LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
151. Musnahnya kelompok Singa maruta


__ADS_3

Sambil mengisyaratkan tahanan bersamanya untuk keluar dan menolong tahanan wanita. Shun land keluar dengan hati-hati agar tidak mengeluarkan suara.


Dua orang penjaga hendak berteriak tapi suaranya terhenti kepalanya hancur terkena hantaman Sumpit raja neraka.


Yang satu lagi mematung tepat di jantungnya tertancap Sumpit raja neraka yang memanjang dan ambruk tak bernyawa.


Shun land tidak segan-segan membunuh para begundal Singa maruta. Dia pun segera menghancurkan pintu ruang tahanan.


Tidak lama keluar Darja dan Carsan bersama tahanan lainnya Segera membebaskan tahanan lainnya, Shun land melumpuhkan dua penjaga gerbang sekaligus dia bergerak bagaikan hantu pencabut nyawa.


Bajunya berlumur darah dia merasa akan sia-sia bersikap lunak kepada orang yang hatinya telah tertutup sifat iblis yang membelenggunya.


"Kalian tunggu di sini jangan keluar dari sini sebelum pagi tiba, karena di luar sangat berbahaya banyak binatang buas. Kang Darja tolong kumpulkan mayat-mayat penjaga jadi satu". Shun land memberi perintah.


Darja dan pemuda lainnya mengumpulkan mayat para penjaga.


Shun land bergerak cepat menuju barak para anggota kelompok Singa lapar, terlihat di dalam ruangan mereka sedang berpesta minum di temani para wanita yang berpakaian sangat minim.


Shun land bicara pada Sumpit raja neraka melalu batinnya. "Apa kau sanggup membunuh mereka semua dalam satu tarikan napas".


Suara Roh Sumpit raja neraka bergema di batin Shun land. "Itu masalah mudah pangeran".


Shun land menempel Sumpit raja neraka ke bibirnya dengan tenaga dalam yang kuat dia meniup senjata pusaka bintang tersebut.


Senjata pusaka kelas bintang menunjukan kehebatannya, bayangan kuning ke emasan keluar dari ujung Sumpit raja neraka melesat bagaikan kilat menembus tepat di dada kiri setiap anggota kelompok Singa lapar tidak satu yang tersisa.


Dada mereka berlubang sangat kecil tembus sampai kebelakang, mata mereka terbelalak seakan tidak percaya mati dengan sangat cepat sampai tidak sempat bibir mengucapkan satu patah kata pun.


Enam wanita yang setengah telanjang menggigil ketakutan melihat semburan darah dari dada para anggota kelompok Singa lapar.


Baru kali ini mereka melihat pembunuhan yang sangat sadis di depan mata kepala mereka dalam waktu kurang dari satu tarikan nafas sembilan nyawa melayang.


Shun land berjalan dengan tenang bagai malaikat maut berlumur darah menghampiri para gadis-gadis yang di paksa jadi penghibur.


"Kalian semua keluar bergabunglah dengan tahanan yang lain jangan takut aku hanya memastikan para sampah ini tidak ada yang lolos dari Sumpit ku". Shun setelah memastikan semua telah tewas di keluar.


"Kalian ikuti aku". Para gadis-gadis belia yang di paksa menjadi penghibur mengikuti Shun land walau di hati mereka sangat ketakutan, hati mereka merasa pemuda ini lebih kejam dari para o perampok Singa lapar.


Shun land tidak perduli dengan prasangka para gadis dan yang lainnya, dia berharap para perampok ini tidak menjadi benalu di masyarakat di kemudian hari.


Setelah mengamankan para gadis Shun land menuju bangunan utama di sana ada dua penjaga di depan pintu.

__ADS_1


Shun land tanpa kesulitan membunuh mereka, keduanya mati masih dalam posisi duduk dengan lubang kecil di dada kiri tembus ke belakang, darah menyembur bagai pancuran kecil dari dada mereka.


Shun land berjalan dengan santai mendorong pintu begitu pintu terbuka jantung Shun land berhenti melihat wanita yang selalu mengisi hatinya.


Terlihat di mata Shun land permaisuri May lien tersenyum lembut menghampiri dan berkata, "kakak kau mungkin sangat lelah masuklah aku sangat rindu padamu".


Permaisuri May lien merangkul dan menggandeng tangan kiri Shun land membawanya kamar yang indah, dinding berhias kain warna biru muda dengan motif gambar bunga melati.


Ranjang yang luas dengan sprei berwarna putih bersih di setiap sudut berhias kain putih yang terjuntai kebawah semakin membawa nuansa romantis.


Permaisuri May lien mendahului berbaring dengan posisi miring menghadap ke arah Shun land kepala di topang tangan kanan tangan kiri memegang tangan Shun land, kaki menyilang terpang-pang paha putih mulus tiada cacat di hadapan kepala Shun land.


Pikiran dan akal sehat Shun land telah terpengaruh ilmu gendam pemikat Sukma Nyai Siren.


Tapi ada sesuatu di batinnya yang menahan seluruh tubuhnya, "pejamkan matamu alirkan api abadi mu keseluruhan tubuh pusatkan di mata mu". Shun land mengikuti petunjuk mata batinnya. Lalu membuka matanya.


Terpampang wanita tua di depannya berbaring di altar batu hitam tersenyum manja menjijikan.


Tangan kanan Shun land berbalik memegang erat pergelangan tangan Nyai Siren lalu mengalirkan kekuatan api abadi ke tangan tersebut.


"Aduuuuh panaaaas.......


Nyai Siren menjerit keras tangannya terasa bagaikan di panggang di atas bara.


Dengan cepat dia mencabut pedang dan mengayunkan ke arah punggung Shun land.


Shun land merasakan angin serangan dari belakang menunduk dan menarik tangan nyai Siren untuk menghadang pedang Singa maruta.


Tubuh nyai Siren menjadi tameng pedang Singa maruta, Nyai Siren yang sudah tidak berdaya karena tubuhnya di aliri kekuatan api abadi Shun land, dia tidak bisa menyelamatkan diri dengan membuat tameng tenaga dalam.


Dengan cepat tubuh Nyai Siren terbelah jadi dua dari bahu kiri sampai ke dada kanan, Kepala yang masih menyatu dengan tangan kanan terjatuh ke lantai bersimbah darah mata melotot penuh kebencian.


Melihat Nyai Siren pujaan hatinya mati Singa maruta jadi gelap mata, dia mengeluarkan seluruh kekuatan tenaga dalamnya menyerang menyerang Shun land.


Beda kekuatan terlihat jauh, di mata shun land serangan Singa meruta terlihat lambat.


Dengan cepat menghadang pedang Singa maruta dengan senjata pusaka kelas bintang Sumpit raja neraka.


Dua senjata berbenturan berbeda kekuatan dari senjata sampai tenaga dalam menimbulkan ledakan.


"Duaaaaaar.......

__ADS_1


Pedang Singa maruta hancur berkeping-keping tangannya penuh luka bakar dari mulutnya menyembur darah, organ dalamnya terluka sangat parah.


Singa maruta terduduk berlutut Shun land segera mengayunkan sumpit raja neraka ke arah kepala Singa maruta sambil berkata.


"Orang licik seperti mu tak pantas ada di muka bumi ini". Berbarengan akhir kalimat kepala Singa maruta hancur menyemburkan darah dari lehernya bagai air mancur.


Satu kelebatan bayangan keluar melalui jendela Shun land menyeringai senyum, sambil berkata.


"Kau tidak akan lolos dari ku sampah seperti mu tak pantas di biarkan hidup di bumi Pertiwi ini, Sumpit raja neraka kejar dan bunuh dengan cepat".


Shun land meniup Sumpit raja neraka dengan Tenaga dalam dan kekuatan api abadinya.


Sebuah sinar kuning kemerahan melesat cepat mengikuti bayangan yang keluar dari jendela.


Sarkowi bawahan Kama Deva melarikan diri dengan cepat, di saat tepat di depan para tahanan seberkas sinar kuning kemerahan mendahului melewati punggung tembus sampai ke dada dan hilang di kegelapan malam.


Tubuh Sarkowi mematung sesaat lalu terjatuh tanpa nyawa di depan para tawanan.


Shun Land berjalan dengan tenang keluar dari bangunan pokok markas Singa lapar.


Wajah dan pakaiannya berlumuran darah cahaya cempor menerpa tubuh itu, terlihat bagai raja kematian keluar dari neraka.


Darja, Carsan dan lainnya melihat bergidik ngeri melihat sosok tubuh penolongnya, para wanita tak berani menatap wajahnya.


"Kalian masukan semua mayat-mayat itu ke rumah utama lalu bakar tanpa sisa, mayat-mayat ini akan menyebarkan penyakit bila tidak di bakar".


Shun land memberi tugas pada tahanan laki-laki lalu pergi ke pancuran air tempat pemandian di sisi markas itu.


"Bisakah salah satu dari kalian membantu ku mencuci pakaian ku yang penuh darah". Pangeran bicara di tujukan pada para gadis.


Di antara mereka salah satu yang paling dewasa berjalan dengan sedikit rasa takut menghampiri pangeran Shun land di pemandian.


Gadis bekas pelayan paksaan kelompok Singa lapar, terperangah melihat pemuda tampan bertubuh gagah telanjang dada walau di sinari cempor cukup untuk melihat pemuda itu.


Dia tidak menyangka penolongnya sang sangat terlihat sadis membunuh para begundal Singa lapar seorang pemuda tampan dan gagah.


"Mengapa bengong bila kau keberatan atau merasa jijik karena bau amis darah aku tidak memaksa mu". Shun land berkata memaklumi gadis itu sedikit canggung.


"Tidak tuan saya tidak jijik, apa tuan butuh bantuan untuk menggosok punggung Tian". Gadis dewasa itu tanpa menunggu jawaban langsung menggosok punggung Shun land yang kelihatan susah untuk mengosoknya sendiri.


Shun land membiarkan gadis itu menggosok bagian belakang tubuhnya yang susah dia bersihkan.

__ADS_1


Tanpa ragu-ragu gadis dewasa itu memeluk dari belakang tanpa ragu-ragu sambil berkata, "tuan terima kasih atas jasa tuan, bila boleh jadikan saya pelayan tuan, saya rela walau pun tanpa di bayar tanda terima saya pada tuan telah membebaskan dari cengkeraman kelompok sinag lapar".


"Hai lepaskan tidak perlu aku tidak berniat memiliki pelaya". Shun land berkata dengan nada sedikit marah.


__ADS_2