
Shun Land masuk tanpa ragu-ragu ke rumah pelayan itu mereka berdua duduk berhadapan, pelayan kedai memulai pembicaraan.
"Tuan kenalkan Nama saya Dasimah saya akan menjawab pertanyaan tuan karena saya sendiri menyaksikan langsung dan mendengar langsung dari para pembunuh bayaran yang pernah menjadi tamu saya, tetapi saya mempunyai satu permintaan sanggupkah tuan menjamin keamanan saya karena perekrut pembunuh bayaran ini penguasa bawah di pelabuhan ini, hampir semua transaksi perdagangan ikan disini di kuasainya, mereka juga menguasai pasar gelap senjata dan wanita, ini adalah rumah milik mereka yang di berikan cuma-cuma kepada para perempuan yang mau menjadi pelayan dan wanita penghibur".
Dasimah menjawab pertanyaan dengan panjang lebar dan meminta jaminan keselamatan sebelum memberikan keterangan tentang peristiwa setahun yang lalu.
Shun Land tidak langsung menjawab karena menjamin keselamatan seseorang dari para pembunuh bayaran kelas tinggi bukan persoalan mudah, andaikan dia tidak sedang melakukan laku Ritual Topongrame tidak menjadi masalah tinggal menitipkan pada panglima pasukan khusus senyap atau menitipkan pada panglima Sarpa di armada lautnya juga akan aman.
"Begini saja apa nyai mempunyai tempat aman di pedukuhan bersama keluarga atau nyai kembali ke perguruan biaya kehidupan nyai nanti saya beri, setelah aman nanti setelah aman saya akan memberi tahukan nyai". Shun Land memberikan solusi karena tidak mungkin menjaga keamanan setiap waktu pada Dasimah.
"Kalau kembali ke pedukuhan itu tidak mungkin karena saya sejak kecil tidak mempunyai sanak saudara, kalau kembali ke perguruan saya itu mungkin tetapi saya mempunyai kendala karena dulu saya keluar dari perguruan di sebabkan merugikan perguruan beberapa ratus keping koin emas". Dasimah berkata dengan jujur.
"Baiklah nyai Dasima segera terangkan semua yang nyai ketahui tentang perekrutan pembunuh bayar setahun yang lalu, setelah itu nyai kembali ke perguruan nyai masalah uang tidak masalah nanti saya yang ganti dan uang untuk kebutuhan pokok selama setahun". Shun Land menyahuti ucapan Nyai Dasimah dengan tidak sabar ingin segera mengetahui informasi tersebut.
Nyai Dasimah memandang wajah Shun Land dengan tajam seolah ingin mengetahui ucapannya tetapi setelah melihat wajah Shun Land yang tidak terlihat kebohongan nyai Dasimah berkata.
"Tuan muda setahun yang lalu ada dua juragan yang merekrut para pembunuh bayaran. Yang pertama juragan Bangor yang sekarang menjadi pemasok ikan terbesar di pelabuhan Cilamaya ini, untuk target dan tugas saya tidak mengetahui, pada waktu itu juragan Bangor banyak merekrut pembunuh bayaran kelas menengah, yang kedua juragan kapal Tarman merekrut pembunuh bayaran kelas tinggi tetapi sampai sekarang saya tidak mengetahui siapa yang saja yang direkrutnya sangat di rahasiakan, itulah yang saya ketahui tuan muda".
__ADS_1
Shun Land mendengarkan dengan seksama takut ada nama yang luput dari pendengarannya setelah mendengar semua penjelasan nyai Dasimah Shun Land menghela Nafas panjang merasa lega telah mengetahui nama penyalur pembunuh bayaran tersebut, Shun Land merasa bersalah mengambil keputusan karena melepaskan Kasjo ternyata informasinya benar.
"Nyai mengetahui rumah ke dua juragan itu". Shun Land bertanya lebih lanjut.
"Juragan Bangor Rumahnya di sebelah kedai yang tadi kita buat minum kedai tersebut pun sebenarnya miliknya, dan juragan Kapal Tarman di rumahnya di seberangnya yang banyak kapal berjejer". Nyai Dasimah menjawab apa yang dia ketahui.
"Sekarang nyai Dasimah harus segera pergi dari pelabuhan ini dan tunggu di perbatasan kota pelabuhan ini, nanti saya mengutus anak buah saya mengantarkan uang untuk nyai. Terima kasih nyai telah memberikan informasi ini yang sangat penting untuk saya hari mulai menjelang pagi saya pamit". Shun Land berdiri dari duduknya hendak melangkah keluar tetapi nyai Dasimah menghentikannya lalu bicara.
"Tuan saya belum tahu nama tuan siapakah tuan ini sebenarnya".
"Shun Land berhenti lalu berkata saya seorang pengembara Nama saya Jaya sempurna sekali lagi cepat lah berkemas sebelum ada kejadian menghebohkan". Shun Land memperkenalkan diri dan menyuruh nyai Dasimah segera meninggalkan pelabuhan.
Shun Land ingin segera sampai ke kapalnya dia menggunakan ilmu Saipi angin hingga hanya beberapa tarikan nafas telah berada di atas geladak kapal.
Kapten kapal yang bernama Barja terhenyak kaget tiba-tiba tuannya berada di hadapannya. Shun Land tidak memperdulikan anak buahnya sedang melongo kaget dia segera masuk ke kamar dan kembali di hadapan Barja sambil membawa satu peti kecil koin emas.
"Barja cepat antarkan ini ke perempuan bernama Dasimah yang menunggu di perbatasan kota sebelah selatan katakan padanya ini dari Jaya Sempurna".
__ADS_1
Barja tanpa bicara cepat menerima kotak itu dan langsung pergi Shun Land masuk ke kamarnya mengambil pedang Naga Bergola lalu pergi yang di tuju juragan kapal Tarman.
Shun Land menghentakkan kakinya meloncat dan berlari diantara kapal-kapal yang berjejer hingga ke sebelah timur sungai purba Cilamaya. Sesampainya di depan rumah yang di depannya berbaris puluhan kapal besar kecil di tambatkan di sana pula dua buah kapal besar percis seperti kapal armada Naga hitam Mara Deva, kapal itu hanya di buang hiasan kepala naga di depannya selain itu semuanya sama.
"Dua kapal yang di buang hiasannya tetapi tidak merubah bentuk yang lainnya mungkin orang lain tidak tidak akan mengenali tetapi aku hapal kapal ini milik armada Naga hitam Mara Deva ternyata selama ini ada anak buah Mara Deva yang bersembunyi di daerah kekuasaan sangat dekat dan tidak tercium pasukan khusus senyap ku bisa jadi pembunuh paman Antaka, Kakak Narpat Maja dan istrinya juga guru ku di dalangi Mara Deva atau anak buahnya". Shun Land mulai menduga-duga dalang Semua pembunuhan orang terdekatnya.
Shun Land berjalan mendekati rumah tersebut di sana terlihat beberapa nelayan, ada yang akan berangkat ada pula yang baru pulang membongkar hasil tangkapannya.
"Paman apa benar ini rumah kediaman juragan kapal Tarman ?". Shun Land bertanya pada nelayan yang berpapasan membawa beberapa peralatan melaut.
"Benar tuan ada keperluan apa tuan mencari juragan kapal tuan Tarman". Nelayan itu berhenti dan balik bertanya.
Shun Land menjawab sekenanya. "Saya mencarinya ingin membeli beberapa kapal yang sudah tidak terpakainya". Nelayan itu manaruh barang bawaannya lalu berkata.
"Tuan segera ikuti saya, saya akan mengantar tuan manemui juragan Tarman". Pelayanan itu sangat bersemangat dalam pikirannya andaikan transaksi jadi dirinya akan mendapat persenan dari juragan Tarman.
Shun Land mengikuti Nelayan itu tidak seberapa jauh sampailah keduanya di depan ruangan yang penuh peralatan nelayan dari jaring sampai alat memasak. Di sudut ruangan ada juragan Tarman sedang menghitung laporan ikan yang masuk dari anak buahnya.
__ADS_1
"Juragan ada tamu, tuan ini ingin membeli kapal yang tidak terpakai lagi dari juragan". Nelayan itu berkata pada juragan Tarman dengan membukukan tubuhnya tanda hormat.
****************