LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
303. Jaya Sempurna 36. meninggalkan kota Sundapura


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat Shun Land dan Lasmini sudah 20 hari lebih tinggal di istana.


Pagi itu Shun Land dan Lasmini berada di dalam kereta menuju dermaga. Dalam perjalanan itu pangeran Sanjaya triloka dan putri Sanja serta pangeran Makkamaru mengiring di belakang kereta bersama puluhan prajurit berkuda mengawal kepergian Shun Land dan Lasmini yang akan meneruskan perjalanan pengembaraannya.


Di dalam kereta Shun Land berkata. "Kakang akan memberikan hadiah sebagai rasa terima kasih kakang pada neng Lasmini yang telah menerima kakang sebagai suami walaupun kakang tidak memberikan mas kawin yang mewah".


Lasmini menatap Shun Land dengan heran dalam benak Lasmini tidak terpikir permintaan Shun Land pada sang Ratu meminta kapal dan uang perbaikan kapal akan menjadi hadiah Shun Land kepadanya.


"Kakang hadiah apa lagi, Lasmini sudah merasa cukup, sekarang walaupun hidup dalam pengembaraan tetapi tidak kurang satu apapun, malah Lasmini dapat membantu ibu Lasmini dan para penduduk dengan berbagai makanan dan beberapa ribu keping koin emas". Lasmini bertanya.


Dalam permintaan Lasmini kepada permaisuri Sari tungga dewi hanya beberapa ratus keping koin emas tetapi pada waktu pengiriman Shun Land menambahkan beberapa ribu keping koin emas dari sisa uang perbaikan kapal.


Pemberian uang koin emas dari permaisuri Sari tungga dewi berjumlah sebesar harga 3 perbaikan kapal sesuai permintaan Shun Land, tetapi Shun Land hanya memperbaiki 1 kapal dengan biaya 2 kali lipat jadi sisanya masih banyak dan di kirimkan kepada penduduk pedukuhan Cikawung.


Shun Land tidak menjawab pertanyaan Lasmini yang penasaran hanya berkata. "Nanti juga kau tahu setelah sampai di dermaga".


Kereta berhenti di tepi dermaga pangeran Sanjaya triloka membukakan pintu mempersilahkan Shun Land dan Lasmini turun.


Shun Land dan Lasmini keluar dari kereta terlihat sebuah kapal menjulang tinggi di depan mereka, kapal tersebut berhias sebuah mahkota yang tertutup atasnya seperti tudung hiasan ini sengaja Shun Land buat sebagai simbol Laku Topongramenya hiasan ini hanya Shun Land yang mengerti artinya.


Di lambung kapal kanan kiri bergambar seorang wanita cantik duduk di air berwarna biru bertuliskan Lasmini Mutiara Panca Warna. Simbol ini di khususkan hanya untuk menyenangkan hati Lasmini, sebagai hadiah telah mengorbankan seluruh hidupnya menemani dirinya menjalankan laku Ritual Topongrame.

__ADS_1


"Inilah hadiah untuk mu". Shun Land berkata sambil menunjuk kapal bertuliskan Nama Lasmini. Lasmini meloncat memeluk Shun Land saking gembiranya dirinya tidak menyangka menikah dengan seorang pengembara yang terlihat miskin hidupnya berubah total ini tidak terbersit dalam pikiran sedikitpun.


Tujuan Shun Land sebenarnya memiliki kapal dalam laku Ritual Topongramenya untuk menyimpan harta benda dari hasil rampasan perang pasukan Mara Deva yang dia simpan di beberapa kapal pelabuhan yang berbeda dan kapal-kapal ini hanya di ketahui panglima Antaka dan dirinya. Selanjutnya Shun Land berencana akan membagikan kembali ke rakyat yang membutuhkan. Karena harta tersebut di hasilkan Mara Deva dan bawahannya dari hasil memeras Rakyat ratusan tahun lamanya sudah sepantasnya harta tersebut di nikmati oleh rakyat.


Shun Land juga sebelumnya telah meminta tolong pada pangeran Sanjaya triloka untuk mencarikan kru kapal yang handal dan mempunyai ilmu olah Kanuragan setidaknya mereka memiliki dasar ilmu olah Kanuragan.


Kru kapal Shun Land ada 5 orang dan satu kapten kapal pangeran Sanjaya triloka memilih dari bawahan panglima Sarpa dan bawahan laksamawati Komalahayati. Jadi kru kapal Shun Land 3 laki-laki dan tiga perempuan hebat.


Shun Land dan Lasmini mengucapkan selamat tinggal pada pangeran Sanjaya triloka, putri Sanja dan pangeran Makkamaru mewakili istrinya putri Dian Prameswari dwibuana. Setelah itu mereka berdua naik ke atas kapal di sambut para kru kapal dengan hormat.


Sehari sebelum berangkat Shun Land meminta pada pangeran Sanjaya triloka untuk menyalin kitab Bayu jagat dan memberikan kepada, panglima pasukan khusus senyap Ki Bajul pakel dan panglima Tarpa dan Sarpa dan beberapa orang yang setia pada Raja Shun Land.


"Salam hormat dan bakti pada pendekar jaya Sempurna mohon petunjuk kita menuju kemana sekarang". Kapten kapal bertanya setelah kapal keluar dari dermaga.


"Kita menuju pelabuhan Cilamaya sekarang". Jawab Shun Land lantas masuk ke kamar pribadinya yang di sana ada Lasmini yang mulai merasakan mabuk laut.


"Kakang perut ku mual dan kepala ku pusing" Lasmini berkata sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Shun Land.


"Jangan-jangan kau hamil dan siapa yang akan bertanggung jawab nanti" Shun Land menjawab dengan candaan. Lasmini melotot sambil menimpali.


"Aku serius,.... andaikan aku hamil dan kakang tidak mau bertanggung jawab aku akan mengajak orang sepedukuhan untuk tidur dengan ku biar anak ku banyak ayahnya".

__ADS_1


"Jangan dooong nanti anak mu seperti orang sepedukuhan, baiklah cara mengobati mabuk laut kau jangan menahan ingin muntahmu keluarkan saja jangan malu.....


Belum juga kelar Shun Land bicara Lasmini sudah muntah di dada Shun Land karena tidak tahan. "Maaf Kakang aku tidak tahan". Lasmini berlari keluar Kamar menuju pinggir kapal untung saja ada kru kapal wanita yang menolong memegangi tubuh Lasmini yang membungkuk memuntahkan isi perutnya.


Setelah isi perutnya keluar semua Lasmini merasa sedikit merasa baik Shun Land datang dengan membawa cangkir berisi air lalu berkata. "Minum air ini dan habiskan".


Tanpa pikir panjang Lasmini langsung menenggaknya baru saja air masuk ke mulutnya Lasmini langsung menyemburkannya. "Air apa ini kakang terasa pahit sekali".


"Itu adalah air laut konon obat untuk mabuk minumlah sampai habis". Shun Land menjawab di timpali oleh kru kapal perempuan yang sudah bertahun-tahun di atas kapal.


"Benar nyonya walaupun terasa tidak enak di mulut nyonya akan merasakan faedahnya setelah itu nyonya harus makan nanti saya akan menyiapkannya, setelah mabuk laut nyonya sembuh perjalanan di laut akan terasa menyenangkan".


Lasmini akhirnya menurut meminum air laut yang rasanya sangat pahit saking banyaknya kadar garam di dalamnya.


Setengah hari berlalu kapal Shun Land memasuki muara Cilamaya, pada saat itu sungai purba Cilamaya sangat lebar hampir mencapai 200 Depa kapal langsung masuk ke dermaga setelah kapten mendapat izin dari Shun Land.


Pelabuhan Cilamaya saat ini di kuasai oleh perguruan Cimaya yang di ketuai Ki Rangga Wisesa ayah angkat kakak Shun Land, sebelum Shan land bertemu Shun Land Shan land mengepalai pelabuhan Cilamaya atas perintah Shun Land, ketika Shan land di angkat menjadi raja perwakilan di daratan Nusa kencana kerajaan Kutai Martadipura shan land memberikan kekuasaan pelabuhan Cilamaya ke pada ayah angkatnya menggantikan dirinya.


Pada saat ini pemimpin pelabuhan Cilamaya Purawa murid tertua Ki Rangga Wisesa.


******************

__ADS_1


__ADS_2