LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
400. Garuda vs Naga Bergola 1. Alam semesta yang yang berpasangan.


__ADS_3

Shun Land pun bicara pada adik tercintanya dengan lemah lembut. "Kakang mengerti keresahan Dewi, tapi itu jangan terlalu di pikirkan memang tubuh kita berasal dari rahim yang sama tetapi Dewi harus ingat Roh kita berasal dari sang Maha Pencipta dengan takdir yang berbeda,....


,.....Kakang Jaya lelana telah mengambil suatu keputusan yang memilih jalannya, itu adalah bagian dari rencana Sang Maha Pencipta alam semesta yang semua takdirnya berpasang, sekarang ini pada hakekatnya Kakang dan kakang Jaya Lelana adalah pasangan yang di sandingkan oleh Takdir Sang Maha Pencipta alam semesta ini,....


,....kakang di bagian di sebut kebenaran sedangkan kakang Jaya Lelana di bagian yang di sebut kesalahan, Benar dan salah tidak bisa di pisahkan seperti Nama kakang sendiri, Shun artinya bulan yang menerangi kegelapan malam hari, Shan artinya Matahari yang menyinari di siang hari, bulan malam matahari siang, malam dan siang tidak bisa bersatu tetapi selalu berdampingan, Benar dan Salah tidak bisa di satukan tetapi selalu berdampingan, Adik Dewi jangan ragu kita hanya wayang sebagai simbol dan bukti kekuasaan Sang Maha Pencipta alam semesta benar adanya". Shun Land menjelaskan pada adiknya dengan penuh kasih sayang.


Dewi Langit dan yang berada di sana semuanya terdiam mereka merasakan Shun Land bukan hanya seorang raja dan seorang pendekar terkuat saat tetapi Shun Land juga sebagai pencerah hati mereka dalam menjalani hidup dan kehidupan.


"Terima kasih Paduka, saya yang sudah tua renta ini tidak sejauh ini dalam mengartikan semua yang terjadi, ini adalah pelajaran bagi kita semua agar ikhlas menghadapi semua takdir yang menghampiri pada kehidupan kita, karena kita hanya sebuah wayang di gerakkan oleh sang Dalang yaitu Tuhan semesta alam". Tuan Bungaran berterima kasih dan mengingatkan pada yang hadir agar mengingat ucapan Shun Land sebagai pelajaran dalam hidup.


Boma yang biasa suka bercanda dan nyeleneh ikut terdiam dalam hatinya sangat bangga bocah yang dulu di gendong dan bela dengan segenap jiwa dan raga sekarang menjelma menjadi seorang pendekar sakti mandraguna sekaligus seorang yang sangat luas ilmu pengetahuannya.


Tetapi tetap saja melihat banyak makanan enak terhampar di depannya, tangan kirinya merayap ke depan sebuah piring di depan Shun Land yang berisi ayam bakar sedangkan matanya tetap menatap tuan Bungaran.


Dewi Langit yang melihat ini segera mengganti piring tersebut dengan piring yang ubi jalar yang di rebus. Tangan Boma mengambil ubi tersebut dengan hati-hati.


Putri Angiat dan putri Tritiasa senyum-senyum ke Boma yang belum menyadari perbuatannya, Boma dengan ramah tersenyum dengan senyuman bersahaja.


Ketika tangan kirinya sampai ke mulutnya dan melihat yang di pegangnya. Matanya melotot mulutnya penuh dengan ubi. Dewi Langit dan putri Angiat serta yang lain melihat kelakuan Boma tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Boma melorot sama adik Angkatnya ini, Dewi langit langsung menyodorkan piring yang penuh dengan ayam bakar ke depan Boma, tangan sebelah kirinya menutup mulutnya yang tertawa lebar.


Sesaat suasana jadi penuh tawa, Boma untuk menutupi malu memakan ubi di selingi makan ayam bakar, Shun Land hanya menggelengkan kepalanya melihat Boma yang jadi bahan tertawaan.


Mereka pun makan bersama dengan suka cita tuan Bungaran dan rakyatnya merasa beruntung karena memiliki Raja yang sikapnya seperti seorang sahabat mereka.


Boma jadi bahan candaan yang menghidupkan suasana.


Di pelabuhan Samosir sebuah kapal bersandar, seorang pendekar muda dengan senjata Keris Bujang Beliung terselip di pinggang, sebuah pusaka kelas langit tingkat tinggi.


Dengan pakaian yang compang-camping dan wajah sangat kusut terlihat pendekar itu telah melewati hari-hari yang berat, dengan langkah gontai melangkah ke kedai makan.


"Nyonya tolong lah saya berikan satu gelas air hanya untuk membasahi tenggorokanku ini".


Pelayan itu memandang dengan iba lalu menjawab. "Tunggu sebentar tuan pendekar saya akan mengambilkan dari dalam". Pelayan tengah baya itu segera masuk dan membawa sebuah gelas besar air dan satu bungkus nasi dengan lauknya.


"Tuan pendekar silahkan dan ini ada sedikit nasi dan ikan makanlah sepertinya tuan pendekar sudah lama tidak maka". Pelayan itu menyodorkan makanan dan minuman pada pendekar itu.


"Nyonya maaf saya tidak bisa menerima nasi bungkus ini karena saya tidak mempunyai uang untuk membayarnya, Terima kasih terima kasih atas air minumnya". Pendekar itu hanya menerima air putih saja. Pelayan wanita itu menimpali.

__ADS_1


"Tenang tuan nasi ini gratis, tuan tidak perlu membayarnya saya ikhlas ingin memberi karena saya lihat tuan pendekar ini orang baik yang sedang mendapatkan kesusahan". Pelayan itu meyakinkan pendekar tersebut.


Pendekar itu tanpa banyak bicara lagi langsung menerimanya dan .akan dengan lahapnya setelah makan lalu berkata. "Nyonya saya sangat berterima kasih atas kebaikan Nyonya semoga di masa depan saya bisa membalas kebaikan Nyonya, dan saya ingin bertanya sesuatu pada nyonya".


Pendekar itu berterima kasih dengan teramat sangat dan meminta untuk bertanya sesuatu yang langsung di jawab oleh pelayan itu. "silahkan tuan pendekar jika saya tahu pasti saya jawab".


"Nyonya saya sampai kesini ingin mencari sahabat saya yang bernama pangeran Agam dan putri Langit apa Nyonya mengenal dan mengetahui rumah tinggalnya". Pendekar itu berkata. Bersamaan dengan itu seorang pedagang keluar dari kedai dan kebetulan mendengar perkataan pendekar itu.


"Saya tahu tuan dia adalah putra kepala Bangsawan Samosir dan adiknya, tetapi saya tidak bisa mengantarkan tuan kesana karena kesibukan di kedai ini". Pelayan tengah baya itu menjawab dengan kecewa.


Pedagang yang baru keluar menghampiri pendekar itu lantas bicara. "Tuan pendekar bila ingin ke rumah kediaman ketua bangsawan Samosir tuan Bungaran ikutlah dengan saya, kebetulan saya akan kesana karena saya mendapat informasi dari anak buah saya bahwa sekarang ini di kediaman ketua bangsawan Samosir sedang di kunjungi Raja Tarumanegara atau Pendekar Rajawali Api saya ingin melihat Raja yang terkenal itu".


Pendekar muda itu sangat bersemangat mendengar bahwa di sana ada raja Tarumanegara yang sekarang berganti nama kerajaannya menjadi Kerajaan Galuh Sindula.


"Baiklah tuan terima kasih atas kebaikan tuan saya akan ikut bersama tuan, kebetulan sekali saya ingin bertemu dengan sahabat saya pangeran Agam putra ketua Bangsawan Banjar". Pendekar itu dengan sigap menyambut kebaikan tuan pedagang itu.


Berjalan menuju kereta yang di bawa penjemputannya pendekar muda itu mengikuti dari belakang. Pedagang itu menawarkan pada pendekar itu untuk duduk di dalam tetapi di tolak oleh pendekar muda itu, dia memilih duduk di samping kusir di depan.


________-----&&&&&-----________

__ADS_1


__ADS_2