LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
123. Bertemu dengan nyai Kunti Devanti 2


__ADS_3

Dia pun mempertanyakan keadaan panglima perang Tian agan dan yu asri haring, saudara seperguruan mereka.


pangeran menjawab dengan apa adanya, pangeran sangat percaya akan kejujuran dan rasa kesetiaan mereka terhadap negeri ini.


Tidak berselang lama nyai Kunti Devanti datang dia langsung menghampiri pangeran Shun land, tanpa ragu-ragu nyai Kunti Devanti langsung memegang pundak pangeran Shun land lalu mengalihkan sesuatu yang terasa dingin bagaikan es.


Tidak lama dia melepaskan pegangannya, dia pun berbalik badan melangkah ketempat duduk yang biasa dia duduki.


Tangannya di tangkupkan di depan dada sambil membungkukkan kepalanya.


"Salam hormat pada paduka raja dan sembah bakti saya haturkan". Nyai Kunti Devanti memberi hormat.


Pangeran Shun land pun melakukan hal yang sama.


Nyai Kunti Devanti langsung menyambung ucapannya.


"Ada keperluan apakah hingga paduka berkenan mampir ke padepokan ini". Nyai Kunti Devanti langsung ke pokok bahasan, sambil mengisyaratkan kedua murid untuk pergi.


Sebelum bicara pangeran Shun land menarik nafas dalam-dalam.


"Kedatangan saya kesini ingin meminta pendapat tentang kelompok Mara Deva, menurut paman Antaka dan saya sendiri yang telah bentrok dengan kama deva kaki tangannya, saya rasa mereka dengan mudah untuk menghancurkan diri saya dan kerajaan saya yang baru saya bangun". Pangeran Shun land mengemukakan kepenasaran hatinya.


Nyai Kunti Devanti terdiam tidak menjawab sepatah kata pun, mungkin dia tidak mempunyai informasi tentang ini, setelah sekian lama dia pun bicara.


"Paduka setelah saya ingat-ingat semua saya merasa tidak mempunyai jawaban tentang persoalan itu, yang ketahui dari guru adalah tentang mustika api merah delima dan mustika air panca warna yang harus paduka miliki....


Saya di tugaskan untuk menjaga di area mustika api dan kakak seperguruan di daratan luas Dwipa menjaga mustika air panca warna, tapi kami pun tidak boleh ikut campur langsung kecuali setelah mereka menampakkan dari persembunyiannya, itulah yang saya ketahui paduka".


Nyai Kunti Devanti memberi penjelasan sedikit panjang.


"Nyai apa dulu guru nyai pernah menyinggung pedang naga bergola atau jurus pedang tarian Rajawali api". Pangeran Shun land bertanya penuh penasaran berharap Nyai Kunti Devanti mengetahui jejak senjata ini.

__ADS_1


"Saya tidak pernah mendengarnya, karena saya bertemu guru hanya sebentar, saya dan kakak seperguruan Ki Srengga berguru bersama, tapi guru memberikan ilmu yang berbeda Ki Srengga di beri ilmu saipi sedangkan saya di beri ilmu ot Danum kehidupan, setelah saya mewarisi ilmu ini saya di suruh kembali ke daratan luas Kalimantan ini". Nyai Kunti Devanti berhenti untuk mengambil nafas lalu melanjutkan bicaranya.


"Tapi kemungkinan Ki Srengga atau


Panglima kumbang mereka murid pertama dan kedua guru mempunyai informasi tentang pedang naga bergola dan jurus pedang tarian Rajawali Api".


Mereka berdua terdiam suasana jadi hening tapi kemudian nyai Kunti Devanti bicara.


"Paduka apakah paduka pernah bertanya pada Naga bumi Sabui atau sang Rajawali Api, saya kira bila paduka bisa berkomunikasi dengan mereka paduka mendapatkan informasi yang paduka cari".


"Nanti saya akan coba selama ini saya tidak berpikir ke sana". Pangeran Shun land menyembunyikan hal ini karena menurut pemikiran pangeran Shun land sedikit orang tahu itu makin baik.


"Paduka menurut saya paduka sudah saatnya pergi bertemu dengan Ki Srengga untuk Segera mempelajari ilmu saipi secara menyeluruh, hingga pada waktunya paduka menemukan jurus pedang tarian Rajawali api paduka mempunyai dasar yang kuat". Nyai Devanti mengungkap pendapatnya.


Nyai Kunti Devanti setelah memeriksa tubuh pangeran Shun land dengan ilmu kebatinan ot Danum kehidupannya dengan cara memegang tubuh pangeran Shun land.


Dia mengetahui bahwa ilmu kanuragan pangeran Shun land saat sudah sangat tinggi. Dia merasa sudah saatnya untuk keluar dari dataran luas Kalimantan.


Setelah di rasa cukup pangeran segera berpamitan ke nyai Kunti Devanti tapi sebelum itu dia memberikan satu peti keping emas.


Setelah itu pangeran Shun land memanggil sang Rajawali api untuk mempersingkat waktu, Sedangkan Ampong kuda hitam tunggangannya yang di titipkan pada kepala pedukuhan Tanjung Kasjan, akan mengutus prajuritnya untuk mengambilnya sesampainya di istana.


Sang Rajawali api hinggap di halaman padepokan Ot Danum kehidupan, menimbulkan angin sedikit kencang menerpa pondok sederhana di sana.


Para murid spontan keluar dan mata mereka seakan meloncat dari tempatnya melihat seekor burung Rajawali api yang sangat besar.


Pangeran Shun land naik ke punggung sang Rajawali api, dia melambaikan tangannya, Sang Rajawali api satu kali hentakan kakinya dia melesat ke udara dan menghilang dari pandangan nyai Kunti Devanti dan para muridnya.


Dalam perjalanan pangeran Shun land menegur sang Rajawali api.


"Bisakah kau ini tidak pamer kekuatan mu di depan orang baru, hampir semua pondok para murid di sana atapnya berterbangan akibat ulah mu, umur saja yang tua sudah ratusan tahun bahkan ribuan tahun kelakuanmu benar-benar seperti burung muda emprit...

__ADS_1


Sekali lagi pamer seperti itu aku akan menyuruh naga bumi Sabui menarik mu ke dasar lautan biar kedinginan kaya ayam di kecebur sumur".


Mendengar ini sang Rajawali api tidak menjawab dirinya merasa salah.


Sesampainya di istana kerajaan pangeran Shun land langsung menemui sang ratu SHI khal dan ayahandanya Jhasun.


Dia pun masuk kedalam ruang pribadi ratu SHI khal dan maha Patih Jhasun, yang sekarang ini sudah pensiun dari kesibukan kenegaraan.


Cukup lama pangeran Shun land membicarakan sesuatu pada ibunda Ratu dan ayahandanya.


Setelah selesai bicara dengan sang ibunda dan ayahandanya pangeran Shun land, pergi ke kediaman panglima Shu khal yang sudah hidup bersama dengan tetua Sri khal.


Permaisuri Dewi sumayi sangat senang sekali di kunjungi oleh sang suami tercinta,


Mereka berdua menemui tetua Sri khal dan panglima Shu khal.


Mereka berempat memasuki ruangan pribadi tetua Sri khal untuk membicarakan pekerjaan pembangunan akademi ketabiban dan pembangunan kediaman pribadi Tabib Lau lien, setelah pembicaraan dua pembangunan.


Mereka berempat membicarakan tentang masa depan kerajaan dengan sangat serius.


Pangeran Shun land setelah selesai membicarakan tentang kerajaan dengan ibu dan bapak mertuanya, memutuskan untuk menginap di sana demi menyenangkan sang istri tercinta.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan pribadi permaisuri Dewi sumayi, pangeran Shun land merebahkan tubuhnya di pembaringan melepaskan lelah dalam tubuhnya dan pikirannya.


Sementara itu permaisuri Dewi sumayi mempersiapkan air hangat untuk sang suami tercinta, memang dia bisa menyuruh pelayan, tetapi dia tidak ingin melakukan itu.


Permaisuri Dewi sumayi memilih melakukan sendiri melayani sang suami tercinta, dia memanfaatkan waktu yang tidak banyak ini melaksanakan tugas kewajiban sebagai istri melayani dengan tangannya sendiri.


Pangeran Shun land setelah membersihkan diri, memilih makan di dalam kediaman pribadi permaisuri Dewi sumayi, masakan yang di hidangkan pun hasil sang istri tercinta.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2