LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
211. Bertemu musuh lama di daratan luas Swarnabumi.


__ADS_3

Pendekar tapak sakti kaget jantungnya berdebar keras tidak menyangka akan bertemu musuh bebuyutannya sekaligus musuh menghantui hidupnya, karena selama ini belum ada yang membuat dirinya terluka parah kecuali Shun land.


Pendekar Tapak sakti dari gunung pamaton dari Nusa kencana segera menguasai dirinya, dia menguatkan mentalnya dengan berasumsi bahwa dia bisa mengalahkan Shun land kali ini.


Rasa percaya diri Pendekar Tapak Sakti pulih lagi setelah mengingat bahwa dia telah mempelajari kitab ilmu saipi angin pemberian Kama Deva, selain itu dia juga tidak merasakan Aura yang besar dari tubuh Shun land.


Hingga pendekar Tapak Sakti menduga bahwa ilmu Kanuragan Shun land tidak berkembang.


"Bocah arogan lagi-lagi kau yang selalu menganggu ketenangan ku, tapi untuk kali ini keberuntungan mu telah berakhir, aku akan menyiksa diri mu sebelum menghabisi mu, ada baiknya juga kau datang ke daratan Swarnabumi ini, aku tidak perlu repot-repot harus mencari mu untuk membalas dendam kematian murid ku Tapak Geni".


Pendekar Tapak Sakti bicara dengan angkuh dan begitu sombong.


Pendekar Tapak Sakti menoleh ke belakang sambil bicara dan memberi kode pada anak buahnya.


"Mundurlah kalian Raja Tarumanegara bukan tandingan kalian, biarkan aku mengukir sejarah dapat membunuh Raja muda ini".


Setelah itu pendekar Tapak Sakti memasang kuda-kuda dia mempersiapkan jurus tapak Geni tingkat akhir.


Di balik jendela kedai makan Saloka putri Serindang bulan, dan kedua pengawal terperanjat ternyata orang yang selama ini bersamanya adalah Raja muda yang selama ini ingin dia temui.


Para penduduk pelabuhan Kalianda menahan nafas berada di balik jendela atau pun di balik pintu untuk melihat pertarungan itu, mereka di buat kaget ternyata orang yang akan menemui kematian oleh pendengar Tapak Sakti yang terkenal dengan kesaktiannya yang tinggi adalah Raja muda Shun land dari kerajaan Tarumanagara.


Para penduduk pelabuhan Kalianda tidak mengetahui Raja muda yang di sangka lemah sekarang ini sangat sulit untuk mencari lawan yang seimbang.


"Majulah Ki Tapak bekok jangan banyak berkata aku ingin melihat lagi diri mu yang ngompol kaya waktu dulu hahahaha".


Shun land sengaja memancing amarah Ki Tapak sakti, karena orang yang bertarung dengan amarah yang membludak sangat mudah untuk di kalahkan.


Ki Tapak sakti bulan pendekar kemarin sore dia telah memakan waktu lama pancingan Shun land di balas dengan senyuman Sambil mengalirkan tenaga dalamnya ke kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Tenaga dalam Ki Tapak sakti meningkat pesat setelah mempelajari ilmu Saipi angin pemberian Kama Deva, pada pertarungan pertama dengan Shun land telah mencapai 13000 lingkaran sekarang telah mencapai 50.000 lingkaran lebih.


Ki Tapak sakti melesat sangat cepat menyerang Shun, mengerahkan jurus tapak Geni tingkat ke 6, dengan gabungan jurus Saipi angin, jurus tapak Geni mempunyai kecepatan sangat luar biasa.


Para penduduk pelabuhan Saloka dan para nelayan yang menyaksikan menahan nafas hati mereka menebak berakhir sudah riwayat Raja muda dari Tarumanegara.


Tidak terkecuali putri Serindang bulan dan kedua kakaknya menyangka Shun land akan kalah di pertarungan ini.


Di pinggir pelabuhan Shun land duduk dekat nelayan yang menyaksikan pertarungan dengan tegang.


"Dasar aki-aki pikun bertarung sendiri tanpa ada lawan". Shun land bicara sambil menunjuk ke arena pertarungan.


Nelayan menengok ke samping dia melongo orang yang di sangka hancur oleh serangan Ki tapak sakti berada di sampingnya.


Walau suara tidak terlalu keras tapi terdengar oleh Ki Tapak Sakti yang sedang mengatur nafas setelah mengerahkan jurus tapak geni tingkat 6 yang menghantam angin.


"Bangs** kau telah mempermainkan ku potong-potong tubuh mu". Ki Tapak Sakti berkata penuh amarah dia merasa di permalukan di wilayah kekuasaannya.


"Kalau bertarung matanya melek Ki Tapak blekok, bertarung matanya merem yaaa menyerang angin kasihan deeeh kaya orang berlatih jangan-jangan Ki Tapak blekok sedang pamer jurus iiiih jadi takut".


Shun land mengolok-olok Ki Tapak sakti sambil memperagakan orang ketakutan, anak buahnya pada tertawa di tahan tapi ada yang tak kuat menahan suara tertawanya keluar.


"Diam kau habis ini ku hukum kau". Ki Tapak Sakti berkata sambil menengok ke arah yang tertawa dengan tatapan ingin mencincang tubuhnya.


"Sudah bermain-mainnya, sudah cukup puas aku melihat aki-aki matanya melotot tapi rabun hahahha". Suara Shun land menggema.


Shun land menyerang dengan kecepatan yang sukar di imbangi oleh Ki Tapak sakti.


"Akan ku musnahkan ilmu Kanuragan mu Ki tapak blekok".

__ADS_1


Bersamaan berakhirnya suara Shun land terdengar suara jeritan sangat keras dan memilukan dari Ki Tapak Sakti.


Shun land menghancurkan seluruh jaringan aliran tenaga dalam di tubuh Ki Tapak Sakti dengan kekuatan api abadinya.


Ki Tapak Sakti jatuh berlutut sambil merasakan tubuh seakan di bakar di tengah neraka jaringan urat tempat mengumpulkan dan mengalirkan tenaga dalam hancur oleh kekuatan sangat panas tanpa bisa melawan.


Air mata mengalir tanpa menangis menahan rasa sakit luar biasa, air kekuningan berbau Pesing mengalir dari ************ Ki Tapak Sakti.


"Kalian semua keluarlah di sini sudah aman, kalian anak buah Ki Tapak sakti jangan bergerak dari tempat kalian jika bergerak selangkah saja kalian akan menemui raja neraka".


Di antara anak buah Ki Tapak Sakti yang berada paling belakan bergerak ingin melarikan diri, tapi tubuhnya di sambar sebuah bayangan api yang berkobar dan hancur berkeping-keping.


Sedangkan Shun land sekejap kemudian kembali ke tempatnya semula seakan tidak bergerak sedikitpun.


Shun land sengaja berbuat demikian untuk memberikan peringatan pada yang lainnya.


Seorang gadis melesat cepat ke arah Shun land setelah dekat langsung memeluk erat sambil berkata aku sangat khawatir paduka kalah.


Berbarengan dengan itu seekor harimau besar mengaum di sisi dermaga di sampingnya seorang pendekar laki-laki berdiri dengan gagah dia adalah Ki Bajul Pakel kakak seperguruan Antaka pendekar syair kematian.


Putri Serindang bulan yang berlari keluar menyongsong Shun land berhenti mendadak di sela-sela warga pelabuhan yang keluar dari rumah masing-masing.


Ada yang sakit di sela-sela rongga dada putri Serindang bulan ada yang nyelekit terasa perih tapi tak terlihat melihat ada seorang gadis muda memeluk Shun land dengan kata-kata manja.


Penduduk pelabuhan kalianda mengerumuni Shun land tapi setelah mendengar Auman harimau besar Lodaya mereka mundur menjaga jarak beberapa langkah, walau pun terlihat jinak tetap saja penduduk ketakutan melihat hewan buas yang begitu besar.


Lodaya sang harimau besar berjalan menghampiri tuannya yang lama tidak bertemu.


Gadis berpakaian pendekar wanita melepaskan pelukannya Shun land merendahkan tubuhnya sedikit Lodaya sang harimau besar menaikkan kedua kaki depannya dan menggesek-gesekkan kepalanya pada wajah Shun land.

__ADS_1


Terlihat Lodaya sang harimau besar sangat gembira bisa bertemu sang tuannya.


---------------*****--------------


__ADS_2