LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
379. Jaya Sempurna 112. Hasrat yang tertunda.


__ADS_3

"Adik Bajul percayalah aku sudah berubah dan bersumpah demi bumi dan sang maha Pencipta tubuh dan jiwa ku hanya untuk di sentuh adik Bajul pakel biarkan badan ku hancur bila aku mau di sentuh selain suamiku". Dewi Darmawati menggigit ujung jarinya dan meneteskan darah ke Bumi.


Melihat dan mendengar ucapan Dewi Darmawati, panglima Bajul pakel menoleh menatap dan mendekatkan wajahnya ke wajah Dewi Darmawati, tetapi Dewi Darmawati tidak merespon tetapi pindah duduknya kepangkuan dengan mengunakan ilmu Saipi angin nya.


Tanpa ragu-ragu Dewi Darmawati menginisiatif dirinya untuk memulai duluan dengan segenap rasa yang ada di jiwanya Dewi Darmawati mengecup bibir Panglima Bajul pakel sambil memeluk erat-erat.


Panglima Bajul pakel yang tadinya canggung lama-lama menjadi bisa mengimbangi perlakuan Dewi Darmawati, tetapi panglima Bajul pakel yang menghadap ke arah matahari menyadari bahwa matahari hanya tinggal sejari sebentar lagi akan gelap.


Panglima Bajul pakel melepaskan pelukan Dewi Darmawati yang sudah bangkit nafsu birahinya sambil berkata. "Nyai hari menjelang malam sebaiknya kita kembali ke perguruan nanti kita lanjutkan setelah ritual pernikahan sebenarnya aku sangat penasaran dan sangat menginginkan tapi kita harus menunggu setelah ritual pernikahan". Panglima Bajul pakel berkata sambil menahan gejolak birahinya.


Dewi Darmawati yang sudah naik Nafsu birahinya malah melekatkan pinggulnya lebih lekat pada panglima Bajul pakel, tapi tindakan ini terhenti ketika ada suara menggema di telinga mereka berdua.


"Maaf Nyai Darmawati dan paman panglima kalian berdua harus kembali ke perguruan ini perintah seorang raja yang tidak bisa di tolak". Suara Shun Land memenuhi di sekitar mereka berdua saja.


Shun Land sengaja mengirimkan suara tenaga dalam melalui kekuatan angin, tindakan ini bisa terjadi karena Shun Land sudah menandai jiwa panglima Bajul pakel.


Keduanya bertatapan dan tertawa merasa malu sendiri sudah berumur tapi masih belum bisa mengendalikan hasrat birahi mereka.


Panglima Bajul pakel melesat cepat mengunakan Ajian Saipi angin dengan mengendong Dewi Darmawati yang tidak mau lepas dari tubuh panglima Bajul pakel.

__ADS_1


Dewi Darmawati turun dari punggung Panglima Bajul pake sebelum sampai pada gerbang perguruan, para murid penjaga gerbang mempersilahkan mereka untuk masuk.


Saat itu matahari hanya tinggal seujung kuku. Panglima Bajul pakel dan Dewi Darmawati berjalan menuju pendopo sesampainya di sana mereka berdua. Melongo karena semua persiapan untuk ritual pernikahan sudah siap hanya menunggu dirinya datang.


Pangeran Sanjaya triloka dan Putri Dyah Prameswari Dwibuana menyambut mereka dan menuntun mereka ke tempat pelaminan, nyai Gora Sindula yang di tugaskan untuk memimpin ritual segera memulai ritual tanpa menunggu perintah.


Acara ritual pun selesai tidak ada kendala apapun, setelah makan bersama Shun Land bicara yang di tujukan pada semua yang hadir.


"Malam ini adalah malam purnama, dan malam ini akan menjadi sejarah awal kebangkitan kembali peradaban Sundaland yang hilang tenggelam oleh waktu dan jaman, karena malam ini malam penobatan Raja dan Ratu Galuh Sindula sebagai penerus Kerajaan Sundaland yang Agung warisan dari leluhur kita Raja agung Sundaland Jatiraga,.....


Dalam kesempatan ini juga saya ingin menyampaikan bahwa yang berangkat ikut menjadi saksi acara penobatan Raja dan Ratu hanya di antara kalian yang telah mencapai tingkatan pendekar menengah atau yang telah mencapai 50ribu lingkaran tenaga dalam, dan kesempatan ini juga saya akan mengadakan kompetisi siapa yang tercepat sampai di istana Galuh Purba akan mendapatkan hadiah dari saya sebanyak 200 keping koin emas,......


Dewi Sukma langsung memilih para muridnya perempuan, dan di antara 64 murid perempuannya ada 23 murid yang telah mencapai 50ribu lingkaran.


Jatniko dan Santaka serta adik-adiknya seperguruannya dari 22 murid ada 14 murid yang telah mencapai tingkatan pendekar menengah. Pangeran Sanjaya triloka dan Pramuja serta 4 adik seperguruannya semuanya telah mencapai tingkatan pendekar menengah 50ribu lingkaran tenaga dalam, begitu pula dengan Pataya dan 4 anak buahnya.


Lamsijam sudah tentu karena di antara yang ada di sana selain Panglima Bajul pakel Lamsijam yang paling tinggi 73ribu lingkaran tenaga dalamnya. Hanya Delay yang masih 46tibu lingkaran tetapi Shun Land memerintahkan untuk berangkat.


Sang Legenda Rajawali Api turun di halaman perguruan Kanoman sumur Pitu. Ketiga permaisuri Shun Land dan nyai Gora Sindula langsung menghampiri sang Legenda mereka berempat berangkat yang lebih awal, dengan sekali hentakan kaki kekarnya Sang Legenda Rajawali Api melesat ke angkasa menuju istana Galuh Purba.

__ADS_1


Hanya butuh waktu satu kali menanak nasi Sang Legenda Rajawali Api sudah kembali lagi untuk giliran kali ini putri Sanja dan putri Dyah Prameswari Dwibuana serta nyai Karmia dan Kasmia, Mereka berempat naik ke punggung sang Legenda Rajawali api sedangkan Dewi Pakuan memilih di gendong boleh Shun Land.


Sang Legenda Rajawali Api telah terbang membawa mereka berempat, Shun Land langsung ke halaman perguruan Kanoman sumur Pitu sebelum berangkat Shun Land bicara.


"Setelah aku pergi kalian semua mulai berkompetisi". Setelah berkata Shun Land menggendong Dewi Pakuan dan melesat ke angkasa menuju lereng gunung Gora sebelah timur.


Secara serentak semuanya melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh dan ajian Saipi angin mereka ingin menjadi yang terbaik.


Permaisuri Sari Tungga Dewi, permaisuri Dewi Sumayi dan permaisuri May Lien berdiri di halaman istana Galuh Purba di temani oleh Lodaya sang harimau besar. Permaisuri May Lien sangat gembira melihat sahabatnya berada di sini sedangkan Naga Bumi Sabui bersembunyi di luar gerbang istana.


Ketiganya di larang oleh Nyai Gora Sindula untuk masuk ke istana Galuh Purba sebelum Shun Land dan Dewi Pakuan. Karena takut ada hal yang tidak kita inginkan.


Tidak lama berselang sang Legenda Rajawali Api datang membawa putri Sanja dan putri Dyah Prameswari Dwibuana serta Kasmia dan Karmia, mereka turun dengan hati-hati apalagi nyai Karmia dan Kasmia yang tidak mempunyai ilmu Kanuragan walaupun sang Legenda sudah merendahkan tubuhnya tetap saja harus di bantu.


Mereka berenam melihat lihat dari luar istana Galuh Purba kerajaan Galuh Sindula permaisuri Sari Tungga Dewi berkata pada kedua Permaisuri. "Adik Dewi adik May istana ini lebih megah dan lebih besar dari istana Sundapura di Tarumanegara, bahan bangunannya semuanya terbuat dari batu hitam yang sangat keras entah siapa yang bisa membangun bangunan yang sangat indah ini".


"Benar kakak Sari bangunan istana ini sepertinya kokoh tidak akan runtuh bila kekuatan manusia yang merobohkannya kecuali kehendak Sang maha Pencipta yang meruntuhkannya Dengan gempar dan petaka lainnya". Permaisuri Dewi Sumayi menimpalinya.


****************

__ADS_1


__ADS_2