhana tidak ada yang menyamai Shun Land kecuali saudara sedarahnya.
Pemikiran sederhana Pancasiksa memang tidak salah hanya beberapa bulan saja di latih olahnya Shan land mempunyai kemajuan yang pesat.
Ajian Rawarontek yang mempunyai dasar dari aji Saipi dengan mudah di pahami dan di kuasai oleh Shan land, dalam mengolah tenaga dalam pun Shan land tidak jauh berbeda dengan Shun Land adiknya, hanya perbedaannya Shun Land di berkahi tubuh 4 bintang ke5 pancer sedangkan Shan land sang kakak tidak.
Tetapi dari segala segi 2 bersaudara ini mempunyai bakat dan kecerdasan yang luar biasa.
Shan land terlena akan kekuatan dan kekuasaan dia belum menyadari bahwa pataka akan mengikuti untuk dirinya dan anak keturunannya dengan mempelajari ilmu ajian Rawarontek yang menentang kodrat alam semesta.
----------------
__ADS_1
Di kaki gunung ceremai perguruan pedang setan yang tadinya tertutup sudah satu bulan lebih buka kembali perkembangan ilmu Kanuragan berkembang pesat setelah di beri kitab ilmu Saipi Angin.
Pendekar pedang setan nyai Andita yang mempunyai ilmu pedang jurus pedang setan dan senjata jarum beracun raja kala semakin mengerikan setelah mempelajari ilmu ajian Saipi Angin.
Dalam ketekunan berlatih Dewi Andita si pedang setan dalam hati kecilnya tetap menyimpan dendam pada Wirantaka ketua perguruan Macan putih dari lembah bengawan solo.
Api dendam masa muda Dewi Andita pada Wirantaka, dendam makin membara Ketika dirinya di permalukan oleh pendekar muda Shun Land.
Pertarungan dengan Shun Land di sebabkan Wirantaka menurut Dewi Andita ketika akan mengunjungi perguruan Gelap ngampar di gua Pawon. (Lihat chapter 156-158).
Tekadnya untuk membalas dendam membuat latihan secara ekstrim pun di lakukan oleh Dewi Andita di gabungan ilmu Saipi angin dengan jurus pedang setan di tambah senjata jarum beracun raja kala hasilnya sangat mengerikan.
Dewi Andita si pedang setan tidak menyadari bahwa dirinya dan perguruannya sedang di manfaatkan oleh Asvaghosa untuk persembunyiannya.
Asvaghosa setelah membunuh leluhur Ki Srengga dan Antaka melalui pembuluh bayaran kelas tinggi dengan julukan pendekar tiga raja kematian Kala Durga, Dewi Sukma dan Dewi angin-angin di bantu dua pendekar topeng hitam dan pendekar Tanpa wujud.
Asvaghosa hatinya sangat gembira bisa memberi pukulan telak pada Shun Land setelah dia bersembunyi di perguruan pedang setan.
Asvaghosa di tugaskan ayahnya Mara Deva untuk mengacau di dataran luas Dwiva mengalihkan perhatian Shun Land setelah pulih kekuatannya mereka akan muncul ke permukaan.
---------------------
"Ooh iya paman bibi Nama saya Jaya saya sampai lupa memperkenalkan diri". Shun Land berkata sambil sedikit malu.
"Mari nak Jaya ke kediaman saya mungkin nak Jaya ingin segera istirahat habis berjalan jauh". Kepala pedukuhan beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke kediamannya di ikuti Shun Land.
"Tidak menyangka anak masih muda bisa menyembuhkan penyakit anaknya Marni yang sudah menunggu waktu, Marni pemuda itu jadikan menantu saja...". Salah seorang pelanggan memuji Shun Land di akhir menggoda bi Marni.
"Dasar bandot tua, mana mau pendekar tampan menjadi menantu ku yang miskin ini". Bi Marni menjawab sekenanya sambil membereskan bekas makan dan minum para pelanggan.
---------&&&&--------
__ADS_1
Jangan lupa sahabat NT jaga kesehatan dengan makan dan minuman sehat dan istirahat yang cukup.....