LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
272. Jaya Sempurna 5. Nazar mangku bumi.


__ADS_3

Mata Kasjo melihat topeng hitam dengan teliti dahinya berkerut berusaha mengingat tidak lama kemudian berkata.


"Ini milik pendekar Bayaran kelas tinggi gelarnya pendekar kembar, pendekar topeng hitam dan pendekar tanpa wujud hanya itu yang aku tahu tuan pendekar". Kasjo berkata dengan jujur.


"Kau tahu tempatnya" Shun Land bertanya lebih lanjut tapi Kasjo menggeleng.


"Tapi bila kau mencari dia sangat sulit tapi satu tahun yang lalu beredar ada saudagar kaya yang mencari pembunuh bayaran kelas tinggi tapi target di rahasiakan, identitas pencarian pun tidak ada yang mengetahui berita itu beredar pertama kali di daerah pelabuhan Cilamaya, kau bisa mencari informasi di sana semoga saja pembunuh bayaran kembar topeng hitam dan pendekar tanpa wujud keluar pada waktu itu".


Kasjo yang termasuk pendekar golongan hitam tingkat menengah menerima informasi itu bahkan ikut ambil bagian membuat kekacauan pada waktu itu karena bayaran yang menggiurkan.


Shun Land mendengar keterangan dari Kasjo merasa senang karena mendapat sedikit informasi, sekarang dia mendapatkan nama pemilik topeng hitam satu-satunya bukti pembunuh gurunya. Minimal sekarang dirinya tahu sebutan sang pembunuh.


"Karena kau telah memberikan informasi benar aku akan meringankan kesakitan mu, tapi tetap kau sekarang jadi orang biasa ilmu Kanuragan mu telah aku musnahkan semoga kau merubah jalan hidup mu".


Shun Land setelah bicara memegang dada Kasjo mengalirkan hawa murni ke seluruh tubuh Kasjo.


Kasjo perlahan bisa duduk setelah mendapatkan hawa murni rasa sakitnya berkurang dan bisa duduk.


"Kau boleh pergi sekarang ini golok mu ku kembalikan jangan gunakan untuk perbuatan merugikan orang lain saran ku kau kembali ke perguruan Ciomas Ki Mahisa Taka akan menerima mu jika kau benar-benar ingin berubah".


Shun Land melepaskan Kasjo dengan langkah gontai Kasjo meninggalkan pedukuhan Cikawung rasa percaya diri yang berlebihan membuatnya kehilangan seluruh ilmu olah Kanuragannya yang tersisa hanya ingatan gerakan-gerakan tak berguna tanpa tenaga dalam.


Penduduk telah kembali ke rumah masing-masing bi Marni berterima kasih berulang kali. Shun Land kembali ke kediaman pak Harja.


Malamnya bi Marni bersama Lasmini mendatangi kediaman pak Harja di sana sudah banyak penduduk berkumpul laki-laki dan perempuan apa lagi para gadis sangat antusias mereka saling berbisik akan ketampanan Shun Land.

__ADS_1


Tidak terkecuali Asmini yang selalu tidak mau jauh memang wajar Asmini yang berusia 18 tahunan sangat gandung akan pemuda tampan juga berilmu tinggi.


Shun Land pada saat itu tidak ada di kediaman dia sedang mengobati beberapa penduduk yang sedang sakit.


Hampir mendekati tengah malam Shun Land kembali bersama beberapa penduduk yang mengantarnya. Shun Land mengerutkan keningnya mengapa para penduduk masih berkumpul nampak di sana juga ada bi Marni dan anaknya Lasmini yang membuat Shun Land heran bi Marni dan anaknya memakai pakaian yang sedikit mencolok.


Di sana juga nampak seorang sesepuh pedukuhan duduk di dekat pak Harja sepertinya mereka telah membahas sesuatu hal Shun Land berharap masalah itu tidak menyangkut dengan dirinya.


Melihat Shun Land pak Harja dan sesepuh pedukuhan berdiri. "Sini nak Jaya duduknya ada sesuatu hal yang ingin kita bicarakan dengan nak Jaya". Pak Harja melambaikan tangannya dan menunjuk tempat yang kosong di sebelahnya.


Shun Land berjalan dan duduk di sebelah pak Harja. "Ada apa paman silahkan kemukakan semoga saya bisa membantu".


Pak Harja mendengar pertanyaan Shun Land melirik ke sesepuh pedukuhan lalu menjawab. "Nak Jaya biar sepuh Hardika yang menjelaskannya".


Sepuh Hardika berhenti sejenak Shun Land mendengarkan dengan serius sepuh Hardika lalu melanjutkan bicaranya.


"Begini nak Jaya ketika sebulan setelah neng Lasmini sakit Marni ibunya sudah berusaha berobat dengan segala cara sampai harta peninggalan ayahnya habis tetapi penyakit neng Lasmini tetap saja tidak kunjung sembuh,.....


,..... Sakin putus asanya Marni adik saya ini bernazar mangku bumi dan mengadakan sayembara siapapun yang bisa menyembuhkan Neng Lasmini kalau laki-laki tidak memandang usia akan menjadi suaminya, kalau perempuan akan di jadikan saudara, maka dari itu saya meminta tolong pada nak Jaya untuk melaksanakan Nazar mangku bumi ini,....


,..... Nak Jaya Nazar mangku bumi ini bila tidak di laksanakan akan membawa sial kepada seluruh penduduk Cikawung ini kami segenap seluruh penduduk mengharapkan melaksanakan nazar mangku bumi ini,.....


Saya, Harja sebagai kepala pedukuhan dan seluruh penduduk bila harus bersujud kepada nak Jaya kami semua akan melakukannya demi untuk menghindari kemalangan di Mesa depan,......


,.....Nak Jaya jangan khawatir hanya acara adat perkawinan setelah itu besoknya nak Jaya boleh menceraikan neng Lasmini itulah yang ingin kami sampaikan". Sepuh Hardika mengakhiri bicaranya.

__ADS_1


Setelah sepuh Hardika bicara seluruh penduduk setempat berkata sambil menangkupkan kedua tangannya di depan wajahnya memohon pada Shun Land.


"Kami mohon tuan pendekar agar pedukuhan Cikawung ini terhindar dari kesialan di masa depan".


Shun Land terhenyak setelah mencerna semua ucapan sepuh Hardika dadanya bagai di timpa batu besar tapi akhirnya Shun Land menjawab.


"Saya mengerti maksud sepuh tapi sebelum menjawab bolehkah saya meminta waktu beberapa saat ingin berpikir dengan jernih, paman Harja sepuh dan seluruh yang ada saya pamit dulu untuk menenangkan diri dan berpikir tenang di dalam kamar peristirahatan".


"Silahkan Nak Jaya Asmini tolong antar nak Jaya ke kamarnya". Pak Harja mengambil inisiatif untuk bicara dan memutuskan sebelum sepuh Hardika bicara.


Shun Land berjalan ke kamar istirahatnya di antar Asmini anak gadis kepala pedukuhan.


Sepeninggal Shun Land seluruh penduduk menanti dengan tegang apa lagi Lasmini yang hati kecilnya sudah jatuh hati pada Shun Land menanti Shun Land keluar memberi jawaban dengan gelisah sampai keringat dingin keluar.


Hanya tiga orang yang mengharapkan Shun Land menolak pernikahan ini mereka adalah Asmini dan kedua ibu bapaknya hati Asmini berdoa semoga Shun Land menolak, Asmini tidak perduli acara adat atau pun Kemalang yang akan melanda di masa depan. Ini semua karena Asmini sudah jatuh cinta pandangan pertama pada Shun Land.


Sesampainya di kamar Shun Land langsung bermeditasi batinnya menghubungi Sang sahabat Rajawali Api. Shun Land menceritakan semua kejadian ini pada sang legenda Rajawali Api dan meminta sang Legenda menceritakan pengalaman Topongrame nya sang Raja agung Jatiraga.


"Kau harus melaksanakannya ini adalah ujian Topongrame menurut tuan Raja agung Jatiraga Topongrame intinya adalah membuang ke ingin dan ego kita menerima dengan ikhlas jalur yang di lalui tanpa menggunakan embel-embel kehidupan kita di masa lalu, sekali laksanakan ini adalah salah satu ujian Topongrame mu".


Terdengar di ruang batin Shun Land sang Legenda Rajawali Api memberi Nasehat.


Setelah hatinya mantap Shun Land segera bangkit dari duduk meditasinya untuk mberi jawaban pada sepuh Hardika dan seluruh penduduk pedukuhan Cikawung.


--------------&&&&-------------

__ADS_1


__ADS_2