
"Aku sangat penasaran tadi dia mengeluarkan aura api seperti kakang tapak Geni" yang di panggil pendekar tapak Bayu menjawab, alasan dia ingin bertarung menjajal ilmu pemuda itu.
Pemuda itu setelah keluar dari, kedai bunga mawar merah, dekat pasar besar kota Nusa kencana. Melesat pergi kedalam hutan tak lama sampailah ke sebuah mulut gua di tepian danau.
Tanpa Ragu-ragu dia masuk, setelah sampai ke dalam di menyentuh beberapa batu yang sedikit menonjol.
Lantai yang berukuran satu Deva dan panjang satu Deva setengah. Terangkat di salah satu sisi dan sisi yang lain amblas ke dalam, dia pun segera meloncat masuk ke dalam celah itu, di bawah seekor naga biru menunggu kedatangannya.
Setelah di punggungnya ada yang menungganginya, naga biru itu meluncur cepat, pintu yang terbuka tertutup lagi dengan rapat.
Pemuda itu adalah pangeran Shun Land, yang ingin mengungkap, pembunuh ibu angkatnya yang sudah di anggapnya ibunya sendiri.
pangeran Shun Land, setiap ingat kejadian itu, di mana dia melihat jasad ibu tercintanya terdapat luka bakar, berbentuk tapak tangan, terasa sesak dan sakit di dalam dadanya.
Dia ingin mengobati rasa sakit itu, dengan cara mengungkap dan memberi keadilan ke pembunuh itu.
Siang di gunakan untuk bermeditasi, sedangkan malam, keluar menelusuri setiap jengkal dan sudut kota.
malam ke enam baru mendapatkan suatu informasi yang menggembirakan, dari seorang pelayan Dasem, dari kedai bunga mawar merah.
Sedangkan untuk mendapat informasi tentang perkembangan kerajaan, dia terhubung dengan pasukan senyap yang di pimpin Antaka pendekar syair kematian.
Di dekat sumur lahar dalam gua perut bumi yang di atasnya gunung jambangan.
Sang Rajawali api, sambil menunggu pangeran Shun Land, dia menyerap hawa murni api, burung Rajawali api itu sekarang sudah sedikit besar tubuhnya.
Seiring dengan semakin besarnya kekuatan api di dalam tubuhnya ingatannya pun semakin pulih, sekarang dalam ingatan sang Rajawali api sudah tergambar sosok dulu yang menjadi tuannya dan beberapa kilatan-ingatan ketika dia bertarung dengan seekor naga hitam yang mengeluarkan api hitam sangat panas terlintas dalam ingatannya.
Sepotong demi sepotong ingatan itu mulai melintas di ingatannya.
Dia pun teringat betapa mengerikannya pertarungan itu andaikan Dia tidak dibantu naga bumi sabui maka pertarungan itu akan dimenangkan oleh naga hitam tersebut.
__ADS_1
Sedangkan tuannya bertarung dengan seseorang yang sangat sakti mandraguna.
Dia pun ingat kalimat kalimat setelah pertarungan itu, tuannya berkata "bahwa bila ingin mengalahkan dia harus dengan pusaka lintang pedang naga bergola"
Karena pusaka itu dari bahan batu braja dari langit, juga ada kekuatan naga bergola yang bersemayam di pedang tersebut.
Pertempuran itu tidak di sebut tuannya yang menang, karena musuh itu berhasil lolos dan tuannya tidak bisa mengejar karena luka dalam yang cukup parah.
Sedangkan naga api hitam, bisa lolos walau di tubuhnya terdapat luka yang parah.
Mengingat ini, tubuh sang Rajawali api bergetar, ada sedikit ketakutan yang mendera, dulu waktu kekuatan di puncaknya bersama dengan naga bumi Sabui, dia sukar mengalahkan naga hitam itu.
Apa lagi sekarang, kekuatannya baru pulih tiga puluh lima persen, dan tuan mudanya baru memiliki Tanaga dalam tujuh ribuan lingkaran, sedangkan kekuatan api abadinya sangat rendah walau pun bisa di paksakan, itu harus ada harga yang di bayar dari tubuhnya.
Naga bumi Sabui dan pangeran Shun Land tiba di gua itu, terlihat sang Rajawali api, sedang duduk dan terdiam dengan mata terpejam. Gelombang hawa murni api masuk ke seluruh tubuh sang Rajawali api
Pangeran Shun Land tidak mengganggunya. Dia pun segera bermeditasi menyerap hawa murni api itu untuk meningkatkan tenaga dalamnya.
Matahari mulai condong ke barat, pangeran Shun Land, telah bangun dari meditasinya.
Sekitar sebulan lebih aku harus bermeditasi, sementara kalau harus meningkatkan kekuatan api abadi, aku khawatir ada efek yang kurang bagus.
Walau tubuh ku kuat tapi akan, menghambat perkembangan ku di masa depan"
Pangeran Shun Land, menganalisis kekuatan dirinya dan musuh utama nya sekarang ini.
"Untuk sementara ini aku harus memusnahkan, dari bawah satu persatu, sambil menunggu tenaga dalam ku melebihi tenaga dalamnya.
kemungkinan dia tidak akan meningkatkan cepat karena kualitas tulangnya, tidak seperti ku, yang memiliki tubuh 4 lintang ke5 pancer.....
Aku pun harus menemukan persembunyiannya, mungkin dia bersembunyi di balik pejabat tinggi kerajaan, atau di balik para pedagang besar antar daratan.....
__ADS_1
Semoga saja paman Antaka dan pasukan senyapnya mendapat informasi, tentang pendekar tapak besi dan komplotannya, ku yakin ini satu ikatan.....
Ini lebih Rumit dari yang kubayangkan, semoga tetua Mantikai, mendapatkan informasi dari tetua Mantir, apa dia terlibat atau tidak.
Sekarang ini aku akan memberantas para jagoan pasar, yang mana para prajurit keamanan tidak bisa menyentuhnya.
Aku merasa itu wajar, para prajurit kerajaan ku masih muda, kerajaan ku pun belum dua tahun berdiri, aku harus berjuang lebih keras lagi, semoga pasukan senyap Paman Antaka cepat berkembang.
Aku melihat ada lima orang yang sangat berbakat di sana terutama pemuda bernama Setyo Adi, dia dengan cepat menguasai ilmu saipi angin.
Penguasaan jurus pertama, jurus gerakan kilat atau langkah angin, pemuda Setyo Adi ini mendekati sempurna.
Dan tenaga dalamnya hampir mencapai tiga ribuan lingkaran hanya beberapa bulan berlatih.
Aku akan menyuruh paman Antaka untuk menjadi pimpinan regu menyelidik bersama, anggota khusus Gustaman.
Baiklah aku akan menelusuri pasar sedikit siang dan penampilan ku, harus berubah tidak seperti kemarin, aku akan menyamar seperti pengemis.
Pangeran Shun Land pun segera memanggil, naga bumi Sabui untuk mengantar sampai kepinggir hutan.
Di sebuah toko perhiasan di pasar besar kota Nusa kencana, seorang istri pejabat tinggi kerajaan, memilih perhiasan di temani empat prajurit dan satu pelayan serta dua wanita
"Nyong Sari jati pilih yang Anda suka nanti kami yang bayari semua, ini terima kasih kami karena nyonya mau berkerja sama dengan kami....
Kedai makan bunga melati baru beroperasi tiga hari tapi pelanggannya sudah membludak.
Ini bukti bahwa nyonya sangat mempunyai hoki yang besar, dan pengaruh yang besar, hingga tidak ada pihak yang berani mengusik kedai melati yang nyonya miliki"
Dialah Dewi Lerna salah satu dari tiga Dewi kematian, yang telah berhasil memperalat istri dan pejabat tinggi tetua Menteng.
...****************...
__ADS_1
jangan lupa like and supportnya
saran dan kritik di tunggu di kolom komentar 🙏🙏🙏