LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
365. Jaya Sempurna 98. Kembali ke istana Sundapura kerajaan Tarumanegara.


__ADS_3

Shun Land meniatkan Dewi Lasmini yang sekarang menggunakan nama aslinya Dewi Pakuan dan nyai Gora Sindula. Setelah itu baru dirinya naik ke atas punggung sang Legenda Rajawali Api.


"Garuda Kita berangkat langsung ke istana Sundapura aku sudah ingin tidur nyenyak di kasur empuk". Shun Land memanggil Sang Legenda Rajawali Api dengan nama keagungannya melalui batinnya.


"Kau bisa saja alasannya padahal aslinya kau ingin pamer istri baru mu yang mulutnya kaya........." tetapi sebelum selesai bicara di potong suara wanita yang tidak asing lagi.


Dewi Pakuan yang masuki Mustika Manik Maya sebuah pusaka inti dari segala air Batiniahnya menjadi terbuka dan sangat peka bisa mendengar ucapan batiniah keduanya.


Shun Land sendiri sebenarnya kaget tetapi tidak bereaksi seperti sudah mengetahuinya.


"Teruskan mulutnya seperti apa, rupanya kemarin kau mendengar dan merasa tidak enak ku sebut Burung benget, atau kau ingin aku cabuti bulu-bulu mu, dan ku goreng mau". Dewi Pakuan nyerocos sambil menarik bulu sang Legenda Rajawali Api.


"Ampun.... ampuuuuun.....!!! Ratu Galuh Sindula saya tak akan berani lagi". Sang Legenda Rajawali bicara ketakutan.


"Makanya kalau bicara itu hati-hati dia itu lebih dari Dewi Sumayi, untung saja di kita di udara, kalau di daratan aku saja mau di banjir air seember". Shun Land berkata nyindir.


"Kalau sampai di sana banyak bicara ku panggang kau". Dewi Pakuan mengancam.


Tanpa terasa Sang Legenda Rajawali Api sudah menukik ke bawah dan mendarat di halaman taman belakang istana.


Saat itu sudah tengah malam, Shun Land mengajak Dewi Pakuan dan nyai Gora Sindula ke bangunan khusus tamu. Dua penjaga bengong melihat sang Legenda Rajawali Api dan raja mereka menghampirinya.


Setelah sampai di dalam Shun Land berkata kepada keduanya. "Dewi dan nyai Gora Sindula saya pamitan dulu mau menemui istri-istri ku memberitahukan bahwa aku sudah kembali tiga tahun aku meninggalkan mereka".

__ADS_1


"Kakang kalau aku istrimu bukan". Dewi Pakuan berkata spontan mungkin karena dirinya menikah bukan dengan seorang raja tetapi seorang pendekar yang bernama Jaya Sempurna.


"Tentu saja kau juga istri ku yang akan jadi nomor satu karena kau adalah Ratu Galuh Sindula" Shun Land berkata apa adanya. Mendengar ini Dewi Pakuan langsung memeluk Shun Land dan mencium pipinya Tampa malu-malu di hadapan Nyai Gora Sindula.


"Hhhmmmm". Nyai Gora Sindula berdehem sambil sedikit memalingkan wajahnya. Dewi Pakuan memerah dan melepaskan pelukannya sambil tersenyum malu-malu.


Shun Land keluar menuju kediaman permaisuri May Lien, terlihat Lodaya sahabatnya sedang tiduran di dekat pintu, Lodaya harimau besar langsung berdiri sambil berlari melihat Shun Land berjalan mendekatinya.


Lodaya langsung menaikkan kaki depannya ke pundak Shun Land sambil menjilat Wajak Shun Land, Shun Land mendapatkan perlakuan Sang harimau besar Lodaya air matanya menetes dan mengenai wajah Lodaya.


Shun Land masih mengingat dengan jelas jasa Lodaya ketika pembentukan tulang dengan kekuatan Lodaya melalui air liurnya dirinya bisa melalui tahapan tersulit membentuk tubuh seorang pendekar.


Permaisuri May Lien yang mendengar geraman Lodaya keluar melihat samar-samar sosok yang di rindukannya sedang berpelukan dengan sang lodaya hatinya sedikit was-was dia Jaya Sempurna atau Shun Land.


"Buktikan bahwa dirimu suamiku karena haram bagiku di sentuh yang lain".


Shun Land tersenyum dan sangat kagum kepada istrinya yang satu ini.


"Bila kau tidak percaya lihat lah di halaman taman ada apa di sanah" Shun Land menjawab dengan tersenyum. Tanpa bicara lagi permaisuri May Lien berjalan cepat sesampainya di pinggir halaman taman permaisuri May Lien langsung berlari ke arah Sang Legenda Rajawali Api.


Sambil memeluk kepala sang Legenda Rajawali Api yang menunduk Permaisuri May Lien berkata, "kau sahabat sejati ku terima kasih kau telah mengembalikan suami ku".


Setelah berkata permaisuri May Lien berlari ingin segera melepaskan rindu yang sekian lama di pendamnya pada sang tambatan jiwanya.

__ADS_1


Perlahan mendekat Shun Land yang duduk di depan kediamannya sedangkan dua perajurit penjaga di suruh kembali ke barak, Permaisuri langsung berlutut sambil menangis.


"Maaf kan aku itu semua karena ada orang yang bernama Jaya Sempurna mirip sekali dengan kakang, aku takut kakang itu dia". Sambil menundukkan kepala bicara terbata-bata".


Shun Land meraih lengan atas permaisuri May Lien untuk berdiri. "Sudahlah lupakan, sekarang kakang sudah berada di depan putri, masa di sambut dengan air mata". Shun Land mencolek hidung permaisurinya.


"Kakang aku menangis saking gembiranya kakang datang langsung menemui May, May merasa sangat di sanjung oleh kakang". Putri May Lien berkata sambil tersipu malu dan mengusap air matanya.


"Kan sudah dari dulu kakang selalu mendahulukan putri May, dan kakak Sari dan adik Dewi Sumayi mengalah mereka tahu kau adalah wanita pertama yang mengisi hati kakang". Shun Land memandang istrinya yang paling tidak banyak menuntut paling menerima apa adanya. Mereka berdua pun masuk kedalam.


Di balik kegelapan sepasang mata memperhatikan keduanya hingga masuk ke dalam rumah, "aku mengerti adik Shun Land akan menemui adik May Lien dahulu, aku tidak boleh mengganggunya". Permaisuri Sari tungga dewi berkata dalam hati dan masuk lagi ke ruang pribadinya di dalam istana.


Sedangkan permaisuri Dewi Sumayi yang merasakan aura sang Legenda Rajawali Api segera keluar ke halaman taman di lihatnya sang sahabat yang sedari kecil bersamanya berdiri di tengah halaman ingin berlari menghampirinya tetapi langkahnya terhenti ketika permaisuri terlihat berlari menghampiri sang legenda Rajawali api.


Setelah permaisuri May Lien pergi permaisuri menghampiri Sang Legenda Rajawali Api dan menaiki punggungnya lalu berkata, "Kau ku hukum karena telah melarikan suami ku, malam hari kau harus membawaku terbang sampai pagi".


"Siapa takut....!!!". sang Legenda Rajawali Api langsung melesat ke angkasa dan terbang meliuk-liuk membelah malam penuh bintang hati permaisuri Dewi Sumayi sangat senang dan merasakan kedamaian dalam hatinya melihat bintang dan hamparan hutan di malam hari.


Tanpa terasa permaisuri Dewi Sumayi jatuh tengkurap dan tidur pulas di atas punggung sang Legenda Rajawali Api yang terbang pelan.


Berbeda dengan Boma malam itu tidak bisa tidur hatinya merasa gelisah tak menentu, sejak sekembalinya dari gua Hyang Sirah yang hanya menemukan Sang Legenda Rajawali Api yang sedang bermeditasi Boma hatinya selalu gelisah karena memikirkan sang adik angkatnya yang tidak ada kabar beritanya, bagai mana pun dalam kehidup Boma Sekarang hanya mempunyai saudara Shun Land sendiri.


Kehilangan Shun Land bagaikan separuh jiwa Boma seakan mati, badan yang dulu sangat tambun menjadi sangat susut dan murung dalam kesehariannya selalu murung.

__ADS_1


******************


__ADS_2