
Sore itu di pendopo pedukuhan Semeru lampu-lampu obor telah di nyalakan di halaman depan rumah Dewi Lasmini sebagai kepala pedukuhan. Malam itu akan di adakan makan bersama menyambut kedatangan Raja Shun Land.
Para penduduk yang berjumlah sekitar seratus dengan pengikut Shun Land sudah duduk membentuk lingkaran besar. Delay dan yang lainnya mengangkut makan dari dapur bersama sedangkan nyai Gora Sindula, Karmia, Kasmia dan yang lainnya menata di tenaga-tenaga lingkaran.
Shun Land duduk di samping Dewi Lasmini pangeran Sanjaya triloka, Pramuja, dan yang lainnya berjejer di sampingnya. Sebelum acara makan bersama Shun Land memberikan pidato pendek.
"Terima kasih kepada para penduduk yang telah membantu istri dan sahabat-sahabat saya di sini, mohon maaf bila kehadiran istri dan sahabat-sahabat saya mempunyai banyak kesalahan, dalam kesempatan ini saya dan rombongan besok akan kembali ke istana Sundapura di kerajaan Tarumanegara, hanya itu yang ingin utarakan, mari kita makan bersama silahkan silahkaaaan?.
Shun Land memulai makan di ikuti Dewi Lasmini dan semua yang hadir mulai berani makan. Shun Land berpamitan mendahului dengan alasan ingin istirahat karena belum istirahat setelah dari bangun dari meditasinya.
Hal tujuan Shun Land sebenarnya adalah agar para penduduk dan yang lainnya untuk bubar dahulu, hingga keberangkatan ke puncak gunung Mahameru bersama Nyai Gora Sindula dan Dewi Lasmini tidak di ketahui oleh para penduduk pedukuhan Mahameru.
Sementara itu sang sahabat Rajawali Api berada di pinggir hutan merenungi sejarah kelahirannya sampai sekarang. Dalam sejarah hidup Sang Legenda Rajawali Api ada dua ras manusia yang paling berjasa dalam kehidupannya.
Pertama raja manusia purba raksasa dan yang kedua Sanghyang Tunggal yang menyelamatkan dan memupuk rasa percaya dirinya, oleh Sanghyang Tunggal menyadarkan dirinya bahwa tidak semua manusia purba atau pun manusia berwatak jahat.
Sang Legenda Rajawali Api hinggap di halaman pedukuhan, tidak lama Shun Land bersama sang istri dan nyai Gora Sindula keluar dari dalam rumah.
Shun Land membantu Dewi Lasmini dan Nyai Gora Sindula naik ke atas punggung sang Legenda Rajawali Api, Shun Land duduk di lalu Dewi Lasmini dan Nyai Gora Sindula di paling belakang.
__ADS_1
Sang Legenda Rajawali Api dengan sekali hentakan kakinya terbang menuju puncak Mahameru, hanya membutuhkan beberapa saat saja sudah mendarat di puncak Mahameru.
Shun Land turun di ikuti oleh Dewi Lasmini dan nyai Gora Sindula, Shun Land menyapu dari kiri kanan tetapi di sana tidak ada bangunan atau pun gua, di saat Shun Land sedang kebingungan Nyai Gora Sindula berjalan ke tengah kawah yang mengering sambil menuntun Dewi Lasmini.
Di tengah kawah yang mengering di sana ada batu segi delapan, nyai Gora Sindula menjulurkan tangan kanannya dengan telapak tangan keatas secara tiba-tiba muncul pusaka kujang dengan pamor kekuningan.
Nyai Gora Sindula tanpa ragu-ragu melukai ujung jari Dewi Lasmini hingga menetaskan darah, tetesan itu di arahkan ketengah batu persegi delapan.
Satu tetes tidak ada reaksi, dua tetes tidak adalah reaksi apa-apa tapi setelah tetes ke tiga darah itu bersinar kebiruan dan seolah menjadi banyak sinar biru tersebut mengalir ke setiap urat batu dan menyebar keseluh badan batu.
Tidak lama menyembur sinar kekuningan di tengah sinar tersebut muncul sinar biru muda, dari samar sampai terang setelah sinar biru mendominasi sinar kekuningan hilang, bersama hilangnya sinar kekuningan dari tengah batu keluar baru biru langit di bungkus sinar kebiruan yang padat.
Setelah sinar biru secara utuh membentuk tubuh seorang perempuan sangat cantik dan berwibawa seketika itu juga Nyai Gora Sindula berlutut sambil mengisyaratkan kepala Shun Land dan Lasmini untuk berlutut.
Shun Land dan Lasmini menuruti tanpa bicara mereka berdua sangat heran karena wajah wanita itu percis seperti Dewi Lasmini.
Keluarlah suara dari bayangan wanita itu.
"Selamat datang cucu-cucu di antara ribuan keturunan ku kalian berdua yang di olah Sang Maha Pencipta untuk memulai peradaban baru yang dulu hancur berkeping-keping, sekarang ini aku adalah kepingan kekuatan ku yang disimpan dalam mustika Manik Maya ini,....
__ADS_1
,.....Aku adalah Pendiri kerajaan Sunda Galuh Purba yang di teruskan olah cucu menantu ku Jatiraga, namun kerajaan itu hancur oleh sebab Sang Maha Pencipta mengirim peringatan agar peradaban yang akan datang lebih baik, peringatan itu berupa meletusnya gunung merapi Toba hingga mengakibatkan kehancuran seluruh negri, hanya sebagian kecil yang tersisa, Kau Jaya Sempurna yang di pilih oleh Sang Maha Pencipta untuk membangun kerajaan Galuh Sindula penerus ku.
"Kau Lasmini Nama asli mu adalah Dewi Pakuan kau adalah keturunan ku yang murni, kau sengaja di titipkan ke orang biasa agar jiwa, rasa, pemikiran, dan hati mu bersih dan menghindari Dendam kesumat Pancasiksa yang memang di takdirkan sebagai penyeimbang kekuatan, Ada hitam ada putih ada benar dan salah, Pancasiksa sebagai utusan tuhan dari bagian salah, dia juga sebagai cobaan dan ujian untuk mu dan orang-orang yang benar dan ikhlas dalam hidup menempuh kebenaran Sang Maha Pencipta,......
,.....Dewi Pakuan kau titisan ku kau akan mendampingi pemimpin negeri ini, kau mungkin tidak merasa kau adalah titisan ku, tapi ingat kau pernah terkena racun teluh raja kala bila di dalam tubuh mu tidak ada kekuatan ku niscaya kau sudah mati,......
,...... Setelah ini mustika Manik Maya akan bersemayam di dalam tubuh mu sebagai simbol bahwa kau adalah penerus ku, mustika Manik Maya ini tidak kekuatan apapun tetapi sebagai tameng dari kekuatan apapun yang menyerang mu tanpa bisa menyerang,......
,..... Dan sekarang kau Jaya Sempurna akan menerima pusaka Sunda Galuh yang di ciptakan oleh eyang mu Sanghyang Wenang ayah Ku sendiri,.dan kau setelah membangun istana kerajaan Galuh Sindula kau pun harus membangun sebuah bangunan yang tinggi untuk tempat dirimu dan rakyat mu menyembah dan bersyukur terhadap nikmat yang di berikan Sang Maha Pencipta, Masalah membangun nanti juga akan ada yang membantu mu,.....
,....... Hanya itu yang bisa Ratu Galuh Sindula sampaikan berjuanglah kalian dengan sepenuh jiwa dan raga dan tekadkan dalam hati mu semuanya demi menjadi hamba Sang Maha Pencipta yang bersyukur".
Setelah kalimat yang terakhir bayangan ratu Galuh Sindula memudar hanya meninggalkan Mustika Manik Maya yang bersinar cemerlang kebiruan melayang ke arah Lasmini dan masuk ke Cakra mahkotanya hilang tak berbekas.
Setelah itu pusaka Kujang yang di pegang Nyai Gora Sindula melayang ke arah dada Shun Land dan masuk tak berbekas. Suasana pun menjadi gelap karena sinar rembulan yang sudah tua.
Shun Land mengeluarkan api di tangannya untuk obor tidak lama Sang Legenda Rajawali Api yang duduk di pinggir kawah berjalan dan merendahkan tubuhnya di depan mereka bertiga.
*****************
__ADS_1
Maaf lagi banyak kesibukan jadi hanya mampu update 1 atau dua Chapter 🙏🙏🙏🙏