LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
404. Sang Garuda 05. kembali ke istana Rijang Renah Selawi.


__ADS_3

Shun Land hatinya sangat gembira mendengar jawaban leluhur Parva dan Leluhur Tisna, kesungguhan keduanya terlihat sekali dari ucapan dan gerakan tubuh Shun Land lalu melanjutkan bicaranya.


"Selain membagi wilayah daratan luas Swarna Bumi ini, saya juga ingin membangun sebuah tempat pengungsian untuk rakyat biasa(sipil) hingga pada waktu ada peperangan di suatu waktu mereka tidak terkena imbas dari peperangan itu, untuk itu saya menunjuk paman panglima Demagog membangun pengungsian ini, berupa ruang bawah tanah yang atasnya kuat terhadap api,.....


Shun Land menceritakan semua tujuannya di buat pengungsian di dalam tanah yang tahan terhadap Api, sama seperti di Samosir Shun Land pun menerangkan tujuan utama dari memperjuangkan negeri ini dari para penguasa yang jahat dan sewenang-wenang.


Leluhur Harsa, Leluhur Parva, leluhur Rati dan Tisna sangat terkagum-kagum oleh pencerahan ilmu pengetahuan ini, hati mereka semakin yakin akan tindakan yang berpihak pada Shun Land adalah suatu tindakan yang wajib bagi mereka, karena menurut mereka Shun Land adalah wakil kebenaran dari Sang Maha Pencipta.


Panglima Demagog dan Udacca terbengong bengong mendengarkan Shun Land menjabarkan arti dari perjuangan ini yang menitik beratkan bukan karena ingin mencari nama atau pun ketenaran atau pun jabatan tetapi semua tindakan berlandaskan aturan dari Sang Maha Pencipta alam semesta ini.


Mereka berdua yang tidak pernah mendapatkan atau pun mendengar penjelasan yang gamblang dan mendetil tentang hidup dan kehidupan sesuai peraturan alam semesta dan peraturan dari Sang Maha tungal merasa hatinya sangat tercerahkan dan niat yang selama ini kabur dengan kepentingan pribadinya sekarang niat itu menjadi bulat berjuang demi menjalankan kewajiban sebagai mahluk Tuhan Sang Maha Pencipta semesta alam dan sebagai bentuk rasa syukur padanya.


"Terima kasih Paduka yang telah membuka mata hati ini, selama hidup saya bari kali ini saya mendapat ilmu yang tidak ternilai harganya bahkan dengan ilmu Kanuragan yang saya miliki sekarang ini tidak ada apa-apanya".


Panglima Demagog bicara dari hatinya yang paling dalam, di timpali oleh Udacca dengan nada yang penuh penyesalan.


"Paduka mendengar penjelasan ini saya merasa jadi orang yang sangat merugi karena telah menjalankan hidup ini dengan hal-hal yang tidak bermanfaat tetapi saya merasa beruntung bertemu dengan paduka di kehidupan yang mulai senja ini mengerti arti hidup dan kehidupan".

__ADS_1


"Paduka raja saya telah mendapatkan laporan bahwa benar yang di katakan Nyai Rati dan adik Parva bahwa kapal kapal yang di beri simbol wanita duduk adalah kapal yang bermuatan harta benda Ayah Mara Deva,......


,.... Saya telah menemukanya sebanyak 17 kapal setiap kapal berisi bervariasi jumlahnya keseluruhan ada 275 peti koin emas berukuran kecil dan sedang ada juga yang besar sebanyak 7 buah peti dengan ukuran lebar dua setengah jengkal dan panjang lima jengkal, saya bawa kesini 35 peti dan kemarin di bawa Boma sebanyak 10 peti dan tersisa 25 peti, sisanya yang 230 peti saya pasrahkan pada permaisuri Dewi Sumayi di istana Rijang Renah Selawi". Leluhur Harsa memberi laporan tentang di temukannya harta benda peninggalan Mara Deva ayahnya.


"Leluhur Harsa apa jumlah segitu cukup untuk membuat ruang bawah tanah buat pengungsian rakyat di setiap wilayah". Shun Land bertanya lebih detail.


"Paduka itu nanti bIsa di ketahui setelah pembangunan di mulai, andaikan tidak mencukupi nanti Telik sandi Naga Hitam yang sudah saya ganti dengan nama telik sandi Muara Takus(candi tertua di Sumatra) akan meminta kepada paduka". Leluhur Harsa menjawab.


Setelah pembicaraan penting selesai Shun Land pergi beristirahat di ruang peristirahatan yang biasa di gunakan oleh putri Serindang Bulan. Di dalam kamar Shun Land tidak langsung tidur tetapi dirinya melaksanakan meditasi untuk menjernihkan pemikirannya yang sedikit penat dan lelah karena memikirkan bagaimana caranya kejadian di istana Nagur yang di serang armada Tombak Perak tidak terulang kembali. Dalam hanya beberapa puluh tarikan nafas Shun Land sudah larut dalam meditasinya.


Malam berlalu dengan cepat Shun Land sudah terbangun dari meditasinya pemikiran dan jiwanya jernih kembali. Lalu keluar setelah membersihkan diri.


Leluhur Harsa dan leluhur Rati sudah berada di sana sedangkan Leluhur Parva sudah berangkat pagi-pagi sekali ke pulau Samosir bersama leluhur Tisna, Shun Land memasuki ruang perjamuan serentak berdiri memberi salam dan hormat.


Shun Land tidak banyak bicara hanya seperlunya saja lalu makan pagi di mulai setelah selesai Shun Land langsung berpamitan akan meneruskan ke istana Rijang Renah Selawi.


Dengan kakinya yang kokoh sang Legenda Rajawali Api melesat ke angkasa membawa Shun Land dan Boma, Shun Land meminta pada sang Garuda untuk terbang rendah Shun Land ingin melihat pedukuhan pedukuhan di kawasan daratan luas Swarna Bumi bagian timur.

__ADS_1


Para penduduk yang melihat Sang Garuda berteriak-teriak memanggil dengan sebutan.


"Sang Garuda perkasaaaaa.....!!!".


Sambil berteriak mereka melambaikan tangan Boma yang memiliki koin emas sesekali melemparkan uang koin emas yang menjadi mereka berebut dengan gembira.


Masyarakat luas di seluruh Negri Sundaland mendengar dari mulut ke mulut bahwa nama raja mereka telah berganti Nama menjadi Jaya Sempurna hingga panggilan pendekar Rajawali Api berganti dengan panggilan sang Prabu Jaya Sempurna penunggang Garuda perkasa Nama itu melekat dengan sendiri di hati rakyat kerajaan Galuh Sindula dan kerajaan-kerajaan di bawah naungannya.


Simbol kerajaan yang berupa kepala burung sang legenda Rajawali api berubah menjadi gambar kepala sang Lodaya harimau kumbang dari Swarna Bumi.


Sementara itu di istana kerajaan Rijang Renah Selawi sedang sibuk menyiapkan ritual pernikahan Shun Land dan putri Serindang bulan yang di atur dan di pimpin oleh Permaisuri Dewi Sumayi dan permaisuri May Lien.


Putri Serindang Bulan sendiri tidak keluar dari kamarnya karena melaksanakan tradisi turun temurun bagi seorang calon pengantin perempuan harus melakukan ritual mengunci diri dalam kamar selama 3 hari tiga malam(di pingit).


Calon pengantin Boleh keluar ketika sore hari ketika esoknya akan melaksanakan Ritual pernikahan. Seluruh isi istana sibuk dengan tugas masing-masing.


Yang paling sibuk adalah di bagian penyebar undangan untuk kerabat istana walaupun hanya kerabat dekat saja yang di undang tetapi mereka di buru oleh waktu yang sangat singkat dalam tempo 3 hari mereka harus menyelesaikan undangan tersebut.

__ADS_1


__________________


__ADS_2