LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
326. Jaya Sempurna 59. melanjutkan perjalanan.


__ADS_3

Di sela-sela makan nyeletuk bicara sang kakek. "Takdir tak bisa hindari, ingat kesempurnaan hanya milik sang pencipta, tapi kau wajib berusaha untuk jadi sempurna. Sembunyikan tubuh dan embel-embel mu, tapi tunjukkan jiwa dan hatimu penuh dengan kasih sayang, perut ku sudah kenyang, itu istri mu mencari mu". Kakek itu menunjuk ke arah Lasmini spontan Shun Land menengok.


Saat kembali melihat ke tempat makan si kakek sudah tidak ada lagi di tempat, Shun Land menyapu pandangan ke sekitar tetapi sang kakek tua berpakaian serba putih tetap tidak terlihat. Shun Land menarik nafas dalam-dalam saat-saat ini banyak kejadian yang di luar nalar dan penuh misteri menghampirinya.


Matahari sudah di ambang batas cakrawala senja memerah menghiasi langit di upuk barat, cahaya kemerahan senja mengiring ke gembiran rakyat kecil, mendapat Darma bakti sesama dari juragan dagang utusan keadilan membekas di hati mereka, merasa hidup sendiri dan mengklaim dunia ini kejam hilang ternyata masih ada orang yang perduli pada mereka dengan welas asih yang tulus. Malam datang menyelimuti menghantar mereka yang dalam kegembiraan.


Kedai dan penginapan Kalingga sudah sepi yang tertinggal hanya para pekerja yang sedang merapikan sisa bekas acara. Semua pekerja merapikan peralatan dengan sangat rapi karena mereka akan libur dalam satu minggu, nyai Gora Sindula menutup kedai dan penginapan selama seminggu untuk memberikan kesempatan kepada pekerja berkumpul bersama keluarganya.


Delay malam itu tidak menikmati malam pengantin tetapi menyebarkan berita bahwa Juragan dagang utusan keadilan Lasmini akan melakukan perjalanan menuju ke timur dengan membawa barang dagangan dan sebagian hartanya. Selepas tengah malam Delay kembali ke penginapan di depan penginapan Kasmia duduk dengan setia menunggu sang suami, walaupun belum lama bertemu dan tidak ada ungkapan rasa cinta keduanya merasa sangat dekat, cinta mereka di ungkapkan dengan bahasa mata dan sikap.


Berita munculnya juragan dagang utusan keadilan Lasmini yang sangat kaya Raya tersebar sangat cepat di berbagai penjuru hingga sampai ke istana Sundapura.


Pangeran Sanjaya triloka yang di amanati kitab Bayu sejagat untuk menyalin dan membagikan di kalangan pejabat tinggi kerajaan tergerak hatinya ingin melihat juragan dagang utusan keadilan Lasmini ini istrinya Jaya Sempurna atau orang lain.


Pangeran Sanjaya triloka berangkat bersama memboceng kapal panglima Tarpa yang akan berpatroli ke daerah laut timur sampai ke daerah asal panglima Tarpa lautan Karimun.


Keesokan harinya Shun Land dan rombongan sudah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan, Shun Land membawa 2 pasang merpati putih untuk memberikan kabar pada kapten kapal Barja bila ada sesuatu. Kedatangan Barja bersama kapalnya nya juga atas perintah Shun Land 4 hari lalu memalalui merpati.

__ADS_1


Empat kereta dan 4 kuda bermuatan berjejer, satu kereta di tumpangi Lasmini dan Nyai Karmia dan nyai Kasmia dan beberapa kotak penting sisanya adalah barang berupa gerabah mewah senjata dan lain-lain.


Sebelum berangkat nyai Gora Sindula ingin berbicara 4 mata dengan Shun Land, Lasmini mendorong tubuh Shun Land agar mengikuti langkah Nyai Gora Sindula yang melangkah ke ruang pribadinya.


Sesampainya di ruangan pribadinya nyai Gora Sindula duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi singgasana Keprabon, begitu Shun Land masuk di suruh duduk di kursi singgasana tersebut.


"Aden kursi singgasana Keprabon yang di duduki Aden sekarang adalah di buat langsung oleh maha raja Agung Jatiraga Leluhur Nyai ratu, menurut nyai ratu kursi singgasana Keprabon ini di buat untuk seseorang yang mendampinginya memimpin perang melawan keangkara murkaan, dengan tanda siapa yang menduduki kursi singgasana Keprabon tersebut tidak di tolak olah kursi tersebut, ternyata orang tersebut adalah Aden Jaya Sempurna, Aden mau tak mau harus menemui nyai Ratu dua purnama lagi di puncak gunung Mahameru, Aden tidak usah berusaha untuk mencoba mengatur waktunya karena panggilan itu akan datang ke batin Aden, ibu mengucapkan selamat jalan dan kita akan bertemu lagi di masa yang akan datang". Nyai Gora Sindula mengakhiri bicaranya dan tidak memberikan ruang untuk Shun Land bicara dia langsung berdiri Shun Land pun ikut berdiri.


Nyai Gora Sindula memeluk Shun Land seolah memeluk anaknya sendiri. Shun Land keluar sedangkan nyai Gora Sindula kembali duduk di kursi yang semula.


Semalam setelah acara selesai Lasmini pergi menemui nyai Gora Sindula di kamar pribadinya, "ibu saya ingin mengembalikan baju dan mahkota ini pada ibu tidak baik menjalani perjalanan membawa bernda yang sangat penting untuk negri ini". Lasmini mengasongkan baju dan Mahkota ratu ke nyai Gora Sindula.


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi Lasmini pamitan untuk pergi beristirahat.


Berita yang di edarkan Delay menyebar begitu cepat terutama pada kalangan dunia hitam sontak saja jalan jalus alas Roban timur sampai jalur alas Muria di pegunungan Muria telah menunggu beberapa begal dan rampok kawakan yang tidak biasanya keluar mendengar mangsa membawa daging berlimpah langsung mengasah senjata dan turun gunung.


---------------

__ADS_1


Di perguruan pedang setan lembah gunung Ceremai Dewi Andita si pedang setan lagi kesal karena biasanya di bulan purnama dapat bagian upeti dari Raja tengkorak tetapi kali ini sudah lewat 5 hari belum ada kabarnya. Dewi Andita si pedang setan memanggil Wiwin dan Merpati mereka berdua di tugaskan untuk mencari tahu apa yang terjadi hingga aliran upeti tidak kunjung datang.


Wiwin dan Merpati segera berangkat dengan 2 kuda terbaik menuju jalur alas Roban.


Mereka berdua sangat senang bila mendapatkan tugas keluar dari perguruan.


--------------------


Di perjalanan Shun Land banyak di hadang para begal tapi semuanya tidak ada yang mempunyai kekuatan setinggi tapak besi dan Raja tengkorak, mereka bisa di atasi oleh Lamsijam dan kedua kakak beradik Aji Wisesa dan Aji Wijaya. Hingga sampai di hutan Muria Shun Land di hadang oleh kelompok Singa lodra.


Dari namanya ini jelas dari perguruan Singa lodra bangsawan Wajak asal pangeran Sanjaya triloka dan putri Dian Prameswari dwibuana yang sekarang ini bangsawan Wajak di pimpin Leluhur Birawa. Ayah dari pangeran Sanjaya triloka dan putri Dian Prameswari dwibuana.


Lamsijam menghadapi pendekar Kilat Pati pemimpin kelompok Singa lodra. Tetapi Lamsijam keteter hingga dadanya terkena Jurus Cakar singa lodra penghancur Bumi.


Jurus ini sangat dahsyat bila penggunanya telah memiliki tenaga dalam 60ribu lingkaran jurus ini adalah ciptaan Singa Lodra Murid Manik Maya dan guru dari Suda Paksi guru Ki Kala Durga yang murtad telah menganut ilmu hitam.


Jelas saja Lamsijam kalah walaupun dalam segi tenaga dalam seimbang tetapi jurus yang mereka kuasai memiliki tahapan berbeda. Jurus Tapak besi yang di kuasai Lamsijam hanya pecahan dari Jurus Tapak braja, sedangkan jurus Cakar singa lodra adalah jurus pokok yang menguntungkan kekuatan Aji Saipi Geni.

__ADS_1


*******************


__ADS_2