
Lamsijam berhenti makanya dan mengemukakan apa yang ada di hatinya walaupun sedikit ragu-ragu. "Begini tuan jaya saya ingin mengajak makan istri eeh wanita saya makan bersama disini apa boleh".
Semuanya menatap wajah Lamsijam seakan tidak percaya pria kurus jangkung mempunyai wanita dan mereka selama ini tidak melihat ada wanita di sini.
"Silahkan paman saya kira paman tidak mempunyai wanita tapi berada di mana wanita paman ini". Shun Land antusias mempersilahkan dan heran berada di mana wanita Lamsijam selama ini.
"Sebenarnya dia tinggal di sini saya malu mengenalkan pada kalian, dulunya mereka adalah calon tumbal Raja tengkorak yang harus mandi darah perawan setiap satu bulan sekali tetapi saya meminta pada kakang Tapak besi untuk melepasnya dan mereka siap menjadi juru masak dan Pelayan di sini seumur hidup raja tengkorak mengijinkannya mungkin karena saya banyak berguna bagi kepentingan mereka". Lamsijam menceritakan semuanya.
"Mereka tinggal di ruang samping markas ini dan saya menyuruhnya tidak boleh keluar sebelum saya panggil". Lamsijam meneruskan bicaranya.
"Waaaah kau tega sekali mengurung mereka berarti hampir dua hari mereka tidak makan dan minum terlalu". Delay menyela.
"Saya takut dan malu kalau kalian tidak akan menerima mereka". Lamsijam berkata apa adanya. "Sudah panggil mereka cepat paman kasihan di sekap sudah dua hari". Shun Land memutus obrolan Delay dan Lamsijam.
Lamsijam berdiri dan berlalu tidak berapa lama datang kembali membawa dua orang wanita satu berkisar usia 40an dan yang satu lagi berusia 30an Mereka berdua terlihat pucat dan lemas.
"Silahkan bibi duduk neng Lasmini tolong berikan makan dan minum kasihan si bibi berdua di sekap suaminya sendiri". Shun Land meminta Lasmini memberikan makan dan minum, Lasmini pergi ke dapur di ikuti Delay untuk membantu.
Mereka berdua pun duduk tidak jauh dari Lamsijam meminum yang di sodorkan Aji Wisesa dengan sekali tenggak satu gelas habis. Tidak lama Lasmini dan Delay datang dengan membawa nasi dan lauk pauknya.
__ADS_1
Mereka berdua langsung makan tanpa di persilahkan ini karena mereka sangat kelaparan. Semuanya tidak ada yang berani bicara takut menganggu mereka makan yang sangat kelaparan.
Setelah makan selesai Shun Land bertanya. "Paman bibi berdua ini semuanya wanita paman". Lamsijam langsung menjawab tanpa ragu.
"Bukan tuan Jaya wanita saya cuma satu yang ini bernama Karmia dan yang ini adiknya Karmia bernama kasmia, dan saya meminta tuan jaya dan adik Aji Wisesa mengadakan ritual pernikahan untuk saya dan Karmia, kami selama ini belum menikah karena kami di larang kakang Tapak besi perkawinan hanya keribetan saja".
"Kalau begitu besok kita adakan ritual pernikahan dua sekaligus kakang Jaya paman Lamsijam dengan Karmia dan Paman Delay dengan Kasmia, agar paman Delay merasakan keindahan dunia". Lasmini berkata tanpa ragu-ragu.
Wajah Delay wajahnya memerah begitu juga Kasmia, "kalau kakang tidak keberatan tapi paman Delay dan bibi Kasmia nya mau tidak". Shun Land menjawab.
"Jawab paman dan bibi Kasmia jangan malu-malu" Lasmini bertanya langsung tanpa bahasa basi.
"Kalau saya terserah saja" bibi Kasmia menjawab sambil menundukkan kepala malu-malu. Delay juga langsung menimpali. "Saya juga mau kalau neng Kasmia setuju".
"Tapi menurut saya lebih baik kita laksanakan di pedukuhan Semarang kita menyewa penginapan dan kita pun beramal di sana membagikan koin emas ini sebagai berbagi kebahagiaan saudara kita". Aji Wijaya berkata.
Tetapi di potong oleh Lamsijam. "Itu terlalu berlebihan saya ingin yang sederhana saja di sini". Delay sendiri diam saja. Tetapi Lasmini langsung berkata dengan tegas.
"Kakang untuk kali ini aku yang memutuskan pernikahan di laksanakan di pedukuhan Semarang dengan acara yang meriah kita banyak koin emas untuk apa kalau tidak di gunakan setuju tidak setuju harus setuju" Lasmini berkata sambil memandang tajam suaminya yang di pandang hanya memasang wajah datar saja.
__ADS_1
Semuanya diam saja lalu Shun Land menjawab dengan tenang. "Baiklah saya menurut saja, apa kata ku yang paling mengerikan di dunia ini adalah bibir wanita, besok kita berangkat ke pedukuhan Semarang". Shun Land akhirnya mengalah. Lasmini langsung menimpali.
"Nah begitu kalau musyawarah jangan mengambil keputusan sendiri saja, sekarang kita sepakat, bibi Karmia bibi Kasmia bibi segera bersiap-siap, sekarang kita berangkat karena hari masih pagi perjalanan ke sana hanya setengah hari, besok kita adakan ritual pernikahan, kakak Aji Wisesa dan kakak Aji Wijaya kita bersiap sekarang, paman Delay muat semua barang kita ke kereta, satu kereta untuk barang satu kereta untuk kita bertiga, bawa semua kuda yang tidak terpakai kita jual di sana, biarkan pemimpin besok baru berangkat sendirian". Dengan ketus Lasmini bicara lalu menarik tangan keduanya ke belakang.
Shun Land, Lamsijam, Delay dan kedua kakak beradik Aji Wisesa dan Aji Wijaya melongo saja, "Bagai mana sekarang tuan Jaya". Delay memberanikan bicara.
"Yaaah begitulah wanita kita turuti saja, paman Lamsijam masalah dua kelompok lagi kita bahas nanti saja". Shun Land berkata santai.
Segala keperluan di persiapkan kereta yang biasanya di tarik dengan dua kuda sekarang di tarik empat kuda agar lebih cepat dan memang banyak kuda yang tidak terpakai. Delay mengatur sisa kuda yang tidak terpakai. Semua kuda ada 14. Kuda Shun Land 3. Delay dan kakak beradik Aji Wisesa dan Aji Wijaya 3. Di tambah kuda bekas kelompok Warok 4, dan kuda kelompok Raja tengkorak ada 6.
Dua kereta berjalan di kusiri langsung oleh Lamsijam dan Delay Shun Land dan Aji Wisesa serta Aji Wijaya berkuda di belakang ini terlihat seperti seorang juragan besar sedang dalam perjalanan.
Shun Land dari belakang memperhatikan rombongannya sendiri terbersit dalam pemikirannya kelompoknya akan berjalan seperti pedagang untuk mengelabuhi para begal dan perampok semakin besar kelompok yang berangkat semakin mempunyai daya tarik tinggi terhadap para begal dan perampok juga para penyamun. Shun Land pun akan menyebar berita dengan nama pedagang utusan keadilan Shun Land tersenyum sendiri karena tadinya merasa kebingungan bagai mana menyembunyikan identitas.
Dalam perjalanan Aji Wisesa mengajak Shun Land mengobrol. "Tuan tujuan kita selanjutnya kemana tuan dan apakah kita semuanya akan selalu ikut bersama seperti ini”.
Shun Land segera menjawab. "Iya kakang Aji, selanjutnya kita akan terus berkelana ke timur sampai di ujung timur daratan luas Sunda Dwiva sambil berjalan kita akan mencari informasi tempat-tempat yang rawan kejahatan, sekarang kita telah berhasil mengamankan jalur alas Roban sampai ke akar-akarnya, mungkin kejahatan akan datang lagi tapi tidak dalam waktu dekat, ini juga mempunyai dampak baik akan membuat perubahan dan kemajuan di lingkungan setempat dan sekitarnya,.....
,..... Kita pun akan menyamar sebagai juragan dagang emas dan senjata dan barang-barang mahal di pedukuhan besar Semarang kita akan mengambil barang barang tersebut. Kita juga aka menyebarkan berita pedang besar utusan keadilan sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Bengawan Solo tugas ini akan di lakukan oleh paman Delay yang ahlinya. Tujuan nya untuk memancing kelompok begal dan rampok kelas kakap seperti Raja tengkorak dan Tapak besi yang sudah Kita musnahkan". Shun Land mengakhiri penjelasannya.
__ADS_1
Aji Wisesa dan Aji Wijaya benar-benar tidak mengerti dan memahami jalan pemikiran Shun Land hanya dalam beberapa hari bisa mengatasi jalur iblis menjadi aman dan mempunyai cara yang cemerlang yang di luar pemikirannya, mereka berdua pun semakin yakin bahwa Shun Land bukan pendekar biasa yang hanya memiliki ilmu olah Kanuragan tinggi tetapi Shun Land adalah sosok orang pilihan seperti yang di katakan oleh gurunya, bahwa akan datang seorang yang bisa merubah keadaan menjadi baik dalam waktu yang singkat dia adalah orang pilihan sang pencipta.
*************