LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
247. Asvaghosa menyusun rencana.


__ADS_3

Asvaghosa Segera duduk lalu berkata. "Bandi kau suruh Tarkim dan Samin ada tugas untuk kalian bertiga yang harus kalian kerjakan".


"Baik tuan". Bandi tidak banyak bicara langsung keluar untuk memanggil kedua temannya.


"Tuan mereka bertiga pengikut tuan...? sudah dua bulan ini mereka bertiga kerja sebagai pengirim ikan, mereka kesini dengan pakaian dan wajah yang sangat memprihatinkan tapi saya mengetahui mereka mempunyai ilmu Kanuragan yang lumayan tinggi jadi saya menerima mereka dan pengiriman ikan jadi aman dari para preman".


Juragan Tarman bertanya penasaran sambil menjelaskan asal usul mereka bertiga bekerja di sini.


"Mereka bertiga adalah pengikut setia Niraya Sura yang di bunuh oleh musuh utama kita raja Shun land, kau masih menyimpan kotak-kotak emas ku Tarman".


Asvaghosa menjelaskan sejarah Bandi dan kedua temannya dan bertanya kotak-kotak harganya.


"Kotak-kotak itu sudah saya pindahkan setelah pertarungan junjungan Mara Deva dengan raja Shun Land saya khawatir ada yang masuk kapal saya pindahkan ke sini, hanya beberapa kotak saya gunakan untuk membeli kapal penangkap ikan dan modal untuk berdagang ikan". Setelah bicara Juragan Tarman berjalan ke pintu kecil dekat tempat tidur.


Setelah di buka pintu itu terlihat setumpuk kotak tersusun rapi di perkiraan ada hampir ratusan.


Sebenarnya kekayaan junjungan Mara Deva tersebar di beberapa wilayah kekuasaannya demi untuk mempersiapkan rencana menguasai seluruh daratan Sunda Ageng dan beberapa daratan seperti daratan Sula dan Sunda kecil.


Tapi sayang rencana itu gagal karena kecerobohan dan terlalu sombong meremehkan Shun Land hingga menyerang istana kerajaan Tarumanagara yang berakhir dengan kehancuran.


"Tarman ambil satu kotak bawa kemari". Asvaghosa memberi perintah tanpa berpikir juragan Tarman mengambil satu kotak dan di letakkan di atas meja Dean Asvaghosa.


Bandi sudah kembali dengan kedua temannya mereka duduk di depan Asvaghosa.


"Kau dengar baik-baik, rekrut beberapa pendekar pembunuh bayaran tingkat tinggi beberapa pendekar yang bisa setia pada mu setelah itu kau buat keonaran di wilayah dekat perguruan-perguruan yang bergabung dengan kerajaan Tarumanagara, bila kau membuat keonaran di wilayah perguruan Cimande kau berpakaian dan atribut seperti perguruan macan putih, bila berbuat ke onaran di daerah perguruan macan putih pakai pakaian dan atribut perguruan Ciomas,...

__ADS_1


"Kalian juga hubungi pemimpin perguruan Badak liar Ki Arya Teja dan beserta muridnya di daerah pelabuhan Ratu wilayah Utara katakan mereka harus menemui ku di sini dengan menyamar, yang terakhir setiap yang bertugas bila tertangkap harus mati kau mengerti kan racun di gigi beri bayaran yang besar bagi mereka yang bergabung".


Asvaghosa memberikan perintah panjang lebar pada Bandi yang menjadi ketua dari ketiganya.


Rencana pembunuhan panglima Antaka si pendekar syair kematian, putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru sengaja Asvaghosa tidak di katakan pada Bandi karena terlalu berisiko.


"Satu lagi sebarkan berita pada pendekar pembunuh bayaran kelas tinggi siapa yang berani menerima tugas berat akan mendapat bayaran 500.000 koin emas, tugas itu aku sendiri yang menyampaikan". Asvaghosa memberikan tambahan.


Bandi dan kedua temannya mendengarkan dengan teliti sehingga tidak ada perkataan Asvaghosa yang terlewat.


Asvaghosa memberikan satu kotak koin emas dan menyuruh juragan Tarman untuk mengambil lagi satu kotak untuk di berikan pada Bandi.


"Kalian bertiga mengerti jika rencana ini rahasia, bertindaklah hati-hati jangan sampai bocor ke pihak kerajaan Tarumanagara bila ada kebocoran kalian tahu resikonya, dan Tarman bantu membuat penyamaran pada ketiganya hingga seperti pebisnis yang legal".


Asvaghosa sangat serius menjalankan perintah junjungan Mara Deva dia tidak ingin selamanya menjadi buronan kerajaan Tarumanagara dan sekutu-sekutunya.


"Kita tidak boleh bersenang-senang dulu sebelum tugas kita di laksanakan, tetapi setelah tuan Asvaghosa merasa senang kita akan mendapatkan hadiah banyak uang di pada waktu itu kita bisa bersenang-senang".


Bandi memperingati Tarkim dan Samin keduanya mengangguk mengerti karena mereka berdua memahami kali ini mereka naik peringkat jadi orang kepercayaan Asvaghosa.


"Tarman bagai mana dengan telik sandi kita yang berada di ibu kota kerajaan Tarumanagara apa mereka masih banyak yang setia pada kita". Asvaghosa ingin mengetahui perkembangan orang-orang yang dulunya bekerja padanya.


"Tuan setelah Junjungan Mara Deva tidak bisa mengalahkan raja Shun Land hanya beberapa orang yang masih setia pada kita, satu lagi tuan nyai Dewi kamalia sebagai sumber informasi kita telah di tangkap pihak kerajaan.


Di ketahui bahwasannya yang selama ini mengkhianati Shun Land adalah Nyai Dewi Kamalia jadi penyerangan junjungan Mara Deva yang mengakibatkan hancurnya ibu kota Sundapura kerajaan Tarumanagara ada campuran tangan Dewi Kamalia yang memberi informasi bahwa Shun Land tidak berada di istana Sundapura.

__ADS_1


Dendam Dewi Kamalia terhadap Shun Land adalah setelah mengetahui gurunya nyai Siren telah di bunuh Dewi kamalia ingin melihat Shun Land menderita melihat orang yang di cintainya mati di tangan junjungan Mara Deva tetapi garis takdir dari sang maha Pencipta berbeda dengan harapan Dewi Kamalia.


Dewi lerna yang tertua dari tiga Dewi kematian murid pertama nyai Siren pemilik ilmu gendam merenggut Sukma mengetahui adiknya menjadi penghianat ini sangat kecewa setelah di hubungi Antaka sebagai atasannya memberikan beberapa tempat yang kemungkinan menjadi persembunyian Dewi Kamalia.


Informasi itu benar saja ketika di telusuri pasukan khusus senyap Dewi Kamalia berada di sana.


Dewi lerna menulis permintaan maaf pada pihak kerajaan Tarumanagara di terima surat permintaan maaf oleh permaisuri Sari Tungga Dewi, Dewi lerna tidak tahu menahu bahwa adiknya bisa menjadi penghianat.


"Tarman kirim perintah pada telik sandi yang masih setia pada kita untuk mengawasi gerak gerik Antaka pendekar syair kematian dan putri Dian Prameswari dwibuana serta suaminya". Asvaghosa memerintahkan juragan Tarman.


Juragan Tarman yang lebih ahli berkamuflase memberi arahan pada Bandi agar menjadi juragan ikan yang mensuplai ikan tangkapan para nelayan ke daerah-daerah pedalaman.


Atas arahan juragan Tarman Bandi leluasa mengumpulkan para pendekar pembunuh bayaran.


Berita di carinya para pembunuh bayaran untuk melakukan suatu tugas pembunuhan dengan jumlah hadiah fantastik sebesar satu juta koin emas di sebar oleh Bandi di kalangan pendekar hitam menjadi berita hangat di kalangan pendekar pembunuh bayaran.


Hingga berita itu sampai juga pada pembunuh bayaran kelas tinggi Ki Kala Durga pendekar tangan besi yang sesungguhnya dia adalah guru dari Ki tapak sakti yang bermarkas di puncak gunung Sumbing.


Di dekat puncak gunung sumbing terdapat gua buatan di tata sedemikian rupa, dari bekas pembuatannya bukan manusia sembarangan yang membuat gua tersebut.


Minimal pembuatannya memiliki tenaga dalam lebih dari lima puluh ribu lingkaran ini sekelas Ki Srengga dan leluhur Ki Bagus Atma.


Di dalam gua Ki Kala Durga pendekar tapak besi di temani dua pendekar wanita Dewi angin-angin yang berjuluk pendekar jarum seribu dan pendekar Dewi Sukma yang berjuluk pendekar putri malu.


Ketiganya mempunyai nama besar seantero daratan Dwiva julukan ketiganya adalah tiga Raja kematian karena yang menjadi target mereka pastinya akan meregang nyawa.

__ADS_1


____*****____


__ADS_2