
"Sekarang kita akan kemana tuan jaya". Delay bertanya. Shun Land tidak langsung menjawab dia berpikir sebentar lalu menjawab dengan tegas.
"Sekarang kita akan ke langsung ke sarang raja tengkorak dan Tapak besi, paman Lamsijam bisa antar kita ke sana ?".
"Itu mudah sebenarnya dari sini sudah sangat dekat" Lamsijam menjawab singkat.
"Berapa lama paman sampai kesana bila berkuda". Shun Land lanjut bertanya di jawab Lamsijam dengan pasti "kalau berkuda hanya butuh waktu 2 kali menanak nasi".
"Kalau begitu kita segera berangkat sebelum malam kita sudah sampai". Shun Land segera memerintahkan untuk berjalan. Tatapi sebelum berangkat Lamsijam mengusulkan sesuatu.
"Tuan menurut saya, biar saya dan tuan jaya berangkat duluan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh tidak butuh waktu lama, Adik Aji Wisesa dan Aji Wijaya serta nyonya berjalan di belakang, karena Delay menjadi penunjuk jalan dia sudah sering ke sana untuk menyetor upeti wilayah ke raja tengkorak, sejak belokan di depan banyak jebakan yang di pasang takut nyonya bisa terkena karena tidak mempunyai ilmu olah Kanuragan, kita berdua jalan duluan untuk menghancurkan semua jebakan".
Lamsijam menjelaskan dengan panjang lebar Shun Land tidak berpikir lagi karena yang di usulkan Lamsijam sangat masuk akal dan sangat bagus, "Baiklah aku setuju, neng Lasmini kakang jalan lebih dulu yaa jangan khawatir hanya sebentar juga akan bersama lagi".
Lasmini yang malas bicara dengan urusan laki-laki langsung menjawab dengan tegas.
"Siap komandan jangan khawatir saya tidak takut karena telah memiliki jurus menaklukkan komandan". Lasmini menjawab dengan becanda serta menggoyangkan badannya sedikit.
Semuanya tertawa tidak menyangka gadis yang sangat cantik dan terlihat anggun bisa bercanda dengan ceria.
Tidak banyak bicara lagi Lamsijam melesat di ikuti Shun Land gerakan mereka seperti menghilang tiba-tiba. Delay mengikat kuda kuda yang tidak di tunggangi di belakang gerobak yang telah di ganti milik kelompok Warok yang lebih bagus.
__ADS_1
Benar saja apa yang di katakan Lamsijam baru saja memasuki jalan setapak beberapa puluh mata panah mengarah ke tubuh Shun Land, Shun Land tidak menghindar begitu panah menyentuh tubuhnya mata panah hancur berkeping-keping.
Lamsijam yang melihat dari belakang melihat dengan jelas walau pun hanya sekilas bahwa tubuh Shun Land di lapisi kilatan-kilatan api merah.
"Paman apapun yang dilihat paman jangan di ceritakan pada siapapun". Shun Land berkata pelan mengetahui apa yang di lihat Lamsijam. "Baik tuan" Lamsijam menjawab singkat.
Lamsijam yang mengetahui tempat jebakan langsung menghancurkannya hingga tidak membahayakan yang akan melintas di belakang.
Setelah puluhan jebakan telah di di hancurkan terlihat sebuah mulut gua tapi bila di lihat secara teliti itu cuma sebuah tipuan, Shun Land melihat ini langsung teringat pintu gerbang kelompok singa lapar yang di pimpin Nyai Siren. (Chapter 151).
"Ini percis markas Nyai Siren di daerah barat pinggiran sungai purba Citarum". Shun Land bergumam sendiri tetapi Lamsijam mendengarnya.
"Tuan Raja neraka adalah kakak nyai Siren guru mereka adalah anggota tiga Raja kematian Pendekar Putri Malu alias Dewi Siren". Lamsijam berkata pelan memberikan ketenangan.
"Baik tuan Jaya, tapi saya minta bunuh dengan cepat walaupun pun hatinya sudah menjadi pengikut setan dan iblis tetapi dia masih kakak kandung saya tuan". Lamsijam memiliki satu permintaan pada Shun Land. Dalam hati Lamsijam berkata. "Maafkan saya kakang telah memberitahukan tempat kakang, saya yakin kakang sudah tidak mungkin lagi kembali ke jalan besar".
"Baik paman, ada berapa anggota yang di dalam paman ? " Shun Land menjawab dan bertanya balik.
"Semuanya ada sebelas orang tadinya dua belas orang dengan saya". Lamsijam menjawab. Tanpa bicara lagi Shun Land langsung menerjang pintu kayu yang di hias seperti batu.
"Duuuaaaaarrr.......
__ADS_1
Pintu itu hancur berkeping-keping ada dua penjaga di belakang pintu terkena imbas pukulan Shun Land ke pintu mereka berdua terlempar jauh dan jatuh langsung meregang nyawa.
Semuanya keluar mendengar ledakan pintu yang keras 8 orang Bawahan Raja tengkorak langsung menghadang Shun Land, mereka mengepung di empat penjuru.
4 orang menyerang dengan golok panjang dan senjata lainnya l, Shun Land mencabut pedang Naga Bergola lalu berkata melalui Batinnya. "Naga Bergola hancurkan seluruh tubuhnya hingga tidak ada jejak".
"Baik tuan". Naga Bergola menjawab. Shun Land mengayunkan pedang sangat cepat ke 4 penyerang tubuhnya di lalui pedang Naga Bergola, tidak berhenti di situ Shun Land bagai malaikat maut bersenjata api berkelebat cepat bagai berpindah tempat ke depan pintu markas Raja neraka.
Delapan bawahan Raja neraka di lewati pedang Naga Bergola tubuhnya langsung kering dan menyala lalu hilang jadi debu sebelum mereka sempat berteriak.
"Naga Bergola carilah kedua iblis berwujud manusia itu". Shun Land menyuruh naga Bergola menyisir seluruh bangunan tidak lama berkata "Tuan mereka berdua ada ruang bawah tanah sedang bertelanjang berdua kelihatannya sedang berlatih karena mereka berdua bermadi keringat".
"Hadeeeeh dasar" Shun Land tidak meneruskan bicaranya, tapi Naga Bergola mendengarnya lalu menimpali dengan nada sedikit tinggi. "Jangan tidak percaya tuan, mungkin mereka berdua berlatih ilmu setan hingga harus bertelanjang berdua di dalam kamar bawah tanah, saya mendengar dari Delay bahwa mereka berdua laki-laki semua walaupun yang satu terlihat sangat cantik masa mereka berdua bercinta sama-sama laki-laki, pasti sedang berlatih tuan, lihat saja sendiri kalau tidak percaya".
"Sudah diam, kau lebih parah dari burung emprit". Shun Land sedikit membentak andai di lanjutkan bicara akan menjadi perdebatan panjang yang tidak ada ujungnya kecuali pedang Naga Bergola di masukan ke warangkanya.
Shun Land berjalan masuk ke dalam markas Raja tengkorak sambil menenteng pedang Naga Bergola kedua bilahnya mengeluarkan kobaran api merah kehitaman dan sedikit kilatan putih di ujung bilah di tengah pedang api biru yang berasal dari api abadi Shun Land kedua kekuatan ini sudah melebur jadi satu.
Sampailah Shun Land pada ujung bangunan di sana hanya ada batu besar cekung di tengah ruangan Shun Land menyabetkan pedang Naga Bergola begitu menyentuh baru tersebut hancur menjadi kerikil yang memerah.
Terlihat ada tangga batu di hiasi lampu kecil menurun ke bawah Shun Land segera turun begitu sampai di bawah terlihat ruangan besar dengan berbagai hiasan dari batu yang memantulkan sinar hingga walaupun di bawah ruangan cukup terang.
__ADS_1
Di tengah ruangan ada ranjang besar hitam yang mengkilap di atas ranjang seorang berdiri tanpa busana dengan wajah tengadah ke atas keluar desisan seperti ular.
********************