LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
44.Sesepuh supranatural Nyai Kunti Devanti


__ADS_3

Melihat itu sang Ratu SHI ada rasa iri di hatinya.


Mereka semua masuk ke dalam istana, di aula tempat makan, hadir juga putri Dewi sumayi, Tabib istana, tabib Lau lien.


Di depan pintu berjaga, pengawal dalam istana, Tian agan dan yu asri haring.


Tian agan dan yu asri haring, sangat gembira melihat pangeran Shun Land, telah kembali, ini membuktikan ucapannya gurunya benar.


Dalam hati Tian agan dan yu asri haring, betapa hebatnya ilmu dalam kebatinan, nyai Kunti Devanti, benar gelar yang di sandang Nyai Kunti Devanti, gelar sebagai sesepuh supranatural, bukan gelar kosong tanpa isi.


Nyai Kunti Devanti, walau tidak melihat dan jauh dari jangkauan, tapi bisa menebak dengan tepat kondisi, pangeran Shun Land.


Kesempatan itu juga kepala pengawal istana Djata dan putrinya Mawinei, di perintahkan untuk makan bersama.


Duduk di paling ujung Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun.


Di kanan panglima Shu khal, tetua dua Sri khal, putri Dewi sumayi, di susul mawinei dan ayahnya, kepala pengawal istana Djata.


Di sisi kiri, Duduk tabib Lau lien, putri May lien, pangeran Shun Land lalu ibu angkatnya dan Boma,


"Sebelum kita, mendengar pangeran bercerita, telah pergi ke mana, sebaiknya perut kita tidak boleh dalam keadaan kosong, silahkan kakak Ratu untuk memulainya" panglima Shu khal mempersilahkan Sang Ratu SHI khal untuk mendahului.


Sebelum sangat Ratu SHI memulai makan, putri Dewi sumayi berkata.


"Kayaknya bibi kameng duduk nya disini lebih pantas dan enak di lihat ya bunda Ratu"


Putri Dewi sumayi sambil berdiri dan menggeser kursi ke belakang, kursi di sebelah kepala pengawal istana Djata.


Sang Ratu SHI hanya menganggukkan kepala dan tersenyum, namanya di gunakan sang ponakan untuk menggeser duduk ibu angkat pangeran Shun Land.


Semuanya menyangka Dewi sumayi, menjodohkan ibu kameng dengan kepala pengawal istana Djata


Boma berbisik ke ibunya untuk menuruti ucapan Dewi sumayi.


Ibu kameng melirik ke pangeran Shun Land, pangeran Shun Land mengangguk.


Dengan malu-malu ibu kameng pindah duduk ke samping kepala pengawal istana Djata. Semua tersenyum, kecuali Mawinei tertunduk sedikit malu.


"Nah ini baru pas, dan aku bisa duduk dekat dengan kakak Shun” putri Dewi sumayi berjalan memutar, dan Duduk di samping Pangeran Shun land.


Putri May lien hanya senyum senyum, dia tahu Dewi sumayi memiliki rasa ke pangeran Shun Land, tapi dia menganggap itu wajar dan normal, karena posisi pangeran Shun Land sebagai putra mahkota kerajaan.


Melihat ini sang Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun, sangat kagum akan kepintaran putri Dewi sumayi, bisa memanfaatkan kekurangan orang lain, demi keuntungan dirinya. Dengan satu tindakan, dua keuntungan di dapat.

__ADS_1


Sang Ratu SHI khal memulai makan, dengan sendirinya acara makan di mulai.


Di sela-sela makan, Boma sering saling pandang dengan Mawinei, mereka tersenyum setelah melihat, kedua orang tua mereka duduk berdampingan.


Pangeran Shun Land walau duduk di apit, dua gadis cantik, sikapnya biasa-biasa saja.


Acara makan utama selesai, di lanjutkan dengan makanan penutup, dengan buah buahan berbagai buah, tidak pernah lupa buah nangka kesukaan pangeran Shun Land.


"Nak mas ceritakan lah bagai mana nak mas, bisa melewatkan acara sangat penting, acara pengangkatan sebagai putra mahkota" panglima Shu khal langsung bertanya sangat tidak sabar.


Pangeran Shun Land tidak langsung menjawab pertanyaan panglima Shu khal,


Dia memikirkan jawaban apa yang sekiranya pas, hingga tidak perlu mengatakan yang sebenarnya terjadi.


pangeran Shun Land, akhirnya menjawab dengan tenang.


"setelah paman panglima mengantar ke ruangan itu, tak begitu lama aku keluar, bersama Lodaya aku pergi ke gua tempat aku bermeditasi, sampai di sana aku bermeditasi, dan aku bangun ternyata sudah beberapa hari berlalu, itulah kejadiannya"


"begitulah Bunda Ratu, ayahanda, paman panglima dan semua, maaf telah membuat kalian semua khawatir, terima kasih atas kasih dan sayang kalian" pangeran Shun Land menambahkan.


semua mengangguk tanda mengerti akan jawaban pangeran Shun Land.


Tian agan dan yu asri haring, saling pandang, dan tersenyum, betapa pintanya pangeran Shun Land, mencari jawaban yang tak mencurigakan.


Yang tersisa hanya sang Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun,


"bila ada sesuatu yang perlu di ungkapkan jangan ragu-ragu beritahu ayah dan bunda mu"


sebelum pergi perdana menteri Jhasun, berbicara seolah tahu apa yang terjadi


Pangeran Shun Land pun kembali ke tempat peristirahatan, menghilangkan kelelahan selama ini.


 


Di perbatasan ibukota Nusa kencana, yang dijaga 8 prajurit, dan 4 prajurit lagi berada di atas menara, menara kiri dua orang. dan menara menara kanan pun sama.


Datanglah seorang penunggang kuda, dengan kuda besar berwarna hitam pekat.


Pengawakan tinggi gagah dengan kulit sawo matang, wajah sedikit tampan sorot mata teduh mengerikan.


Pakaian yang terbuat dari kulit domba tanpa lengan, jubahnya menjuntai dan melambai tertiup angin.


Kuda itu berhenti dihadang dua prajurit, lalu prajurit itu bertanya dengan sopan kepada sang pendekar berkuda hitam.

__ADS_1


"Hendak ke manakah sang pendekar ini, dan tujuan apakah hingga datang ke kota Nusa kencana ini"


Pendekar itu menjawab dengan sebuah syair.


"Aku datang dari keraguan diri


mendekati sang jawaban pasti.


Tujuanku jelas mencari jawaban di negeri ini.


Hingga keraguan ku hilang tak tersisa"


Dengan baik-baik syair yang dilambari dengan tenaga dalam, menghipnotis penjaga yang ada di depan, dan penjaga yang ada di atas menara.


Penjaga itu membuka gerbang kota bagai sebuah robot.


Pendekar itu tersenyum penuh kharisma dan berlalu dengan tenang, kudanya dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan utama ibukota Nusa kencana.


Banyak perjalanan kaki yang menghindar takut tertabrak, kuda yang berlari sangat cepat


Tidak ada yang berani menghentikannya, karena terlihat dari pakaian bahwa dia seorang pendekar pilih tanding.


Sampailah di alun-alun istana dekat pasar besar, dia pun memperlambat laju kudanya, hingga berhenti di depan penginapan.


Dia berjalan sambil menuntun kudanya, menghampiri penjaga gerbang gapura penginapan.


Tanpa bahasa dia serahkan kudanya, sang penjaga bagai melayani tuannya membawa kuda itu untuk diurus dan dirawat, dengan perawatan yang terbaik.


Dia berlanjut berjalan mendekati tempat pendaftaran, lagi-lagi gadis cantik pencatat tamu pun sama terhipnotis.


Dengan satu telunjuk, gadis itu mengantar ke kamar paling atas dan paling elit.


Setelah masuk, tidak berselang lama datanglah dua pelayan untuk melayani mandi dan makan sang pendekar.


seluruh isi penginapan, semuanya terhipnotis dengan pendekar ini.


Tidak ada yang berani melarang atau pun hanya sekedar bertanya.


Pendekar ini sungguh tinggi ilmu dalam kebatinannya, bukan satu atau dua orang yang terhipnotis, tapi satu penginapan.


jangkauannya sangat jauh, bisa menembus ruang yang tertutup dinding.


...****************...

__ADS_1


like end komennya serta support nya, trim's 🙏🙏🙏


__ADS_2