LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
212. Kedatangan permaisuri Dewi sumayi ke pelabuhan Kalianda.


__ADS_3

Ki Bajul Pakel menghampiri Shun land dan berlutut di depannya seraya berkata.


"Sembah dan bakti saya haturkan pada paduka raja Bajul Pakel hanya menjalankan tugas untuk mengantar permaisuri Dewi sumayi atas perintah Panglima Antaka".


"Bangunlah paman, kau istri ku tapi hukum tetap berlaku telah melanggar titah seorang Raja, hukuman mu akan di putuskan di istana". Shun land bicara tegas.


Permaisuri Dewi Sumayi berlutut di hadapan Shun land dengan menunduk dia berkata.


"Sembah dan bakti saya haturkan pada paduka, mohon ampunan atas kelancangan hamba".


"Paman Bajul Pakel urus Ki Tapak Sakti dan anak buahnya musnahkan ilmu Kanuragan mereka kecuali ada yang mau bergabung dengan sumpah darah ke bumi". Shun land memberikan perintah.


Para penduduk menyaksikan Ki Tapak sakti yang kejam dan tak berperikemanusiaan dan orang yang sangat mereka benci benci telah tidak berdaya tanpa ada yang mengomando mereka mengajar Ki Tapak Sakti, walau mereka tidak mempunyai tenaga dalam tetap saja seluruh tubuhnya memar, wajahnya tidak bisa di kenali.


Ki Bajul Pakel mengunakan mata hatinya memilih orang yang benar-benar sudah tidak bisa merubah tabiat jahatnya di musnahkan ilmu Kanuragan Nya, yang tersisa Brewok dan si muka kembar mereka bertiga berani bersumpah darah mau mengabdi ke Kerajaan Tarumanagara dan rakyat dengan tulus dan ikhlas.


Nasib Ki Tapak Sakti sangat mengenaskan walau pun masih hidup tapi bagi seorang pendekar kehilangan ilmu Kanuragan adalah suatu penghinaan dan siksaan yang lebih berat dari kematian.


"Pendekar bunuh aku, aku tak sanggup hidup seperti ini jangankan untuk membu*** orang lain untuk membunuh diri ku pun tak sanggup, aku mohon bunuh aku pendekar, Brewok tolong bun** aku".


Ki Tapak sakti memohon dengan tangisan memilukan tapi Ki Bajul Pakel tak menghiraukannya.


"Kau akan merasakan bagai mana menjadi orang biasa yang tidak mempunyai ilmu Kanuragan, kau akan merasakan ganasnya hukum alam menghukum orang-orang seperti mu, singkirkan dia dari sini".


Ki Bajul Pakel memerintahkan anak buah Ki Tapak Sakti untuk membawa ketua mereka pergi.


Anak buah Ki Tapak Sakti yang masih kuat berjalan memapah Ki Tapak sakti pergi dari sana.


Ki Bajul Pakel, Brewok dan si muka kembar berjalan masuk ke kedai Saloka mengikuti Shun land dan permaisuri Dewi sumayi serta putri Serindang bulan.


Sambil berjalan Shun land berbisik pada sang istri tercinta. "Aku memiliki kejutan untuk mu dan adik May Lien di istana".


Permaisuri Dewi sumayi melirik dan berkata, "mana kejutan ku itu, apa gadis cantik yang berjalan di belakang paduka".

__ADS_1


"Bukan....! kejutan ku ada di dalam kedai". Shun land berkata tanpa melirik.


Mereka sampai di ruangan khusus Nyai Iseng, ruangan itu cukup terang di sinari lampu yang cukup besar.


Permaisuri Dewi Sumayi tertegun melihat Nyai Iseng lantas bertanya penasaran.


"Apakah dia kejutan untuk ku paduka".


"Iya..." Jawab Shun land singkat.


"Nyai Iseng Nona Serindang bulan maaf saya telah menyembunyikan identitas saya, perkenalkan ini adalah istri ku yang ke dua Dewi Sumayi dia berasal dari Daratan Nusa kencana". Shun land memulai pembicaraan.


"Nyai Iseng Istri ku yang ketiga bernama May Lien ayah mertuaku Tabib Lau Lien dari tirai bambu, entah kebetulan atau sudah di atur oleh yang maha Kuasa nama suami dan anak nyai Iseng sama, tapi setelah mendengar cerita Nyai dan wajah Nyai sangat mirip dengan istri saya semoga saja benar Nyai adalah ibu mertua saya". Shun land melanjutkan bicara.


Sontak saja Nyai Iseng berdiri dan berlutut di hadapan Shun land.


"Paduka raja saya mohon pertemukan saya dengan permaisuri May Lien semoga saja Permaisuri paduka adalah anak saya".


"Nyai Bangunlah saya juga ingin mempertemukan Nyai dengan istri saya jika benar ini adalah bukan suatu kebetulan tetapi sesuatu yang sudah di atur oleh Sang maha Pencipta".


Nyai Iseng sangat senang sekali akan di pertemukan dengan permaisuri May Lien dia berharap bahwa permaisuri May Lien adalah anaknya.


Nyai Iseng dengan antusias mempersiapkan segala sesuatunya malam itu juga untuk perjalanan ke istana Sundapura di daratan Sunda Dwiva.


Ki Bajul Pakel memerintahkan pasukan khusus senyap untuk menghubungi laksamana Tarpa untuk mengirim Kapal yang kebetulan laksanakan Tarpa sedang berada di wilayah perairan Krakatau.


Putri Serindang bulan sangat takjub dengan pasukan khusus senyap Shun land yang sangat cepat dan tidak di ketahui datang dan pergi nya.


Shun Land di siapkan kamar khusus oleh Nyai Iseng bersama permaisuri Dewi Sumayi, putri Serindang bulan melihat mereka memasuki kamar tidur bersama sesak dadanya.


Nyai Iseng yang sudah berumur melihat putri Serindang bulan dia segera menghampiri dan berkata dengan lemah lembut.


"Bersabarlah suatu hari nanti kau akan mendapat pendamping yang mencinta mu dengan tulus".

__ADS_1


Putri Serindang bulan hanya mengangguk pelan lalu di tuntun ke tempat tidur nya yang telah di persiapkan para pelayan nyai Iseng.


Dua kapal cukup besar menyandar di dermaga Kalianda perairan Krakatau satu kapal sangat mewah, semua peralatan kapal tersebut sangat mewah.


Dermaga Kalianda pagi itu sangat ramai para penduduk setempat, para pelancong, para nelayan lokal dan asing berkerumun ingin melihat Raja Tarumanagara dengan permaisuri nya yang akan berangkat kembali ke kota Sundapura di dataran Sunda Dwiva.


Para pelayan nyai Iseng di bantu kru kapal dan pasukan khusus senyap yang menyamar sebagai ABK mengangkut barang-barang milik Nyai Iseng ke kapal.


Shun land dan permaisuri keluar dari kedai Saloka bersama Nyai iseng dan putri Serindang bulan di kawal dua pengawal pribadi putri Serindang bulan.


Para penduduk pelabuhan Kalianda saling berbisik mereka sangat tidak menyangka Raja agung Tarumanagara masih muda dan Rupawan, mata para lelaki tidak berkedip melihat kecantikan permaisuri Dewi Sumayi.


"Sungguh pasangan yang serasi". Celetuk ibu-ibu yang berdiri di pinggir jalan yang di lalui Shun Land dan rombongan.


Shun land hanya tersenyum mendengar dan melihat para penduduk yang begitu polos dan jujur apa adanya.


Permaisuri Dewi Sumayi dan Nyai Iseng naik ke atas kapal seekor harimau mengaum keras menggetarkan pelabuhan Kalianda.


Lodaya sang harimau besar menghampiri Shun Land dan menggosok-gosokkan wajahnya di dada Shun Land seakan tidak mau ikut naik ke atas Kapal.


"Kau harus me jaga keluarga ku, aku akan segera pulang setelah urusan ku selesai". Setelah mendengar ucapan Shun land Lodaya sang harimau besar ngeloyor ke tepi dermaga.


Sebelum melompat ke atas kapal Lodaya sang harimau besar menengok seakan menyuruh Shun land untuk ikut, Lodaya seakan mengisyaratkan akan terjadi hal besar di istana Sundapura.


Shun land dan putri Serindang bulan kembali lagi ke kedai Saloka setelah kedua kapal lenyap dari pandangan.


Kedai Saloka di percayakan kepada salah satu anak buah Ki Bajul Pakel sebagai markas pasukan khusus senyap untuk mengumpulkan informasi.


Dua kapal melaju dengan pelan satu kapal tempur dan satu lagi kapal mewah yang di tumpangi permaisuri Dewi Sumayi dan Nyai Iseng.


Perjalan pulang permaisuri Dewi Sumayi kali ini melalui jalan laut atas perintah Shun land agar lebih terjamin keamanannya, Shun land sangat mengkhawatirkan keselamatan orang-orang yang di cintainya, jalan darat saat ini sangat beresiko.


--------------*****--------------

__ADS_1


SALAM NUSANTARA


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2