
Senja pun tiba sinar lembayung merah menghiasi istana Galuh Purba dan hamparan halaman di sisi barat dan depan, di salah satu sudut halaman luas dua pasang pengantin baru duduk bersama memandang senja yang indah.
"Aku Tidak menyangka pemuda yang dulu sangat sederhana dan lembut dalam jangka Lima tahun berubah menjadi sosok panutan seluruh negri, sikapnya yang sederhana dan tanpa sandiwara membuat orang yang di dekatnya merasa nyaman, ketinggian ilmunya mungkin saat menjadi nomer satu, pantas saja dulu guru sangat wanti-wanti berpesan padaku bahwa aku harus menjadi pengikutnya padahal pertama berjumpa waktu menjemputnya di pelabuhan Citarum dia masih sangat belia". Yang laki-laki berbicara dia tak lain adalah Panglima Bajul pakel bersama istrinya Dewi Darmawati.
Panglima Bajul pakel datang sedikit terlambat karena menunggu beberapa paduka khusus senyap datang untuk pergi bersama, tanpa sepengetahuan Panglima Bajul pakel dan Dewi Darmawati empat orang duduk di belangnya salah satu dari mereka memakai topeng hitam. Mereka berempat sengaja tak bersuara.
Tapi Dewi Darmawati tengak-tengok mencari murid perguruan Kanoman sumur Pitu untuk meminta air minum tetapi tidak menjumpainya satu orang pun malah melihat sosok yang memakai topeng hitam.
Dewi Darmawati tidak menunjukkan sikap apapun masih terlihat biasa biasa saja tetapi berbisik ke suaminya panglima Bajul pakel.
"Kakang musuh mu ada di belang kita si topeng hitam, mungkin setelah membunuh panglima Tarpa mereka menyusup kesini dari tatapannya selalu memperhatikan kakang".
"Kau diam lah jangan ikut bertindak di takutkan banyak yang mengenal jurus mu yang mendendam pada mu di sini sangat banyak orang". Panglima Bajul pakel berkata pelan.
Panglima Bajul pakel dengan gerakan depok langsung melenting keatas dan menyerang ke arah topeng hitam dengan kekuatan penuh, panglima Bajul pakel yang mempunyai kesimpulan bahwa panglima Tarpa telah di bunuh dan dendam membara atas kematian gurunya dan 3 adik seperguruannya bermata gelap.
Yang memakai topeng hitam sangat kaget mendapatkan serangan yang tiba-tiba dirinya langsung menghindar dengan cara melompat ke samping, panglima Bajul pakel yang mempunyai tenaga dalam hampir mencapai pendekar kelas tinggi, tidak memberikan kesempatan pada Topeng hitam memburu dengan serangan yang mematikan.
Di kitab Naga Bumi warisan Ki Srengga ada 4 jurus, Pertama jurus naga bertapa bukan jurus biasa tetapi satu jurus pokok dari kitab tua karangan Sanghyang Triloka yang di wariskan kepada para keturunannya dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan masih murni hingga tingkat kehancuran yang di hasil sangat tinggi.
Topeng hitam tidak bisa menghindar lagi hingga dengan terpaksa menahan jurus Naga bertapa tingkat pertama dengan kedua tangannya dengan seluruh kekuatan yang ada benturan kekuatan tinggi tidak bisa di hindari ledakan sangat keras terdengar dengan debu-debu berterbangan.
"Duuuaaaaarrr........!!!.
Semua mata tertuju pada arah suara, panglima Bakul pakel langsung bersiap menyerang dengan jurus naga bertapa tingkatkan akhir ingin menyudahi pertarungan dengan cepat.
Si topeng hitam terbanting ketanah dengan memuntahkan darah dari mulutnya andai tak tertahan oleh topeng tentunya darah itu menyembur dengan deras, Topeng hitam terduduk tidak bisa berdiri dan bicara hanya pasrah menerima serangan berikutnya.
__ADS_1
Panglima Bajul pakel sudah bermata gelap tidak menimbang musuh sudah tidak berdaya dia melenting keatas dengan posisi tubuh mudra sesaat kemudian meluncur dengan sangat cepat dengan posisi mudra di dorong kedepan. Tak terbayang bila serangan ini menyentuh tubuh Si topeng emas.
Tetapi sebelum tangan posisi mudra sampai ke tubuh si topeng hitam sebuah tubuh dengan percikan api menghadang serangan Jurus Naga bertapa tahap akhir tanpa bergeming. Lagi-lagi benturan tenaga dalam tinggi terjadi sampai menggetarkan bumi efek dari benturan.
"Duuuaaaaarrr.......!!!" Suara lebih keras dari yang pertama. Bangsa Raksasa yang sedang duduk menikmati senja indah untuk bersiap pulang ke hutan purba berdiri semua menatap dua orang beradu kekuatan.
Tetapi serangan panglima Bajul pakel kali ini menerjang cadas tubuh yang menghadang serangannya tidak bergeming sedikitpun sedangkan panglima Bajul pakel sendiri terpental oleh kekuatannya sendiri dan terjatuh sangat keras ke bumi hingga tanah itu amblas kedalam, walaupun tidak membuahkan luka dalam tetapi panglima Bajul pakel merasakan tubuhnya remuk redam bagai tak bertulang Dewi Darmawati langsung memburu sang suami yang tergelak tak berdaya.
Tubuh Shun Land yang melayang dengan kilatan api turun ke sawah menghampiri si topeng hitam Lalu berkata. "Paman Tarpa bercandanya kelewatan untuk saya datang tepat waktu paman sudah habis, tapi ini sebagai latihan sebenarnya tentang kekuatan tenaga dalam paman". Sambil berkata Shun Land mencopot topeng hitam di wajah panglima Tarpa.
"Maaf ke semuanya ini adalah latihan kedua panglima perang saya, sekali lagi maaf jiga mengganggu kalian semuanya" Shun Land berkata di lambari tenaga dalam hingga terdengar ke semua yang ada di lapangannya depan istana.
Ras bangsa Raksasa sangat kagum dengan kekuatan kedua panglima Shun Land walaupun bertubuh kecil tetapi mempunyai kekuatan yang sangat tinggi.
Shun Land merogoh ke dalam saku bajunya muncul pusaka cupumanik astagiana dan meneteskan tiga tetesan ke mulut panglima Tarpa lalu berjalan ke arah panglima Bajul pakel yang sedang duduk bersandar di dada Dewi Darmawati.
Shun Land meminumkan air pusaka cupumanik astagiana agar efek api abadi di setiap persendian tidak terasa sakit. Panglima Bajul pakel yang meminum air pusaka cupumanik astagiana merasa ada kesejukan meresap ke seluruh tubuhnya menghilangkan rasa sakit remuk redam di seluruh tulang.
Panglima Bajul pakel berdiri dan menghampiri panglima Tarpa Tarpa yang duduk bersila mengatur peredaran darahnya.
"Maafkan aku adik panglima Tarpa aku aku jadi gelap mata terbawa perasaan dendam pada Topeng hitam dan pendekar tanpa wujud hingga tak mengenal mu". Panglima Bajul pakel berkata sambil menepuk pundak panglima Tarpa.
Keduanya berdiri di ikuti Dewi Darmawati dan berjalan ke istana untuk beristirahat. Sedangkan Shun Land berjalan menemui raja manusia purba raksasa Taksaka yang akan berpamitan beserta seluruh rakyatnya.
"Sang prabu Jaya Sempurna saya izin untuk undur diri bersama seluruh rakyat saya, tetapi kedua istri saya ingin tetap tinggal di sini menemani ponakannya Betari dalam beberapa hari dan saya pun telah memerintahkan Adik Maruta, Urimba, Atikaya dan Wibisana untuk memimpin tiga ratus bawahannya untuk membantu membuat jalan terobosan ke perdukunan Asemarang,.....
,.....dan satu lagi Sang Prabu maaf istana dan rumah-rumah di sisi kanan-kiri istana berukuran sangat besar kami senyesuaikan dengan postur tubuh kami". Raja manusia purba raksasa Taksaka berpamitan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa paduka raja Taksaka, malah saya yang berterima kasih telah di bangunkan sebuah istana yang sangat megah oleh paduka dan seluruh rakyat paduka, Naga Bumi Sabui telah mendeklarasikan semuanya dan saya pun telah meminta Naga Bumi Sabui dan Sang Garuda untuk mengantar paduka dan rakyat paduka sampai ke alas Purwo Sangiran".
Mereka berdua berpelukan, Shun Land memanggil ratu Galuh Sindula dan ketiga permaisurinya dan segenap kerabat dekatnya.
Shun Land berdiri berbaris dengan Ratu Galuh Sindula dan ketiga permaisurinya serta kerabat istana melepas kepergian Raja Taksaka dan seluruh rakyatnya. Banyak dari mereka yang ingin berpelukan dengan Shun Land dan Ratu Galuh Sindula, Bagi mereka keduanya adalah perwakilan Sanghyang Tunggal manusia yang sangat di hormati oleh Ras bangsa Raksasa dari generasi ke generasi.
-------------&&&&-----------
NB.
Di Nusantara banyak cerita rakyat yang beredar di setiap daerah yang menceritakan Bangsa Raksasa, ada yang mengatakan mereka dari bangsa jin, ada yang mengatakan dari bangsa manusia biasa tapi memiliki tubuh yang sangat besar berdiam di dalam hutan.
Di situs Sangiran ada beberapa penemuan tulang dengan postur yang sangat besar, ada dua pendapa tentang penemuan tulang raksasa ini.
Satu pendapat ilmuwan Barat yang notabene mempunyai pengaruh ideology bebas dan sedikit banyaknya mempelajari teori Darwin bahwa manusia seketurunan dengan monyet yang berjalan tegak.
Satu pendapat lagi yang di serap dari cerita-cerita para leluhur Nusantara yang tidak terpengaruh dengan keilmuan bangsa barat menyebut bahwa Bangsa Raksasa itu ada sebelum manusia biasa ada mereka hidup di dalam hutan sangat lebat dan mereka pun menjelaskan bahwa leluhur kita jaman dulu kala hidup berdampingan dengan mereka.
Ini bisa di telusuri dengan cerita rakyat contoh cerita prabu Siliwangi yang membendung Kali dalam satu malam di sana Prabu Siliwangi meminta bala bantuan dari bangsa raksasa.
Terus cerita Sangkuriang yang membuat danau dan perahunya di meminta bantuan dari bangsa manusia raksasa dan banyak lagi cerita yang sejenis.
Di temukannya rangka bangsa manusia purba yang sangat besar dan kita hubungkan dengan cerita rakyat yang ada ini bukan suatu kebetulan tetapi suatu mata rantai yang perlu kajian lebih dalam.
Salam Nusantara
Salam Garuda perkasa
__ADS_1