LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
233. Ungkapan rasa hati putri Serindang bulan.


__ADS_3

"Janji ku pada ibu Kamen telah ku penuhi ibu semoga kita bisa bersama lagi di alam lain sekarang ini aku Shun Land akan memenuhi janji ku menegakan keadilan, membela mereka lemah dari keserakahan dan Ankara murka".


Hati Shun Land merasa lega dua janjinya telah terpenuhi satu menemukan sang kakak dua menentukan sang adik, janji pada sang ibunda angkat yang telah kembali pada Sang Maha Pencipta.


Sambil memandang kepergian sang Rajawali Api membawa sang adik untuk menemui sang ibunda dan ayahandanya Shun Land menarik nafas dalam-dalam dan menahannya sembari menguatkan hatinya untuk menunaikan janji yang ke tiga.


Bahwa ia mampu untuk mengembalikan, membangun kembali peradaban tinggi leluhurnya yang hancur.


Shun Land pun mengingat kembali janji seorang pendekar bahwa ia akan menegakan keadilan dan kebenaran membela, melindungi orang yang lemah teraniaya oleh orang yang jahat dan serakah.


Sebuah janji yang tidak akan ada akhirnya sampai nyawa terpisah dari jasad.


"Aku harus menunaikan kewajiban sebagai orang yang telah di berkahi keistimewaan tubuh 4 lintang kelima pancer dengan sepenuh jiwa dan raga, Mara Deva, Pancasiksa kemanapun kau bersembunyi aku akan mengejar mu walau sampai ke ujung dunia".


Tubuh Shun Land sampai bergetar hebat menguatkan tekad harinya, putri Serindang bulan dan tuan Bungaran kaget mereka bertanya hampir bersamaan.


"Ada apa paduka....!!!


Mereka berdua mendekati Shun Land penuh khawatir, Shun Land sedikit kekuk getaran hatinya sampai keluar ke tubuhnya lalu berkata.


"Tidak apa-apa tuan Bungaran, putri aku hanya terbawa suasana kegembiraan hati saya karena telah membuktikan keyakinan ibu angkat saya yang menyakini kakak dan adik saya masih hidup dan sekarang say menyaksikan kebenaran itu". Shun Land berkelit.


Shun Land dan putri Serindang bulan di antar penduduk Samosir di pimpin tuan Bungaran ke dermaga untuk menyebrangi danau Toba.


Lambaian tangan penduduk Samosir yang ramah dan sangat mengagumi membuat Shun Land terharu dan timbul suatu rasa bersalah bila suatu saat tidak bisa melindungi mereka.


"Kakak shun suatu hari nanti bila ada kesempatan kita berkunjung lagi yaaa kesini saya sangat kerasan hidup di antara mereka yang tulus dan jujur tidak penuh dengan kebohongan dan kemunafikan seperti di istana".

__ADS_1


Shun Land mengangguk membenarkan ucapan putri Serindang bulan memang sudah menjadi resiko hidup di lingkarkan kekuasaan harus siap menghadapi trik dan intrik para penjilat dan para orang-orang munafik.


Mereka berdiri berdua memandang indahnya danau Toba air bersih berwarna kebiruan.


Shun Land berkata pada Putri Serindang bulan tanpa menoleh pandangannya tetap menikmati keindahan lukisan Sang Maha Pencipta.


"Putri jujur lah pada saya apa alasan sebenarnya putri rela bersusah payah mengikuti perjalan saya yang penuh dengan Mara bahaya berkatalah jangan ada yang di sembunyikan".


Suara Shun Land pelan tapi sangat jelas di telinga putri Serindang bulan, mendengar pertanyaan Shun Land yang tiba-tiba putri Serindang bulan sedikit ragu-ragu untuk menjawab tapi akhirnya putri Serindang bulan menguatkan hatinya untuk berkata apa yang menjadi alasan mengikuti Shun Land tanpa ada yang di tutupi.


"Kakak Shun aku akan mengatakannya tapi kakak Shun setelah mengetahui ini jangan melarang Serindang bulan untuk menemani kemana pun kakak pergi".


Shun Land menoleh lalu mengangguk dan kembali memandang ke depan.


Putri Serindang bulan mendekatkan tubuhnya pada Shun Land hingga tidak ada jarak tubuhnya menyandar ke Shun Land pipi putri Serindang bulan menempel ke bahunya lalu berkata dengan lembut tidak ada rasa malu atau pun ragu-ragu.


"Aku hanya ingin selalu bermasa kakak hati ku merasa tentram dan terlindungi bila berada di dekat kakak aku tahu kakak sudah punya tiga istri yang sangat cantik dan pintar, tapi aku tetap saja tidak bisa membohongi hati ku yang selalu ingin dekat dengan kakak maaf kan Serindang bulan".


Tangan kiri Shun Land merangkul telapak tangannya memegang lengan atas putri Serindang bulan.


Putri Serindang bulan menyandarkan kepalanya pada dada Shun Land yang bidang sekarang posisi putri Serindang bulan berdiri di depan Shun Land, kedua tangan memegang tangan Shun Land yang memeluk dari belakang.


"Dalam hidup ku aku mencintai seorang perempuan permaisuri May Lien lalu karena tapi karena menghindari perpecahan keluarga aku menikahi kedua sepupuku permaisuri Dewi sumayi dan permaisuri Sari Tungga Dewi tetapi setelah lama hidup bersama aku pun mencintai ketiganya mereka sangat tulus mencintai ku kini aku pun sangat merasa dekat dengan mu, sebagai laki-laki aku menyukai mu tapi untuk kedepannya aku merasa sedikit ragu, walau pun sebelum berangkat mereka menyuruh ku membawa mu ke istana".


Shun Land berkata apa adanya dan tidak memungkiri bahwa dirinya ada ketertarikan pada putri Serindang bulan.


Mendengar perkataan Shun land yang mengungkapkan isi hatinya putri Serindang bulan perasannya seperti terbang ke awan, lalu membalikan badanya menghadap ke Shun Land tanpa ragu-ragu memeluk Shun Land dengan erat dan meletakan kepalanya ke dada Shun Land lalu berkata lirih.

__ADS_1


"Aku tidak perduli kakak menikahi ku atau tidak, walau pun hanya sebagai pelayan aku rela asal selalu dekat dengan kakak".


Hati Shun Land sangat terenyuh mendengar ucapan putri Serindang bulan gadis cantik berkulit putih halus bak sutra mata sedikit sipit khas keturunan bangsa Mongoloid.


Tangan kiri Shun Land membelai rambut halus panjang Sepinggul dengan lembut seraya berkata.


"Kita pasrahkan masalah ini pada Sang Maha Kuasa, karena kita masih banyak masalah yang harus kita lakukan selain mengurusi masalah perasaan kita".


Putri Serindang bulan menganggukkan kepalanya pelan di dada bidang sang pujaan hati.


Mereka berdua menikmati indahnya maha karya Sang Maha Pencipta dan larut pada perasaan mereka masing-masing.


Dari belakang belakang berdiri satu sosok berpakaian seperti pertapa kain berwarna putih membungkus badannya, wajah putih jenggot di biarkan panjang berwana putih juga rambut panjang sudah berubah putih semua.


Dia lalu berkata penuh tekanan tenaga dalam yang tak bisa di ukur.


"Kau memiliki anugrah tubuh yang luar biasa bahkan bisa di sebut melebihi kodrat manusia biasa, jikalau boleh saya menyampaikan beberapa kalimat pada mu".


Shun Land spontan menjawab sambil berbalik menatap laki-laki tersebut.


"Silahkan tuan pertapa".


Putri Serindang bulan ikut terkesima melihat sosok pria sepuh berdiri di depan sambil memegang tongkat hitam legam berkilau dengan ujung tongkat melengkung berbentuk kepala Naga percis seperti kepala Naga Api Hitam.


"Dalamnya laut bisa di selami tingginya gunung bisa di daki, tapi dalamnya hati manusia tak bisa di ketahui, tingginya keinginan manusia tak ada batasnya, ingat bila ada pemberian lebih maka akan ada harga yang harus di bayar lebih pula itu adalah hukum alam semesta dari Sang Maha Kuasa".


Kalimat itu masuk ke relung hati Shun Land yang terdalam menghujam bagi tombak mengoyak dada, Shun Land terpaku nanar tanpa di sadari Shun Land sepuh pertapa itu telah lenyap dari hadapan Shun land.

__ADS_1


Putri Serindang bulan bagi terhipnotis diam tak bergerak lidahnya kelu tak bisa keluar sepatah kata pun.


_____****_____


__ADS_2