LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
73. Heboh Pasar besar Nusa kencana


__ADS_3

Setelah sedikit jauh dan tidak ada yang melihat, Pangeran Shun Land mengunakan saipi anginnya, menuju gua di bawah gunung di dalam perut bumi untuk bermeditasi dan meningkatkan tenaga dalamnya.


Ke pagi-pagi sekali, seorang seorang pedagang makan pagi, menjerit histeris, melihat ada dua mayat bersimbah darah.


Dua jagoan pasar yang biasa berbuat onar dan meminta jatah keamanan, mati bersimbah darah, tidak ada jejak si pembunuhnya.


Ternyata bukan hanya di sana, di berbagai sudut pasar, terjadi pembunuhan dengan sadis,


semua yang terbunuh, adalah jagoan pasar.


Semuanya jagoan pasar, yang biasa meminta jatah keamanan pasar, padahal mereka sendiri yang membuat pasar tidak aman.


Semua terbunuh tidak ada yang tau siapa yang membunuhnya.


Para penghuni pasar hampir sebagian besar merasa senang, biang kerok yang selama ini meresahkan, kini mati berserakan di tiap pos yang biasa mereka tempati.


Suasana pasar sedikit mencekam, prajurit kerajaan datang berkompi-kompi, membereskan mayat-mayat jagoan pasar.


Prajurit kerajaan menyelidiki penyebab pembunuhan itu, semua yang melihat pertama kali dan yang ada di sekitar mayat.


Di periksa dan di beri pertanyaan pertanyaan sekitar peristiwa tadi malam yang mereka alami.


Tapi dari semua jawaban, tidak di temukan jawabannya yang menjurus pembunuhan itu.


Akhirnya mereka di lepaskan lagi.


Suasana pasar besar kota Nusa kencana menjadi mencekam, para pedagang dan pengunjung pasar yang sudah datang ke pasar jadi takut, di jadikan tersangka atau pun saksi kejadian.


Banyak para pedagang yang menutup kembali tokonya, kejadian itu dengan cepat tersebar ke setiap penjuru kota.


Di kediaman utama juragan pasar tuan Upiak arai, Maasiak sangat kaget tentang laporan Badrowi yang menyebut anak buah utama, pendekar Antang tewas bersimbah darah, dengan organ dalam yang hancur.


Tetua Niraya Sura memanggil semua anak buahnya, termasuk tuan Upiak arai dan tuan muda Maasiak, untuk berkumpul di ruangan utama kediaman tuan Upiak arai.


Tiga Dewi kematian hadir, Dewi lerna pun ada di antara mereka.


Murka dewa dan Asur Pati, sudah menebak apa yang akan di bahas, mungkin ini menyangkut masalah yang di timbulkan tuan muda Maasiak tempo hari.


"Dengarkan baik-baik, terutama Maasiak yang merasa pintar, kejadian semua ini, adalah balasan.putra mahkota pangeran Shun Land.


Karena ibunya yang telah terbunuh oleh pendekar tapak Geni, yang di sewa Maasiak,


Maka cepat atau lambat keberadaan kita akan terendus oleh pihak istana, dan ini akan merusak semua rencana utama junjungan"

__ADS_1


Tuan Upiak arai, melirik anaknya merasa sangat marah, merencanakan sesuatu yang besar tanpa memberitahukan dia.


Dewi lerna hanya tertunduk diam tidak berkata satu kata pun.


"Murka dewa dan Asur Pati, bagai mana dengan pendekar tapak Geni, apa sudah ada informasi tentang keberadaanya, dia adalah kunci utama masalah ini,


Apabila dia tertangkap dan bersaksi di pengadilan kerajaan, maka habis lah kita...


Maasiak kau yang memulai kejadian ini maka kau pula harus menyelesaikan masalah ini, kalau tidak mampu kama kau harus menyingkir dari daratan ini....


Upiak arai, atur anak mu untuk meninggalkan negeri ini diam-diam, kirim dia ke daratan luas Dwiva segera mungkin"


Tetua Niraya Sura memerintah tuan Upiak arai, mengatur keberangkatan Maasiak untuk meninggal kerajaan Kutai khal.


"Ini adalah pelajar bagi kalian, jangan sekali-kali, merasa hebat, merasa sudah mengendalikan keadaan....


Junjungan kita sendiri tidak berani berhadapan langsung dengan manusia terpilih ini, bukan karena ilmunya tinggi, tapi karena orang-orang yang berdiri belakang mereka sungguh berbahaya.


Keberadaan kita pun, masih belum terbuka, karena junjungan kita, sedang merencanakan sesuatu yang besar, untuk menguasai dunia ini....


Dan rencana besar ini bisa hancur karena, tindakan kecil yang sembrono, padahal kita sudah enam puluh persen, menguasai ekonomi negeri ini....


Bila negeri ini berkembang lebih besar lagi ini akan akan menjadi suatu ancaman bagi kelompok kita.....


Maasiak kau harus belajar menahan diri, kalau bukan karena jasa ayah mu yang banyak berjasa mengembangkan ekonomi di setiap pelosok negeri ini....


Terutama di daratan luas Dwipa, kau mungkin sudah tinggal nama, karena tindakan mu yang hampir menggagalkan rencana besar junjungan besar kita.


Kau akan di kirim daratan luas Dwipa, bantu mengelola bisnis kita disana, jangan melakukan tindakan yang mencolok, belum waktunya kita mengibarkan bendera perang terang-terangan.


Kita akan menunjukkan keberadaan kita ke dunia setelah ada perintah dari junjungan kita....


Semuanya mengerti"


Tetua dengan sungguh-sungguh, memberikan peringatan kepada bawahannya, agar bertindak sendiri-sendiri tanpa perintah dari atasan.


"Tetua Niraya, bagai mana dengan bisnis hiburan kita, sekarang ini, apa berhenti dulu, apa buka seperti biasa" Dewi lerna nyeletuk di mana semua terdiam, memahami apa yang telah di sampaikan pimpinan mereka.


"Dewi lerna, bisnis hiburan harus buka seperti biasa, karena apa bila tutup, menjadi suatu tanda tanya bagi mereka....


Bisa jadi menjadi suatu kecurigaan bahwa kita benar-benar pembuat rencana itu"


Tetua memberikan penjelasan.

__ADS_1


"Baik tetua Niraya, tetapi saya ingin kedua kedua saudara membantu saya, dengan di bukanya beberapa cabang saya sedikit kerepotan, untuk mengontrolnya....


Terutama menghadapi orang yang datang dari pihak pejabat kelas bawah dan mata-mata pihak kerajaan"


Dewi lerna berdalih agar kedua saudara jauh dari tetua Niraya Sura.


"Baiklah, kau berdua membantu ketua kalian, dan berhati-hati lah, benar juga apa yang di katakan oleh mu lerna, saat saat ini butuh ketelitian dan kewaspadaan ekstra"


Tetua Niraya Sura, terperdaya dengan alasan-alasan Dewi lerna, yang sebenarnya ingin melepaskan kedua adiknya dari cengkeraman Niraya Sura.


Mendengar keputusan Niraya Sura, dalam hati Dewi lerna, bersorak dan berharap beberapa hari ke depan Pangeran Shun Land, membuat keputusan...


Untuk menarik mereka berada di pihaknya, secara terbuka atau tersembunyi.


Dewi lerna beserta kedua saudaranya, tidak lagi di bayang-bayangi oleh Niraya Sura yang kejam.


Akhirnya mereka membubarkan diri, hanya Murka dewa dan Anusa Pati yang masih berada di sana.


"Murka dewa dan Anusa Pati, kalian berdua berhati-hatilah, aku merasa keberadaan kita sudah terendus pihak kerajaan.....


Cari dengan cepat keberadaan tapak Geni, yang mencoba mendahui kita, terbukti kematian jagoan pasar anak buah mayit, dengan luka kosong di dada....


Menandakan bahwa dia sudah mengetahui bahwa dirinya di hianati oleh Maasiak penyewanya, dan tawari kedua temannya untuk bergabung dengan kita....


Aku rasa kekuatan tiga sekawan ini bisa kita manfaatkan untuk menjadi kambing hitam di suatu waktu, di masa depan"


Niraya Sura memberi perintah lanjutan kepada dua bawahan paling setianya, Murka dewa dan Asur Pati.


"Baik kakang tetua, saya dan adik Asur Pati akan lebih hati-hati" jawab murka dewa


"Dan satu lagi bila bertemu dengan pendekar syair kematian, sebaiknya kamu segera menghindar, biar aku yang menghadapi Si Antaka Bangs** itu"


Niraya Sura tidak ingin kehilangan kedua anak buah yang paling setia yang sudah lama mengikutinya dalam masa sulit atau masa senang.


...****************...


like end support nya, kritik dan saran di kolom komentar.


itu sangat membantu pertumbuhan tulisan ini sebelumnya kami ucapakan terima kasih 🙏🙏🙏.


jaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan pola makan teratur.


SALAM NUSANTARA

__ADS_1


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2