LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
64.Perjalan baru pangeran Shun Land


__ADS_3

Pangeran Shun Land berjalan menuju kediaman sesepuh agung Khal San.


Sesampai di sana di sambut penjaga di gapura depan, para penjaga yang telah mengenal pangeran Shun Land, segera mempersilahkan masuk.


Dan memberitahukan bahwa sesepuh agung Khal San beserta ibu sesepuh Dewi Iswari, sedang berada di ruang utama kediaman.


Salah penjaga mengantar pangeran Shun Land masuk ke kediaman sesepuh agung Khal San.


Sesampainya di Ruang utama kediaman, prajurit penjaga, menghadap sesepuh agung Khal San, bahwa pangeran berkunjung ingin menghadap.


Mendengar ini Ibu sesepuh Dewi Iswari, setelah meloncat segera menemui pangeran Shun Land yang berada di pintu ruangan utama.


Ibu sesepuh Dewi Iswari memeluk pangeran Shun Land bagai anaknya sendiri seraya berucap


"Pangeran, mengapa tidak menyuruh prajurit memberitahukan ibu. bahwa Pangeran akan berkunjung, tentu ibu akan menjemput Pangeran ke istana"


"Tidak Ibu sepantasnya seorang anak berkunjung ke ayah dan ibunya" pangeran di apit kedalam dan duduk di sebelah Sesepuh Dewi Iswari.


Melihat ini sesepuh agung Khal San hanya menggelengkan kepala, sikap istrinya terhadap pangeran Shun Land, melebihi sikapnya kepada anaknya sendiri pangeran Khal Shugal.


Ibu sesepuh Dewi Iswari, memanggil salah satu pelayannya,


"Bibi segera beri tahu putri Sari Tungga Dewi bahwa ada pangeran Shun yang berkunjung, dan siapkan jamuan makan di ruang makan....


Aku ingin makan bersama dengan putra ibu yang lama baru berkunjung''


Pangeran Shun Land memberi hormat kepada Sesepuh agung Khal San.


"Ibu Sesepuh, ayah Sesepuh, kedatangan putra semoga tidak mengganggu ibu dan ayah Sesepuh yang sedang beristirahat"


"Jangan berkata begitu putra ku, kau pun bagian dari keluarga ini, anggap lah Rumah ini Rumah kedua walau tak semegah istana yang kau diami" sesepuh agung Khal San menimpali ucapan pangeran Shun Land.


Menurut Sesepuh agung Khal San selain keponakan pangeran juga calon menantunya sepantasnya pangeran menganggap kediamannya sebagai rumah keduanya pangeran.


Putri Sari Tungga Dewi yang berada di dalam kamar pribadinya, segera meloncat ke depan cermin, setelah di beri tahu oleh bibi pelayanan, bahwa pangeran Shun Land sedang berkunjung.


Hatinya berbunga-bunga, ada sedikit debaran di jantungnya, setelah pertunangan di istana, walaupun belum secara resmi.


Setelah bersolek sedikit dan merapihkan pakaian yang di kenakan, segera keluar setelah berlari.


Sesampainya di pintu debaran jantungnya semakin besar, melihat sang pangeran Shun Land yang tersenyum penuh pesona.


"Salam pangeran maaf tidak bisa menyambut dari depan gapura"

__ADS_1


Putri Sari Tungga Dewi yang biasanya agresif kali ini sikapnya sedikit kaku dan malu-malu.


Ibu Sesepuh Dewi Iswari berpindah duduknya, memberi ruang pada putri Sari Tungga Dewi duduk di sebelah pangeran Shun Land.


Putri Sari Tungga Dewi duduk malu-malu tidak seperti biasanya.


Melihat ini pangeran Shun Land, hanya tersenyum. Sikap pangeran Shun Land tetap seperti biasanya


"Ayah Sesepuh, ibu Sesepuh dan kakak Sari, kedatangan saya kemarin ada sesuatu hal yang penting yang harus saya sampaikan pada kalian semua" pangeran berhenti dan melirik para pelayan dan penjaga, mengisyaratkan, agar semua keluar.


Ibu sesepuh Dewi Iswari, Iswari mengerti apa yang di inginkan pangeran Shun land.


"pengawal keluarlah dan tutup pintu depan, katakan bila ada yang datang berkunjung, sedang ada tamu penting, dan bibi emban tutup pintu belakang, jagalah, di samping pintu, larang siapa pun yang akan masuk"


Prajurit Penjaga bergegas keluar dan menutup pintu dengan rapat, dan kedua pelayan yang membawakan teh dan buah-buahan keluar dan menutup pintu.


Setelah di ruangan itu hanya ada mereka berempat.


"Silahkan pangeran utarakan maksud pangeran, pembicaraan pangeran tidak akan terdengar selain kita yang ada di sini"


Sesepuh agung Khal San menyakinkan pangeran Shun Land, pembicaraan ini tidak akan tembus keluar.


"Ayah Sesepuh, ibu sesepuh, kakak sari, akhir-akhir ini, saya merasa ada pergerakan suatu kelompok yang ingin, kerajaan ini terjatuh, kelompok ini sangat licin dan licik...


Sangat sulit di kejar, bahkan telik sandi kerajaan yang di pimpin paman Mantikei, tidak bisa mendeteksi keberadaannya.


Saya berencana menggunakan seperti yang mereka lakukan.


Untuk sementara, kakak sari Tungga Dewi, mengantikan saya, sebagai pemimpin kerajaan.


Kakang Khal Shugal, paman Antaka dan pasukan senyapnya, mengawasi dari jauh.


Besok saya akan mengumumkan, kepergian saya ke daratan luas Dwipa, sebagai pengalihan, sekaligus pengumuman kakak Sari Tungga Dewi sebagai pengganti saya.


Saya juga telah menyuruh, putri Dewi sumayi untuk membantu kakak sari, pangeran Kitri dan pangeran Dehen juga akan menjabat peranan penting.....


Saya juga akan melakukan meditasi tertutup yang sulit menentukan berapa lama waktu yang akan di butuhkan.........


Lambat atau cepat saya akan bentrok langsung kelompok ini....


"Saya ingin meningkatkan tenaga dalam saya, Menurut paman Antaka pendekar syair kematian....


Salah satu tetua kelompok ini, tingkatan tenaga dalamnya telah mencapai sepuluh ribu lingkaran lebih.....

__ADS_1


Bila saat ini bentrok langsung, saya dan seluruh pendekar yang ada di kerajaan ini tidak ada bisa mengalahkannya....


Kami kemungkinan bisa mengalahkannya dengan menyatukan kekuatan kami...


Tetapi dengan resiko salah satu dari Kami akan terluka parah bahkan bisa kehilangan nyawa"


Pangeran Shun Land menerangkan dengan panjang lebar tidak ada yang di tutupinya.


Sesepuh agung Khal San, dan ibu Sesepuh Dewi Iswari, sangat kagum dengan analisa pangeran Shun Land, walau baru setahun lebih, masuk di tatanan kerajaan.


Tetapi telah menguasai ilmu struktur kerajaan dengan luas, dan bisa mengetahui, tindakan apa yang harus di lakukan.


"Putra ku berhati-hati lah, musuh kita kali ini, sungguh telah mengetahui peta kekuatan kita, dan mereka ingin menghancurkan kerajaan ini dari dalam....


Kami semua akan mendukung semua keputusan pangeran walau nyawa kami taruhannya"


Sesepuh agung Khal San memberi nasihat dan menyatakan kesungguhan hatinya mendukung segala keputusan yang di ambil pangeran Shun Land, beserta segenap keluarga besarnya.


"Terima kasih ayah Sesepuh, ibu Sesepuh telah mempercayai, saya untuk memimpin negeri ini, dan mendukung saya dengan segenap hati"


Setelah pangeran Shun Land menguraikan maksud intinya, sesepuh agung dan istrinya pamit dengan alasan akan membantu pelayanan menyiapkan hidangan di ruang makan.


Padahal intinya memberikan waktu mereka bisa bicara berduaan.


Kini mereka hanya berdua, di wajah putri Sari Tungga Dewi ada khawatir dengan keselamatan pangeran Shun Land.


"Adik pangeran pokus lah berlatih dan meningkatkan tenaga dalam, kakak akan membantu bunda Ratu dalam menangani masalah kerajaan" putri Sari Tungga Dewi menyakinkan pangeran Shun Land.


"Adik bolehkah kakak bertanya sesuatu pada adik pangeran"


Putri Sari Tungga Dewi melanjutkan bicaranya dengan pertanyaan.


"Silahkan kakak sari, jangan sungkan sungkan"


"Adik pangeran, apa alasan asik menerima perjodohan waktu itu, apa adik mencintai kakak atau karena ingin menghargai bunda Dewi Iswari dan bunda Ratu"


Mendengar pertanyaan ini pangeran Shun Land, tersenyum lembut.


...****************...


like and komennya sangat berarti untuk pertumbuhan tulisan ini


🙏🙏🙏

__ADS_1


salam Nusantara


salam GARUDA PERKASA


__ADS_2