
Shun Land dan rombongan Lembu Marunda serta Kebo Ireng dan juga dua anak buahnya naik ke kapal menuju Majakarta untuk menemui kepala wilayah Majakarta Wisnu Wardana.
_____________
Di selat Malaka satu kapal perang besar berlayar di ikuti 25 kapal lainya. Di depan dek kapal Kama Deva berdiri menatap kedepan di sampingnya kapten kapal Sugriwa.
"Kemana yang akan kita tuju ketua Banaspati, kita kekiri atau ke kanan". Kapten kapal Sugriwa bertanya. Kama Deva langsung menjawab.
"Kita belok ke kanan mengitari semenanjung Malaka, kita akan menyerang Negri rencong". Kama Deva yang berganti nama Banaspati menjawab. Tujuan Kama Deva setelah menyerang kerajaan Nagur sekarang berencana menyerang negri Rencong(Aceh).
Perintah ini di laksanakan karena arahan Deva Putta, strategi Deva Putta ingin memecah pasukan darat Shun Land, apabila negri Rencong di serang Deva Putta memastikan pasukan darat Shun Land akan di kirim ke wilayah barat Daratan Swarna Bumi, dan ketika serangan utama di lancarkan ke daratan luas Sunda Dwiva kekuatan pasukan darat Shun Land akan terpecah ke daratan luas Swarna Bumi.
Armada Laut Tombak Perak yang di pimpin Kama Deva melaju di bagian sisi kiri, tidak menyadari di sisi kanan tempatnya di lepas pantai Swarna Bumi Armada Laut Naga Biru berbaris rapih dengan kecepatan mengimbangi kapal-kapal tempur Tombak Perak.
"Durga Pati bawakan aku teropong cepat". Laksamana Durjana berteriak. Tidak lama Durga Pati datang membawa teropong. Dengan cepat Laksamana Durjana meraih teropong tersebut. Lalu menempelkan pada salah satu matanya.
"Satu dua tiga empat kali satu dua tiga empat lima enam, dua puluh empat tambah dua dua puluh enam, enam kapal khusus pengangkut tentara, enam kali 150, 900 tentara angkatan darat". Durjana bergumam sendiri menghitung kapal kapal perang Tombak Perak.
"Durga Pati kirimkan merpati pertanda bersiap pada Armada Naga biru laksamanawati Komalahayati di negri Rencong agar menghadang armada laut Tombak Perak di ujung semenanjung Malaka". Laksamana Durjana memerintahkan tangan kanannya kapten Durga Pati.
"Baik panglima segera laksanakan" Durga Pati langsung berlari ke dalam kapal tidak lama membawa tas kulit dan membukanya, dua ekor burung merpati berwarna abu-abu kebiruan terbang ke arah Barat.
Sementara itu kapal Kama Deva melaju dengan kecepatan sedang karena bila terlalu cepat sepuluh kapal pembawa angkutan angkatan darat akan tertinggal.
__ADS_1
Tiba-tiba kapten kapal memberikan teropong pada Kama Deva sambil gemetaran. "Tuan Banaspati lihat di depaaaan". Dengan cepat Kama Deva yang telah berganti nama Banaspati meniru Nama anak buah Durjana meraih teropong dari tangan kapten.
Mata Kama Deva melotot tubuhnya menggigil ketakutan keringat dingin membasahi seluruh pakaiannya kemudian berteriak keras, "seluruh kapal berbalik haluan kita pergi dari semenanjung Malaka kembali ke markas".
Kapten kapal langsung memutar haluan seluruh kapal di belakangnya mengikuti, kapal perang besar berbelok ke kiri secara tajam, hingga kapal kapal perang Kama Deva masuk ke tengah perairan dan berpapasan dengan Armada Naga Biru yang di pimpin oleh Laksamana Durjana.
Mata Kama Deva bertemu dengan tatapan tajam laksamana Durjana dan kapten Durga Pati, Kama Deva berteriak keras sekali sambil menunjuk ke arah Laksana Durjana.
"Penghiaanaaaat.......!!!".
Laksamana Durjana hanya menatap tajam dan di sudut bibirnya tersenyum tidak ada ketakutan sedikitpun hatinya telah membatu untuk berpihak pada kebenaran, ini semua karena nasehat-nasehat dan pemahaman yang Shun Land berikanlah tentang arti kebenaran dan alasan-alasan untuk membela kebenaran itu.
Kekagetan Mara Deva tidak habis di situ matanya di buat terbelalak ketika tatapan tajamnya memandang dua orang berdiri di dek belakang kapal, mereka berdua adalah Leluhur Harsa dan leluhur Rati.
Laksamana Durjana berteriak keras, "semuanya bersiap tapi jangan menyerang duluan itu perintah dari junjungan kita Sang prabu Jaya Sempurna".
Selama ini Kama Deva adalah anak angkat Mara Deva, sejak usia 10 tahunan Kama Deva telah di asuh oleh Mara Deva seperti anaknya karena bakat ilmu Kanuragannya. Tetapi walau pun begitu Kama Deva kadang di perlakukan berbeda, sering kali Kama Deva di tugaskan hal-hal yang sangat berbahaya, tidak seperti kepala ke empat Anak-anaknya, apalagi terhadap Asvaghosa dan Deva Putta kasih sayang Mara Deva terlihat jelas di utamakan.
Dari sini terlihat ratusan wanita yang bersama Mara Deva tidak bisa menggantikan posisi cinta ibu dari Asvaghosa dan Deva Putta di hati Mara Deva.
Di antara kesemua anak buah Mara Deva yang paling setia dan pekerja keras adalah Kama Deva, karena pada dasarnya Kama Deva ingin menunjukkan bahwa dirinya walaupun bukan anak kandung Mara terapi bisa lebih baik dan lebih bakti kepada Mara Deva.
Sepeninggal kapal-kapal perang Tombak perak milik Pangeran Jaya Lelana yang di komandoi oleh Kama Deva, leluhur Harsa segera memanggil laksamana Durjana dan kedua bawahannya Banaspati dan Durga Pati.
__ADS_1
Mereka berlima duduk di geladak kapal Leluhur Harsa lalu bicara. "Di perairan semenanjung Malaka ada satu selat yang bisa sampai ke daratan luas Swarna Bumi dengan cepat dari laut Sunda Dwiva, yaitu selat Batam, ada berapa kapal yang di pimpin laksamanawati Komalahayati Durjana...?". Leluhur Harsa mengakhiri bicaranya dengan bertanya.
"Kapal perang yang di pimpin oleh laksamawati ada 36 kapal, 29 kapal perang dan 7 kapal perlengkapan dan kapal bahan makanan". Durjana menjawab dengan cepat. Karena seluruh laksana Naga Biru yang di pimpin oleh Panglima Sarpa.
Tidak lama kapal kapal perang yang di pimpin laksamanawati Komalahayati datang menghampiri. Laksamanawati Komalahayati langsung naik ke kapal laksamana Durjana.
Laksamanawati Komalahayati menatap telak pada leluhur Harsa dan leluhur Rati, dengan tegas langsung bertanya, "laksamana Durjana siapakah kedua orang ini, mengapa ada di kapal laksamana, ini bisa membahayakan posisi kita".
"Tenang laksamanawati Komalahayati dia adalah leluhur Harsa dan leluhur Rati yang di utus sang prabu Jaya Sempurna untuk membantu kita". Laksamana Durjana menjelaskan.
"Maaf leluhur atas kelancangan saya itu karena kami ingin lebih hati-hati". Laksamanawati Komalahayati meminta maaf.
Leluhur Rati langsung menjawab. "Tidak apa-apa Laksamanawati Komalahayati ini bagus keren tindakan lebih hati-hati di perlukan di situasi seperti ini duduklah".
Laksamanawati Komalahayati duduk di samping leluhur Rati. Leluhur Harsa menceritakan bahwa celah selat Batam harus di jaga, untuk itu lebih baik Laksamanawati Komalahayati yang mengetahui seluk beluk selat Batam ini menjaga selat ini agar tidak bisa di lalui oleh Armada Tombak Perak milik pangeran Jaya Lelana atau pangeran Shan land.
Akhirnya setelah berembuk di putuskan armada laksamanawati Komalahayati di tambah sepuluh kapal menjadi 47 kapal.
Leluhur Harsa dan leluhur Rati berserta laksanakan Durjana kembali lagi.
Sementara itu Kama Deva yang sedang dalam perjalanan kembali ke selat Makassar yang menjadi pangakalan utama armada Tombak Perak.
"Tuan Banaspati sebenarnya tadi itu mahluk apa ?, Begitu mengerikan". Kapten kapal Sugriwa bertanya pada Kama Deva.
__ADS_1
"Perlu kau ketahui bahwa itu adalah Naga Bumi Sabui salah satu Tunggangan Raja Shun Land yang sekarang bergelar Prabu Jaya Sempurna, selain naga Bumi Sabui tunggangan Raja Shun Land lainnya adalah Sang legenda Rajawali Api, aku memerintahkan kita untuk mundur karena di dalam air kita tidak bisa melawannya". Kama Deva menjawab sedikit panjang.
______*****_______